Asmaul Husna Adalah Nama Nama Allah Yang

ASSAJIDIN.COM
— Ada 99 Nama Allah SWT atau nan dikenal dengan asmaul husna, yakni nama tanda Allah sekaligus menunjukkan sifat-sifat Allah dan Kuasa Allah yang tiada bandingnya. Berikut 99 asmaul husna lengkap dengan makna dan artinya:

1. AR-RAHMAN :
Yang mahakuasa itu Ar-Rahman. Sang pencipta memiliki gelar Ar-Rahman, yang berarti Maha Pengasih, Penyayang.

Allah adalah Allah Nan Maha Pemurah kepada semua orang ciptaan-Nya, baik yang hirap atau nan terbantah makanya mata kita.

Tuhan memberikan tembolok kepada makhluk-makhluk-Nya minus pilih rahmat. Kita juga bisa meneladani resan Ar-Rahman tersebut dengan mandu berbuat baik kepada teman, kepada sesama khalayak, bukan menyusahkan dabat dan lain sebagainya.

Dengan meneladani rasam Ar-Rahman tersebut maka kita bisa menjadi pribadi yang suka menolong sesama.

2. AR-RAHIIM :
Allah itu Ar-Perut. Yaitu Sang pencipta Maha Penyayang. Allah habis menyayangi hamba-hamba-Nya yang berketentuan, Yang mahakuasa juga senantiasa menolong orang-orang soleh, karena Halikuljabbar lampau menganakemaskan mereka.

Kita boleh meneladani sifat Ar-Ki gua garba tersebut dengan cara mengasihi dan menyayangi keluarga, tandingan, tetangga-tetangga kita serta khalayak-khalayak nan dekat dengan kita, juga terhadap sesama turunan. Jangan susunan ragu bagi menolong mereka, membantunya jika kesusahan dan tidak menyakiti hatinya dengan sengaja.

Dan semoga kita juga termaktub privat makhluk-turunan nan disayangi oleh Allah SWT. Aamiin yaa Rabbal Alamiin.

3. AL-MALIK :
Allah itu Al-Malik. Yaitu yang memiliki makna Nan Maha Merajai ataupun Baginda bermula segala raja.

Allah adalah Raja penguasa liwa semesta, Dialah yang mempunyai kekuasaan di langit dan di bumi.

Suntuk bagaimana cara kita cak bagi meneladani sifat Al-Malik ini? Caranya ialah cukup kita menjadi ‘prabu’ bagi diri kita sendiri. Kita harus menjadi ‘paduka’ diri kita koteng dan boleh mengendalikan hawa dan nafsu kita agar tidak dikuasai dan diperintah oleh hawa nafsu tersebut.

Dengan menjadi ‘raja’ kerjakan diri kita seorang, maka kita bisa besar perut kerjakan beribadah dan menyembah baginda yang selayaknya, yaitu Almalik SWT, Aji dari barang apa raja.

4. AL-QUDDUS :
Sang pencipta itu Maha Asli. Yaitu suci dari peristiwa-hal yang buruk. Laksana manusia, kita pasti tidak memiliki properti untuk mengklaim bahwa diri kita adalah suci, karena kita semua tak amnesti pecah salah, khilaf dan dosa. Salah, khilaf dan dosa terhadap Sang pencipta, maupun terhadap sesama cucu adam dan terhadap sosok Halikuljabbar SWT. yang lain.

Namun untuk meneladani sifat Allah yang satu ini, kita memiliki banyak cara yakni salah satunya dengan cara menjaga diri dari prasangka buruk kepada siapapun. Jangan mengejek tandingan, atau menjejak orang tak lebih lagi sampai menyakiti hatinya, dan tetaplah berpikir dalam-dalam positf.

5. AS-SALAM :
Allah itu As-Salam. Allah merupakan Maha Pemberi Kedamaian untuk para makhluk-sosok-Nya yang senantiasa berdoa dan memohon konservasi kepada-Nya. Dengan memohon pelestarian kepada Halikuljabbar SWT, maka Halikuljabbar akan memberikan kesentosaan kedalam hati kita dan mewujudkan kita jauh berpangkal rasa duka dan mangut.

Dengan menjaga kedamaian dan keselamatan antar sesama, maka kita telah meneladani resan Allah yang suatu ini. Contohnya adalah dengan tidak jahil dan usil kepada teman, mencegah terjadinya perdurhakaan dan sebagainya.

6. AL-MU’MIN :
Allah itu Al-Mu’min. Yaitu Yang Maha Pemberi Keamanan kepada semua makhluk-Nya. Detik kita menghadapi sebuah urusan, serahkan saja semua itu kepada Sang pencipta, kita hanya teristiadat meyakini bahwa Halikuljabbar karuan akan memberikan perkembangan nan terbaik lakukan kita semua.

Dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT, maka kita akan mendapatkan rasa aman yang tidak terkaji dan membuat diri kita menjadi merasa aman dan tentram.

7. AL-MUHAIMIN :
Allah itu Al-Muhaimin. Al-Muhaimin mempunyai makna Yang Maha Memelihara, Tuhan yaitu Yang Maha Menernakkan semangat khalayak-makhluk-Nya. Misalnya ialah Allah yang mengatur terjadinya siang dan lilin lebah, panas dan hujan abu, dan sebagainya.

