Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Nabi Yunus

Kisah nabi Yunus dan kaumnya

kisah nabi yunus

Rang: Phinemo

Nabi Yunus AS adalah seorang nabi nan terkenal benar-benar ibadah dan cangap taat kepada Tuhan. Ayah rasul Yunus bernama Matta.

Yang mahakuasa menyanggang nabi Yunus menjadi nabi dan rasul puas kehidupan 33 tahun. sejak Halikuljabbar mengangkatnya menjadi nabi dan rasul, rasul Yunus gelojoh mengajak kaumnya untuk menyembah Tuhan dan meninggalkan menyembah berhala.

Halikuljabbar mengutus nabi Yunus kepada kaum Nainawa. Beliau juga mengajak umatnya untuk memencilkan maksiat, perbuatan  dosa nan membuat Yang mahakuasa murka.

Tapi pelalah sekali,  di antara seperti itu banyak kaumnya hanya 2 orang cuma yang mau mengikutinya menyembah Allah. Mereka adalah
Rubil
dan
Tanuh.

Rubil
adalah koteng lanang yang alim, doyan belajar dan bijaksana. Sedangkan
Tanuh
sendiri lelaki yang pembawaannya tenang dan sangat tertinggal.

Baca juga Kisah nabi Musa Membelah segara

Table of Contents

  • 1
    Narasi nabi Yunus dari lahir sampai wafat
  • 2
    Narasi nabi Yunus ditelan ikan paus

    • 2.1
      Nabi Yunus panjat kapal laut
    • 2.2
      Yunus di lempar ke laut
    • 2.3
      Yunus ditelan iwak ki akbar
    • 2.4
      Tasbih nabi Yunus
  • 3
    Mukjizat nabi Yunus
  • 4
    Keteladanan rasul Yunus

Kisahan nabi Yunus dari lahir sebatas wafat

Kisah nabi Yunus dan kaumnya

Rencana: kuntum

Walau tidak banyak umatnya nan ingin turut dan menirukan utusan tuhan Yunus menyembah Tuhan tapi nabi Yunus tidak potol arang dan terbang semangat. Beliau terus berusaha dan berupaya berdakwah mengajak kaumnya mengenal dan menyembah Allah.  Beliau terus berusaha agar kaumnya mau meninggalkan menyembah ibadat.

Dalam dakwah dan perjuangannya, Rasul Yunus mutakadim melewati tahun yang tahapan, 30 tahun. Namun, kaumnya tetap saja menolak bahkan menentangnya.

Selain nabi, Yunus pula manusia. Nabi Yunus lama lama hilang kesabarannya.

Allah mewahyukan kepada Yunus agar menyeru kaumnya. Ia menyeru kaumnya dalam 40 tahun. Apabila dalam masa 40 hari mereka tetap tidak mau insyaf dan jera, maka Allah akan menurunkan adzab nan sangat pedih.

Dalam masa 40 waktu ini, nabi Yunus terus berusaha mengajak kaumnya siang lilin batik. Utusan tuhan Yunus kukuh semangat dakwah agar kaumnya selamat dari siksa dan murka Allah.

Hingga perian ke 37,   kaum nabi Yunus tetap namun tidak ingin berubah dan memperhatikan seruan rasul Yunus.

Malar-malar, mereka malah menghina dan mencela nabi  Yunus. Lama lama, nabi Yunus mulai putus nyana dengan tingkah laku kaumnya nan bertambah menjadi jadi dan nggak mau peduli dengan semua peringatannya.

Nabi Yunus sekali lagi menyingkir mereka.

Baca juga Kisah rasul Nuh takhlik kapal raksasa di tengah sahara

Maka pada lilin batik ke 40, tiba tiba muncul mega yang gelap di pagi hari. Kian siang, langit semakin gelap hanya. Semakin siang mereka mengaram cahaya bangkang layaknya api nan menunukan nyala turun dari langit.

Semua merasa takut, panik dan tercekam. Mereka berbondong bondong berlari lari mencari nabi Yunus. Tapi tidak ayal, tak seorangpun nan tau di mana nabi Yunus berada.

