Ayat Dan Hadits Tentang Bekerja

Khutbah Jumat NU Online Jatim kali ini mengangkat tema adapun anjuran bengoh dengan niat dan kaidah yang benar. Pada pejaka khutbah ini adalah ketika utama cak bagi saling mengingatkan umat islam agar boleh lebih bertaqwa dan menjadi insan kamil.

Cak bagi mencetak naskah khutbah jum’at ini, silahkan klik ikon
print
bercat merah di bawah artikel ini. Berikut contoh teks khutbah Jumat tentang menjaga lidah berjudul

“Anjuran Memeras tenaga dengan Karsa dan Cara yang Moralistis”
. Semoga bermanfaat!
(Redaksi)

Native Banner 1

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ التّقْوَى خَيْرَ الزَّادِ وَاللِّبَاسِ وَأَمَرَنَا أَنْ تَزَوَّدَ بِهَا لِيوْم الحِسَاب أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ رَبُّ النَّاسِ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا حَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَوْصُوْفُ بِأَكْمَلِ صِفَاتِ الأَشْخَاصِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجمعين وسَلّمْ تَسليمًا كَثِيرًا ، أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Native Banner 2

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kita masih bernas di tahun pandemi Corona yang banyak takhlik kesusahan berbagai limbung. Tidak terbatas kini orang musykil mencari nafkah, mengalami penghentian hubungan kerja, bangkrut, hingga bertambahlah pengangguran baru. Namun, kondisi ini enggak boleh membuat kita terbang semangat, tambahan pula setakat berpangku dalam berkreasi dan berusaha. Demikian pula kehadiran pada siang ini sebagai bagian dari takwallah yakni menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Takwa inilah yang cak acap diingatkan khatib saat congah di atas platform. Kesannya, mari kita terus meningkatkan takwallah tersebut.

Jamaah yang Dirahmati Allah SWT

Muhammad bin Ashim asosiasi berkata: Sudah sampai berita padaku bahwa Umar bin Khattab RA takdirnya melihat pemuda yang membuatnya kagum maka beliau akan menanyakan perihal momongan itu: Apakah anak itu memiliki tiang penghidupan? Takdirnya dikatakan Tidak, maka ia akan berkata: Telah jatuh satu derajat anak asuh muda itu di mataku.

Islam lalu menyodorkan kepada kita untuk mengalir dan berkarya sejauh arwah masih di kandung bodi. Rasulullah mengingatkan agar umatnya senantiasa berusaha dan berhati-hati terhadap waktu luang. Tahun kosong dapat menjadi huma berada bagi setan kerjakan menanamkan kemungkaran. Dengan demikian, bekerja adalah kronologi bukan untuk membendung ki kebusukan. Dengan pengenalan lain, orang yang berkarya persisten hakikatnya menengah merintis jalan keluhuran. Berjuang, berkarya, berusaha, dan bekerja adalah keniscayaan n domestik nyawa, baik dalam peristiwa terik ataupun suka.

Menurut Ibni Atsir, bekerja tertera fragmen dari sunnah para nabi. Nabi Zakaria Alaihissalam adalah tukang papan. Nabi Daud Alaihissalam membuat gaun besi dan menjualnya sendiri. Bahkan seperti disampaikan oleh Rasulullah, Rasul Daud itu tidak akan bersantap kecuali berasal hasil jerih payahnya sendiri. Barangkali nan tidak mengenal Nabiyullah Daud Alaihissalam? Selain seorang nabi, telah diberi maka itu Allah Subhanahu wa Taala supremsi dan harta yang meluap. Walau begitu, enggak merasa status bakal bekerja dengan tangannya koteng guna menetapi kebutuhan hidupnya. Nabi daud tidak mengajarkan berleha-leha tangan dan mengharap kasih dari orang lain ataupun berasal umat yang dipimpinnya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW mengomong:

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

Artinya:
Sungguh koteng semenjak kalian yang memanggul kusen bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia menanyakan-minta kepada seseorang, baik insan itu memberinya alias menolaknya.
(HR al-Bukhari dan Muslim).

Padri Ar-Raghib al-Ishfahani pernah berkata: Siapa sekadar yang tidak kepingin berusaha dan bekerja maka nilai kemanusiaannya telah rusak bahkan nilai kebinatangannya, dan menjadi orang yang telah ranah.

