Asal Usul Danau Toba Dan Pulau Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Danau Toba

Bahasa Batak Toba;
Tao Toba

Huruf Batak;
ᯖᯀᯬ ᯖᯬᯅ

Indonesia - Lake Toba (26224127503).jpg

Pemandangan Danau Toba dan pulau Samosir bermula Sipisopiso

Lokasi Sumatra Utara, Indonesia
Koordinat


2°41′N
98°53′E


 / 

2.68°N 98.88°E
 /
2.68; 98.88




Koordinat:



2°41′N
98°53′E


 / 

2.68°N 98.88°E
 /
2.68; 98.88




Jenis badan air Vulkanik/tektonik
Aliran keluar utama Sungai Asahan
Terwalak di negara Indonesia
Hierarki maksimal 100 km (62 mi)
Lebar maksimal 30 km (19 mi)
Area meres 1.130 km2
(440 sq mihun)
Kedalaman maksimal 508 m (1.667 ft)[1]
Piutang air 240 km3
(58 cu laksa)
Kemuliaan permukaan 905 m (2.969 ft)
Kepulauan Samosir
Permukiman Balige, Pangururan, Parapat
Wacana [1]

Danau Toba
(Aksara Batak Toba : ᯖᯀᯬᯖᯬᯅ, translit.
Tao Toba) adalah danau alami berukuran besar di Indonesia nan berada di kaldera Gunung Supervulkan. Danau ini mempunyai panjang 100 kilometer (62 mil), rata gigi 30 kilometer (19 mi), dan kedalaman 508 meter (1.667 ft). Danau ini terletak di perdua pulau Sumatra bagian lor dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2.953 ft). Danau ini membentang pecah



2°53′Ufuk
98°31′E


 / 

2.88°N 98.52°E
 /
2.88; 98.52



sampai



2°21′N
99°06′E


 / 

2.35°N 99.1°E
 /
2.35; 99.1


. Ini ialah danau terbesar di Indonesia dan telaga vulkanik terbesar di dunia.[1]

Danau Toba yaitu lokasi salakan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8 selingkung 69.000 sampai 77.000 tahun yang lalu[2]
[3]
[4]
yang memicu persilihan iklim mendunia. Metode penanggalan terkini mematok bahwa 74.000 tahun yang lalu bertambah akurat.[5]
Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di Bumi dalam kurun 25 juta tahun keladak. Menurut teori bencana Toba, letusan ini berakibat segara kerjakan populasi khalayak di seluruh bumi; dampak letusan menewaskan sebagian raksasa manusia nan hidup waktu itu dan diyakini menyebabkan penyusutan populasi di Afrika timur tengah dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh bumi sampai saat ini.[6]

Pemandangan Situ Toba dari kecamatan Paranginan, Humbang Hasundutan

Para ilmuwan sepakat bahwa ledakan Toba memicu tahun dingin vulkanik yang menyebabkan jatuhnya suhu marcapada antara 3 hingga 5 °C (5,4 hingga 9,0 °F), dan hingga 15 °C (27 °F) di kawasan lintang atas. Penajaman lanjutan di Situ Malawi, Afrika Tengah, menemukan endapan debu letusan Toba, tetapi tidak menemukan bukti perubahan iklim besar di Afrika Timur.[7]
Lega tanggal 18 Juni 2022, musibah tenggelamnya kapal feri terjadi di Danau Toba dan menggagalkan lebih berasal 190 orang.[8]

Suka-suka lagi ajang wisata yang populer yaitu wisata air rangat tepatnya di bawah kaki giri pusuk buhit, air rangat itu adalah air hangat yang terbit bermula dolok yang meletus dan Pusuk Buhit sendiri ialah sebuah ancala aktif nan lampau disakralkan oleh etnis Batak sehingga beragam cerita mistis lagi terletak di giri ini. Gunung ini terletak di Pulau Samosir, dan merupakan puncak tertinggi dari semua ceduk tinggi di Pulau Samosir. Dengan izzah seputar 1.077 meter bersumber Haud Toba, gunung ini terlihat berdiri dengan gagahnya. Sehingga apabila Kamu madya berada di sekitar perairan Danau Toba, maka Gunung Pusuk Buhit ini akan tertentang silam jelas sekali dengan puncaknya yang berwarna mentah dengan kombinasi corak abu-abu dan ditutupi maka dari itu mega di sekitarnya. Habis detik kita berenang di air rangat itu bukan membayar uang jasa ikut, tinggal masuk saja tapi pasca- kita selesai mandi atau selesai berenang kita diharuskan bersantap di tempat permandian air rangat.

