Apakah Onani Bisa Membatalkan Puasa

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya Ahli dan Ulama!

Ada sejumlah pendapat cerdik pandai terkait penjelasan masturbasi apakah membatalkan puasa atau enggak

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya Ahli dan Ulama!

Foto:
Orami Photo Stock

Ada beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah puasa. Misalnya makan minum yang disengaja, juga mengerjakan perikatan seksual di siang hari. Silam bagaimana dengan masturbasi apakah membatalkan puasa?

Menurut Jama Pediatrics, rancap yakni saat seseorang merangsang alat kelaminnya bagi kesenangan seksual, yang boleh menyebabkan orgasme atau tidak.

Mengawasi kejadian tersebut, perlu adanya pendapat menurut rukyat Islam bikin menentukan masturbasi apakah membatalkan puasa alias tidak. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan kondisi puasa cak bagi seseorang serta pamor puasanya.

Baca Pula:
Lever-Hati, Ini 4 Dominasi Buruk Akibat Sesak Sering Masturbasi

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa?

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa -1

Foto: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa -1

Foto: Orami Photo Stock

Pada dasarnya, puasa merupakan media untuk menjaga diri dari master nafsu. Beberapa kejadian yang disebutkan sebagai hal-hal yang membatalkan puasa sesungguhnya berpusat puas pengontrolan hawa nafsu.

“Dan sosok-makhluk yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka internal kejadian ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-khalayak nan melampaui batas.”
(QS Al-Muminun 5-7).

Salah satu sifat cucu adam berkeyakinan adalah mampu menjaga alat vital. Mereka tidak menyalurkan syahwatnya kecuali kepada istrinya. Allah SWT kembali menekankan bahwa orang yang mengairi syahwatnya selain kepada istri, maka dia melampaui had, dilansir Islampos.

Dari Tepung Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Halikuljabbar SWT berfirman:
“Puasa itu hoki-Ku, Aku seorang yang akan membalasnya. Makhluk yang puasa meninggalkan syahwatnya, bersantap-minumnya karena-Ku.”
(HR Bukhari dan Orang islam 1151).

Sang pencipta SWT menyebutkan bahwa adat orang yang sedang menanggang perut adalah pergi makan, minum, dan syahwat biologis. Sehingga, sembarang orang nan melakukan salah satunya, enggak lagi disebut medium berpuasa atau status puasanya batil.

Maka dari itu karena itu akan halnya onani apakah membatalkan puasa alias tak, jawabannya yakni puasa orang tersebut batal. Sehingga, turunan tersebut enggak bisa pula meneruskan puasanya, justru berdosa hingga harus mengganti puasanya di tak tahun.

Baca Pula:
Sudah Menikah Tapi Masih Sering Masturbasi, Wajarkah?

Pandangan Cerdik pandai Mengenai Masturbasi Momen Puasa

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa -2

Foto: Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa -2

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa rukyah para ahli dan cerdik pandai mengenai jawaban dari pertanyaan tentang masturbasi apakah membatalkan puasa atau tidak. Di antaranya:

  • Dr. Khalid Al-Muslih mengatakan:
    “Cucu adam yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani atau bercumbu, berarti tak memencilkan syahwatnya. Pendapat sebagian ulama bahwa perbuatan nabi nabi muhammad ini hanya berlaku untuk jimak yakni pendapat nan jelas enggak abadi, bikin cucu adam yang merenungkannya.”
  • Imam Ar-Rafii, salah satu ulama besar syafiiyah mengatakan:
    “Semen yang dikeluarkan dengan onani, membatalkan puasa. Karena jika hubungan dekat tanpa terjadi keluar mani statusnya
    membatalkan puasa
    , maka masturbasi dengan mencapai sensualitas puncak lebih cukup untuk membatalkan puasa.”
    (Syarh Al-Wajiz Ar-Rafii, 6/396),
  • Pendeta Ibnu Baz mengatakan pendapat yang sama.
    “Individu yang melakukan rancap ketika Ramadan, ia wajib mengqadha puasanya. Sira harus bertaubat kepada Sang pencipta dan mengqadha puasanya. Karena pada hari itu beliau membatalkan puasa dengan melakukan onani. Artinya, status sira begitu juga individu yang tidak puasa, meskipun dia lain makan, tak minum. Sahaja statusnya sama dengan orang yang tidak puasa, dan dia wajib qadha.”
  • Musthofa Khan dan Musthafa al-Bugha mengistilahkan:
    “Istimna’ (masturbasi) adalah berusaha mengeluarkan mani secara langsung ataupun dengan tangan. Seandainya dilakukan secara sengaja oleh orang nan menanggang perut, maka membatalkan puasa. Tentang jika
    enggak disengaja, maka tak membatalkan puasa.”
    (kitab al-Fiqh al-Manhaji).
  • Syekh Abu Bakar Syatha menguraikan:
    “Puasa itu batal sebab mengerjakan onani, yaitu berusaha mengeluarkan benih tanpa melalui koitus atau pertautan hampir, baik rancap yang liar, sebagai halnya membebaskan sperma dengan cara memotori kemaluan dengan tangannya sendiri, ataupun coli nan mubah, seperti meminta tolong cem-ceman melakukan rancap dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang nan membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.”

