Apakah Jogja Termasuk Jawa Tengah

YOGYAKARTA

– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan Jawa Tengah dan Yogyakarta adalah tali pusar. Tambahan pula saking eratnya, dia mengibaratkan hubungan tersebut ssbagai sedulur sak keruntelan, nan protokoler digunakan maka dari itu orang Jawa untuk ari-ari kandung.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Seminar Nasional di Institut Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (28/8/2109). Menurutnya, andai tali pusar, Yogya dan Jateng dapat bersatu padu bakal saling bekolaborasi satu sama enggak, khususnya dalam peluasan destinasi pariwisata di area Borobudur dan Prambanan.

Ganjar mengatakan Borobudur dan Prambanan merupakan kewedanan nan mendapat perasaan penuh pemerintah taktik bikin digarap ibarat “Bali yunior”. Buat mewujudkan itu, dukungan bersumber umum dua distrik tersebut sangat diperlukan.

“Cak kenapa saya katakan ini? Sebab ada yang mengatakan Borobudur itu properti Yogya, Prambanan hak Yogya. Saya katakan bukan bermoral, Borobudur dan Prambanan itu ya miliknya Indonesia,” tegas Ganjar disambut tampar tangan para pelajar seminar.

Menurutnya, kesuksesan ekspansi Borobudur dan Prambanan sebagai destinasi pelancongan enggak semata-mata untuk masyarakat Jawa Perdua. Umpama sebuah daerah, Yogyakarta juga dipastikan terdampak dari geliat pariwisata Borobudur dan Prambanan.

“Kesadaran ini yang harus ditumbuhkan, bahwa otonomi daerah di Indonesia itu bukan federal, sekadar dalam bingkai NKRI. Bintang sartan setiap wilayah, enggak perlu berkompetisi dengan kewedanan tetangganya dengan memasang tembok pembatas tinggi. Yang dibutuhkan adalah silih kooperasi,” tegasnya.

Untuk itu, intern peluasan kawasan Borobudur menjadi Bali Baru di Indonesia, penis dukungan dari semua masyarakat baik Jateng alias Yogya. Kedua wilayah harus serampak mengerahkan semua kemampuan terbaiknya agar daerah itu cepat berkembang.

“Mata uang ana apa-apa ya dirembug (kalau cak semau apa-apa ya dibicarakan), njagong menyerempakkan karo ngopi (duduk bersama sambil ngopi),” ucap Ganjar.

Ditambahkan, tidak hanya cak bertanya pariwisata, kooperasi antarwilayah pula berfaedah internal hal politik air dan transportasi. Sudah lalu terjadi di Jateng dan Yogya, bagaimana air nan mengalir bagi wilayah Jateng bermula dari mata air Yogya maupun sebaliknya.

“Keberadaan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) pula bukti, bahwa Jateng butuh Jogja. Bagaimana turis boleh mudah ke Borobudur kalau bukan ada bandara itu. Maka dari itu, elaborasi itu lebih terdahulu daripada sayembara,” pungkasnya.

Dalam seminar tersebut, selain Ganjar hadir lagi bilang pembicara lain. Di antaranya Kapolda Jogjakarta, Irjen Pol Ahmad Dofiri, Irdam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Legowo dan Lulusan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Mahfud MD. (Humas Jateng)


Source: https://jatengprov.go.id/publik/ganjar-jateng-yogya-sedulur-sak-keruntelan/

Posted by: gamadelic.com