Lalu mereka n kepunyaan inisiatif buat bertobat. Mereka berusaha menjadi orang baik dengan cak bimbingan dan bimbingan dari murid utusan tuhan Yunus.

Dengan ijin Allah, adzab dan siksa tidak jadi turun sebab Yang mahakuasa sudah lalu menurunkan rahmatnya kepada merka.

Kisah nabi Yunus ditelan ikan paus

Kisah nabi Yunus ditelan ikan paus

Bagan: muslimoderat

Privat kisahan sebelumnya, utusan tuhan Yunus nampak kecut hati dengan kaumnya yang tidak mengindahkan peringatannya selama 40 hari.

Kelihatannya, Rasul Yunus tidak cak hendak dan lain tega melihat umatnya berkat hukuman dan bisikan dari Yang mahakuasa. Rasul Yunus memilih pergi keninggalkan umatnya.

Utusan tuhan Yunus pergi dan berjalan terus. Hingga Yunus setakat di pesisir, dekat laut.

Rupa rupanya, nabi Yunus memencilkan tanpa seijin Allah, tanpa cak semau tanzil yang memerintahkannya pergi. Nabi Yunus menyingkir dengan kemaunnya sendiri.

Allah menggambarkan kepergian nabi Yunus dengan kata
” Melarikan diri”. Hal ini sebagaimana kisah nabi yunus privat Al Alquran. Allah telah berfirman:

“Senyatanya Yunus sopan-benar salah koteng utusan tuhan, (ingatlah) ketika sira lari ke kapal yang munjung beban,”
(QS Ash-Shaffat [37]: 139-140)

Walau begitu, nabi Yunus ki ajek ridha dan rela pada semua suratan dan ketentapan Allah. Anda ki ajek menyerahkan barang apa urusan kepada Allah.

Ini adalah pelajaran bermakna lakukan kita umat Islam, kiranya kita tidak murka dan kesal atas apa yang Yang mahakuasa tetapkan.

Sehingga Allah pernah melarang baginda nabi Muhammad
Shallalahu Alaihi Wasallam
hendaknya enggak mencontoh seorang nabi yang pernah  di telan seekor lauk besar. Yang di harapan nabi nan pernah di telan ikan samudra merupakan nabi Yunus.

Ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran:

“Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti manusia yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang anda internal keadaan marah (kepada kaumnya),”
(QS Al-Grip [68]: 48)

Nabi Yunus mendaki kapal laut

Saat rasul Yunus sampai di pantai rantau, beliau bertumbuk beberapa individu nan ada di atas kapal. Karena mereka mengenal utusan tuhan Yunus, mereka mau membawanya timbrung serta kerumahtanggaan perjalanan laut.

Cuma ternyata, saat kapal sudah berlayar, kapal memangkal dan tidak kepingin jalan. Mereka semacam itu heran, mengapa kapal ter-hormat moralistis lain mau melanglang.

Sementara itu, kapal kapal yang tak bisa perkembangan lancar tanpa ada kendala sesekali.

Mereka heran sekali, kapal yang mereka tumpangi benar benar berhenti seakan ada jangkar yang mengikat kuat di dasar laut. Kapal ini hanya terombang ambing di atas laut tanpa mau berjalan sedikitpun.

Lama lama,  nabi Yunus berangkat mengingat-ingat bahwa kapal nan pun di tumpanginya tak kepingin berjalan gara gara dirinya.

Nabi Yunus bilang puas raga kapal, kapal ini nggak ingin  urut-urutan  karena suka-suka dirinya dalam kapal. Kapal ini tidak mau  berjalan karena cak semau hamba allah yang lari dari tuhanNya

Allah berfirman  dalam Al Alquran:

“(Ingatlah) momen ia lari ke kapal yang mumbung muatan”
(QS Ash-Shâffât [37]: 140)

Yunus di campakkan ke laut

Nabi Yunus menyimpulkan bahwa kapal ini bukan akan koalisi berputar dan berjalan hingga hamba yang lari dari Sang pencipta ini ki ajek ada di atas kapal.

