Arti Tanam Pohon Tapi Buah Tak Muncul

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2022)_Sejak tahun terlampau, 2022 BP2LHK Aek Nauli mulai melebarkan rukam dan sembilan varietas pohon biji zakar hutan distingtif Batak lainnya di Ujana Etnobotani yang dibangun di Arboretum Aek Nauli. Hal ini dilakukan sebagai upaya pelestarian dan ekspansi buah lokal.

Rukam (Flacourtia rukam) merupakan tipe pohon biji pelir yang kurang populer di masyarakat. Tidak seperti tanaman buah populer seperti manggis, mangga, dan melon nan ditanam mahajana secara luas di beberapa provinsi, rukam justru sebaliknya, sehingga kelestariannya terancam. Padahal, pohon rukam punya manfaat yang cukup banyak. Selain bahan mewujudkan manisan dan bumbu, rukam lagi n kepunyaan fungsi obat, seperti diare dan batu pencernaan.

Peneliti BP2LHK Aek Nauli, Dr. Aswandi mengatakan, di area Danau Toba, Sumatera Utara, tanaman rukam telah menginjak rumit. Hal ini disebabkan karena jarang dibudidayakan dan kurang mendapat perhatian pecah masyarakat. Selain itu, adanya biji zakar-buahan impor dari luar provinsi yang banyak beredar bebas di pasaran pada kesannya mengancam keberadaan serta kelestarian jenis-jenis buah lokal.

Menurutnya, Upaya yang dapat dilakukan untuk meninggalkan terjadinya hal tersebut ialah konservasi dan pengembangan biji kemaluan lokal. Tahap tadinya untuk melakukan konservasi dan pengembangan adalah eksplorasi, karakterisasi, dan seleksi.

“Tidak adanya upaya penanaman kembali semakin memperburuk kelanggengan tumbuhan rukam. Karena itu sejak tahun 2022 BP2LHK Aek Nauli sudah lalu berekspansi rukam beserta sembilan jenis pohon biji zakar jenggala khas Batak lainnya pada Yojana Etnobotani yang dibangun di Arboretum Aek Nauli,” tutur Aswandi.

“Detik ini, keberagaman-jenis pohon buah tersebut telah diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Jenis pohon buah ini telah ditanam bagi memperkaya koleksi arboretum Aek Nauli yang sudah ditanami macam-jenis endemik dataran tinggi Danau Toba, sama dengan Gawang Kapur dan Kemenyan,” tambah Aswandi.

Tanaman rukam ini termasuk cepat tumbuh semainya, privat perian dua pekan telah berkecambah, sahaja pertumbuhan berikutnya terukur  lambat. N domestik pengamatan dan pengukuran tingkatan, diameter, dan jumlah daun sreg semai rukam yang dilakukan digreen house BP2LHK Aek Nauli sepanjang lima bulan, kecambah rukam mempunyai tangga galibnya 7,9 cm dengan diameter lazimnya 0,10 mm, dan jumlah daun umumnya 8 patera.

Berbagai literatur menyebutkan, biji pelir rukam mengandung sintesis antara enggakflavanoid, terpen, dansaponin. Senyawaflavanoid berfungsi andai antimikroba, antibakteri, dan antifungi.Terpen banyak ditemukan bagaikan bahan aktif arketipe racun hama alami, selain itu terpen berfungsi sebagai antibakteri, antivirus, serta pestisida dan insektisida. Sedangkan senyawasaponin berfungsi bagaikan antagonistis basil, fungisida, antibakteri, antivirus, pestisida,  molluscisida, dan insektisida. Senyawa plong rukam juga diketahui mempunyai bilyet bertentangan parasitik, merupakan yang berpotensi cak bagi memulihkan ki aib cacing netra (thelaziasis) puas ternak sapi.

Tanaman rukam tumbuh di daerah tropika basah sampai pada ketinggian 1500 m dpl. Rukam tumbuh subur pada kondisi tropis nan seksi dan lembab mulai sejak ketinggian 2100 m dpl. Habitat alaminya di jenggala primer dan sekunder, di selama sungai, di arena teduh, serta di sumber akar cerah matahari penuh. Rukam mempunyai adaptasi nan layak terhadap kisaran suhu, guyur hujan, dan kondisi tanah, namun tidak resistan terhadap kondisi es dan salin. Di Indonesia, rukam bertunas di pulau Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa dan Kalimantan.***SLT

Sumber: Litbang KLHK

  • Data & Butir-butir
  • Berita

Source: https://www.menlhk.go.id/site/single_post/2110