Jenis-Tipe Hama Tanaman

Variasi-Jenis Hama Tanaman

Jenis-macam hama

  1. Tikus Sawah

    Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) ialah wereng utama pohon padi, Tikus sawah boleh menyebabkan kerusakan pada tanaman antah start bermula saat pesemaian antah hingga antah siap dipanen, dan bahkan menuduh gabah di dalam gudang tempat penyimpanan beras.

    Tikus Sawah

    https://www.wikihow.com/Draw-a-Mouse

      Gejala ofensif:

    1. Tikus mengamati berbagai tumbuhan;
    2. Mencerca di pesemaian, tahun vegetatif, perian generatif, waktu panen, tempat penyimpanan;
    3. Fragmen tumbuhan nan disarang bukan cuma kredit-bijian tetapi sekali lagi batang tanaman mulai dewasa;
    4. Tikus membuat lubang-korok puas lingkaran sawah dan comar beristirahat di semak-semak.

  2. Wereng

    Wereng atau normal disebut dengan insekta pencandu hancuran tumbuhan merupakan anggota ordo Homoptera. Selain bagaikan wereng memakan tumbuhan simultan, wereng juga menjadi media untuk penularan virus pada pohon lainnya.

      Gejala serangan:

    1. Menyebabkan daun dan kunarpa tumbuhan berlubang-gorong-gorong.
    2. Daun dan batang kemudian kering, dan plong akhirnya senyap

    Wereng

    https://en.wikipedia.org/wiki/Brown_planthopper

  3. Walang Sangit

    Pianggang (Leptocorisa oratorius Fabricius) merupakan anggota
    ordo Himiptera
    (bangsa kepik nirmala). Serangga ini menjadi hama terpenting pada tanaman budidaya, terutama antah. Belalang sangit menghisap larutan pokok kayu bermula tangkai anakan (paniculae) dan juga enceran biji kemaluan padi yang masih tahap masak tetek sehingga menyebabkan pohon kehilangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan leleh.

    Walang Sangit

    https://warnawarnikubangkondang.blogspot.com

      Gejala bidasan:

    1. Menghisap kenyataan gabah yang masih enceran.
    2. Angka yang sudah lalu diisap akan menjadi hampa, agak hampa, alias liat.
    3. Alat peraba biji yang sudah diisap akan bercat kehitam-hitaman.
    4. Belalang sangit remaja (nimfa) bertambah aktif dibandingkan dewasanya (imago), semata-mata satwa dewasa dapat destruktif makin hebat karenya hidupnya lebih lama.
    5. Walang sangit dewasa juga dapat memakan biji-kredit yang sudah lalu membeku, merupakan dengan mengeluarkan enzim yang dapat mencerna karbohidrat
    6. Faktor-faktor yang mendukung nan kontributif populasi walang sangit antara lain sebagai berikut:
      • Sawah habis damping dengat perhutanan.
      • Populasi gulma di sekitar sawah cukup tataran.
      • Penghutanan bukan serentak

  4. Ulat

    Ulat yaitu tahap larva berpunca spesies privat ordo Lepidoptera, yang tersurat kupu-kupu dan ngengat. Sebagian besar hama ulat memakan pohon, dan juga serangannya menyebabkan kerusakan pada buah dan produk persawahan lainnya. Ulat memiliki tiga pasang tungkai nan sejati pada tiga segmen dana, ditambah dengan empat pasang suku semu yang biasa disebut tungkai perut pada segmen perut terakhir.

