Arti Angka 14 Dalam Alkitab



Rangkuman Khotbah : 22 Februari 2004



Nats



: Mat 1: 7-17




Pengkhotbah :

Rev. Sutjipto Subeno




Periode ini kita juga memikirkan bagian ketiga, ialah  bagian bungsu terbit silsilah Yesus Kristus yang setiap bagiannya ada 14 keturunan (3 fragmen x 14 anak cucu). Injil bukan pernah menuliskan hal-hal yang tidak penting tidak terkecuali galur. Makhluk selalu menganggap bahwa galur tidak terlalu terdepan dan membosankan. Salah! Karena silsilahpun memang Tuhan wahyukan demi bakal kebaikan manusia; ada arti ataupun makna nan dalam di mengsol merek-nama tersebut. Jadi, semua yang tertulis dalam Alkitab merupakan kebenaran mutlak dan Alkitab tidak boleh jadi bersalah maka kalau sampai terjadi kesalahan n domestik menafsirkan Alkitab, kesalahan cak semau sreg diri kita bukan pada Firman Tuhan. Dunia modern mewujudkan orang Serani burung laut nanang pragmatis; anak adam bukan mau berkorban harta dan tahun demi cak bagi memperoleh kebenaran sejati yang terletak kerumahtanggaan Alkitab. Sosok hanya menginginkan barang apa sesuatu secara instant. Setiap orang Kristen hendaklah n kepunyaan hati yang selalu kepingin berlatih sehingga kita dapat saling membangun dan gereja dapat bertumbuh.


Tak suatu kebetulan ataupun tanpa harapan Matius membagi silsilah Yesus Kristus menjadi tiga segmen di dalam seluruh sejarah perencanaan Allah (Mat. 1:17). Segmen purwa, Yang mahakuasa mempekerjakan orang-anak adam patriakh untuk menegakkan umatNya; segmen kedua, Yang mahakuasa mempekerjakan orang-individu dari baka imperium; dan segmen ketiga, Almalik mempekerjakan orang-anak adam yang beriman dan masih kukuh di tengah-tengah reruntuhan umat Israel sesudah pembuangan di Babel. Sejak hari pembuangan, bangsa Israel mengalami masa-waktu sulit; mereka dijajah terus menerus sehingga iman mereka terombang ambing dan bilamana yang setimpal Halikuljabbar mengetem berfirman kurang lebih 400 tahun lamanya. Puji Tuhan, ternyata Allah lain sengap; Anda patuh menjaga sejarah KerajaanNya. Tuhan memilih 14 keturunan yang berkepastian kokoh dan setia untuk meneruskan garis lembar merah ki kenangan kerajaanNya diantara mereka yang sudah start meluputkan Allah.


Ayat 17 merupakan bintik penghubung antara ayat 16, yang berbicara tentang kehadiran Kristus dengan ayat 18 yang mengomong akan halnya bagaimana kelahiran Kristus. Beberapa penafsir berpendapat bahwa Matius sepertinya �memaksakan� angka 14 karena di setiap bagian senyatanya ada kian bermula 14 nama. Gubahan album dalam Alkitab berbeda dengan catatan ki kenangan manusia. Injil doang mencantumkan logo-nama yang mengandung makna dan mempunyai konotasi; mereka yang tidak memiliki nilai akan dihilangkan berbunga catatan sejarah. Plong hakekatnya, manusia tidak suka bila ditiadakan atau dianggap bukan ada, keberadaannya tidak berkarisma apapun. Celakanya, kalau keberadaan seseorang tersebut sangat menganggu lingkungan sekeliling dan saat engkau lain cak semau justru menjadi kelegaan untuk orang di sekitar. Individu dicipta dengan tuntutan makna karena itu jadikanlah hidupmu penuh makna sehingga nama kita ada privat coretan sejarah Kerajaan Sang pencipta.


Matius ingin menampilkan berita kebenaran, yaitu perjanjian (covenant) Almalik dengan Abraham tetap berlangsung dan digenapi kerumahtanggaan Kristus Yesus. Jadi, Kristus merupakan titik taktik berpunca covenant karena itu Matius meletakkannya di tengah (ay. 16). Buat lebih jelasnya, kita harus sekali lagi pada teks Bibel yang asli nan hanya pintar karangan, minus pasal, ayat atau judul maka kita akan mematamatai ayat 16 mampu tepat di tengah antara ay. 1 – ay. 25. Adanya pasal, ayat dan judul dalam Alkitab dapat menguntungkan sekaligus mudarat, adalah memudahkan bagi kita dalam membaca tapi juga dapat menyelit pemikiran dalam Alkitab yang sememangnya mengalir.


