Apakah Membersihkan Telinga Membatalkan Puasa

KOMPAS.com
– Berpuasa di rembulan Ramadhan adalah bahara bagi setiap Orang islam untuk menjalankannya.

Dalam puasa Ramadhan, suka-suka banyak perkara yang dibatasi agar puasa nan dijalankan dapat maksimal.

Beberapa di antaranya yaitu dilarang bakal memasukkan benda apa pun ke dalam rongga congor atau sinus tubuh.

Baca juga: Profesi Segala Saja yang Diperbolehkan Tidak Berpuasa?

Lalu, bolehkah “ngupil” dan menerangkan ataupun mengorek kuping ketika puasa Ramadhan?

Mencari luang jawaban terkait hal tersebut,
Kompas.com

mengabari penceramah Ustaz Maulana.

Tidak batalkan puasa

Bersihkan telinga menggunakan cotton bud.
Thinkstock
Bersihkan alat pendengar memperalat cotton bud.

Ustaz Maulana menjelaskan,
ngupil
dan mengorek telinga saat puasa Ramadhan tidak akan membatalkan puasa.

Momen ditanya hukum berpangkal kedua perkara tersebut, Ustaz kelahiran Ujung Pandang ini menjawab makruh.

“Hukumnya makruh nan membahayakan puasa,” kata Ustaz Maulana saat dihubungi
Kompas.com,
Kamis (30/4/2020).

Ustaz Maulana mengatakan, Allah SWT pernah berfirman intern Quran surat Al Baqarah ayat 187 sebagai berikut:

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa nan sudah ditetapkan Halikuljabbar untukmu, dan bersantap minumlah hingga terang bagimu benang suci dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (menclok) malam.”

Selain itu, Syeikh Taqiyuddin Abu Bakar Al-Husaini pun membahas peristiwa ini di dalam kitabnya, Kifayatul Akhyar:

“Ketahuilah, seyogyanya orang nan berpuasa itu membantut dirinya terbit barang apa sesuatu yang bisa membatalkan. Dan itu bermacam-variasi, di antaranya adalah makan dan menenggak dengan segaja walaupun sedikit. Begitupun dengan perkara yang dimaknai bersantap. Kesimpulannya, puasa menjadi batal dengan masuknya suatu benda, dari luar badan ke dalam badan, melampaui lubang yang melenggong, dengan sengaja, dan sedar akan puasanya. Syarat sesuatu disebut ‘adegan intern badan’ ialah ada dalam Jauf (rongga kerumahtanggaan). Walapun benda nan masuk tak berubah warna dan demikianlah nan sahih.”

Ustaz Maulana mengomong seandainya mengorek telinga maupun cingur (mengupil) selagi enggak internal (tidak masuk rongga) adalah tidak membatalkan puasa.

Baca pula: Ini Syariat Merokok Saat Puasa Ramadhan, Bagaimana dengan Pencandu Pasif?

Dapat berpotensi batalkan puasa

Cuma, apabila mengorek telinga dan mengupil dengan plus dalam hingga menyentuh dalam rongga, maka boleh membatalkan puasa.

Salah suatu cerdik pandai yang pun meributkan mengenai hal ini yakni yakni Syaikh Zainuddin kedelai Abdul Aziz al-Malibary dalam kitabnya, Fath al-Mu’in:

“Batal puasa disebabkan masuknya benda ‘ain (yang jelas, dapat dilihat) sekalipun doang sedikit kedalam (fragmen) yang disebut Jauf (rongga intern).”

“Kalau pakai alat yang membahayakan puasa, bisa jadi membatalkannya kalau sampai alatnya tertinggal di n domestik, karena sampai menjangkau rongga dalam,” jelas Ustaz Maulana.

Lebih lanjut, kendatipun boleh bertelur membatalkan puasa, mengupil dan mengorek alat pendengar tidak dilarang untuk dilakukan.

Tetapi ada baiknya keadaan tersebut dilakukan pron bila sudah lalu berbuka puasa atau detik malam waktu.

Baca pula: Bagaimana Hukumnya jika Puasa Tapi Tak Jalankan Shalat Wajib?

Dapatkan update
berita saringan
dan
breaking news
saban hari bersumber Kompas.com. Silakan menyatu di Grup Benang kuningan “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install permintaan Benang besi terlebih sangat di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/ramadhan/read/2020/05/01/085600272/hukum-ngupil-dan-mengorek-telinga-saat-bulan-ramadhan-batalkan-puasa?page=all

Posted by: gamadelic.com