      Gejala serbuan:

    1. Aktif memakan dedaunan bahkan pangkat batang, terutama sreg malam hari.
    2. Daun nan dimakan oleh ulat hanya tersisa susuk atau tulang daunnya saja

    Ulat

    https://www.mnn.com/your-home/organic-farming-gardening/blogs/dodder-vine-plant-communication

  5. Kutu

    Tuma yaitu hama berukuran sangat kecil (kurang dari 1 mm), mirip gonggo, dan hidup di patera episode bawah. Hama ini merupakan salah satu avertebrata nan paling beraneka ragam dan mampu beradaptasi dengan bineka situasi lingkungan. Hama tungau memperhatikan daun-daun remaja. Meres dasar daun yang terserang menjadi bercelup cokelat. mengilap. Daun menjadi kaku dan melengkung ke bawah (gejala “sendok terbalik”) dan pertumbuhan pucuk tanaman menjadi terhenti.

      Gejala serangan:

    1. Kutu(kutu kecil) biasanya terdapat di bawah sebuah daun bikin mengisap daun tersebut
    2. Pada daun yang terserang kutu akan ketimbul bercak-bercak kecil kemudian daun akan menjadi kuning lalu ringgis

  6. Lalat konsentrat

    Laler bibit ataupun dalam Bahasa latinnya (Atherigona exigua, A. Oryzae), ialah salah satu hama tanaman yang sangat mudarat bagi petani karena serangannya boleh merusak tanaman hingga 80% bahkan makin. Gejala awal akibat bidasan lalat konsentrat yaitu berubahnya corak daun dari hijau menjadi kuning kecokelatan. Laler bibit dewasa lalu aktif rusuh serta sangat tertarik dengan tanaman yang baru bertunas di atas satah tanah.

      Gejala bidasan:

    1. Laler sari meletakkan telur puas petiolus daun padi pada sore masa.
    2. Telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Pupa bercat kuning kecoklatan terwalak di dalam lahan. Selepas keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap untuk kawin.
    3. Hama ini mencaci terutama pada kondisi kelembaban mega tinggi

    Lalat Bibit

    https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016542548/share-macam-macam-wereng-dan-penyakit-pada-pokok kayu-serta-cara-pengendaliannya/

  7. Orong-orong

    Anjing tanah atau stereotip disebut orong- orong yang nama latinnya
    Gryllotalpa hirsute, yakni serangga yang berwarna cokelat terang dan cokelat gelap. Serangga ini ialah serangga yang aktif pada lilin batik periode dan pada tahun dingin melakukan hibernasi. Serangga ini dapat destruktif pokok kayu pada semua fase tumbuh, dia memotong tanaman pada sumber akar batang dan subversif akar remaja tanaman.

    Anjing Tanah

    http://www.agroatlas.ru/en/content/pests/Gryllotalpa_africana/

      Gejala serangan:

    1. Jiwa dibawah tanah nan lembab dengan membentuk liang.
    2. Memakan hewan-satwa mungil (predator), sahaja tingkat kerusakan pokok kayu kian lautan dari pada manfaatnya sebagai predator.
    3. Nimfa taruna memakan humus dan akar tumbuhan, imago betina sayapnya berkembang setengah, yang jantan boleh mengerik di senja hari.

  8. Uret

    Uret nan nama latinnya
    Leucopholis rorida
    ialah fase larva dari kumbang Scarabaeidae. Uret memiliki matra berlimpah dan kudus, awak terobos kilauan dengan ketua yang bercat cokelat dan mempunyai taring yang besar. Hama ini banyak menuding tanaman jagung, padi, tebu, serta ubikayu.

      Gejala serbuan:

    1. Uret yang negatif tanaman padi terdiri dari spesies
      Exopholis hypoleuca,Leucopholis rorida, Phyllophaga helleri
    2. Urut-urutan sukma ketiga uret tersebut sama yaitu dari telur ulat (uret) kepompong imago (kumbang).
    3. Kumbang cuma makan terbatas daun-daunan dan enggak begitu merusak dibanding uretnya.

    Uret

    http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/identifikasi-wereng-dan-kebobrokan-stroberi-fragaria-x-ananassa/

  9. Tembiang

    Tembiang atau
    Orseolia oryzae
    merupakan serangga yang memakan tanaman padi sreg bintik bertunas yang menyebabkan patera tumbuh berbentuk puntalan seperti daun berambang. Pada tutul bersemi inilah larva serangga bersantap dan berlindung sehingga pohon kemungkus.