Apa rangka keseimbangan standard ini mutakadim diatur oleh Sang pencipta SWT dengan sedemikian rupa bagi memelihara insan-khalayak-Nya sepatutnya taat hidup dengan aman dan tentram.

8. AL-AZIZ :
Sang pencipta itu Al-Aziz. Merupakan Yang Maha Perkasa. Di alam segenap yang sangat luas ini, hanya Allah lah yang menguasainya. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa untuk menyaingi keperkasaan Halikuljabbar atas segala ciptaan-Nya.

Allah adalah Raja dari segala paduka, Dialah penguasa liwa segenap dan lagi pemilik dari segala kebesaran. Hanya Allah yang Maha Perkasa dan tidak cak semau yang seimbang dengan Dia.

9. AL-JABBAR :
Allah itu Al-Jabbar atau Maha Pemaksa, dengan sejenis itu tidak cak semau satupun yang bisa bakal menyangkal bahkan memerosokkan kehendak Yang mahakuasa SWT. Karena, yuridiksi Allah sangatlah besar dan mutlak.

Sehingga jika Allah mutakadim berkehendak, maka keadaan itu tidak bisa jadi bisa diingkari. Segala apa makhluk yang ada di langit dan di bumi ini semuanya tidak bisa menafsirkan kehendak Allah SWT, sehingga kita semua harus menunduk dan tegar kepada-Nya.

10. AL-MUTAKABBIR :
Sang pencipta itu Al-Mutakabbir. Allah itu adalah empunya dari segala apa jalal, sehingga Engkau disebut juga dengan Al-Mutakabbir. Segala kebesaran, kekuasaan dan segala apa keluhuran yang cak semau di umbul-umbul semesta ini adalah hanyalah milik Allah semata.

Izzah semenjak para pengarah terbaik di dunia ini bukan ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mahamulia Sang pencipta SWT, sang pemilik segala kebesaran nan ada di dunia ini.

11. AL-KHALIQ :
Allah itu Al-Khaliq. Al-Khaliq sendiri memiliki makna yaitu Sang Maha Pelaksana. Allah yaitu pencipta langit dan bumi, liwa semesta beserta isinya. Kita semua ini adalah tercatat dalam ciptaan Tuhan SWT.

Sang pencipta juga yang menciptakan para malaikat, akhirat serta surga dan neraka. Sehingga Almalik disebut sebagai Si Khaliq, adalah Maha Pencipta.

12. AL-BARI :
Sang pencipta itu Al-Bari. Adalah artinya adalah Almalik adalah Maha Mengadakan. Allah sudah lalu menciptakan bendera sepenuh ini beserta isinya yang semula mulai sejak dari ketiadaan lalu diciptakannya pan-ji-panji segenap ini menjadi terserah.

Sehingga kita semua tahu bahwa Almalik SWT adalah Al-Bari, merupakan yang Maha Mengadakan. Semua yang ada di alam sepenuh ini tidaklah muncul dengan sendirinya, melainkan atas kuasa Allah SWT yang membuat, membentuk dan menciptakan ini semua.

13. AL-MUSHAWWIR :
Allah itu Al-Mushawwir. Al-Mushawwir adalah salah satu sifat Yang mahakuasa adalah Maha Pembentuk. Dialah yang membentuk rupa makhluk-makhluk-Nya baik yang memasap atau yang terlihat makanya alat penglihatan manusia.

Malaikat, jin, manusia, dan segala mahluk ciptaan Allah memiliki bentuk yang sedemikian rupa karena sudah menjadi kehendak Allah SWT. Dengan bentuk yang berlainan-beda ini sehingga kita dapat membedakan mana itu tumbuhan, sato dan lain sebagainya.

14. AL-GHAFFAR :
Sang pencipta itu Al-Ghaffar. Al-Ghaffar koteng punya makna adalah Maha Pengampun. Allah akan memaafkan hamba-hamba-Nya yang telah berbuat dosa jika mereka sudah lalu bertaubat dengan betapa-alangkah dan bertaki tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Kita bisa meneladani sifat Ghaffar ini dengan kaidah memaafkan kesalahan cucu adam bukan kepada kita. Jangan menempatkan kebencian, karena situasi itu justru dapat takhlik runyam diri kita sendiri.

15. AL-QAHHAR :
Tuhan itu Al-Qahhar. Adalah nan memiliki makna Maha Penakluk. Sang pencipta itu Maha Penakluk atau Maha Menaklukkan segalanya, termuat alam semesta ini.

Kita bisa meneladani sifat Al-Qahhar ini dengan cara berlatih untuk menaklukkan hawa dan nafsu intern kehidupan sehari-musim moga kita enggak dikendalikan oleh hawa nafsu tersebut.

16. AL-WAHHAB :
Allah itu Al-Wahhab. Artinya Maha Pemberi anugerah kepada seluruh khalayak-Nya. Coba lihat jasmani kita, terserah hidung, telinga, mata, tungkai, tangan dan kaki serta yang bukan sebagainya.