Beberapa penafsir berpendapat, biji 14 hanyalah tanda baca. Dalam sejumlah aspek ini bukan sekedar fon, Matius memang sengaja meletakkan 14 nama di setiap bagiannya. Empat belas keturunan di babak ketiga dianggap yang paling sulit karena mereka harus mempertahankan imannya di tengah dunia yang sudah mulai kesuntukan iman. Lega



jaman itu banyak tekanan, ancaman, penjajahan dan konsep-konsep marcapada yang mulai melayang bersumber Firman maka tidaklah heran kalau muncul golongan Parisi, golongan


Saduki, golongan Herodian, dan lain-lain. Denotasi Matius mencantum 3 x 14 lega alur Yesus Kristus :


1. Gambaran Kesempurnaan (The Perfectness) Jalan hidup Almalik.


Di suatu aspek manusia mengaku beriman dengan sungguh semata-mata pada saat yang sama bani adam seringkali menyangsikan Tuhan karena pertolongan Tuhan nan datang tepat waktu lebih lagi dirasakan bak keterlambatan. Pada saat kita bukan bersandar mutlak pada Tuhan maka sreg momen itu juga keyakinan, confidence kita tiba merewang sehingga dengan mudah iblis akan menguasai kita. Membedabedakan, janganlah engkau merasa  optimistis bahwa engkau mempunyai iman yang abadi karena puas saat itulah justru menampakkan bahwa imanmu sudah lalu start guncang. Iman dan keagamaan yakni dua situasi berbeda. Kalau kita menggabungkan iman dan keyakinan maka kita masuk kerumahtanggaan empirisme dimana pengalaman dianggap sebagai iman. Sesungguhnya, iman menghasilkan asam garam dan iman menghasilkan keyakinan enggak sebaliknya. Kesalahan yang fatal, kalau kita menggabungkan keduanya sebagaimana yang dilakukan oleh aliran karismatik dan positive thinkers.  Khalayak tidak mengerti definisi iman dan keyakinan dengan tepat maka wajarlah kalau mereka menjadi sesat.


Melampaui tulisannya Matius mau seharusnya para pembacanya mempunyai kebenaran iman sejati yang berobyek pada Kristus yang yaitu sempurna. Jangan sangkutan berpikir bahwa imperium Tuhan bisa digagalkan di tengah dunia ini. Tuhan sudah mengeset album kerajaanNya sedemikian rupa dengan pola. Allah berfirman bahwa akan cak bertengger sendiri Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan maka hal itu pasti terjadi. Tidak ada satu manusiapun nan bisa menggagalkan rencana Yang mahakuasa. Sira ialah Allah sang pemilik sejarah; Dialah nan memulai dan yang berbarengan mengakhiri rekaman dunia ini. Janganlah mudah terpincut dengan berbagai macam iman yang ditawarkan dunia. Iman yang ditawarkan bumi lain akan mengangkut kita pada kesempurnaan.


Sebagai model, Kant mengemukakan bahwa tidak ada satupun obyektifitas iman di dunia yang perlu bakal manusia percayai. Salah! Masih ada obyektifitas iman yang dapat kita percayai, yaitu Firman yang mengajarkan kesempurnaan iman. Matius menawarkan kerajaan kedewaan yang sempurna yang dihadirkan dalam diri Kristus yang yaitu teoretis. Imperium suraloka nan Allah janjikan farik dengan kerajaan dunia. Sepintas lalu, manusia melihat kesuksesan raja-raja marcapada, sama dengan Saul, Daud dan Salomo. Ternyata masa kemenangan Raja Salomo bukan berlangsung selamanya; kerajaan Israel mulai hancur, terpecah belah dan tukar bermusuhan sampai kesudahannya stempel Yekhonya (bukan raja) yang teragendakan dan berakhir di pembuangan. Inikah kerajaan bumi yang dibanggakan oleh anak adam? 3 x 14 mengilustrasikan kesempurnaan total kerajaan Taman firdaus; Kristus Juruselamat yang dijanjikan itu lahir.


2. Cerminan Keutuhan Total Rencana Allah, Jumlah Planning of God.


Angka 7 mempunyai arti yang dulu istimewa bagi orang Yahudi, 3×14=3x2x7. Angka 7 merupakan gambaran sempurna maka tidaklah heran turunan Yahudi tinggal suka dengan kelipatan 7. Allah mencipta 7 waktu lamanya dan Tuhan menguduskan pada hari ke-7.  Bahkan sampai hari ini kelipatan 7 menjadi angka sempurna, bukankah n domestik kalender ada 7 hari yang dimulai semenjak Minggu dan berakhir di perian Sabtu? Petrus memulai ceramah penginjilan nan pertama, yaitu berita tentang Kristus Juruselamat pada hari Minggu dan di hari yang sama itu 3000 basyar bertobat. Tapi buruk perut, periode ini justru banyak orang Kristen tidak berani secara kilat-terangan mengkover kebenaran bahwa kita adalah makhluk berdosa dan sekadar melampaui Yesus Kristuslah kita diselamatkan. Orang Kristen momen mengkover injil justru ki menenangkan amarah inti berita dan mereka malar-malar menawarkan hal-hal duniawi seperti kesembuhan, kemakmuran, dan lain-lain. Iman Kristen yang kehilangan konsentrat Kristus bukanlah iman ceria.


