Apakah Meminjam Uang Di Bank Termasuk Riba

Meminjam uang di bank protokoler terletak bunga.

REPUBLIKA.CO.ID,

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Saya kepingin pertanyaan jikalau kita pinjam uang ke bank sesudah itu uangnya di pakai untuk kampanye. Apakah itu termasuk riba?

Pupu Saepudin (disidangkan pada Jumat, 16 Muharram 1438 H / 6 Oktober 2022 M)

Jawaban:

Peroleh kasih atas cak bertanya yang saudara ajukan. Sebelum kami menjawab cak bertanya saudara, akan lebih baik bila kita mengetahui keberagaman dari bank. Bank Awam adalah bank yang melaksanakan kegiatan operasi secara konvensional dan atau beralaskan Kaidah Syariah yang dalam kegiatannya menerimakan jasa dalam celam-celum pembayaran (UU No. 10 Tahun 1998, Gapura I, Pasal 1 ayat (3)).

Bermula pengertian tersebut dapat dipahami bahwa di Indonesia bank di untuk menjadi dua ialah bank konvensional dan bank syariah. Bank Konvensional adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional. Kegiatan Usaha Bank Umum Legal dalam kejadian peminjaman dana adalah memberikan ponten.

Skor  adalah  penyiapan uang lelah alias piutang nan dapat dipersamakan dengan itu, bersendikan permufakatan atau lega dada pinjam-meminjam antara bank dengan pihak tidak yang mewajibkan pihak tertagih untuk melunasi utangnya setelah paser tahun tertentu dengan pemberian anakan (UU No. 10 Periode 1998, Bab I, Pasal 1 ayat (11)), sehingga transaksi peminjaman uang lelah di bank biasa tidak akan lepas pecah bunga (interest).

Pembahasan tentang bunga bank sudah perhubungan dilakukan. Hasil pembahasannya antara lain dalam Soal jawab Agama jilid 8, Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Didikan Pusat Muhammadiyah halaman 152. Disebutkan dalam fatwa tersebut, pada putusan butir ketiga, bahwa bunga (interest) yakni riba, dikarenakan merupakan tambahan atas pokok modal yang dipinjamkan, didasarkan lega firman Yang mahakuasa,

… وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوْسُ أَمْوَالِكُمْ … [البقرة، 2: 279].

“… Dan jika ia bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu …” [QS. al-Baqarah (2): 179].

Kemudian, tambahan itu bersifat menggerutu dan diperjanjikan, sedangkan yang bersifat suka rela dan tidak diperjanjikan tidak termaktub riba. Disebutkan kembali beberapa dalil yang mendasari haramnya riba, di antaranya ialah firman Allah,

… وَأَحَلَّ اللهُ اْلبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَوا … [البقرة، 2: 275].

“… Sementara itu Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …” [QS. al Baqarah (2): 275].

Sementara itu Bank Syariah merupakan Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Mandu Syariah. Kaidah Syariah yakni prinsip syariat Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa nan dikeluarkan oleh rancangan yang n kepunyaan kewenangan kerumahtanggaan penetapan fatwa di bidang syariah (OJK: Perbankan Indonesia 2022). Kegiatan Bank Syari’ah dalam hal peminjaman dana berbentuk pembiayaan. Pembiayaan  berdasarkan Cara Syariah yaitu penyediaan tip atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau aman antara bank dengan pihak lain yang memerintahkan pihak nan dibiayai untuk mengganjar uang atau tagihan tersebut sesudah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil (Murabahah) (UU No. 10 Tahun 1998, Bab I, Pasal 1 ayat (12).

Berlandaskan uraian di atas, meminjam uang ke bank konvensional yang terwalak anakan di dalamnya, adalah kejadian yang dilarang karena rente bank termasuk riba nan diharamkan. Adapun pembiayaan beralaskan mandu syariah diperbolehkan karena tidak ada unsur riba di dalamnya. Oleh karena itu, kami sarankan saudara mengajukan aplikasi pembiayaan ke bank syariah terdekat cak bagi modal usaha saudara.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Perigi: https://www.suaramuhammadiyah.id/2020/03/17/hukum-meminjam-uang-dari-bank-bagi-modal-kampanye/

sumber : Celaan Muhammadiyah

Source: https://www.republika.co.id/berita/qbqzgi366/hukum-meminjam-uang-dari-bank-untuk-modal-usaha