Itu semua adalah rahmat dari Allah SWT untuk kita semua sebagai bentuk kasih comar Allah kepada para manusia ciptaan-Nya.

17. AR-RAZZAQ :
Yang mahakuasa itu Ar-Razzaq. ialah Yang Maha Pemberi Rezeki. Yang mahakuasa memasrahkan rezeki kepada makhluk-cucu adam-Nya, kita tidak terlazim agak gelap kerjakan kehilangan ataupun kehilangan kas dapur.

Yakinlah jika semua ini ialah milik Allah SWT, dan Allah itu ialah Ar-Razzaq, Sang Pemberi Ki gua garba. Untuk itu, kita juga harus bisa berbagi rezeki yang kita miliki dengan sesama agar kita bisa meneladani sifat Ar-Razzaq nan dimiliki Allah SWT.

18. AL-FATTAH :
Allah itu Al-Fattah. Yaitu maksudnya adalah Halikuljabbar Maha Pembuka Pintu Rahmat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan percaya kepada-Nya. Saat kita menghadapi kebobrokan, berdoalah hanya kepada Almalik SWT.

Karena Dialah yang akan memberikan rahmat kepada kita semua dan menerimakan jalan keluar terbaik buat mengatasi komplikasi tersebut.

19. AL-‘ALIM :
Yang mahakuasa itu Al-Alim. Segala sih di dunia ini nan lain diketahui maka itu Allah? Peristiwa itulah nan membuat Allah disebut sebagai Al-Alim, yang mempunyai makna bak Yang Maha Mengetahui.

Almalik mengarifi segalanya, baik yang terlihat maupun yang bukan terlihat. Ilmu Allah itu tidak cacat, sedangkan individu sekadar n kepunyaan pengetahuan yang sangat sedikit.

20. AL-QABIDH :
Allah itu Al-Qabidh. Yang Maha Menyempitkan, itulah Al-Qabidh. Maksudnya, Allah itu bisa menyempitkan alias menghambat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

Allah bisa menyempitkan makanan seseorang sesuai dengan niat-Nya, bisa meluaskan nafkah seseorang sesuai dengan kehendak-Nya. Untuk itu, kita harus senantiasa bersyukur atas rahim yang telah Allah berikan kepada kita semua.

21. AL-BASITH :
Allah itu Al-Basith. Selain memiliki sifat Al-Qabudh, Allah lagi memiliki aturan Al-Basith. Artinya merupakan Halikuljabbar itu Maha Melapangkan. Allah dapat melapangkan apapun bagi siapa saja yang Allah kehendaki.

Allah bisa menjarakkan rezeki buat siapa tetapi yang Almalik kehendaki, dan bisa menyempitkannya sesuai yang Allah kehendaki lagi.

22. AL-KHAFIDH :
Yang mahakuasa itu Al-Khafidh. Maksudnya adalah Sang pencipta Maha Merendahkan siapapun yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Misalnya, Halikuljabbar bisa merendahkan orang-orang kafir yang ingkar kepadanya dengan menurunkan ikab mayapada kepada mereka berupa alai-belai, wabah penyakit, dan lain sebagainya.

23. AR-RAFI :
Halikuljabbar itu Ar-Rafi. Maksudnya adalah Sang pencipta itu yang Maha Mengencangkan, Halikuljabbar boleh menyaringkan derajat siapa hanya yang Allah kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Misalnya, Allah akan meninggikan derajat basyar-individu nan beriman dan bertakwa kepada-Nya.

24. AL-MU’IZZ :
Sang pencipta itu Al-Mu’izz. Yaitu yang Maha Meluhurkan cucu adam-Nya. Anda bisa menghormati siapa-siapa yang Engkau kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya.

Sahaja Tuhan-lah yang bisa melakukan peristiwa-keadaan yang demikian. Sebab, hanya Sira sumber segala apa keluhuran itu semua.

25. AL-MUDZIL :
Almalik itu Al-Mudzil. Yaitu Allah ialah Nan Maha Ki memberaki. Halikuljabbar boleh menghinakan siapa pun yang Ia kehendaki.

Misalnya, Halikuljabbar bisa saja mengotorkan sosok-sosok buas yang sering mudarat individu lain dengan prinsip memberikannya kemalangan dan lain sebagainya.

26. AS-SAMI’ :
Allah itu As-Sami’. Yaitu artinya Sang pencipta itu Maha Mendengar. Allah Maha Mendengar segala sesuatu, meskipun itu hanyalah sebuah niat dan tetapi kita ucapkan di relung hati.

Bakal itu, kita harus menjauhkan diri berpunca segala prasangka-prasangka dan niat buruk, karena Allah tentu mendengar segala sesuatu yang kita ucapkan baik sekadar lubuk hati.

27. AL-BASHIR :
Allah itu Al-Bashir. Artinya adalah Allah itu Maha Menyibuk barang apa sesuatu. Kita sebagai manusia saja punya penglihatan yang cacat.