    Ganjur

    http://krishimala.com/catalogue/rice-gall-midge

      Gejala bidasan:

    1. Hama tombak sepersaudaraan lalat ordo Diptera. Ngengat betina hanya kawin satu mungkin seumur hidupnya, bertelur antara 100-250 telur. Telur berwarna coklat kemerahan dan menetas setelah 3 masa.
    2. Larva bersantap jaringan tanaman diantara lipatan daun padi, pertumbuhan patera pari jadi tidak normal.
    3. Pucuk tumbuhan menjadi tandus dan mudah dicabut. Masa larva selama 6 – 12 hari. Siklus vitalitas keseluruhan 19 – 26 perian.

  10. Tuma daun persik

    Kutu patera persik (Myzus persicae Sulzer), serangga ini n kepunyaan antena yang Tahapan seperti Panjang tubuhnya. Pada biasanya warna tubuh, pembesar, dan dadanya bercat cokelat dan ki gua garba berwarna yunior kekuningan.

      Gejala serangan:

    1. Tungau daun persik memiliki alat potong isap, rata-rata kutu ini ditemukan dipucuk dan perempuan muda tanaman cili.
    2. Mengisap enceran daun, pucuk, kayu cangkul rente dan bagian tanaman nan tak sehingga patera makara keriting dan kecil warnanya brlang kekuningan, layu dan akhirnya tenang.
    3. Melangkahi angin tuma ini menyebar ke areal tipar.
    4. Surat berharga dari kutu ini menyebabkan tumbuhan kerdil, pertumbuhan tersekat, patera mengecil.
    5. Kutu ini mengeluarkan cairan manis yang dapat membentangi permukaan daun akan ditumbuhi cendawan hitam jelaga sehingga hadang proses fotosintesis. Kutu ini juga ikut andil internal penyebaran virus.

    Kutu daun persik

    http://foto-gambar-hewan.blogspot.com/2015/05/gambar-kutu-daun-persik.html

  11. Belalang

    Belalang atau
    Melanoplus femurrubrum
    adalah serangga pemakan pohon yang n kepunyaan ciri antena pendek, tiga pasang kaki, serta mempunyai sayap. Serangga ini juga boleh meloncat sejauh 15 sampai 25 kelihatannya panjang tubuhnya. Walang sering dianggap sebagai hama karena sering memakan/ menyerang tanaman hingga rusak, serangannya meruka daun, mayat dan tangkai pada tanaman

    Ganjur

    http://www.clker.com/clipart-3344.html

      Gejala ofensif:

    1. Hama ini mencerca pohon muda dan tua dengan subversif tanaman pada adegan patera dan pucuk (pada periode kering dapat menyebebkan kehancuran parah).
    2. Daun yang dimakan menjadi berlubang-lubang, tulang daun dan urat-otot daun tidak dimakan.
    3. Gejalanya sesekali selit belit dibedakan dengan gejala gua-lubang kerusakan daun oleh ofensif ulat daun.
    4. Lubang akibat serangan walang tepinya bergerigi kasar lain beraturan, padahal akibat serangan larva kian subtil.
    5. Tanaman inang lainnya, antara lain adalah kapas, bersih, kelapa, sahifah, cokelat, jarak, wijen, ketela, waru, kapuk, nangka, karet, jagung, dan pisang.


SOAL LATIHAN

Buat memperdalam kesadaran Anda adapun materi di atas, kerjakanlah soal latihan berikut!

  1. Sebutkan gejala serbuan tikus sawah!
  2. Jelaskan bagaimana cara walang sangit mengupas tanaman!
  3. Jelaskan perbedaan belatung dengan uret!
  4. Bagaimana gejawa awal serangan laler bibit?
  5. Bagaimanakah gejala serangan belalang?

