Ayat Durhaka Kepada Orang Tua


ayat dan hadist berbakti kepada orang tua

Berbakti kepada orang tua adalah beban sepanjang hidup. Mengkover dari aboutislam.serok, inilah ayat dan hadits yang memerintahkan berbakti kepada ayah bunda:


1. Ayat tidak menyinggung ingatan ayah bunda

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا

كَرِيمًا

wa qaḍā rabbuka allā ta’budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna ‘indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

Artinya:
“Dan Tuhanmu sudah lalu memerintahkan kendati kamu jangan menyembah selain Anda dan hendaklah anda berbuat baik pada ibu bapakmu dengan selengkapnya. Jikalau salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjur dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya tuturan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang sani.”

(Al-Isra ayat 23)


2. Berbakti karena zikir orang tua silam mustajab

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

Tsalaatsu da’aawaatin yustajaabu lahunna laa syakki fiihinna da’watul madzluumi wa da’watul musaafiri wa da’watul waalidi liwalidihi

Artinya:“Tiga tahlil yang mustajab nan bukan diragukan lagi, yaitu zikir turunan yang dizalimi, tahmid khalayak yang melanglang (safar), dan ratib baik orangtua kepada anaknya.”

(HR. Ibnu Majah)

baca juga:
10 DOSA Manusia TUA TERHADAP Anak asuh DARI TAUSIYAH SYEKH ALI JABER


3. Mengingat jasa orang gaek yang telah merawat kita dari kecil

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Wakhfid lahumaa janaahaz zulli minar rahmati wa qur Rabbir hamhumaa kamaa rabbayaanii saghiira

Artinya:
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan munjung hadiah sayang dan ucapkanlah, “Wahai Rabi! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua sudah mendidik aku pada masa kerdil.

(Al Isra ayat 24)


4. Rasulullah mengutamakan mengerjakan baik kepada ibu

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « ثُمَّ أَبُوكَ »

Artinya:
Seorang pria pernah cenderung Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berfirman, ‘Boleh jadi bermula kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Andashallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia bersuara lagi, ‘Kemudian boleh jadi pula?’ Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Engkau merenjeng lidah juga, ‘Kemudian kali lagi?’ Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia bersabda pun, ‘Kemudian kelihatannya lagi?’ Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam
mengatakan, ‘Ayahmu’.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

baca juga:
20 INSPIRASI Perkataan SELAMAT HARI IBU ISLAMI Penuh DOA DAN Kasih SAYANG


5. Sayang kepada anak adam tua sebagai rasa syukur


وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhụ fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya:
Dan Kami perintahkan kepada hamba allah (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya kerumahtanggaan kejadian lemah yang kian-tambah, dan menyapihnya kerumahtanggaan dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua bani adam ibu bapakmu, cuma kepada-Kulah kembalimu.

(Lukman ayat 14)


6. Ayat untuk berbakti di dunia pada ibu bapak non muslim

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ

فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Wa in jaahadaaka ‘alaaa an tushrika bii maa laisa laka bihii ‘ilmun falaa tuti’humaa wa saahib humaa fid dunyaa ma’ruufanw wattabi’ sabiila man anaaba ilayy; summa ilaiya marji’ukum fa unabbi’ukum bimaa kuntum ta’maluun

Artinya:
Dan seandainya keduanya memaksamu cak bagi menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tak memiliki ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan manusia yang juga kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu segala yang sudah kamu bikin.

(Luqman ayat 15)


7. Ayat mendoakan individu tua yang sudah meninggal

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ: إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya:
Dari Serbuk Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: “Apabila manusia itu meninggal bumi maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang berjasa ataupun anak sholeh yang mendoakan kepadanya.”

(HR Muslim)

baca juga:
syariat memasrahkan zakat kepada orang tua dan kerabat


8. Ayat yang melarang durhaka kepada ayah bunda

۞قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗاۖ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُم مِّنۡ إِمۡلَٰقٖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَإِيَّاهُمۡۖ وَلَا تَقۡرَبُواْ

ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَۖ وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ

Qul ta’aalaw atlu maa harrama Rabbukum ‘alaikum allaa tushrikuu bihii shai’anw wa bilwaalidaini ihsaananw wa laa taqtuluuu aw alaadakum min imlaaq; nahnu narzuqukum wa iyyaahum wa laa taqrabul fawaahisha maa zahara minhaa wa maa batana wa laa taqtulun naf

Artinya:
“Katakanlah: “Marilah kubacakan segala yang diharamkan atas kamu maka itu Tuhanmu adalah: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua basyar ibu bapa, dan janganlah dia membunuh anak asuh-anak asuh kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi makanan kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-polah nan keji, baik nan nampak di antaranya ataupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh umur nan diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu mengarifi(nya),”

(Al-Anam: 151)


9. Hadits berbakti kepada ibu bapak yang sudah meninggal

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا »

Artinya:
“Wahai Rasulullah, apa masih suka-suka prinsip berbakti kepada ayah bunda setelah meninggal?” Beliau menjawab: “Ya, dengan mendoakan, meminta ampun untuknya, melaksanakan wasiatnya, mengikat silaturahmi yang tidak boleh disambung kecuali jalan mereka dan memuliakan teman-temannya,”

(HR Abu Daud).


10. Ayat berbakti kepada ibu yang telah mengandung

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ

Wa wassainal insaana biwaalidaihi ihsaanan hamalathu ummuhuu kurhanw-wa wada’athu kurhanw wa hamluhuu wa fisaaluhuu salaasuuna shahraa; hattaaa izaa balagha ashuddahuu wa balagho arba’iina sanatan qoola Rabbi aqzi’niii an ashkura ni’matakal latiii an’amta

Artinya:
“Kami perintahkan kepada orang cak agar berbuat baik kepada dua hamba allah ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan runyam letih, dan melahirkannya dengan susah capek (pula). Mengandungnya sebatas menyapihnya yaitu tiga puluh bulan, sehingga apabila dia sudah lalu dewasa dan umurnya sebatas empat desimal tahun engkau berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang mutakadim Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan cak agar aku bisa berbuat darmabakti nan imani yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (membagi keefektifan) kepada anak asuh cucuku. Sememangnya aku bertaubat kepada Kamu dan sepantasnya aku tercantum orang-orang yang berserah diri,”

(Al-Ahqaf: 15)


11. Hadits ridho Allah terserah pada ridho orang tua

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Ridhollaahi fii ridhol waalidaini wa sukhtullaahi fii sukhtil waalidaini

Artinya:
“Ridho Almalik SWT gelimbir berpokok ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung berpunca kemurkaan basyar lanjut umur,”

(HR. Tirmidzi, Ibni Hibban, Hakim)

Di balik ketangkasannya, ibu juga ingin diapresiasi oleh anak, laki, dan keluarganya. Tidak ada ponten pasti nan congah menghitung pengorbanan ibu. Beliau bahkan tak malu-malu merelakan mimpinya agar keluarga senang dan bahagia.

Ada banyak mandu cak bagi bahagiakan ibu di dunia dan akhirat, salah satunya dengan berwakaf. Silakan, sebanding-selevel kita hadiahkan kado terbaik di ketika spesial kerjakan kamu. Hadirkan senyuman cak bagi ibu,
klik berwakaf sekarang lagi di sini! (Syasa)


Zakat Sekarang

Source: https://zakat.or.id/ayat-dan-hadits-berbakti-pada-orang-tua/

Posted by: gamadelic.com