Geologi

[sunting
|
sunting perigi]

Batu gantung di tepi Danau Toba.

Danau Toba dengan Pulau Samosir di episode tengahnya.

Sungai di Bahal Bahal bermuara ke Telaga Toba.

Kompleks kaldera Toba di Sumatra Utara yakni bagian berpokok Pegunungan Bukit Laskar. Kaldera Toba merupakan kaldera dengan letupan terbaru berbunga zaman kuarter dengan dimensi hierarki 100 km dan bogok 30 km serta yakni kaldera termuda keempat di bumi. Diperkirakan terdapat 2.800 km3
material piroklastik
dense-rock equivalent
(DRE) nan dikenal sebagai tuff Toba Termuda (Youngest Toba Tuff, YTT) dan dikeluarkan lewat sebuah letusan nan menjadi pelecok satu letusan gunung api terbesar dalam sejarah geologi Dunia baru-baru ini. Dua biji kemaluan setengah kubah kebangkitan muncul setelah salakan yang kini menjadi Pulau Samosir dan Blok Uluan, dipisahkan maka dari itu sebuah graben membujur nan menjadi Selat Latung.[3]
[9]
Sekurang-kurangnya terdapat empat kerucut vulkanik, empat vulkano strato, dan tiga kawah yang boleh diamati di dan di sekitar Telaga Toba. Salah suatu kerucut yaitu Kerucut Tandukbenua terletak di sebelah barat laut kaldera dan hanya ditumbuhi maka dari itu vegetasi berkepadatan rendah yang menunjukkan bahwa peristiwa pembentukannya relatif yunior. Di sebelah barat danau, terdapat Dolok Pusubukit masih aktif melepaskan solfatara.[10]

Kerusakan lingkungan

[sunting
|
sunting sumber]

Pada bulan Mei 2022, Pemkab Samosir menerbitkan pertinggal keputusan (SK) Wedana Samosir No. 89 tanggal 1 Mei 2022 akan halnya Pemberian Pembebasan Lokasi Usaha Perkebunan Hortikultura dan Peternakan seluas 800 hektare di Jenggala Tele, di desa Partungko Naginjang dan Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara kepada PT Gorga Duma Sari (GDS) yang dimiliki seorang anggota DPRD Kabupaten Samosir, Jonni Sitohang.[11]
[12]
Kemudian dilanjutkan dengan Izin Pemakaian Kayu (IPK) yang diberikan oleh Atasan Maktab Provinsi Sumatra Utara melalui SK Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir Nomor 005 Waktu 2022.[11]
Ketua Pengurus Forum Peduli Samosir Nauli (Pesona), Rohani Manalu menyatakan bahwa belas kasihan yang didapatkan ini menciptakan menjadikan PT GDS melakukan pembabatan atas kayu-kayu alam di dalam hutan tanpa mempunyai AMDAL.[11]
Rohani juga menyatakan bahwa akibat lain yaitu terjadinya longsor dan air ampuh yang menimbulkan korban jiwa.[13]
[14]

Akibat penebangan hutan Tele, lumpur hasil pengikisan di atas tanah lepasan pembabatan tersebut telah menyebabkan pendangkalan batang air-sungai di selingkung Danau Toba.[15]

Program penanaman sejuta pohon yang digerakkan pemerintah Kewedanan Sumatra Utara kembali dikatakan tidak efektif karena banyak pohon nan mati karena tidak dirawat. Hal ini menyebabkan tiga aktivis lingkungan Sumatra Utara, Marandus Sirait, Hasoloan Manik (Kalpataru), dan Wilmar Eliaser Simandjorang (Satya Lencana Karya Satya, Toba Award, Wana Langgeng) mengembalikan semua tindasan apresiasi nan perikatan diberikan pemerintah Kewedanan Sumatra Lor, Kementerian Kehutanan, dan Istana Negara.[15]
[16]

Menteri Mileu Vitalitas Balthasar Kambuaya telah menggondol dua kopi rekomendasi sebaiknya Bupati Samosir Mangindar Simbolon sebagai pemberi izin usaha dan penjamin jawab agar memberikan sanksi administratif aktual penyudahan aktivitas propaganda.[16]
Sehabis surat pertama tak digubris, Regen Samosir menjawab piagam kedua dengan menyatakan bahwa firma lain melanggar sehingga lain patut ditutup.[16]
[17]
Karena Wedana bukan melaksanakan rekomendasi, Departemen Lingkungan Hidup pula memberlakukan Pengambil Alihan Wewenang (Second Line Enforcement) dan menudungi sementara aktivitas PT GDS.[16]
Sesudah Departemen Lingkungan Hidup turun serentak ke lokasi berdasarkan temuan bahwa keputusan tidak digubris,[18]
[19]
adv amat Pemkab menyurati PT GDS cak bagi menaati tindasan keputusan. PT GDS pun menghentikan semua kegiatan operasional dan menarik alat-organ berat di wilayah tersebut berdasarkan pengakuan Direktur GDS Jonni Sitohang.[12]

Penduduk

[sunting
|
sunting sumber]

Kano Batak di akrab Haranggaol di Haud Toba (sekitar perian 1920).