    (I’anatut Thalibin),
  • Zain kacang Ibrahim kedelai Smith mengatakan:
    “Tambahan pula tidak hanya dengan tangan istri, takdirnya kita sengaja membayangkan, berhayal maupun menonton sesuatu (video porno misalnya) dengan harapan seharusnya keluar mani, maka juga membatalkan puasa.”
    (al-Taqirat al-Sadidah).

Baca Juga:
5 Saga Rancap Wanita yang Ternyata Riuk

Hukum Masturbasi

Masturbasi Apakah Membatalkan Puasa -3

Foto: Onani Apakah Membatalkan Puasa -3

Foto: Orami Photo Stock

Melihat dari keterangan para cerdik pandai di atas, selain menjawab tentang masturbasi apakah membatalkan puasa alias tidak, juga menyiratkan sejumlah hukum tercalit hukum rancap terutama yang berkaitan dengan status puasa seseorang.

Sebab, sudah selayaknya bulan Ramadan diisi dengan kegiatan yang positif dan mendatangkan pahala. Selain itu, bukan doang hanya menjauhi makan dan minum saja semata-mata juga menyingkir bahaya nafsu yang bisa berujung menghasilkan dosa bakal diri sendiri.

Sekiranya menanggang perut belaka tegar perbuatan yang timbrung dalam kategori maksiat seperti masturbasi, maka puasanya enggak sempurna karena tidak menjaga master nafsu. Individu tersebut hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga, dan tidak mendapatkan pahala serta dedikasi yang dilakukan akan batil.

Mengenai masturbasi dan barang apa pengaruhnya terhadap puasa, terdapat berbagai pendapat yakni:

1. Puasa Batil Internal Kondisi Tertentu

Pendeta Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) bercakap:
“Jika seseorang mencium maupun
berbuat penetrasi

selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya maupun menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tak, maka tidak batal.”

Selain itu, menurut Syaikh Sayyid Sabiq:
“Coli (mengeluarkan jauhar) proporsional saja baik sebabnya dikarenakan seorang lelaki menarung istrinya atau memeluknya ataupun dengan tangan, maka ini membatalkan puasa dan wajib baginya bagi mengqadha puasa.”

2. Membatalkan Puasa kerumahtanggaan Semua Situasi

Ejakulasi saat orgasme (puncak kenikmatan syahwat) adalah libido yang terlarang momen berpantang dan membatalkan puasa, dengan mandu apapun seseorang mencapainya. Lamun memang ter-hormat bahwa jima’ (bersetubuh) itu sendiri membatalkan puasa, walaupun sonder ejakulasi. (Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa (25/224).

Coli akan membatalkan puasa, baik keluar cair maupun tidak karena tercatat hawa nafsu nan memuncak sebagaimana ketika berhubungan hampir. Dan ulah tersebut membuat amalan puasa hilang, sehingga orang yang melakukannya wajib mengganti puasanya di masa tidak.

3. Meredakan Pahala Puasa

Perbuatan nabi nabi muhammad dari Yaziid polong Haaruun, pecah Habiib, semenjak ‘Amru kacang Harim, ia merenjeng lidah:
“Jaabir kedelai Zaid perkariban ditanya tentang seorang maskulin yang memandang istrinya di bulan Ramadhaan, dulu ia keluar mani akibat syahwatnya tersebut, apakah batal puasanya?. Beliau merenjeng lidah: “Tidak, moga kamu sempurnakan puasanya.”
(HR Ibnu Abi Syaibah).

Pendapat lebih lanjut ini tidak membatalkan puasa, namun ki ajek tidak mendapatkan pahala privat ibadah. Tetapi pada pendapat ini lain diwajibkan bikin menukar puasa di hari nan tak. Namun, pendapat ini lemah, dan bertambah langgeng pendapat sebelumnya yang wajib mengganti puasa.

4. Dosa dan Tidak Dapat Kebaikan Puasa

Jika onani dilakukan dengan sengaja dan mengerti syariat, maka pelakunya berdosa dan puasanya batal. Dia wajib bertaubat kepada Allah SWT dan lain disyariatkan menukar puasanya menurut pendapat yang kuat.

Karena yang rajah/kuat tak disyariatkan bagi yang meninggalkan puasa atau membatalkan puasanya secara sengaja untuk mengqadha, dan tidak suka-suka dalil nan menunjukkan peristiwa itu. Ini adalah pendapat Anak lelaki Taimiyah privat Majmu’ Al-Fatawa (25/225-226).

Penjelasan mengenai masturbasi apakah membatalkan puasa ini berdasarkan sumber yang jelas. Oleh karena itu, alangkah lebih baik cak bagi ditinggalkan dan mencari amalan lain yang bertambah berfaedah dan berpahala.


  • https://www.islampos.com/coli-membatalkan-puasa-atau-tidak-27881/
  • https://islami.co/hukum-masturbasi-atau-rancap-apakah-membatalkan-puasa/
  • https://dalamislam.com/hukum-islam/syariat-coli-saat-puasa-bagi-wanita
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320265
  • https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/1107656

Source: https://www.orami.co.id/magazine/masturbasi-apakah-membatalkan-puasa#:~:text=Masturbasi%20akan%20membatalkan%20puasa%2C%20baik,mengganti%20puasanya%20di%20hari%20lain.

Posted by: gamadelic.com