Namun Allah bisa melihat segala sesuatu baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang besok. Tuhan bosor makan menyibuk kita semua, sehingga jangan koneksi kita berfikir seandainya kita melakukan ki kebusukan yang bukan cucu adam lain lihat maka tak ada yang bisa mengetahui karas hati itu. Karena Allah itu Maha Melihat.

28. AL-HAKAM :
Allah itu Al-Hakam. Maksudnya adalah Yang mahakuasa yang menetapkan hukum. Hukum di dunia dan di darul baka sudah Allah tetapkan.

Sebagaimana Allah telah menetapkan mana yang halal dan bawah tangan bagi manusia sebagai petunjuk cak bagi manusia intern menjalani atma.

29. AL-‘ADL :
Tuhan itu Al-Adl. Artinya adalah Allah itu Maha Adil kepada seluruh anak adam-basyar-Nya. Keadilan Allah bersifat sempurna dan dolan bagi semua ciptaan-Nya.

Oleh karena itu, seandainya kita mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari manusia, maka berdoalah kepada Allah yang Maha Independen bagi meminta kesamarataan tersebut.

30. AL-LATHIF :
Tuhan itu Al-Lathif. Maksudnya yakni Allah itu Maha Lembut kepada siapapun nan dikehendaki-Nya. Ia menerimakan anugerah kepada makhluk dengan mandu yang lembut dan lumat sehingga kadang sering kali tak disadari oleh mereka yang menerimanya.

Buat meneladani sifat Allah yang Maha Lembut ini, kita bisa melakukannya dengan mandu bergaya subtil kepada siapapun terutama kepada orangtua dan ari-ari-uri kita.

31. AL-KHABIR :
Yang mahakuasa itu Al-Khabir. Artinya yaitu Tuhan itu Maha Mengetahui segala sesuatu. Sampai-sampai Dia bisa memaklumi segala sesuatu nan kita sembunyikan pecah-Nya.

Kita lain bisa menyembunyikan atau merahasiakan apapun dari Allah. Di kalimantang seberinda ini tidak ada yang luput terbit pengetahuan Allah SWT.

32. AL-HALIM :
Allah itu Al-Halim. Yaitu yang berfaedah Sang Maha Penyantun. Sang pencipta ialah Maha Penyantun kepada semua makhluk-Nya. Termuat kepada orang-bani adam yang enggak percaya kepada-Nya.

Sejatinya, Almalik tidak langsung memberikan azab kepada orang-makhluk nan ingkar kepada-Nya. Namun biasanya Allah akan menerimakan kesempatan kepada mereka bikin bertaubat dan memperbaiki kesalahannya.

33. AL-‘AZHIM :
Allah itu Al-Azhim. Artinya adalah Almalik itu yakni Yang Maha Agung. Malah keagungan Allah ini sungguh tidak terkira.

Takdirnya kita melihat alam semesta ini tentu kita akan sangat kagum dengan izzah Almalik ini. Bagaimana kita melihat langit seolah-olah tidak bertepi, bintang-medali nan berhamburan di angkasa, serta begitu luasnya samudera yang bisa kita lihat.

34. AL-GHAFUR :
Allah itu Al-Ghafur. Artinya. Yang Maha Pengampun. Ya, Sang pencipta itu Maha Pengampun. Almalik akan mengampuni hamba-hamba-Nya yang cak hendak bertaubat dan mengedit kesalahannya.

Kita sebagai khalayak harus percaya bahwa Sang pencipta itu Maha Pengampun, oleh karena itu kita harus senantiasa menyabdakan istighfar dan memohon pemaafan kepada Allah SWT.

35. ASY-SYAKUR :
Allah itu Asy-Syakur. Adalah yang punya maknya Yang Maha Menghargai. Allah itu suntuk menghargai amal perbuatan makhluk-khalayak-Nya.

Yang mahakuasa akan menandingi dedikasi baik nan kita lakukan biarpun itu merupakan amalan yang kecil dan sepele sekalipun. Karena dimata Allah segala perbuatan itu pantas bakal mendapatkan pertarungan.

36. AL-‘ALIYY :
Tuhan itu Al-Aliyy. Apa itu Al-Aliyy? Artinya yaitu Allah ialah Nan Maha Tinggi. Yang mahakuasa itu Maha Pangkat kedudukannya, sehingga tidak akan cak semau yang mampu menimpali ataupun melampaui-Nya.

37. AL-KABIR :
Allah itu Al-Kabir, artinya adalah Allah itu Maha Besar dan mahamulia-Nya sungguh tak terkira.

Allah tak bergantung kepada apapun dan siapapun, justru semua itulah yang bergantung kepada Allah SWT sang Maha Kuasa.

38. AL-HAFIZH :
Allah itu Al-Hafizh artinya adalah Allah nan Maha Memelihara semua ciptaan-Nya. Siapakah yang memelihara internasional ini berbunga kerusakan dan kehancuran jika lain Tuhan SWT?

Allah lah Al-Hafizh, Yang Maha Memelihara.

39. AL-MUQIT :
Allah itu l-Muqit.
Allah adalah Al-Muqit, ialah Allah Yang Maha Menjaga ciptaan-Nya.

Almalik menjaga alam semesta ini beserta isinya hingga terus ada sampai pada waktunya bikin dihancurkan oleh Allah koteng pada hari kiamat.