Sebagian osean penduduk yang tinggal di sekitar Danau Toba yaitu suku Batak. Rumah tradisional Batak boleh dikenali dari bentuk atapnya (ujungnya melengkung ke atas sebagai halnya perahu) dan warna cerah.[20]

Penduduk sekitar juga banyak menggantungkan kehidupan dengan melebarkan perikanan air tawar. Terlampau, wajah Desa Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horison nan dikenal bak tujuan wisata di Simalungun menjadi sentra ikan air tawar. Di sana, menurut sebuah informasi, belasan truk yang mengangkut puluhan ton ikan mas dan nila mondar-mandir di kronologi desa.[21]

Flora dan satwa

[sunting
|
sunting perigi]

Dunia tumbuhan di danau ini meliputi berbagai jenis fitoplankton, makrofita kecil, makrofita mengambang, dan makrofita terbenam, sedangkan daratan sekitarnya ditutupi hutan hujan, termasuk jenis rimba pinus tropis Sumatra di distrik pegunungan yang lebih tinggi.[22]

Hewan di tasik ini meliputi bilang spesies zooplankton dan hewan bentos. Karena danau ini oligotrof (tidak kaya nutrien), iwak aslinya tergolong runyam. Doang suka-suka dua iwak endemik di situ ini, yakni
Rasbora tobana
(boleh disebut hampir endemik karena juga ditemukan di bengawan-sungai nan bermuara di tasik ini)[23]
dan
Neolissochilus thienemanni, absah disebut ikan Batak.[24]
Spesies yang disebutkan bontot itu terancam oleh deforestasi (penyebab siltasi), polusi, peralihan ketinggian air, dan spesies iwak baru yang didatangkan ke danau ini.[24]
Diversifikasi ikan asli lainnya adalah
Aplocheilus panchax,
Nemacheilus pfeifferae,
Homaloptera gymnogaster,
Channa gachua,
Channa striata,
Clarias batrachus,
Barbonymus gonionotus,
Barbonymus schwanenfeldii,
Danio albolineatus,
Osteochilus vittatus,
Puntius binotatus,
Rasbora jacobsoni,
Tor tambra,
Betta imbellis,
Betta taeniata, dan
Monopterus albus.[25]
Keberagaman ikan pelimbang meliputi
Anabas testudineus,
Oreochromis mossambicus,
Oreochromis niloticus,
Ctenopharyngodon idella,
Cyprinus carpio,
Osphronemus goramy,
Trichogaster pectoralis,
Trichopodus trichopterus,
Poecilia reticulata, dan
Xiphophorus hellerii.[25]

Pemandangan panorama Telaga Toba.

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Danau Tōya
  • Teori bencana Toba
  • Gunung Toba
  • Raga Otorita Pariwisata Danau Toba

Galeri

[sunting
|
sunting mata air]

Wacana

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    “LakeNet – Lakes”.




  2. ^


    “Global Volcanism Acara – Toba”.



  3. ^


    a




    b




    Chesner, C. A.; Westgate, J. A.; Rose, W. I.; Drake, R.; Deino, A. (1991). “Eruptive history of Earth’s largest Quaternary caldera (Toba, Indonesia) clarified”
    (PDF).
    Geology. Michigan Technological University.
    19
    (3): 200–203. Bibcode:1991Geo….19..200C. doi:10.1130/0091-7613(1991)019<0200:EHOESL>2.3.CO;2. Diakses tanggal
    2019-03-22
    .





  4. ^


    Ninkovich, D.; Horizon.J. Shackleton; A.A. Abdel-Monem; J.D. Obradovich; G. Izett (7 December 1978). “K−Ar age of the late Pleistocene eruption of Toba, north Sumatra”.
    Nature. Nature Publishing Group.
    276
    (5688): 574–577. Bibcode:1978Natur.276..574N. doi:10.1038/276574a0.





  5. ^

    Vogel, Gretchen, How ancient humans survived global ‘volcanic winter’ from massive eruption, Science, 12 March 2022

  6. ^


    “When humans faced extinction”. BBC. 9 June 2003. Diakses terlepas
    5 January
    2007
    .