Dalam semangat sehari-hari kita dapat mengambil hipotetis. Misalnya, awam lebih menghargai tukang sayur gelintar yang gemuk menghidupi dirinya secara mandiri daripada pengangguran. Yang mahakuasa mengajarkan keseimbangan dalam roh. Sang pencipta memberi kesempatan kepada manusia untuk bekerja mencari rezeki di siang hari, dan pada malam harinya digunakan lakukan beristirahat dan mengumpulkan tenaga mudah-mudahan bisa kerja lagi pada esok harinya.

 وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَجَعَلْنَا ٱلنَّهَارَ مَعَاشًا

Artinya:
Dan Kami jadikan malam seumpama gaun. Dan Kami jadikan siang bikin penghidupan.
(QS An-Naba: 10-11).

Enggak bekerja ialah sikap setan. Setan selalu merisikkan pada individu hendaknya meninggalkan usaha dan ikhtiar. Setan meniupkan rasa malas pada insan agar manusia tak berusaha, layak menunggu sebatas ketentuan takdir-Nya datang. Padahal rezeki harus dicari dengan kerja persisten. Cucu adam nan dengan gentur bersusah-susah, menabrakkan perahu tulang, mencari nafkah dari memeras keringat dan makan berusul hasil itu, maka dari itu lebih baik dari bersantap hasil yang diperoleh dari harta warisan atau pemberian manusia enggak.

Orang yang senantiasa bersirkulasi dan bekerja menandakan keimanan nan bersangkutan dalam kondisi aktif dan dinamis. Sebaliknya, mereka yang ‘menikmati’ bermalas-malasan alias suka berleha-leha tangan, menandakan dirinya menengah dilanda impotensi iman. Begitu juga firman Allah SWT:

 وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:
Dan Katakanlah: Bekerjalah ia, maka Allah dan Rasul-Nya serta individu-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan sira akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengerti akan yang menguap dan yang faktual, lampau diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah dia kerjakan.
(QS At-Taubah: 105).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Allah SWT berbicara:

 فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya:
Maka carilah rezeki di sisi Tuhan, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Semata-mata kepada Almalik kamu akan dikembalikan.(QS al-Ankabut:17).

Menurut ayat ini, kas dapur harus diusahakan. Bertalian dengan ayat tak, Allah telah tegas menyatakan bahwa kaidah beruntung perut ialah dengan bekerja.

  فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:
Apabila mutakadim ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah pemberian Allah dan ingatlah Yang mahakuasa banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.
(QS al-Jumu’ah: 10).

Privat rangka bekerja mencari rahim, menurut riwayat al-Baihaqi kerumahtanggaan Syu’bul Iman suka-suka empat prinsip etos kerja yang diajarkan Rasulullah. Keempat prinsip itu harus dimiliki suku bangsa beriman, adalah: bekerja dengan cara yang jamak (thalaba ad-dunya halalan), berkarya demi menjaga diri cak agar enggak menjadi beban umur orang lain (ta’affufan an al-mas’alah). Lagi bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga (sa’yan ala iyalihi), serta bekerja untuk meringankan beban hayat tetangga (ta’aththufan ala jarihi). Sehingga, kemuliaan pekerjaan sungguh lain bisa dilihat berusul jenisnya.

Jamaah yang Mendapat habuan

Pasca- menetapi catur prinsip di atas, nilai sebuah pencahanan akan diukur semenjak kualitas kehendak (shahihatun fi an-niyat) dan pelaksanaannya (shahihatun fi at-tahshil). Itulah pekerjaan nan bernilai ibadah dan kelak akan mengantarkan pelakunya ke pintu indraloka. Bahkan dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa cucu adam yang bekerjamati-matian akan mendapat berbagai kemuliaan. Bani adam yang bersakit-sakit mencari perut, Allah akan memaafkan dosanya. Turunan yang berkarya persisten mencari nafkah bikin keluarganya termuat
fi sabilillah, dan orang yang bekerja keras untuk mencari perut, nanti di akhirat kemudian hari dengan cahaya muka bagaikan rembulan purnama

Demikian uraian khutbah ringkas ini.Sebaiknya kita termaktub individu-basyar yang demen bengoh. Dengan menjadi pekerja keras, Yang mahakuasa akan mengagungkan dan menyukseskan kita dunia dan akhirat.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Rakimin Al-Jawiy adalah dosen Psikologi Selam Unusia Jakarta.

Source: https://jatim.nu.or.id/khutbah/anjuran-bekerja-keras-dengan-niat-dan-cara-yang-benar-HUwbN

Posted by: gamadelic.com