Apa Yang Dimaksud Ppkm Darurat

KOMPAS.com
– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penerapan Pemberlakuan Pemagaran Kegiatan Publik (PPKM) Temporer bertindak mulai
3-20 Juli 2022.

PPKM Tentatif ini meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas umum yang lebih ketat ketimbang nan selama ini telah dolan.

Kebijakan yang diberlakukan sepanjang dua ahad dan menyasar kabupaten/kota di Jawa dan Bali tersebut dilakukan umpama salah suatu cara bikin memutus rantai penyebaran virus corona, nan terus meningkat dalam beberapa waktu ragil.

“Secara terperinci, bagaimana pengaruh PPKM darurat ini, saya sudah meminta Nayaka Koordinator Marinvest (Menteri Koordinator Maritim dan Investasi) lakukan menerangkan sejelas-jelasnya, secara detil mengenai pembatasan ini,” ujarnya dikutip berpokokAntara,
Kamis (1/6/2021).

Baca juga: Cara Mengaram dan Unduh Sertifikat Vaksin Covid-19

Lantas, apa perbedaan bermula rasam nan sebelumnya diterapkan, yakni PPKM Mikro dengan PPKM Darurat ini?

PPKM Mikro

1. Kegiatan perkantoran/bekas kerja

Kegiatan perkantoran/ajang kerja baik perkantoran pemerintah (kementerian/lembaga/daerah) maupun BUMN/BUMD/swasta diberlakukan suratan:

  • Perkantoran yang berada di distrik zona merah dan oranye Covid-19 wajib memberlakukan
    work from home
    (WFH).
  • WFH diberlakukan bagi 75 persen tenaga kerja, sedangkan 25 komisi sisanya diperbolehkan berkreasi dari kantro ataupun work from office (WFO).
  • Dilakukan penerapan protokol kebugaran nan selektif, otoritas waktu kerja secara bergiliran, momen WFH tidak mengerjakan perjalanan atau mobilitas ke wilayah bukan, dan
  • Pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh kementerian/tulangtulangan maupun pemerintah daerah (pemda).

Baca juga: Masih PJJ, Kapan KBM Tatap Muka di Sekolah Bisa Dilangsungkan?

2. Kegiatan belajar mengajar (KBM)

  • Zona Merah: dilakukan secara daring; dan
  • Zona lainnya: sesuai pengaturan berasal Departemen Pendidikan, Tamadun, Studi, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan penerapan protokol kesehatan nan lebih ketat.

3. Kegiatan sektor esensial

  • Kegiatan sektor esensial bisa beroperasi 100 persen dengan pengaruh jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kebugaran yang lebih ketat.
  • Sektor ini antara lain termasuk industri, peladenan dasar, utilitas mahajana, mangsa vital kebangsaan, dan juga tempat pelepasan kebutuhan sendi masyarakat (pasar, toko, swalayan, supermarket, dan bukan-tidak) baik yang berdiri seorang maupun di pusat perbelanjaan/mal.

Baca pula: Daftar 60 Zona Merah, Pekan Ini Meningkat Lebih dari 2 Kali Lipat

4. Kegiatan kantin

  • Restoran hanya diizinkan buka sebatas pukul 20.00, dan hanya bisa menyajikan pesanan
    take away
    atau dibungkus/dibawa pulang.
  • Layanan pesan-antar/dibawa pulang atau
    take away
    sesuai jam operasional kafe
  • Penerapan protokol kesehatan yang makin ketat.

5. Kegiatan di anak kunci perbelanjaan, harta benda, pasar, dan pusat perdagangan

  • Pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 17.00
  • Pembatasan pengunjung minimal banyak 25 persen dari kapasitas.

Baca lagi: Beda Varian Muara sungai dengan Delta Plus, Ini Penjelasan WHO

6. Kegiatan gedung

Arena gedung atau lokasi antaran dapat beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kebugaran yang makin hati-hati.

7. Kegiatan ibadah

Kegiatan di kancah ibadah (masjid, mushala, gereja, jaring-jaring, dan tempat ibadah lainnya) diberlakukan ketentuan:

  • Zona Merah: ditiadakan provisional hingga dengan dinyatakan aman, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nayaka Agama (Menag); dan
  • Zona Lainnya: sesuai kontrol dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih selektif.

Baca juga: Beda Varian Delta dengan SARS-CoV-2

8. Kegiatan di area publik

Kegiatan di negeri publik (fasilitas umum, ujana umum, tempat tamasya umum, area mahajana lainnya), diberlakukan suratan:

  • Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan kesatuan hati; dan
  • Zona lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25 uang lelah berpunca kapasitas, pengaruh mulai sejak pemda, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

9. Kegiatan seni, sosial, dan budaya

Kegiatan di lokasi seni, sosial, budaya yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, diberlakukan kodrat:

  • Zona Merah: ditutup temporer sampai dinyatakan kesatuan hati;
  • Zona lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25 uang berpangkal kapasitas, pengaturan dari pemda, dengan penerapan protokol kesegaran lebih ketat: dan
  • Kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling kecil banyak 25 uang dari kapasitas, enggak ada saji makanan di bekas.

