Ayat Alquran Tentang Kewajiban Belajar

20 Ayat Al-Quran Tentang Anak-Anak
20 Ayat Al-Quran Tentang Anak-Anak

AlQuranPedia.Org – Di dalam Al-Quranul Karim banyak sekali disinggung akan halnya anak-anak, mengenai barang bawaan orangtua terhadap anaknya, hakikat anak, sikap suku bangsa jahiliyah dahulu bagaimana terhadap momongan-anaknya, sikap Fir’aun terhadap momongan laki-laki dan putri dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak saja menyinggung hablum minallah (kawin dengan Allah) sahaja, akan tetapi hablum minannas (perantaraan dengan sesama manusia) juga banyak disinggung.

(Baca Juga : Benarkah Al-Quran Menghinakan Wanita?)

Pada tulisan barangkali ini blog Al-Quran Pedia akan membahas adapun ayat-ayat Al-Quranul Karim yang membicarakan adapun momongan-anak. Simak selengkapnya di bawah ini.

1


Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan sira semenjak (Fir’aun) dan penganut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu penderitaan yang seberat-beratnya, mereka gorok anak-anakmu yang maskulin dan mengikhlaskan atma anak-anakmu nan kuntum. Dan sreg yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.
(Q.S. Al-Baqarah : 49)



2


Dan Ibrahim sudah lalu mewasiatkan mulut itu kepada anak-anaknya, demikian pun Ya’qub. (Ibrahim bersabda): “Hai anak-anakku! Sememangnya Tuhan telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah sira mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
(Q.S. Al-Baqarah : 132)



3


Adakah anda hadir ketika Ya’qub keberadaan (tanda-tanda) maut, ketika ia berfirman kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Yang mahakuasa Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
(Q.S. Al-Baqarah : 133)



4


Orang-orang (Ibrani dan Nasrani) yang mutakadim Kami pasrah Al-Kitab (Taurat dan Alkitab) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak asuh-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka ondok kebenaran, sedangkan mereka memaklumi.


(Q.S. Al-Baqarah : 146)



5


Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya sejauh dua tahun penuh, adalah bakal nan ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi bersantap dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang bukan dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita penderitaan karena anaknya dan koteng ayah karena anaknya, dan warispun bertanggung jawab demikian. Apabila keduanya ingin menceraikan (sebelum dua tahun) dengan eksistensi keduanya dan permusyawaratan, maka tak ada dosa atas keduanya. Dan jika beliau ingin anakmu disusukan maka dari itu orang bukan, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Halikuljabbar dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat barang apa yang sira bakal.
(Q.S. Al-Baqarah : 233)



6



Apakah engkau tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada koteng Nabi mereka: “Angkatlah buat kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Utusan tuhan mereka menjawab: “Mungkin sekali jika dia nanti diwajibkan bertekun, anda enggak akan berperang.” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak kepingin bergulat di jalan Yang mahakuasa, padahal sepantasnya kami mutakadim diusir berpunca anak-anak kami?”. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun ki beralih, kecuali beberapa tetapi di antara mereka. Dan Almalik Maha Mengetahui siapa orang-turunan yang zalim.
(Q.S. Al-Baqarah : 246)



7



Sepatutnya ada sosok-makhluk yang kafir, perbendaharaan dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (hukuman) Yang mahakuasa berasal mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,
(Q.S. Ali ‘Imran : 10)



8



Dijadikan mulia sreg (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa nan diingini, ialah: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak berpangkal jenis emas, selaka, kuda pilihan, binatang-binatang piaraan dan sawah huma. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah medan kembali yang baik (surga).
(Q.S. Ali ‘Imran : 14)



9



Yang demikian itu yakni sebagian dari berita-berita ghaib nan Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); sedangkan kamu tidak hadir beserta mereka, momen mereka melemparkan momongan-anak cuaca mereka (lakukan menyetem) bisa jadi di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tak hadir di jihat mereka ketika mereka berselisih.
(Q.S. Ali ‘Imran : 44)



10



Sesungguhnya cucu adam-orang nan kafir baik harta mereka maupun anak asuh-anak mereka, sekali-kali enggak boleh menyorong azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka merupakan warga neraka; mereka kekal di dalamnya.
(Q.S. Ali ‘Imran : 116)



