Apa Yang Dimaksud Dengan Sakinah

Ternyata Ini Makna Sakinah Mawaddah Warahmah yang Sayang Diucapkan sreg Pengantin Baru, Masya Almalik!

Ternyata mengandung makna yang mendalam

Ternyata Ini Makna Sakinah Mawaddah Warahmah yang Sering Diucapkan pada Pengantin Baru, Masya Allah!

Ketika merodong merapulai di pelaminan, akan ada banyak doa yang terucapkan dari para invitasi. Privat Islam, keseleo satu nan camar dibacakan bakal pengantin merupakan beragam ratib yang diakhiri dengan kalimat ‘sebaiknya menjadi keluarga nan sakinah mawaddah warahmah.

Sebenarnya, segala kurnia kalimat tersebut? Apakah juga tersurat wirid cak bagi pengantin yunior yang dicontohkan maka dari itu Rasulullah SAW? Barang apa arti dari kalimat sakinah mawaddah warahmah itu? Simak penjelasannya di sini.

Baca Juga:
Buku Pernikahan Harmonis ala Pasangan LDR

Konotasi Sakinah Mawaddah Warahmah

Sakinah Mawadah Warrahmah -1

Foto: Sakinah Mawadah Warrahmah -1

Foto: Orami Photo Stock

Senyatanya, ungkapan sakinah mawaddah warahmah diambil dari ayat Alquran yang menjadi sebagian dari pamrih ataupun fungsi ijab kabul dalam Selam. Ini juga rajin tersurat intern invitasi maupun dalam khutbah pernikahan.

“Dan di antara segel-tanda yuridiksi-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, biar sira merentang dan
merasa tentram

kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan gegares. Senyatanya pada yang demikian itu moralistis-benar terdapat tanda-tanda untuk kaum yang berpikir.”

(QS Ar-Rum :21).

Kerumahtanggaan ayat tersebut ada introduksi ‘litaskunu’ atau ‘sakinah’, ‘mawaddah’, dan rahmah sehingga belalah digabungkan menjadi sakinah mawaddah warahmah. Secara bahasa, sakinah artinya sunyi atau tentram, mawaddah artinya cinta hadiah, dan rahmah artinya hadiah burung laut.

Dikutip pendalaman Procedia – Social and Behavioral Sciences, menunjukkan bahwa pasangan nan bahagia dan memiliki rumah tahapan yang harmonis n kepunyaan rasa silih percaya, saling berkomunikasi, saling jujur, percaya sreg Tuhan, selau mewujudkan keputusan bersama, dan saling berkomitmen satu sama lain.

Kalimat sakinah mawaddah warahmah juga sejajar dengan penelitian tersebut. Sebab, intern ayat tersebut Almalik SWT menyampaikan bahwa manusia diciptakan berpasangan antara amputan dan suaminya bagi mendapatkan ketenangan, kedamaian, dan kasih comar.

Sakinah nan berarti toleransi, ketenteraman, aman atau damai. Lawan kata dari kesejahteraan merupakan kebalikan dari keresahan atau kehancuran. Diharapkan, keluarga nan baru dibina tersebut akan mendapatkan ketahanan dan terhindar dari keresahan.

Sebab, awal berpunca keresahan merupakan ketidak tenangan dalam rumah janjang. Bisa faktual hilangnya kepercayaan, kurangnya komunikasi, dan sebagainya. Mendapatkan rasa sakinah dari rumah tahapan lagi harus mulai dipupuk sejak sediakala ijab nikah.

Mawaddah yang berari pikiran hidayah besar perut dan selalu yang membara khusus digunakan lakukan istilah manah cinta yang menggebu sreg pasangannya. Kerumahtanggaan Islam, mawaddah ini adalah fitrah individu. Ini bisa muncul berbunga peristiwa-hal yang bersifat materialisme.

Misalnya dari ketampanan atau kecantikan, takhta dan hal-hal tidak yang melekat plong pasangannya yang tidak bisa dipungkiri menimbulkan rasa cinta. Oleh karena itu, hal sekali lagi tersebut turut kerumahtanggaan kriteria calon istri dan suami menurut Islam.

Kata Rahmah nan artinya maaf, rahmat, rezeki, dan karunia merupakan sesuatu nan datang berusul Sang pencipta SWT. Rahmah adalah sebuah proses kerumahtanggaan rumah tangga, sebab ini akan mengemukakan rasa ubah membutuhkan, menutupi kekurangan, memahami, dan konotasi.

Rahmah atau karunia dan alat pencernaan dalam anak bini cak semau karena proses dan kesabaran suami istri privat membina flat tangga. Momen melewatinya dengan kesabaran dan comar, maka karunia itu akan diberikan makanya Allah SWT ibarat bentuk cinta tertinggi dalam keluarga.

Baca Juga:
Bentrok Bosan, Ini 6 Uang pelicin Akad nikah Langgeng Sebatas Jompo

Karakteristik Batih Sakinah Mawaddah Warahmah

Sakinah Mawadah Warrahmah -2

Foto: Sakinah Mawadah Warrahmah -2

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengarifi makna berbunga anak bini yang sakinah mawaddah warahmah, diharapkan sebuah kondominium tangga akan mampu memafhumi cara menjaga keharmonisan sehingga tidak terjadi keretakan. Terletak karakterstik yang dapat menayangkan keluarga yang dikaruniai hal tersebut, begitu juga:

  • Memiliki camar, hidayah gegares, dan rasa silih memiliki nan terjaga satu sekelas lain,
  • Terwalak ketahanan dan ketentraman yang terasuh,
  • Adanya kesediaan dan keridaan kerumahtanggaan peran di kerumahtanggaan keluarga,
  • Adanya kecintaan yang mengarahkan si Khalik dan agama, dan lain doang kecintaan terhadap makhluk atau suhu nafsu,
  • Jauh berasal kesangsian dan perasaan was-was antar pasangan,
  • Mampu menjaga satu sederajat tak dalam hal keyakinan dan ibadah,
  • Produktif menjaga hubungan dalam Islam, sehingga lain melakukan penyelewengan apalagi desersi kepada pasangan,
  • Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan di internal keluarga. Misalnya materi, kebutuhan seksual, dan rasa punya,
  • Kontributif karir dan profesi satu sama lain dalam rangka membangun keluarga sebagai amanah berpokok Tuhan SWT.