 Cocokkanlah jawaban Kamu dengan Siasat Jawaban Tes Formatif nan terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang ter-hormat. Kemudian, gunakan rumus berikut bakal memahami tingkat penundukan Anda terhadap materi Kegiatan Pendedahan 2.

image/svg+xml Tingkat penguasaan = Total Jawaban yang Benar Kuantitas Soal ✕ 100%

Guna tingkat penguasaan : 90 – 100% = baik sekali
80 – 89% = baik
70 – 79% = pas
< 70% = kurang

 Apabila menyentuh tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat menyinambungkan dengan Kegiatan Pembelajaran 3. Bagus! Jika masih di dasar 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Penataran 2, terutama adegan nan belum dikuasai.


Ajaran JAWABAN Soal LATIHAN

  1. Gejala terjangan tikus sawah yakni menyerang berbagai tumbuhan; Menghakimi di pesemaian, tahun vegetatif, masa generatif, masa penuaian, ajang penyimpanan; Babak tumbuhan yang disarang tidak hanya skor-bijian tetapi juga bangkai tumbuhan muda; Tikus takhlik gaung-lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak- semak.
  2. Jenangau menghisap larutan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan sekali lagi larutan buah pari nan masih tahap menguning tetek sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan encer.
  3. Ulat mago yakni tahap larva dari spesies n domestik ordo
    Lepidoptera, yang termasuk kupu-kupu dan gagat. Ulat memiliki tiga pasang tungkai yang sejati plong tiga segmen dana, ditambah dengan empat pasang tungkai semu yang biasa disebut kaki perut lega segmen nafkah terakhir, sementara itu Uret nan nama latinnya
    Leucopholis rorida
    adalah fase larva berasal sigenting Scarabaeidae. Uret memiliki dimensi subur dan kudus, badan tembus cahaya dengan superior yang berwarna cokelat dan mempunyai caling yang besar.
  4. Gejala sediakala akibat serangan lalat bibit ialah berubahnya dandan patera mulai sejak baru menjadi kuning kecokelatan
  5. Gejala serangan walang merupakan:
    1. Hama ini menyerang tanaman muda dan tua dengan negatif tanaman pada bagian daun dan pucuk (pad masa sangar bisa menyebebkan fasad parah).
    2. Daun yang dimakan menjadi berlubang-gaung, lemak tulang daun dan urat-urat daun tak dimakan.
    3. Gejalanya sekali-kali jarang dibedakan dengan gejala korok-lubang kerusakan daun oleh bidasan ulat mago daun.
    4. Lubang akibat terjangan belalang tepinya bergerigi kasar bukan beraturan, sedangkan akibat serangan bernga kian renik.
    5. Tanaman inang lainnya, antara lain yakni kapas, tahir, kelapa, dokumen, cokelat, jarak, wijen, ketela, waru, kapuk, nangka, karet, jagung, dan mauz.

RANGKUMAN

Jenis hama pohon yang paling gegares subversif pokok kayu sejumlah 11 macam, yaitu Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) yang merupakan hama terdahulu padi; wereng nan merupakan serangga penghisap cairan tumbuhan; Walang sangit (Leptocorisa oratorius Fabricius) yang juga menghisap cairan tanaman menyebabkan tanaman kehilangan hara dan menguning (klorosis); Ulat adalah tahap larva berusul spesies dalam
ordo Lepidoptera; Tungau merupakan hama berukuran sangat kecil (minus mulai sejak 1 mm), mirip laba- laba, dan spirit di daun bagian dasar; Lalat bibit maupun privat Bahasa latinnya (Atherigona exigua, A. Oryzae); Orong-orong (Gryllotalpa hirsute) yang dapat merusak pohon pada semua fase bersemi; Uret yang nama latinnya
Leucopholis rorida
adalah fase belatung dari kumbang Scarabaeidae. Tembiang atau
Orseolia oryzae
ialah serangga yang memakan tanaman gabah pada titik tumbuh yang menyebabkan daun tumbuh berbentuk gulungan seperti patera berambang; Kutu daun persik (Myzus persicae Sulzer); dan Belalang atau
Melanoplus femurrubrum
adalah serangga pemangsa pokok kayu yang memiliki ciri antena pendek, tiga pasang kaki, serta n kepunyaan sayap.


TES FORMATIF

Pilihlah satu jawaban nan tepat!

  1. Nama latin dari Tikus sawah?
    1. Rattus argentiventer Rob & Kloss
    2. ordo Himiptera
    3. Leptocorisa oratorius Fabricius
    4. Atherigona exigua, A. Oryzae
  2. Berikut adalah gejala gempuran walang sangit, kecuali!
    1. Menghisap publikasi padi yang masih larutan.
    2. Ponten yang sudah diisap akan menjadi hampa, nyana kosong, alias liat.
    3. Alat peraba biji yang sudah diisap akan berwarna kehitam-hitaman.
    4. Menyebabkan patera dan batang pohon bertembuk-gorong-gorong.
  3. Gejala serangan uret adalah ibarat berikut!
    1. Uret yang merusak tanaman padi terdiri dari spesies
      Exopholis hypoleuca, Leucopholis rorida, Phyllophaga helleri
    2. Liang akibat serbuan walang tepinya bergerigi kasar tidak beraturan, sedangkan akibat ofensif belatung kian halus.
    3. Meratah hewan-sato kecil (pemakan), saja tingkat kerusakan tanaman lebih besar dari pada manfaatnya laksana pemakan.
    4. Jawaban A dan B bermoral
  4. Wereng apakah yang menjadi media untuk penularan virus kepada tanaman?
    1. Belalang
    2. Tikus
    3. Wereng
    4. Belalang sangit
  5. Hama nan berukuran kurang dari 1 mm adalah?
    1. Lalat bibit
    2. Kutu
    3. Wereng
    4. Uret
  6. Berikut yaitu gejala serbuan yan dihasilkan oleh belalang!
    1. Daun nan dimakan menjadi berlubang-liang, lemak tulang daun dan urat-urat daun tak dimakan.
    2. Gejalanya kadang-kadang sulit dibedakan dengan gejala lubang-liang fasad daun oleh serangan belatung daun.
    3. Lubang akibat serangan belalang tepinya bergerigi bergairah lain beraturan, sedangkan akibat terjangan bernga lebih halus.
    4. Jawaban A, B, dan C moralistis
  7. Hama apalah yang meletakkan telur sreg pelepah daun padi pada senja masa?
    1. Wereng
    2. Laler bibit
    3. Gakang
    4. Belalang
  8. Gejala bidasan yang dilakukan oleh anjing tanah adalah andai berikut, kecuali!
    1. Hidup dibawah tanah yang lembab dengan membuat terowongan.
    2. Patera yang dimakan menjadi bertembuk-lubang, tulang daun dan urat-urat daun bukan dimakan.
    3. Memakan binatang-hewan kecil (predator), sekadar tingkat kerusakan tumbuhan lebih besar dari pada manfaatnya sebagai pemangsa.
    4. Nimfa muda meratah humus dan akar tunjang tanaman, imago betina sayapnya berkembang setengah, yang dakar dapat mengerik di senja hari.
  9. Nama latin berpunca Kutu patera persik adalah?
    1. Myzus persicae Sulzer
    2. Leucopholis rorida
    3. Melanoplus femurrubrum
    4. Atherigona exigua
  10. Ulat adalah tahap larva dari spesies apa?

    1. ordo Lepidoptera
    2. Orseolia oryzae
    3. Myzus persicae Sulzer
    4. Melanoplus femurrubrum

Last modified: Wednesday, 1 July 2022, 11:59 PM