Poin 6 menggambarkan anak adam yang dicipta sreg hari ke-6; angka 7 menayangkan kerajaan Yang mahakuasa; angka 3 menggambarkan Allah Tritunggal. Itulah sebabnya Matius mempekerjakan angka 3x2x7. Matius mengkontraskan antara ponten manusia dengan angka Sang pencipta. Angka 666 (enam ratus enam puluh enam) nan tertulis dalam Wahyu melambangkan kesempurnaan turunan. Matius membukakan pikiran para pembacanya agar mempunyai cara pandang yang berbeda, yaitu dari memikirkan peristiwa nan bersifat manusia ke hal yang bersifat Allah. Sejak awal Matius telah memberitakan tentang kejadian Kerajaan supaya kata �Imperium� baru muncul di pasal 3. Yang mahakuasa ketika berencana, Dia tentu merencanakan secara totalitas. 3 x 14 menunjukkan tatanan yang simultan nan menggabungkan seluruh aspek dan mencakup semua unsur. Ini merupakan total planning dimana Allah merencanakan kerajaanNya.


Manusia nan tidak mau taat pada rajah Yang mahakuasa maka anda akan terbuang bermula sejarah. Pembentukkan Imperium Yang mahakuasa harus melewati sejarah nan bersifat totalitas. Cara Tuhan membentuk hidup anak asuh-anakNya sangatlah unik; adakalanya Almalik mengijinkan manusia untuk mengalami kesusahan dan penderitaan terlebih dahulu sebelum ia mengalami kesuksesan. Sang pencipta menciptakan menjadikan Musa, Daud, Yusuf dan masih banyak lagi melalui kesengsaraan dan tantangan berat sebelum kesannya mereka menjadi berhasil dan mempunyai hidup yang bernilai. Hal ini sangat disadari Socrates bahwa hidup yang tidak teruji tidak layak untuk dihidupi, unexamined live unworth living.


Seseorang dapatlah dikatakan �sukses� bila: pertama, dapat melintasi setiap ujian internal hidupnya. Kejadian ini tidaklah mudah hanya kekuatan Tuhan namun yang dapat memampukan kita. Tetaplah berseregang dalam iman kepada Yesus Kristus meski kita produktif dalam keadaan yang paling kecil sulit sekalipun. Jangan pertautan berkompromi dengan iblis. Ingat, ketika kita mengalami ujian intern sukma, Yang mahakuasa tahu seberapa kekuatan kita (I Kor. 10:13). Almalik memberikan batasan pada ifrit ketika Ayub hendak dicobai. Kita bukan akan pernah tahu seberapa faedah iman kita kecuali kalau kita melalui kesulitan tersebut. Kedua, tidak menjadi tengung-tenging diri ketika ia berkecukupan di kesuksesan. Setiap insan pasti ingin sukses akan hanya kesuksesan tanpa disertai iman yang langgeng akan membentuk kita mudah anjlok n domestik dosa. Lega umumnya, sosok akan percaya dengan sungguh ketika kamu berada dalam kesusahan tapi ia akan melupakan Tuhan ketika berada dalam kemenangan. Jangan perkariban berpikir bahwa kekayaan menjadikan semangat kita lemak. Tuhan akan memberikan kekayaan ketika Engkau merasa kita sudah lalu memadai kuat menanggungnya dan Halikuljabbar tahu sampai dimana kekuatan kita. Fakta menunjukkan mal bukan menciptakan menjadikan hidup menjadi nikmat semata-mata justru mematikan iman, negatif pertalian antar manusia, dan mendebah diri kita seorang. Karena itu, benarlah kalau Yang mahakuasa Yesus mengajarkan berikanlah kami pada hari ini makanan kami nan ala kadarnya supaya kita tidak maling dan merendahkan segel Tuhan atau kita bukan menyangkali Almalik ketika kita kenyang (Ams. 30:8-9).


Rekaman adalah ceritanya Halikuljabbar, history is His story. Rekaman selalu memiliki 2 elemen, yaitu memori utama dan sejarah figuran. Kita berada di posisi yang mana? Kalau kita ingin menjadi pemeran terdepan n domestik sejarah Kekaisaran Allah maka taatlah dan bersandarlah hanya kepadaNya; Ia akan membentuk usia kita secara total. Sayangnya, musim ini banyak khalayak tidak demen untuk dibentuk; kita mulai melarikan diri berusul Sang pencipta. Bangun, setiap penderitaan yang kita alami memang Tuhan maksudkan kerjakan membentuk kita supaya semakin serupa Kristus. Iman Kristen bukanlah iman yang fanatisme akan namun kita tahu dengan pasti kenapa kita cuma beriman pada Kristus, the King of kings yang diturunkan pecah 3×14. Karena itu jangan pernah sekalipun imanmu gegar dan memencilkan Tuhan meski penuh sukacitamu. Kristus yakni Aji di atas segala sultan maka Dia pasti membidas dan membudidayakan setiap umatNya. Dan doang Kristus satu-satunya kekuatan dan Juruselamat yang kepadaNya kita dapat berharap.



Amin

.



?


(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)

Source: http://www.grii-andhika.org/ringkasan_kotbah/2004/20040222.htm