Apa Yang Dimaksud Bahasa Daerah

Apa Itu Bahasa?

Bagaimana Engkau mendefinisikan sesuatu dengan faktor budaya dan bahasa yang begitu banyak dalam keragaman bahasa? Sepatutnya ada cak semau berbagai kaidah yang boleh kita lakukan:

1. Bahasa adalah metode komunikasi manusia, baik lisan atau tulisan, nan terdiri terbit penggunaan pengenalan-kata secara terstruktur dan konvensional.

2. Bahasa adalah sistem komunikasi yang digunakan oleh negara atau peguyuban tertentu.

Keduanya definisi nan cukup jelas, sekadar sosok tidak bisa tidak merasa bahwa definisi tersebut tidak cukup mencerminkan kompleksitas akan halnya bagaimana kita berpikir dalam-dalam tentang bahasa. Pada titik apa bahasa menjadi dialek, atau sebaliknya, misalnya? Meskipun tidak cak semau pembagian yang jelas antara keduanya, karuan saja barangkali bagi ki memenungkan cara-pendirian di mana kita dapat memperlainkan antara bahasa dan dialek.

Apa Itu Dialek?

Dalam hal definisi kamusnya, dialek adalah:

“Bentuk bahasa tertentu yang individual dari wilayah atau kelompok sosial tertentu.”

Ini menyiratkan bahwa kita dapat mengaram bahasa internal peran ayah bunda, dengan beberapa dialek nan bermula darinya. Pendirian ini bagus lakukan menyibuk perbedaan antara bahasa dan dialek di atas kertas, tetapi di dunia nyata, perbedaan antara keduanya berangkat menjadi berdiri.

Kita akan melihat ini secara kian rinci di dasar ini. Pertama, mari kita tuntaskan tentang aksen.

Apa Itu Aksen?

Temporer kita membahas subjek tipe ilmu bahasa, ada baiknya mencekit jalan memutar cepat buat mempertimbangkan aksen. Aksen memengaruhi cara bahasa diucapkan. Mereka bisa suntuk heterogen di suatu negara tetapi ibarat aturan umum, tonjolan semata-mata berkaitan dengan pelisanan. Ketika wilayah yang berbeda menunggangi kata-kata yang farik untuk mencitrakan hal nan sama, mereka dapat dianggap menggunakan dialek yang berbeda, tidak hanya aksen yang farik.

Dialek Geordie di Inggris yakni cermin yang bagus untuk ini. Geordies adalah mereka nan terbit berbunga kewedanan Newcastle dan Tyneside di Inggris Timur Laut. Mereka dikenal karena komplet bicaranya nan khas -seperti yang disorot oleh bintang pop Cheryl Cole, yang tonjolan Geordie-nya seperti itu lestari sehingga ia dilengserkan sebagai juri karena Faktor X versi AS karena ketidakmampuannya cak bagi dipahami maka itu setiap orang nan berkarya dengannya.

Sahaja, pendirian bicara Geordie kian dari sekadar titik berat regional. Ini merupakan dialek khas dalam bahasa Inggris, dengan prolog-katanya sendiri lakukan berbagai peristiwa. Scran, canny, breeks, wazzock, clart – semua ini ialah penggalan dari dialek Geordie (mereka berarti sesuatu untuk dimakan, baik, pantalon, goblok dan berantakan, masing-masing). Dialek ini juga memiliki varian sendiri dari kata kerja ‘to go’ – ‘gan.’

Bahasa Versus Dialek

Ki kesulitan n domestik upaya bagi mengkhususkan bahasa berpokok dialek, ketika dibawa ke dunia nyata, merupakan bahwa had-batasnya sangat kabur. Kami menganggap bahasa Spanyol dan Portugis sebagai bahasa yang berbeda dan terpisah, misalnya, namun layak keteter buat pencerita bahasa Portugis bakal membaca koran Spanyol. Meskipun melibatkan layanan pengalihbahasaan bahasa absah (atau layanan penerjemahan dialek?) untuk tujuan menggalas tentu saja pantas, cak semau tingkat kejelasan timbal mengot antara kedua bahasa nan memungkinkan percakapan santai, meski tidak gegares mudah.

Maka, haruskah kita menganggap bahasa Spanyol dan Portugis seumpama dialek ketimbang bahasa yang terpisah? Banyak berpunca mereka yang tinggal di Spanyol dan Portugal pasti akan menentang pernyataan sejenis itu (tentu juga sebagian besar Amerika Latin!) Tetapi pada dasarnya itu benar. Lagipula, bahasa Spanyol dan Portugis proporsional-seimbang bahasa Wajah. Apakah mereka benar-benar dialek dari bahasa Cahaya muka turunan-ibu bapak? Dan, takdirnya demikian, haruskah kita ki memenungkan bahasa Italia, Prancis, dan Rumania dalam istilah yang sama?