11


Allah mensyari’atkan bagimu mengenai (pengalokasian pusaka buat) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak asuh lanang sama dengan bagahian dua orang anak pemudi; dan jika anak itu semuanya perempuan makin berpangkal dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang hanya, maka ia memperoleh separo harta. Dan cak bagi dua anak adam ibu-bapa, kerjakan masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jikalau orang yang meninggal tidak mempunyai anak asuh dan sira diwarisi maka dari itu ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; takdirnya yang meninggal itu n kepunyaan sejumlah saudara, maka ibunya berkat seperenam. (Pengalokasian-pengalokasian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat nan kamu buat alias (dan) selepas dibayar hutangnya. (Tentang) insan tuamu dan anak-anakmu, beliau tidak mengerti boleh jadi di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini yaitu ketetapan terbit Allah. Sepantasnya Sang pencipta Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Q.S. An-Nisaa’ : 11)



12


Diharamkan atas ia (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu nan perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-ari-ari bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang upik; anak-anak perempuan berpokok saudara-saudaramu nan maskulin; anak asuh-anak perempuan semenjak saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; plasenta perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-momongan isterimu yang kerumahtanggaan pemeliharaanmu dari isteri nan sudah sira campuri, saja takdirnya kamu belum rancam dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka enggak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menimbunkan (privat perkawinan) dua putri yang bersaudara, kecuali yang sudah lalu terjadi pada masa lewat; sesungguhnya Allah Maha Pengampun juga Maha Penyayang.
(Q.S. An-Nisaa’ : 23)



13



Mengapa engkau tidak mau berperang di urut-urutan Allah dan (membela) makhluk-orang yang lemah baik adam, wanita-wanita maupun anak-anak asuh yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami penaung berasal sisi Beliau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”
(Q.S. An-Nisaa’ : 75)



14



Dan mereka minta fatwa kepadamu mengenai para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu adapun mereka, dan barang apa yang dibacakan kepadamu privat Al-Quran (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang engkau lain memberikan kepada mereka apa nan ditetapkan untuk mereka, semenjana anda ingin mengawini mereka dan mengenai anak-anak nan masih dipandang lemah. Dan (Sang pencipta menyuruh kamu) cak agar kamu ikutikutan anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa semata-mata yang anda untuk, maka sesungguhnya Halikuljabbar yaitu Maha Mengetahuinya.
(Q.S. An-Nisaa’ : 127)



15


Orang-manusia Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini ialah anak-anak Yang mahakuasa dan puspa hati-puspa hati-Nya.” Katakanlah: “Maka cak kenapa Allah menyiksa sira karena dosa-dosamu?” (Dia bukanlah anak-anak Halikuljabbar dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah bani adam(protokoler) diantara orang-insan yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyusahkan mana tahu yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Sang pencipta-lah imperium antara keduanya. Dan kepada Almalik-lah kembali (segala sesuatu).
(Q.S. Al-Maa’idah : 18)



16



Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka sudah lalu menjadikan kebanyakan dari cucu adam-cucu adam musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak asuh mereka cak bagi memberantas mereka dan untuk mengaburkan bakal mereka agama-Nya. Dan kalau Allah memaui, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggallah mereka dan apa yang mereka terserah-adakan.
(Q.S. Al-An’aam : 137)



17

Sesungguhnya rugilah insan nan mendabih anak-anak asuh mereka, karena kegoblokan lagi tidak mencerna dan mereka mengharamkan barang apa yang Allah sudah lalu rezki-centung pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Sang pencipta. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.


(Q.S. Al-An’aam : 140)

18



Katakanlah: “Ayo kubacakan apa yang diharamkan atas kamu makanya Tuhanmu yakni: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, mengamalkan baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah sira membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati ulah-polah yang jahat, baik yang nampak di antaranya maupun yang terselubung, dan janganlah kamu membunuh umur yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang bermartabat.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu mengarifi(nya).
(Q.S. Al-An’aam : 151)



19


Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan momongan-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
(Q.S. Al-Anfaal : 28)



20


Sang pencipta menjadikan cak bagi kamu isteri-isteri dari jenis ia sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri engkau itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Almalik?”
(Q.S. An-Nahl : 72)

Itulah berbagai macam ayat Al-Quran yang membincangkan dan menyebutkan tentang anak-anak. Kiranya menambah pemberitahuan dan ilmu agama kita semua.

(Baca Juga : Fitnah Wanita Menghancurkan Bani Israil)

Semoga bermanfaat.

Diselesaikan pada 28 Dzulhijjah 1439 Hijriyah/8 September 2022 Masehi.

Source: https://www.alquranpedia.org/2018/09/20-ayat-al-quran-tentang-anak-anak.html

Posted by: gamadelic.com