40. AL-HASIB :
Sang pencipta itu Al-Hasib.
Al-Hasib adalah Nan Maha Menghitung. Artinya adalah Yang mahakuasa akan menghitung segala amal kelakuan kita semua dengan sedetail mungkin.

Segala perbuatan baik dan buruk sekecil apapun akan Yang mahakuasa hitung dan akan mendapatkan balasan dari Yang mahakuasa SWT.

41. AL-JALIL :
Almalik itu Al-Jalil. Al-Jalil memiliki makna yaitu Yang Maha Luhur atau Mulia. Maksudnya ialah Allah itu merupakan mata air jalal nan paling transendental dan tidak ada yang setara dengan Dia.

Keluhuran Halikuljabbar tercermin dari berbagai ciptaan-Nya, misalnya dari ketampanan alam segenap yang suntuk ki akbar ini.

42. AL-Murah hati :
Allah itu Al-Karim, artinya adalah Allah itu Maha Mulia serta Maha Pengasih kepada siapa tetapi.

Kebesaran Almalik betapa sempurna dan bukan cak semau yang ki berjebah menandingi-Nya.

43. AR-RAQIB :
Halikuljabbar itu Ar-Raqib, maknanya adalah Allah itu Yang Maha Mematamatai siapa saja tanpa terkecuali.

Pengawasan Sang pencipta terhadap makhluk-Nya sangat teliti, cermat dan setiap saat. Sehingga tidak ada satupun yang luput berusul pengawasan Allah SWT.

44. AL-MUJIB :
Allah itu Al-Mujib, artinya Halikuljabbar itu Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.

Khususnya bagi mereka yang berkeyakinan dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. Kerjakan itu kita harus yakin kepada Allah, bahwa Allah pasti mendengar dan mengabulkan doa-wirid kita semua.

45. AL-WASI’ :
Yang mahakuasa itu Al-Wasi, artinya adalah Allah itu Maha Luas.

Allah itu memiliki segala mantra serta substansi yang sangat luas, sehingga tidak ada yang mampu menandingi-Nya.

46. AL-HAKIM :
Almalik itu Al-Hakim, artinya adalah Allah itu Maha Bijaksana. Allah sangat bijaksana terhadap semua insan-hamba allah-Nya.

Allah menciptakan segala sesuatunya dengan sangat bijaksana dan pas. Misalnya, Allah menciptakan bumi dengan jarak yang tepat, sehingga tak membeku dan tidak kembali terbakar.

47. AL-WADUD :
Yang mahakuasa itu Al-Wadud, artinya adalah Allah itu Yang Maha Mengasihi. Tuhan akan senantiasa mengasihi hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Pemberian sayang Almalik sungguh sangatlah raksasa kepada hamba-hamba-Nya.

Biarpun kita telah melakukan kesalahan besar, Allah pasti akan cak acap memaafkan kita. Itulah pelecok suatu bentuk kasih sayang Tuhan kepada kita semua.

48. AL-MAJID :
Allah itu Al-Majid, maksudnya adalah Tuhan itu perigi dari segala kemuliaan. Kemuliaan Allah itu sangat sempurna dan tidak terkira.

Kemuliaan-Nya tercermin dari umbul-umbul segenap ciptaan-Nya ini yang sangat menakjubkan.

49. AL-BA’ITS :
Halikuljabbar itu Al-Ba’its, maksudnya adalah Tuhan itu Yang Maha Menyemangati. Akan datang, manusia akan lagi dibangkitkan oleh Allah saat hari akhir dan akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatan yang dilakukan selama di dunia.

50. ASY-Syahid :
Yang mahakuasa itu Asy-Syahid nan mempunyai maslahat bahwa Tuhan itu Maha Menyaksikan segala situasi, baik yang terjadi di dunia alias di akhirat.

Kelakuan-perbuatan kita senantiasa disaksikan maka itu Allah SWT, meskipun kita menyembunyikan peristiwa itu mulai sejak orang enggak, tapi percayalah bahwa Almalik itu Maha Menyaksikan apa yang kita perbuat.

51. AL-HAQQ :
Allah itu Al-Haqq, maksudnya adalah Allah itu Maha Benar. Itu berarti bahwa segala bentuk kelanggengan dan kehendak Tuhan pasti moralistis dan tidak boleh jadi riuk.

52. AL-WAKIL :
Allah itu Al-Wakil. Kata “Al-Wakil” mengandung kepentingan Maha Mewakili atau Pemelihara. Al-Wakil (Yang Maha Menggantikan ataupun Pemelihara), yaitu Allah SWT yang memelihara dan mengurusi barang apa kebutuhan anak adam-Nya, baik itu intern urusan dunia maupun urusan akhirat. Dia mengatasi barang apa sesuatu yang diserahkan hambanya tanpa mengikhlaskan apa kembali terbengkalai.

53. AL-QAWIYY :
Tuhan itu Al-Qawiyy yang memiliki arti sebagai Allah itu Yang Maha Kuat. Sehingga tidak cak semau yang bisa cundang-Nya.

Kekuatan Allah itu sangat sempurna sehingga alam beserta isinya tungkul kepada-Nya. Sekiranya Yang mahakuasa sudah menghendaki sesuatu, kejadian itu tentu terjadi.

54. AL-MATIN :
Sang pencipta itu Al-Matin. Artinya adalah Allah itu Maha Kokoh. Sehingga lain akan cak semau yang berlimpah kerjakan menggoyahkan-Nya.

55. AL-WALIYY :
Allah itu Al-Waliyy artinya yakni Almalik itu Maha Pelindung.

Yang mahakuasa senantiasa melindungi hamba-hamba-Nya yang asli. Preservasi Halikuljabbar itu tinggal cermin, sehingga sudah sewajarnya memohon perlindungan kepada-Nya.

56. AL-HAMID :
Allah itu Al-Hamid. Artinya adalah Allah itu Yang Maha Terpuji atas apa sesuatu.

Sang pencipta sudah menciptakan internasional dan segala isinya, serta memberikan arwah kepada makhluk-makhluk-Nya. Sehingga Dia layak untuk menjadi suatu-satunya Dzat nan harus kita puji.

57. AL-MUSHI :
Yang mahakuasa itu Al-Mushi, maksudnya ialah Allah itu Yang Maha Menotal segala sesuatu.

Runding Almalik itu sangat teliti dan cermat, sehingga tidak perlu diragukan kembali keakuratannya.

58. AL-MUBDI :
Allah itu Al-Mubdi, nan berfaedah bahwa Allah itu ialah Yang Maha Memulai.

Allah lah yang memulai segala sesuatu berpunca ketiadaan. Contohnya yaitu bendera semesta ini, yang diciptakan oleh Almalik dari ketiadaan.

59. AL-MU’ID :
Tuhan itu Al-Mu’id, maksudnya adalah Sang pencipta itu adalah yang Maha Mengembalikan. Merupakan Yang mahakuasa adalah berhak buat mengembari segala sesuatu atas kehendak-Nya.

Misal ada seseorang yang awalnya miskin tapi karena Allah bantuan Allah, kamu menjadi anak adam yang berlimpah.

60. AL-MUHYI :
Tuhan itu Al-Muhyi, artinya adalah Allah itu Yang Maha Menghidupkan. Maksudnya, Allah SWT yang memberi nasib untuk seluruh turunan-Nya.

Segala kehidupan yang ada di bendera segenap ini yaitu anugerah berpunca-Nya.

61. AL-MUMIT :
Allah itu Al-Mumit, artinya adalah Allah itu Maha Mematikan. Segala makhluk pasti akan sunyi, dan itu sudah lalu menjadi keabadian Allah SWT.

Kita enggak boleh mengingkari bahwa Almalik itu mutakadim menetapkan bahwa tiap-tiap nan bernyawa akan mati.

62. AL-HAYY :
Allah itu Al-Hayy, artinya adalah Almalik itu Yang Maha Semangat dengan kehidupan nan sempurna.

Sang pencipta itu akan selalu hidup, tidak pernah tidur dan mati.

63. AL-QAYYUM :
Allah itu Al-Qayyum. Nan artinya adalah Halikuljabbar itu Nan Maha Agak kelam Sendiri.

Allah itu tidak gelimbir kepada siapapun dan apapun. Tuhan tidak membutuhkan barang apa-apa, Tuhan tidak membutuhkan pertolongan siapapun.

64. AL-WAJID :
Yang mahakuasa itu Al-Wajid. Allah itu Maha Menemukan, yaitu Al-Wajid. Dia bisa menemukan apapun yang Dia kehendaki. Sehingga tidak akan cak semau nan berpunya bakal membancang-Nya.

65. AL-MAJID :
Allah itu Al-Majid, maksudnya yaitu Allah itu Yang Maha Sani dari barang apa sesuatu. Enggak akan ada yang mampu untuk menimbangi kebesaran-Nya.

66. AL-WAHID :
Allah itu Al-Wahid, artinya adalah Yang mahakuasa itu Maha Tunggal. Yang mahakuasa itu belaka satu, tidak ada yang setara dengan Dia, enggak memiliki keturunan, dan bukan lagi keturunan dari siapapun.

67. AL-AHAD :
Allah itu Al-Pekan, seperti yang dikatakan dalam surat Al-Tahir ayat 1 yaitu Tuhan itu Esa. Anda yakni Sang pencipta satu-satunya, tidak ada yang ekuivalen dengan Sira, dan lain pula memiliki zuriat.

68. ASH-SHOMAD :
Allah itu Ash-Shomad
Artinya adalah Allah itu Maha Dibutuhkan.

Ya, Dia adv amat dibutuhkan oleh semua ciptaan-Nya. Allah adalah tempat mempertandingkan dan meminta pertolongan dan perlindungan.

69. AL-QADIR :
Allah itu Al-Qadir, artinya adalah Allah itu Maha Berlambak.

Allah itu mampu melakukan apapun yang Dia kehendaki. Kemampuan Allah bukan main besar dan tidak ada yang boleh menyamai-Nya.

70. AL-MUQTADIR :
Allah itu Al-Muqtadir nan artinya Allah itu Maha Berwenang.

Engkau Maha berhak atas segala anak adam ciptaan-Nya. Allah menciptakan langit dan manjapada serta alam beserta isinya, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

71. AL-MUQADDIM :
Allah itu Al-Muqaddim.
Al-Muqaddim adalah Allah yang mendahulukan sesuatu atas sesuatu yang lainnya. Meletakkan sreg tempatnya. Sesuatu yang pantas didahulukan, Allah dahulukan. Mengacapkan berlandaskan hikmah yang Allah ketahui, berdasarkan keadilan yang Alloh ketahui dan beralaskan mualamat nan cak semau pada Allah SWT.

72. AL-MU’AKHKHIR :
Halikuljabbar itu Al-Mu’akhkhir
Al-Mu’akhkhir merupakan Maha Mengakhirkan. Sang pencipta Maha Kuasa untuk mengakhirkan sesuatu, dan berharta menunda segala nan moga terjadi. Misalnya adalah Allah memerosokkan ikab-Nya terhadap basyar-orang yang berdosa, dan memberikan kesempatan cak bagi mereka bertaubat.

73. AL-AWWAL :
Tuhan itu Al-Awwal. Yang mahakuasa adalah Al-Awwal, Beliau merupakan Nan Maha Sediakala dari barang apa sesuatu. Dialah Si Pembuat, dan tidaklah mungkin Sang Pembentuk diawali oleh ciptaan-Nya.

74. AL-AKHIR :
Allah itu Al-Akhir, yakni Allah itu Yang Maha Akhir. Bahkan yuridiksi Tuhan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sira kekal dan abadi.

75. AZH-ZHAHIR :
Allah itu Azh-Zhahir, maknanya yaitu Almalik itu Maha Aktual. Allah itu ada, dan bisa kita buktikan dengan adanya alam semesta ini. Karena ini semua adalah ciptaan Allah SWT.

76. AL-BATHIN :
Allah itu Al-Bathin. Artinya yakni Allah itu Maha Tersembunyi dari bani adam-turunan-Nya.

Allah tidak bisa kita lihat karena kemampuan kita ini suntuk terbatas dan mempunyai banyak kekurangan.

77. AL-WALIY :
Halikuljabbar itu Al-Waliy, artinya merupakan Allah itu Maha Memerintah segala ciptaan-Nya. Yang mahakuasa memerintahkan alam dan apa isinya dan mengelola itu semua tanpa suka-suka yang mengganggu-Nya.

78. AL-MUTA’ALIY :
Allah itu Al-Muta’aliy, artinya yaitu Almalik itu Maha Tinggi dengan ketinggian yang sejenis itu konseptual dan lain terkira. Dan tidak akan suka-suka nan subur bagi melintasi-Nya.

79. AL-BARR :
Sang pencipta itu Al-Barr, artinya yakni Allah itu Yang Maha Dermawan, Dialah sumber segala kebaikan dan ketulusan. Sebagai pencipta, Yang mahakuasa senantiasa memberikan sedap dan anugerah kepada makhluk-Nya.

80. AT-TAWWAB :
Allah itu At-Tawwab, merupakan Allah adalah Maha Penerima Taubat.
Bagi itu jangan berputus asa untuk mendapatkan abolisi Halikuljabbar dengan mandu bertaubat dengan sungguh-bukan main kepada-Nya.

81. AL-MUNTAQIM :
Sang pencipta itu Al-Muntaqim
Allah adalah Al-Muntaqim, artinya yaitu Allah itu Maha Penuntut Balas. Almalik tidak akan segan untuk menghukum orang-hamba allah yang bersalah dan tidak kepingin bertaubat dan memperbaiki kesalahannya.

82. AL-‘AFUWW :
Sang pencipta itu Al-‘Afuww, artinya adalah Halikuljabbar itu Maha Pemaaf.
Jika kita sudah lalu mengakui kesalahan kita dan meminang magfirah, maka Allah akan memafkan kita dan menghapus dosa kita.

83. AR-RAUF :
Allah itu Ar-Rauf. Artinya yakni Allah itu Maha Rahmat. Tuhan akan mengasihi seluruh bani adam-Nya yang selalu mengingat-Nya. Kasih Allah itu suntuk melimpah dan tidak terbatas.

84. AL-MALIKUL MULK :
Allah itu Malikul Mulk, artinya merupakan Yang mahakuasa itu Maha Penguasa Kerajaan. Allah adalah penguasa kerajaan Alam Segenap meliputi mayapada dan akhirat. Kekuasaan Allah ini dahulu luas dan lain terhingga.

85. DZUL JALALI WAL IKRAM :
Allah itu Dzul Jalali wal Ikram, adalah Allah itu nan memiliki barang apa ketinggian dan jalal. Kemuliaan Halikuljabbar dan ketinggian-Nya sungguh ki akbar dan tidak sedikit serta tak suka-suka yang fertil melebihi-Nya.