Baca Juga:
Merasa Kesunyian N domestik Pernikahan? Ini 6 Penyebabnya

Harapan dan Guna Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Sakinah Mawadah Warrahmah -3

Foto: Sakinah Mawadah Warrahmah -3

Foto: Orami Photo Stock

Almalik SWT tidak pergaulan memberikan sebuah kebiasaan tanpa mengandung kemustajaban. Semua kebiasaan nan diberikan oleh Tuhan SWT juga sesuai dengan maksud pencptaan turunan di marcapada, tercatat dalam rangkaian suami gendak dan juga berkaitan dengan rumah hierarki.

Tidak belaka sekadar ucapan, anak bini sakinah mawaddah warahmah sekali lagi termuat privat perintah Allah SWT. Sebab, memiliki keluarga nan berada dalam kondisi tersebut ialah bagian bersumber tugas individu di marcapada.

Ada beberapa tujuan serta guna n kepunyaan keluarga sakinah mawaddah warahmah, ialah:

1. Menyundak Misi Manusia di Muka Manjapada

Maksud utama penciptaan manusia adalah buat beribadah. Kerjakan menguraikan situasi ini, Allah SWT berfirman:
“Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Bani adam kecuali semata-mata untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS Adzariyat: 54).

Oleh karena itu, dengan adanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah maka tujuan beribadah kepada Allah SWT ibarat satu-satunya halikuljabbar akan terdidik karena mendapat dukungan dan pengkondisian bermula anak bini.

Saat keluarga dalam kondisi yang baik secara lahir dan batin, maka setiap anggota keluarga akan ganti mengingatkan buat mengerjakan kurnia dan langsung menggandakan ibadah. Ini karena kecintaan keluarga akan melantangkan kecintaan kepada Allah SWT.

Dan ini tidak doang pegangan seorang suami. Tuhan SWT bersabda dalam Quran.
“Ingatlah momen Tuhanmu berkata kepada para malaikat: “Senyatanya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…”
(QS Al-Baqarah: 30).

Khalifah fil ard atau pemimpin di dunia artinya bani adam menyerahkan manfaat sebanyak-banyaknya bikin kemakmuran di muka mayapada lampau jalan apapun. Dengan memiliki anak bini sakinah mawaddah warahmah, misi ini bisa dilakukan dengan penuh kehidupan dan dukungan.

2. Menjadi Kebun Ibadah Amal Shalih

Allah SWT mensyariatkan bani adam untuk menjaga diri dan keluarga. Halikuljabbar SWT berfirman:
“Hai orang-anak adam yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari jago merah neraka yang bulan-bulanan bakarnya ialah manusia dan batu.”
(QS At Tahrim: 6).

Cak bagi menghindari jago merah neraka, manusia diperintahkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan nan shalih. Ini tentunya akan kian baik dilakukan berbarengan sebaiknya memiliki pengingat di rekata tengung-tenging maupun sedang getas.

Anak bini kembali boleh menjadi ladang ibadah dan amal shalih, karena banyak yang bisa dilakukan dalam sebuah keluarga. Ayah nan bekerja untuk mencari nafkah yang halal, ibu yang mengurus apartemen panjang adalah kebun ibadah dan darmabakti shalih eksklusif.

Menjalankan barang bawaan ampean terhadap laki dan juga sebaliknya pula akan menjadi kebun amal. Sejenis itu pun mendidik anak sekiranya dilakukan privat koridor agama akan menghasilkan generasi yang comar Yang mahakuasa dan rasul-Nya.

3. Medan Berkasihkasihan

“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri pecah jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri sira itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu perut dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka berkeyakinan kepada yang bathil dan mengubah mak-nyus Allah.”
(QS An-Nahl: 72).

Rezeki bukan hanya materi, tapi batih yang sakina mawadah warrahmah lagi adalah bentuk lain berpunca rezeki dari Allah SWT. Dapat ubah menghargai, mencintai dan memberi rasa aman juga akan menjaga keutuhan tumah janjang.

Istri adalah amanah berpangkal junjungan begitupun sebaliknya. Membangun rumah tinggi dalam Islam buka sahaja amanah suami cem-ceman, tetapi pula amanah terbit Almalik SWT karena pernikahan dalam Islam dibentuk atas radiks etiket Allah.

Keluarga sakinah mawaddah warahmah bukan tujuan, melainkan proses lakukan menggapai kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat.


  • https://www.researchgate.net/publication/233747861_Factors_of_successful_marriage_Accounts_from_self_described_happy_couples
  • https://dalamislam.com/syariat-islam/pernikahan/keluarga-sakinah-mawaddah-wa-rahmah
  • https://www.risalahislam.com/2017/11/pengertian-sakinah-mawaddah-wa-rohmah.html

Source: https://www.orami.co.id/magazine/sakinah-mawaddah-warahmah

Posted by: gamadelic.com