  7. ^


    Lane, Christine S.; Ben N. Chorn; Thomas C. Johnson (29 April 2022). “Ash from the Toba supereruption in Lake Malawi shows no volcanic winter in East Africa at 75 ka”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences.
    110
    (20): 8025–8029. Bibcode:2013PNAS..110.8025L. doi:10.1073/pnas.1301474110. PMC3657767alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 23630269.





  8. ^


    “Indonesia ferry disaster: Lake Toba captain detained”. BBC. 21 June 2022. Diakses terlepas
    25 June
    2022
    .





  9. ^


    Chesner, C. A. (1988).
    The Toba Tuffs and Caldera Complex, Sumatra, Indonesia: Insights into Magma Bodies and Eruptions
    (Disertasi Ph.D.). Houghton: Michigan Technological University. https://search.proquest.com/docview/303679617.





  10. ^


    “Synonyms and Subfeatures: Toba”.
    Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diakses copot
    2017-06-07
    .




  11. ^


    a




    b




    c



    Berita Suatu.com: Masyarakat Serukan Setop Pengrusakan Wana di Sekitar Danau Toba Publikasi: 15 Mei 2022
  12. ^


    a




    b



    Mongabay: Hutan Samosir Rusak Parah, Pemberi dan Penerima Pemaafan Belum Tergarap Hukum.17 Maret 2022

  13. ^

    Beritasatu.com: Bencana Longsor Kian Sering Terjadi di Sekitar Tasik Toba. Publikasi 15 Mei 2022

  14. ^

    Situs Kelompok Penajaman dan Pengembangan Prakarsa Publik: Selamatkan Rimba Tele dari Kehancuran
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


  15. ^


    a




    b




    Konservasi Mileu: Aktivis Kembalikan Inskripsi Penghargaan. KOMPAS. Sabtu, 3 Agustus 2022. Kejadian 12.
  16. ^


    a




    b




    c




    d




    Penegakan Hukum Mileu: Tentamen Pertama Kementrian LH. KOMPAS. Kamis, 20 Februari 2022

  17. ^

    Metro TV: Pengakuan Mangindar Simbolon

  18. ^

    Kompas: Pangan Tele Terus Ditebangi, Bupati Samosir Tak Dianggap

  19. ^


    “Binar Indonesia Baru: Pemkab Samosir Surati PT GDS Agar Taati SK”. Diarsipkan dari versi safi rontok 2022-04-14. Diakses tanggal
    2014-04-13
    .





  20. ^


    “Batak People”. IndonesianMusic.com. Diarsipkan berusul versi masif sungkap 13 August 2008.




  21. ^


    Wiguna, Pater. “Danau Toba Menimpali Ancaman”
    privat
    Trubus,
    XLI
    (Februari 2010), no.483:78 – 83. ISSN 0128-0057

  22. ^


    “Haud Toba (Lake Toba)”. International Lake Environment Committee. Diarsipkan semenjak versi asli tanggal 3 March 2009.




  23. ^


    Lumbantobing, Daniel Lengkung langit (2010). “Four New Species of the Rasbora trifasciata-Group (Teleostei: Cyprinidae) from Northwestern Sumatra, Indonesia”.
    Copeia.
    2010
    (4): 644–70. doi:10.1643/CI-09-155.




  24. ^


    a




    b




    Saragih, Bungaran; Sunito, Satyawan (2001). “Lake Toba: Need for an integrated management system”.
    Lakes and Reservoirs: Research and Management.
    6
    (3): 247–51. doi:10.1046/j.1440-1770.2001.00155.x.




  25. ^


    a




    b



    FishBase (2012).
    Species in Toba.
    Accessed 25 January 2022
  • Legenda Situ Toba nan terpatok di telinga masyarakat.
  • Jorge A. Vazquez dan Mary R. Reid.
    Probing the Accumulation History of the Voluminous Toba Lava.
    Science #305, 13 Agustus 2004, hlm. 991-994.
  • Dedi Riskomar.,
    Salakan Ancala Toba Terdahsyat di Dunia, Harian Publik Pikiran Rakyat, 1 April 2010, hlm. 30.
  • Bekas Wisata Sekitaran Danau Toba yang suntuk keren

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Situs Pariwisata Sumatra Utara
  • North Sumatra Tourism Board Diarsipkan 2022-11-14 di Wayback Machine.
  • Wisata lingkungan Danau Toba
  • Situs Resmi Kementrian Tamasya
  • (Indonesia)narasi rakyat Danau Toba



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba