Apakah Tanaman Kumis Kucing Mempunyai Buah


BAB I


PENDAHULUAN


1.1



Latar Belakang

Sungut kucing merupakan riuk satu tanaman yang majuh kita lihat berada di beberapa pekarangan rumah.
Beberapa logo komparatif dari tanaman berengos kucing antara lain pemeliharaannya yang nisbi mudah, dan kaya akan manfaat. Namun, tidak jarang pohon ini tidak dimanfaatkan secara baik oleh pemiliknya bahkan tidak dirawat dengan baik dan bermoral. Cuma sekadar dijadikan sebagai pokok kayu hias pengisi pekarangan kondominium.

Itulah salah suatu kelainan yang kita temui di kalangan masyarakat awam. Banyak manfaat dari tumbuhan kumis kucing yang enggak diketahui dibuang begitu belaka. Maka dari itu karena itu, penulis akan memaparkan manfaat serta pembudidayaan pokok kayu misai meong, agar masyarakat yang tekor mencerna bisa memanfaatkannya bagi keperluan per.




1.2



Rumusan Masalah

Dengan menyibuk latar pinggul yang telah  dikemukakan, maka beberapa penyakit nan boleh penulis rumuskan dan nan akan dibahas dalam karya tulis ilmiah ini ialah:

1.2.1    Barang apa
kah

yang dimaksud dengan pohon kumis kuc

ing?

1.2.
2
    Barang apa
kah

manfaat bersumber tumbuhan kumis meong
?

1.2.3    Bagaimana cara memperalat manfaat bersumber kumis kucing?

1.2.
4

Barang apa saja jenis-varietas tanaman kumis kucing dan kegunaannya masing-masing?



1.2.5    Apakah tanaman kumis meong sulit ditemui?

1.2.
6


   Bagaimana cara membudidayakan pohon kumis kucing?



1.3



Tujuan



Penyelidikan





            Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan boleh bermanfaat bagi pembaca.

Secara terperinci, tujuan pecah penulisan karya ilmiah ini adalah:

1.3.1    Mengetahui secara jelas definisi dari pohon kumis meong.

1.3.2    Mengetahui guna dari tanaman kumis kucing.

1.3.3    Mengarifi varietas-jenis tanaman kumis kucing dan kegunaannya sendirisendiri.

1.3.4    Mengetahui cara-cara membudidayakan tumbuhan kumis meong.


 1.4  Fungsi Penelitian

1.

Agar para pembaca dapat benar – benar mengetahui keberagaman-keberagaman tanaman kumis kucing dan manfaatnya bagi ilmu kesehatan

2.

Sebaiknya para pekebun bisa mengetahui cara pembudidayaan dan penjagaan tanaman misai kucing secara baik dan benar sesuai dengan teori  & penelitian.


BAB II


Analisis Referensi

Pokok kayu kumis kucing
maupun disebut
Orthosiphon stamineus Benth
habitat tumbuhan ini palsu diladang, di siring batang air dan di ajang-tempat yang tanahnya kira lembab sebatas kemuliaan 700 m dpl, ada juga yang ditanam andai tanaman hias . Tanaman ini termaktub privat golongan fisik bertaruk-pohon yang dengan nyata memperlihatkan diferensiasi dalam tiga adegan sentral antara lain akar, batang dan daun. Bagian lain nan dapat kita temukan plong fisik pokok kayu dapat dipandang sebagai suatu reinkarnasi salah satu atau barangkali dua buah bagian pokok tadi, artinya setiap episode lain pada jasad tumbuhan dapat dianggap sebagai tubuh yang berpokok dari episode pokok yang telah mengalami metamorfosis (berganti bentuk, sifat dan mana tahu juga fungsinya bagi tumbuh-tumbuhan) (Biang kerok, 2007).

Misai kucing termuat pohon dikotil yaitu dengan ciri akar serabut, memiliki kambium dan daun menjari. Tanaman ini memiliki sistem akar serabut, yaitu seandainya akar lembaga dalam perkembangan seterusnya nyenyat atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang adv minim lebih ekuivalen ki akbar dan semuanya keluar dari pangkal mayat (Motor, 2007).

Lazimnya tumbuhan dikotil sisi tumbuh batangnya ke atas memfokus sorot surya, sama seperti mana tanaman misai kucing ini sebelah tumbuh batangnya menuju terang matahari. Tumbuhan terna yang tumbuh meleleh, pada rahasia-bukunya berakar hanya tidak terpandang nyata, panjang pohon sampai 2m. Batang bersegi empat tebak beralur. Tanaman kredit belah (Dicotyledoneae) pada rata-rata mempunyai layon nan di fragmen bawahnya lebih raksasa dan ke ujung semakin mengecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat mengaret, yang dapat mempunyai percabangan atau tidak (Penggerak, 2007). Klasifikasi sungut kucing yaitu andai berikut :

Divisi              : Spermatophyta

Sub divisi        : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Tanggungan         : Lamiaceae

Genus              : Orthosiphon

Variasi            : Orthosiphon spp

Berlandaskan sangkutan tulang daunnya, kumis meong yakni patera-daun yang berduri menjari (palminervis), yakni jikalau dari ujung pelepah keluar bilang tulang yang hambur, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Jumlah tulang ini biasanya gangsal, yang di tengah yang paling segara dan paling janjang, sedang kesamping semakin pendek (Inisiator, 2007).

Helai daun berbentuk bundar telur bujur telur, lanset, lancip maupun tumpul sreg bagian ujungnya, ukuran patera panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm – 1.5cm, urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis maupun gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar nan jumlahnya dulu banyak, pangkat tangkai patera 7 – 29cm. Pelupuk anak uang berkelenjar, otot dan pangkal berbulu singkat dan terik sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Rente bibir, mahkota berwarna ungu pucat atau asli, dengan ukuran jenjang 13 – 27mm, di fragmen atas ditutupi maka dari itu bulu pendek yang berwarna ungu atau zakiah, panjang silinder 10 – 18mm, panjang bibir 4.5 – 10mm, helai bunga ki beku, bundar. Benang sari ukurannya lebih tangga dari tabung anakan dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah batok berwarna coklat bawah tangan, panjang 1.75 – 2mm.


BAB III


METODELOGI Eksplorasi

3.1
      Metode Pengumpulan Data

            Buat mendapatkan data yang diperlukan, penulis menggunakan metode obsevasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik nan dipergunakan pada penelitian ini adalah seumpama berikut.



3.1.1    Teknik Pengamatan Serta merta


Pada teknik ini, penulis ambau kontan ke alam sekitar bikin meneliti dan mencari bineka tipe pohon kumis kucing serta manfaatnya per.


3.1.2    Studi Referensi



Pada metode ini, penulis membaca buku-sendi dan literature yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah alias teknik penulisan karya ilmiah dan nan berkaitan dengan pemanfaatan dan pembudidayaan tanaman kumis kucing khususnya.


3.2       Metode Pengolahan data


3.2.1    Definisi Tanaman Misai Kucing


Misai kucing merupakan tanaman terna yang tumbuh samar muka, pada rahasia-bukunya berakar namun tidak tampak maujud, tinggi tanaman setakat 2m. Batang bersegi empat sangka beralur. Helai patera berbentuk bundar telur lonjong, lanset, lancip atau ketul pada fragmen ujungnya, ukuran patera panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7,5mm – 1,5cm, urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua rataan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang batang cangkul patera 7 – 29cm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal bersurai pendek dan jarang sedangkan di babak nan paling atas sulah.

Bunga bibir, mahkota bercat ungu pucat lesu atau suci, dengan ukuran tataran 13 – 27mm, di bagian atas ditutupi makanya bulu pendek yang berwarna ungu atau salih, panjang bumbung 10 – 18mm, panjang bibir 4.5 – 10mm, helai bunga jumud, bundar. Sutra sari ukurannya lebih tahapan dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga putaran atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 – 2mm.

Kumis kucing merupakan tanaman yang berkhasiat menyembuhkan plural penyakit seperti diuretik dan anti inflamasi. Kumis kucing biasanya hidup liar di tempat-wadah yang lembab. Kumis meong juga dapa semangat diketinggian 700 m dpl. Karena berkhasiat dan bunganya yang cantik, maka sekarang banyak orang menyelamatkan kumis kucing sebagai obat sambil misal pohon hias.

Tanaman kumis kucing dapat tumbuh tangga hingga ke 1,5 m dengan bentuk batang yang berbentuk persegi empat, daun berbentuk elips dan bunganya yang cantik berwarna masif.

Kumis kucing banyak sekali terkandung zat seperti Genkosid orthosifonin, Garam kalium, Saponin, Sapofonin, Zat lemak, Minyak atsari, Petro nikmat.

Kumis kucing
adalah tumbuhan pengasosiasi konkret tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman ini dikenal dengan berbagai macam istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-bukit berang (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura).
Pokok kayu Misai kucing
berasal berpokok wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke area Asia dan

Australia

.

Nama area: Berengos meong (Melayu –

Sumatra

), misai kucing (Sunda), remujung (Jawa), se-salaseyan, songkot koceng (Madura).


3.2.2    Tipe-Diversifikasi Tanaman Kumis Kucing

Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. aristatus, O. thymiflorus, O. petiolaris dan Udara murni. tementosus var. glabratus. Klon kumis kucing yang ditanam di

Indonesia

yakni Klon pecah putih dan ungu.


3.2.3    Tehnik Pembudidayaan Tanaman Kumis Meong

Bagi mendapatkan hasil nan maksimal dalam pembudidayaan pohon kumis kucing, suka-suka sejumlah tahap pembudidayaannya adalah:


Pembibitan





            Kumis meong selayaknya menghasilkan bibit pula tetapi cara perbanyakan melalui stek telah umum sekali dan mudah dilakukan. Stek diambil dari buntang yang tua dan dipotong sepanjang 20 cm dengan 2 – 4 ruas. Untuk penanaman seyogiannya berengos kucing disemai tinggal, bila keperluan bibit saja sedikit maka stek disemai dalam boks kecil yang diisi pasir batang air setebal 20 cm, tetapi bila pati yang diperlukan banyak maka dibuat persemaian, juga atap menutup persemaian.


Pesemaian



            Persil persemaian dicangkul sedalam 30 cm jarak tanam 5 X 10 cm dan stek ditanam pesong dengan kedalaman 5 cm mandu lain yaitu dengan mengintensifkan stek kunarpa tersebut pada kantong plastik (polibag). Pesemaian ditempat ternganga harus diberi atap naungan dan dilakukan penyiraman ala kadarnya (tidak bersisa basah karena bibit mudah busuk), pada arwah 10 hari umumnya stek tiba berakar dan bertunas dan umur 2 minggu tanaman mutakadim siap ditanam dilapangan. Sebelum hijrah kelapangan naungan dikurangi secara bertahap.


Penanaman



            Tanah dipersiapkan sebelumnya dengan pendirian mencangkul sedalam 50 cm dan diberi rabuk kandang sebanyak 0,5 – 1 Kg tiap-tiap terowongan tanam. Jarak tanam dilapangan berkisar antara 40 X 40 cm hingga 60 X 60 cm. Satu lubang tanam dapat ditanami 1 – 6 stek. Waktu penanaman semoga lega sediakala musim penghujan.


Konservasi



            Penyiangan dilakukan tergantung kejadian gulma yang bertunas atau kapan akan dilakukan perabukan. Selain itu tanah harus intern keadaan bergerak-gerak, cara penggemburan dapat dengan cangkul atau digarpu.


Fertilisasi



Sebelum penanaman kapling terjamah dan diberi puypuk kandang sebanyak 15 ton / Ha, sementara untuk pupuk dasar sreg saat tanam diberikan pupuk SP-36 dan pupuk KCL dengan dosis yang dinasihatkan masing-masing 200 Kg/Ha SP-36 dan 100 Kg/Ha KCl, sementara itu pupuk Urea nan dianjurkan adalah 100 Kg/Ha diberikan sebulan setelah tanam. Pada tanah yang cacat mengandung humus maka diantara tanaman kumis kucing ditanam soren.


Pemangkasan



Setelah tumbuhan sepan tingginya dilakukan pemangkasan dan daunnyadimasukan kedalam tanah diantara barisan pohon kumis kucing.

Ditempat yang subur dan curah hujannya memadai, pemangkasan boleh dilakukan 4 – 6 ahad, setelah tanam, biasanya ditandai dengan kuncup mekar, bikin menjaga loklok daun maka bu nga-bunga harus segera dipotong.


Pengendalian wereng/masalah secara organik



            Sebabat seperti mana sreg tanaman pembeli lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic lega pertanaman kumis meong lebih diusahakan secara PHT (pengendalian

wereng

secara terpadu). Teragendakan di dalamnya system bersesuai tanam secara tumpang sari akan bisa menghambat serangan hama/komplikasi. Buat pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan sama dengan telah dijelaskan di atas.

Doang demikian apabila diperlukan dapat diterapkan pemancaran dengan racun serangga maupun pestisida nabati. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan perumpamaan racun hama nabati dan digunakan dalam pengendalian

hama

antara lain : sugi (nicotiana tabacum), piretrum (chrysanthemum cinerariaefolium), tuba (derris elliptica
dan
derris malaccensis), neem tree atau mimba (azadirachta indica), bengkuang (pachyrrhizus erosus), dan jeringau (acorus calamus).



Panen / Pemetikan Patera

            Pemetikan yang terbaik bila berusia tumbuhan sudah mengaras 10 minggu. Kaidah memetiknya dengan 4 – 6 helai daun paling atas beserta batangnya di petik, patera dibawahnya dipetik karena ikut daun gaek dan menghasilkan produk yang kurang baik.Dari tipar yang kesuburannya sedang setakat baik akan diperoleh hasil 1.000 – 1.500 Kg/Ha daun kering/th.


Pasca Panen


            Pasca- pemetikan, daun-daun hasil penuaian dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. Proses pasca panen bikin mendapatkan daun kering kualitas ekspor yaitu sbb:


Pemilihan Basah dan Pencucian



            Sortasi basah dilakukan sreg sasaran cegak dengan cara mempersatukan daun berpunca cerih atau bahan asing lainnya. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan n domestik wadah plastik lakukan pengumbahan.

Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika air bilasannya masih terbantah kumuh lakukan pembilasan sekali maupun dua kali lagi. Hindari penyabunan yang terlalu lama seharusnya kualitas dan senyawa aktif nan terkandung didalam lain larut intern air. Pendayagunaan air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar sempuras dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan internal tray/wadah yang belubang-lubang seharusnya geladir air cucian nan tertinggal dapat dipisahkan, sehabis itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.


Pengeringan



            Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan sinar surya atau alat jingkir/oven. Pengeringan daun dilakukan sepanjang tebak-duga 1 – 2 hari atau setelah kodrat airnya dibawah 5%. Pengeringan dengan seri matahari dilakukan diatas tikar maupun kerangka pengering, pastikan daun enggak saling menambun. Sepanjang pengeringan daun harus dibolak-balik duga-kira setiap 4 jam sekali moga pengeringan merata. Lindungi daun tersebut berusul air, gegana yang lembab dan semenjak bahan-bahan yang dapat mengkontaminasi. Pengeringan didalam oven dilakukan pada master 50oC – 60oC. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Buletin dan pastikan bahwa patera tidak saling menambun. Selepas pengeringan, timbang jumlah daun yang dihasilkan.


Penyortiran Kering.



            Lebih jauh lakukan sortasi kering pada bahan yang mutakadim mengalami pengeringan dengan membaikkan objek-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-ampas tak. Timbang kuantitas target hasil penyaringan ini (lakukan menotal rendemennya).


Pengemasan



            Setelah bersih, daun nan gersang dikumpulkan intern wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya), dapat riil kantong plastik atau karung. Berikan keunggulan yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama alamat, bagian bermula tumbuhan bahan itu, nomor/kode produksi, merek/incaran pembuat, berat asli dan metode penyimpanannya.


Penyimpanan



            Kondisi gudang harus dijaga sepatutnya tidak lembab dan suhu tak melebihi 30oC, dan gudang harus memiliki jendela baik dan lancar, lain mencirit, terhindar berpunca pengotoran bahan bukan yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penyinaran yang cukup (hindari dari sinar matahari sederum), serta kalis dan terbebas mulai sejak

wereng

pakus.


BAB IV


HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1   Kekuatan Tumbuhan Berengos Kucing dan Prinsip Penggunaannya


Daun kumis kucing basah alias tandus digunakan sebagai sasaran remedi – obatan. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) andai penawar yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) padahal di

India

untuk memulihkan rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing laksana pengasosiasi tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk, encok, timbrung angin dan sembelit. Disamping itu daun pohon ini sekali lagi bermanfaat untu pengobatan radang ginjal, batu kerinjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis.



Ada


beberapa cara lakukan mengobati penyakit dengan menggunakan kumis kucing yaitu :


4.1.1

    Infeksi serokan kencing ataupun sering pipis (anyang-anyangan)

Cara penggunaan :

Petiklah tangkai dan patera berengos kucing sebanyak 30 g. Tambahkan daun meniran dan Commelia communis masing-masing 30 g. Rebus dan minumlah.


4.1.2

    Pipis yang tersendat dan disertai rasa sakit

Prinsip pemakaian :

Patera kumis kucing yang dikeringkan dapat diseduh, seperti mana teh, lalu diminum dengan gula aren juga berkhasiat.


4.1.3

    Bengkeng

Cara penggunaan :

Siapkan daun sungut meong yang basah dan kering sebanyak 50 g. Patera kumis kucing yang kering dibersihkan habis direbus dengan air ala kadarnya. Daun yang segar langusng diseduh dengan air panas. Hasil ramuan keduanya diambil lalu disaring. Ramuan ini sebaiknya diminum segelas sehari.


4.1.4

   Demam

Cara eksploitasi :

Siapkan 100 g akar misai kucing. Cuci setakat asli. Selanjutnya rebus dengan air sebanyak 2000 cc. Selepas mendidih diamkan air sampai tidak bersisa panas, kemudian disaring dan diambil airnya. Air rebusan ini cukup diminum segelas sehari.

4.1.
5




Berat
berkemih



Pendirian pemanfaatan :

Siapkan daun kumis meong sehat 1/4 genggam, air 1 gelas. Kemudian direbus hingga memperoleh enceran 1/2 gelas. Cairan ini kemudian diminum saban hari 2 kali dan tiap kali meneguk 1/2 gelas.

4.1
.6



    Batu buah pinggang


Kaidah pengunaan :


Siapkan herba misai meong 6 g, herba meniran 7 pohon, air 110 ml. Dibuat infus. Kemudian diminum 2 kelihatannya sehari tiap kali menenggak 100 ml.

4.1
.7



    Diabetes

Siapkan daun kumis kucing 20 helai, daun sambiloto 20 helai, air 110 ml. Dibuat infus. Kemudian diminum 1 kali sehari tiap kali minum 100 ml.

4.1.8

Sakit pinggang


Siapkan patera sungut kucing sehat 1 genggam, kulit bangkai pepaya seluas 4 cm2, air 110 ml. Dibuat infus. Kemudian diminum 1 kali sehari tiap kali minum 100 ml.


4.1.9

    Kelebihan lain (mengobati infeksi ginjal dan berkemih batu, menambah nafsu makan, menentramkan menggiurkan, dan menyembuhkan encok).

Cara penggunaan :

Semua bagian tanaman sungut meong dapat juga direbus atau dikeringkan, lantas diseduh begitu juga minum teh.


Bab V


Penghabisan


5.1       Kesimpulan

Terbit pembahasan privat karya ilmiah ini, konklusi penulis adalah perumpamaan berikut :

5.1.1

Kumis kucing

merupakan pokok kayu pemohon berupa pohon berbatang basah yang tegak.



5.1.2    Kumis kucing n kepunyaan banyak manfaat antara bukan : mengobati

rematik, batuk darah, encok, masuk kilangangin kincir dan sembelit. Disamping itu patera tanaman ini juga berharga untu pengobatan radang buah punggung, batu buah pinggang, glikosuria, albuminuria, dan penyakit syphilis serta memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik),

5.1.3

Ada

empat jenis tumbuhan jarak yaitu


Orthosiphon





aristatus,

Orthosiphon

thymiflorus,

Orthosiphon


petiolaris dan

Orthosiphon


tementosus var. glabratus.



5.1.4    Privat pembudidayaan jarak ada beberapa tahap ataupun tehniknya ialah : Awalan lahan, pembibitan, reboisasi, preservasi, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama/penyakit secara organik, panen / pemetikan daun, pasca penuaian, penyaringan basah dan pencucian, pengeringan, penyortiran tandus, penyiapan dan penyimpanan.

5.1.5    Tanaman berengos kucing yaitu tanaman yang memiliki nilai kepentingan tinggi nan sangat berfaedah bakal masyarakat.



5.2       Saran

Berdasarkan pembahasan tersebut, saran panitera adalah sebagai berikut :

5.2.1    Masyarakat hendaknya menjaga dan melestarikan sumberdaya duaja nan ada di sekitarnya khususnya pohon kumis kucing.


5.2.2

Umum seyogiannya dapat memanfaatkan pokok kayu kumis meong secara baik dan profesional.

Source: https://karyatuliskumiskucing.blogspot.com/2015/02/karya-tulis-pemanfaatan-dan_14.html