Baca pun: WHO Izinkan Pengusahaan Darurat Vaksin Sinovac, Apa Artinya?

10. Rapat, seminar, persuaan luring

  • Zona Merah: ditutup darurat sampai dinyatakan tenang dan tenteram; dan
  • Zona lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25 persen dari kapasitas, dengan penerapan protokol kebugaran makin pilih-pilih.

11. Transportasi umum

Dapat beroperasi dengan dominasi kapasitas dan jam operasional maka itu pemda dan dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Baca juga: Varian Muara sungai Dapat Menular Hanya Berpapasan 5-10 Detik, Apakah 3M Masih Cukup?

PPKM Temporer

Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan operasional pusat perbelanjaan dan mall akan dibatasi hingga pukul 17.00, seiring dengan pengetatan aktivitas masyarakat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Suasana di riuk suatu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (29/6/2021). Runcitruncit Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan operasional sentral ekspor impor dan mall akan dibatasi hingga pukul 17.00, seiring dengan pengetatan aktivitas masyarakat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

Diberitakan
Kompas.com, Kamis (1/7/2021), periode penerapan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2022, dengan alamat penghamburan penambahan kasus konfirmasi harian kurang berusul 10.000 kasus sendirisendiri hari.

Berikut resan pengetatan aktivitas masyarakat dalam PPKM sementara:

1. Sektor non esensial

  • Menerapkan
    100 komisi
    work from home
    (WFH).

2. Kegiatan belajar mengajar

  • Seluruh kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara daring maupun online.

3. Sektor esensial

Diberlakukan 50 persen maksimum staf
work from office
(WFO) dengan protokol kesegaran, dan bakal sektor kritikal diperbolehkan 100 uang lelah maksimal staf
work from office
(WFO) dengan protokol kebugaran.

  1. Cakupan sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi keterangan dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina, serta industri orientasi ekspor.
  2. Sementara itu, cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, pabrik makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital kebangsaan, penanganan bencana, order strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok awam sehari-hari.
  3. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang cak memindahtangankan kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pengetuk 20.00 tahun setempat, dengan kapasitas peziarah 50 persen. Cak bagi rumah obat dan toko obat boleh beber full 24 jam.

Baca juga: Selain PJJ, Adakah Metode Penerimaan Enggak yang Bisa Diterapkan?

4. Kegiatan di kancing perbelanjaan

  • Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/trik perdagangan ditutup.

5. Makan atau meneguk di wadah umum

  • Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat awam (warung makan, rumah makan, kafetaria, pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri alias yang berlokasi pada pusat ekspor impor/mal hanya menerima
    delivery
    alias
    take away
    dan tidak mengakui makan di arena (dine in).

6. Kegiatan konstruksi

  • Pelaksanaan kegiatan bangunan (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesegaran secara bertambah selektif.

Baca kembali: Waspadai Gejala Baru Covid-19, Mirip Flu Musiman

7. Kegiatan di tempat ibadah

  • Medan ibadah seperti masjid, musHala, gereja, pura, vihara dan klenteng serta tempat mahajana lainnya yang difungsikan perumpamaan panggung ibadah, ditutup sementara.

8. Kegiatan di fasilitas mahajana

  • Fasilitas publik (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area mahajana lainnya) ditutup temporer.

9. Kegiatan seni budaya dan olahraga

  • Kegiatan seni budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana latihan jasmani, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan gerombolan dan kerumunan) ditutup sementara.

10. Transportasi masyarakat

  • Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan wahana carter (rental) diberlakukan dengan supremsi produktivitas maksimal 70 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca kembali: Aturan Menaiki Kereta Jago merah Sejauh Pengetatan PPKM Mikro Start 22 Juni 2022

11. Kegiatan pernikahan

  • Resepsi ijab kabul dihadiri maksimal 30 hamba allah dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak diperkenankan bersantap di bekas resepsi.
  • Makanan patuh dapat disediakan dengan tempat tertutup bagi dibawa pulang.

12. Pekerja perjalanan

  • Pegiat pelawatan yang memperalat moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (paling vaksin dosis I) dan PCR H-2 bikin pesawat serta antigen (H-1) untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.

13. Penggunaan masker

  • Kedok tetap dipakai saat melaksanakan kegiatan di luar flat. Bukan diizinkan penggunaan
    face shield
    minus pemanfaatan masker.

14. Pelaksanaan PPKM Mikro

  • Pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW zona merah taat diberlakukan.

Baca juga: Naik KA Jarak Jauh Kini Tak Diberi Face Shield, Segala Gantinya? Simak Penjelasan PT KAI

(Sumber: KOMPAS.com/Mela Arnani, Rosy Bidadari Arianti Saptoyo | Editor: Inggried Dwi Wedhaswary, Rizal Setyo Nugroho)



KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Infografik: Cara Tangani Pasien Covid-19 Sesuai dengan Tingkat Gejalanya

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Benang kuningan “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install tuntutan Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/01/130657765/mengenal-apa-itu-ppkm-darurat-dan-bedanya-dengan-ppkm-mikro?page=all

Posted by: gamadelic.com