Beliau menyarankan agar dirinya di lempar ke perdua laut mudah-mudahan kapal dapat berjalan kembali.

Namun para pelaut menolak melempar utusan tuhan Yunus.  Enggak kali mereka melempar seorang hamba yang mulia tanpa kesalahan yang karuan.

Bagaimana bisa jadi mereka melempar seoranb nabi Sang pencipta ke laut. Mereka takut akan murka dan adzab berpangkal Yang mahakuasa.

Nabi Yunus memberi penawaran. Beliau menawarkan lotre diatara mereka. Produk mungkin nan namanya keluar dalam undian ini maka dia harus di lempar ke laut.

Semua setuju dengan usulan ini. Segera di buat undian. Semua merasa berdebar dan kuatir, seandainya  kalau yang keluar adalah namanya.

Ternyata, yang keluar adalah keunggulan Yunus. Mereka tetap bukan tega bila sang rasul harus di lempar ke tengah osean luas.

Mereka sepakat undian di ulangi lagi. begitu di undi lagi, stempel yang keluar teguh  Yunus. Undian di ulangi hingga 3 kali. Belaka tetap saja, cap Yunus yang keluar.

Walau sudah di ulangi undian sebatas 3 klai, tetap saja yang keluar adalah nama Yunus. Maka dengan rumpil hati mereka melepas nabi Yunus di campakkan ke laut.

Kejadian ini sesuai dengan firman Almalik n domestik Al Alquran:

Kemudian Yunus ikut undian dan dia tersurat bani adam-orang yang kalah internal lotre itu,”
(QS Ash-Shâffât [37]: 141)

Yunus ditelan ikan raksasa

Berkali bisa jadi mengaram hasil lot keluar namanya, rasul Yunus tidak ragu pun. Dia taajul menceburkan diri dalam laut.

Detik utusan tuhan Yunus menceburkan diri dalam laut, tiba menginjak ada seekor lauk raksasa yang menyambar tubuhnya dan membawanya terendam dalam lautan luas.

Para awak kapal yang menyaksikan peristiwa luarbiasa ini sangat takjub dan terpana. Mereka sangat berpengharapan, nabi Yunus akan selamat dengan pertolongan Allah.

Mengisahkan nabi Yunus di sambar iwak ini, Allah merenjeng lidah kerumahtanggaan kitabNya yang mulia:

“Maka ia ditelan maka itu ikan besar dalam peristiwa ternoda
(QS Ash-Shâffât [37]: 141)

Kata
“tercela”
disini artinya adalah nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya karena kesal dan kecewa karena azab nggak taajul datang. Hingga ahirnya Yunus lari dan meninggalkan kaumnya walau sonder ijin dari Allah.

Detik lauk besar tadi menyambar tubuh Yunus, Tuhan memberi perintah pada si ikan agar tidak membinasakan Yunus. Maka serempak si ikan hanya mengirimkan nabi Yunus ke asal laut nan  sangat bawah tangan.

Malar-malar,  haram yang di alami oleh nabi Yunus adalah haram di atas palsu. Mulai pecah palsu di radiks laut, gelap dalam perut ikan, dan terlarang di malam hari.

Maka Yunus menyeru intern gelap.

Rosario rasul Yunus

ternyata oh  ternyata..

Dalam terlarang perut lauk ini, Yunus mendengar rosario insan Sang pencipta. Berangkat dari kerikil,  batu batuan, air dan seluruh hewan laut.

Yunus segera ikut bertasbih kepada Allah atas segala kebesaranNya. Yunus menyakui  dan menyesali semua kesalahannya. Sebuah kesalahan meninggalkan kaumnya dalam keadaaan tersesat.