86. AL-MUQSITH :
Almalik itu Al-Muqsith. Artinya adalah Allah itu Yang Maha Membagi Keadilan. Allah itu Maha Adil, sehinga Dia akan memberikan keadilan bagi boleh jadi saja yang memang pantas cak bagi mendapatkan keadilan itu.

87. AL-JAMI’ :
Allah itu Al-Jami’. Al-Jami’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Halikuljabbar SWT Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang terbesar atau terserak. Allah SWT Maha Mengumpulkan apa nan dikehendaki-Nya dan dimana juga Allah SWT berkehendak.

Penghimpunan ini ada berbagai rupa bentuknya, di antaranya yakni mengumpulkan seluruh individu nan beraneka rupa, tercatat basyar dan tak-lainya, di permukaan bumi dan kemudian mengumpulkan mereka di padang mahsyar pada hari kiamat.

88. AL-GHANIYY :
Allah itu Al-Ghaniyy atau Maha Kaya. Engkau tak membutuhkan apapun dan siapapun. Terlebih makhluk – bani adam-Nya lah nan meminta dan membutuhkan Allah SWT Yang Maha Berlimpah dan Maha Terpuji.

89. AL-MUGHNIYY :
Yang mahakuasa itu Al-Mughniyy. Artinya adalah Allah itu berkuasa untuk memberikan kekayaan kepada cucu adam-Nya sesuai dengan yang Kamu kehendaki.

Al-Mughniyy menunjukkan bahwa Almalik adalah Dzat yang mencukupi segala kebutuhan seluruh ciptaan-Nya.

90. AL-Sperma’ :
Yang mahakuasa itu Al-Mani’ yang berarti Maha Penangkal, Allah berwenang untuk mencegah hamba-hamba-Nya berpokok perbuatan nan memancing dosa sesuai dengan kehendak-Nya.

91. ADH-DHAR :
Almalik itu Adh-Dhar. Artinya yakni Allah itu Maha Pemberi Bahaya, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-manusia yang kafir dan durhaka kepada-Nya dengan prinsip menerimakan mereka peringatan atau hukuman hendaknya mereka sadar dan betobat kepada Yang mahakuasa SWT.

92. AN-NAFI’ :
Yang mahakuasa itu An-Nafi’ artinya yaitu Allah itu Maha Pemberi Khasiat. Anda mampu menyerahkan manfaat yang besar kepada seluruh makhluk-Nya.

Contohnya ialah Allah menciptakan jukut lakukan dimakan sapi, menciptakan pohon yang berbuah kerjakan dinikmati manusia dan sebagainya.

93. AN-NUR :
Allah itu An-Seri, yaitu Yang Maha Pemberi Cahaya. Maksudnya adalah Yang mahakuasa itu berkuasa mewujudkan pendar dan membuat sinar-Nya itu bikin menyoroti alam semesta ini. Selain itu guna cuaca disini juga bisa diartikan sebagai hidayah, Allah bakir untuk mengasihkan ‘terang’ kedalam hati orang-orang yang tersesat agar pula ke jalan yang benar.

94. AL-HADI :
Allah itu Al-Hadi. Artinya adalah Almalik itu Maha Pemberi Petunjuk. Sang pencipta berkuasa untuk mengasihkan ramalan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Doang Almalik saja yang berhak buat memberikan petunjuk yang moralistis kepada kita semua.

95. AL-BADI’ :
Allah itu Al-Badi’. Adalah Maha Pencipta Situasi Yunior. Allah itu menciptakan segala sesuatu pecah yang tak terserah menjadi ada dan menciptakan sesuatu yang belum gayutan ada sebelumnya.

96. AL-BAQIY :
Sang pencipta itu Al-Baqiy, maknanya adalah Allah itu Maha Kekal, Dia spirit sepanjang-lamanya dan enggak akan pernah sunyi. Pengaruh Allah pun kekal dan tidak akan susunan berakhir.

97. AL-WARITS :
Allah itu Al-Warits. Artinya adalah Allah itu Yang Maha Mewarisi. Dialah pemilik hakiki, manusia dan manusia lainnya hanyalah seumpama tamu dan penyambut pinjaman, yang namanya peziarah satu detik akan permisi dan orang meminjam satu saat akan ditagih pinjamannya. Maka itu karena itu, setelah anak adam dan cucu adam serta kalimantang sepenuh hancur dan binasa semuanya kembali kepada Allah Ta’ala sebagai Pewaris Agung Yang kekal Abadi.

98. AR-RASYID :
Yang mahakuasa itu Ar-Rasyid, Yang Maha Pemberi Wahi dan membimbing hamba-hamba-Nya mengarah kebaikan. Allah akan membimbing dan memberikan wahi ke jalan yang benar kepada mereka nan berkepastian dan bertakwa kepada Allah SWT.

99. ASH-SHABUR :
Sang pencipta itu Ash-Shabur. Artinya adalah Allah itu Maha Sabar, terutama kepada manusia yang entah sudah berapa banyak dosanya namun Allah tetap mau memaafkan kita dan memberikan kesempatan untuk kita agar mau bertaubat.

Semoga berarti. (*)

Source: https://assajidin.com/99-nama-allah-swt-asmaul-husna-lengkap-dengan-arti-dan-maknanya/