Inteligensi imbang balik yaitu, dengan sendirinya, sesuatu yang mengalihkan manah saat harus mendefinisikan perbedaan antara bahasa dan dialek. Kami menganggap macam bahasa Inggris yang dituturkan di seluruh dunia bagaikan dialek nan ganti dimengerti. Koteng penutur bahasa Inggris di Amerika Selatan mana tahu mengatakan
‘howdy’
di mana seorang Australia mengatakan
‘g’day’
dan seorang Inggris mengatakan
‘halo’, tetapi ketiganya mampu berkomunikasi, meskipun dialek dan titik berat mereka farik.

Namun, saling memafhumi dapat berlaku untuk seluruh bahasa juga. Bahasa Denmark, Swedia dan Norwegia mampu berkomunikasi dengan cukup nyaman, meskipun masing-masing berbicara dalam bahasa yang berlainan. Itu karena ketiga bahasa Skandinavia ini saling memahami. Kaprikornus, maka itu karena itu, haruskah kita mengklasifikasi ulang mereka sebagai dialek, lain bahasa?

Dan bagaimana dengan bahasa Cina – atau haruskah itu juga dialek? Kami menganggap bahasa Mandarin dan Kanton bagaikan dialek Cina, namun keduanya tidak dapat dipahami. Ya, mereka menggunakan sistem penulisan yang sederajat, saja penutur bahasa Mandarin tidak dapat bertambah memahami perawi bahasa Kanton daripada orang Inggris dapat mencerna seseorang yang bersuara bahasa Portugis.

Pertimbangan Budaya

Ada juga implikasi budaya yang sangat besar ketika kita merenungkan perbedaan antara bahasa dan dialek. Penutur dengan bahasa nan sama, kadang kala tidak memiliki perhubungan budaya mutakhir. Pertimbangkan pendongeng bahasa Inggris yang bersemi di Afrika Selatan dan yang bertaruk di AS. Ya, cak semau aliansi historis yang mencantumkan keduanya (karena itu mereka berbicara dalam bahasa nan sama), tetapi afinitas budaya tertentu, tentu belaka minus ketika datang ke galibnya warga negara era modern.

Oleh karena itu, berbicara dalam bahasa nan sejajar tidak menyiratkan barang apa jenis camar duka budaya bersama, selain yang rendah lega siasat-buku album. Di sisi bukan, mereka yang berbicara bahasa yang berbeda (mari kita pikirkan adapun Skandinavia sekali lagi) bisa punya asosiasi budaya nan cukup modern. Dengan demikian, pertimbangan budaya tidak kian membantu dalam mendefinisikan perbedaan antara bahasa dan dialek daripada saling memahami.

Bagaimana dengan Standarisasi Bahasa?

Lalu suka-suka masalah bahasa barometer/lazim. Banyak negara, sreg titik tertentu, dalam sejarahnya, memilih dialek tertentu yang menjadi dasar bahasa standar mereka. Di Vietnam, misalnya, pendidikan disampaikan dalam dialek Hanoian. Di Inggris, bahasa baku didasarkan puas dialek yang digunakan di Tenggara. Bahasa Rusia Standar didasarkan pada cara bahasa tersebut digunakan di Moskow. Bahasa Jerman Standar adalah fusi bahasa Jerman Tengah dan Jerman Tinggi (dengan tiga varian regional: Jerman Kriteria Jerman, Jerman Tolok Austria, dan Jerman Standar Swiss). Dan selanjutnya dan selanjutnya.

Karena digunakan sebagai dasar bakal penyeragaman bahasa, seringkali menyerahkan dialek yang dimaksud nama tertentu. Cuma, privat kenyataannya dialek itu tidak kian dan tidak kurang valid antara satu dengan dialek lain berusul bahasa yang setinggi, yang masing-masing telah berkembang dari tahun ke waktu dengan caranya sendiri-sendiri.

Bagaimana Dialek Berkembang?

Bilang ahli bahasa berkeyakinan bahwa semua bahasa adalah keturunan berusul satu bahasa manusia putih. Dengan demikian, dimungkinkan untuk menganggap setiap bahasa di bintang siarah ini ibarat dialek, internal beberapa peristiwa, dari bahasa awal ini.

Jika begitu, bagaimana kita bisa punya begitu banyak bahasa dan dialek nan berbeda saat ini? Ada antara 6.500 dan 7.000 bahasa yang digunakan di seluruh marcapada dan lebih banyak berupa dialek. Cak kenapa mereka semua suntuk berbeda?

Alasan minimal umum yang dikutip cak bagi permasalahan ini yakni ketertutupan geografis. Seiring waktu, komunitas yang berbicara bahasa yang sama tetapi terpisah satu sama lain akan mengembangkan paradigma dan aksen bicara mereka sendiri, serta kata-kata mereka koteng.

Versi bahasa Portugis yang digunakan di mayapada ‘yunior’ dan ‘lama’ yakni contoh yang sangat baik bakal hal ini. Keduanya dimulai dengan bahasa ibu yang sama, cuma Portugis Brasil dan Portugis Eropa terdengar berbeda suatu sama lain. Itu sebagai halnya bahasa Spanyol yang digunakan di Spanyol dan yang digunakan di Amerika Latin.