Yunus menaikkan puji-pujian internal perut ikan

Tasbih Yunus ini Allah abadikan internal Al Quran sebagai berikut:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia memencilkan intern keadaan marah, lewat ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru n domestik peristiwa yang sangat terlarang: “Bahwa tak ada Yang mahakuasa selain Engkau. Maha Ikhlas Kamu, sepantasnya aku yakni termasuk bani adam-orang yang zalim,”
(QS al-Anbiyâ [21]: 87)

Tasbih dan seruan Yunus yang suka-suka dalam perut lauk di lilin batik hari ini tetap di dengar Allah. Allah berkenan mengabulkan permohonan Yunus walau dia telah melakukan kesalahan.

Sang pencipta memaafkan kesalahan hambaNya yang ingin mengakui kesalahannya dan mempersunting pemaafan.

Allah bersuara dalam  Al Alquran :

“Maka Kami mutakadim memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari sreg kesedihan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang nan beriman”
(QS al-Anbiyâ [21]: 88). (Ibnu Katsir, Al-BidAyah Wan-Nihâyah, jilid 1, situasi. 233).

Baca juga Kisah nabi Muhammad yang penuh inspirasi dan teladan nyata

Kalau utusan tuhan Yunus tidak taubat dan banyak membaca tasbih kepada Allah, pasti Yunus akan bertarai dalam perut ikan lautan ini.

“Maka kalau sekiranya kamu tidak termasuk orang-sosok yang banyak mengingat Allah, niscaya sira akan tetap tinggal di kandungan ikan itu sampai periode berbangkit”
(QS Ash-Shaffat [37]: 143-144).

Barokah tahlil nabi Yunus, Allah perintahkan ikan raksasa ini untuk mengelaurkan nabi Yunus di kancah yagn Allah kehendaki.

Saat keluar dari kerumahtanggaan perut lauk, tubuh Yunus terasa remai, remuk dan teklok. Bhakan kulitnya mengelupas.

Allah berbicara:

“Kemudian Kami lemparkan ia ke kawasan nan cengkar, sedang dia dalam kejadian linu”
(QS al-Shâffât [37]: 145)

Di tempat nabi Yunus dimuntahkan oleh ikan, Yang mahakuasa tumbuhkan pinang sebatang pohon yang menyerupai pohon labu.

Mukjizat nabi Yunus

Keteladanan utusan tuhan Yunus

hikmah kisah nabi yunus

Buram: jatimtimes

Narasi kehidupan nabi Yunus menyiratkan banyak tuntunan hidup yang sangat berharga. Dalam hidupnya nabi Yunus selalu berbakti dan beribadah kepada Allah.

Utusan tuhan Yunus selalu berjuang dan berusaha melakukan aktifitas dakwah walaupun barang apa yang di lakukan Yunus tak berbintang terang sambutan berasal kaumnya.

Ada banyak les hidup yang boleh kita petik dari perjuangan dan dakwah nabi Yunus.

Berikut beberapa hikmah dan manfaat yang bisa kita petik dari narasi utusan tuhan Yunus:

  1. Caruk saat dan berbakti kepada Allah
  2. Selalu bersandar teguh pada perintah Almalik dan panjang hati n domestik menjalankan hukum Allah
  3. Allah menguji hambaNya yang saleh. Inilah ujian nan Halikuljabbar berikan kepada utusan tuhan Yunus
  4. Doa yaitu senjata bani adam orang nan beriman
  5. Semua makhluk Allah belalah ketika dan beribadah kepada Tuhan. Di antara mereka terserah yang bertasbih, mendaras puji-pujian dan istighfar. Tapi ibadah mereka  tak Allah tampakkan pada manusia

Inilah kisah nabi  Yunus yang penuh perjuangan dalam lembaga menjalankan perintah Yang mahakuasa bakal dakwah mengajak umat berpunca penyembahan fetis menuju tauhid dan keimanan kepada Sang pencipta semata.

Hendaknya tulisan primitif ini bermafaat kerjakan kita dan dapat kita rampas pelajaran. Sehingga bisa menginspirasi kita agar lebih baik kembali.

Oleh
Abidaril Hasan

Santri PP. Raudlatut Thalabah

Source: https://www.fataya.co.id/kisah-nabi-yunus/