Bahasa Arab adalah contoh bukan yang menarik dari divergensi linguistik. Bahasa Arab Patokan Beradab memberikan versi bahasa yang didasarkan pada Quran, yang diyakini telah ditulis antara 609 dan 632 M. Bentuk bahasa Arab ini memungkinkan pendongeng berusul berbagai retakan marcapada Arab untuk berkomunikasi. Ini penting karena dialek-dialek bahasa Arab nan digunakan di berbagai negara tidak buruk perut dapat dipahami satu sama tak. Sekali juga, ilmu permukaan bumi dan sejarah mempunyai banyak kaitan dengan ini.

Dialek kembali bisa bersambung dengan kelas sosial, serta wilayah geografis. London memiliki abstrak yang bagus dengan dialek Cockney-nya. Koteng Cockney secara tradisional dianggap laksana penduduk kudrati London Timur nan lahir tak jauh berbunga Bow Bells (ini adalah lonceng gereja St Mary-le-Bow di daerah Cheapside kota). Istilah itu kemudian hinggap untuk menggabungkan semua yang ada di East End London dan, kemudian, seluruh inferior pegiat kota.

Hipotetis koalisi antara dialek dan kelas sosial, serta dialek dan tingkat pendidikan, dapat ditemukan di seluruh dunia. Ini biasanya paling terlihat di daerah perkotaan besar, tentatif bertambah banyak daerah pedesaan memusat tekor beragam dalam kisaran dialek nan digunakan (tentu tetapi ada pengecualian, yang takhlik penekanan bahasa – dan dialek! – seperti petualangan yang mengasyikkan).

Layanan Terjemahan dan Dialek

Dialek dapat menjadi perigi anak kunci tarik sederum frustrasi untuk penerjemah profesional. Ketika bersemuka dengan tindasan tertulis, seringkali bentuk standar bahasa nan digunakan, nan galibnya mencerminkan pendidikan formal penerjemah sendiri dalam bahasa itu. Cuma, kebutuhan interpretasi kontemporer berubah bikin memasukkan cara bertamadun intern menyajikan informasi, seperti video.

Dengan terjemahan video, seorang penerjemah dapat dihadapkan dengan sejumlah dialek regional. Ini dapat berbeda secara signifikan semenjak varian standar bahasa yang mereka pelajari di sekolah dan telah dewasa berbicara. Sebagai halnya yang kami tekankan di atas, dialek bukan semata-mata pelisanan yang berbeda, tetapi cabang bahasa yang mencakup terminologi partikular mereka sendiri.

Seorang penerjemah Bahasa Inggris ke Bahasa Spanyol, misalnya, kelihatannya khusyuk merasa nyaman dengan menerjemahkan dokumen bisnis formal, namun video penjelas yang memuat anggota staf Geordie yang menjelaskan cara mengoperasikan satu barang adalah masalah nan sangat berbeda. (Kami tidak memintal Geordies di sini karena alasan lain selain dari itu, mereka merenjeng lidah salah suatu dialek Inggris Inggris nan minimal menarik dan langsung dikenali!).

Banyak penerjemah ikut ke profesi karena cinta bahasa. Faktanya, penelitian nan dilakukan Tomedes telah menemukan bahwa 50% penerjemah absolusi mengutip ini bagaikan motivasi penting mereka bikin melakukan apa yang mereka lakukan (diikuti maka dari itu jam kerja fleksibel sebesar 23%, komisi pada 16% dan hal puas 11%). Ini berarti bahwa banyak manusia akan senang menemukan seluk-beluk dialek yang berbeda, dengan terminologi baru dan transendental bicara yang berbeda.

Namun, muslihat tarik terhadap bahasa tidak berfaedah bahwa penerjemah dihadapkan dengan tafsiran video dan tenggat waktu yang ketat memiliki waktu yang tersaji cak bagi menemukan banyak kata dan makna baru. Dengan demikian, dialek memiliki potensi buat menjadi sangat membuat frustasi dan mengganggu dalam kejadian alur kerja!

Perasaan Intiha

Kami berangkat kerjakan menjawab pertanyaan tentang apa perbedaan antara bahasa dan dialek. Jelas bahwa tidak ada jawaban nan mudah cak bagi ini karena banyaknya batasan nan kabur di antara keduanya. Beberapa ‘bahasa’ bisa jadi dianggap lebih baik sebagai ‘dialek’, sementara beberapa dialek tampaknya yaitu bahasa yang berbeda internal hak mereka seorang. Mungkin kita dapat mengemudiankan untuk mengatakan bahwa dialek adalah variasi regional bermula suatu bahasa, sementara mengakui bahwa ini adalah prinsip yang suntuk sederhana bakal mengaram debat nan menggabungkan barang apa sesuatu dari ilmu permukaan bumi dan sejarah hingga status sosial ekonomi!


Salam Excellent!

Source: Tomedes

Source: https://jasa-translate.com/perbedaan-antara-bahasa-dan-dialek/

Posted by: gamadelic.com