Mari Cari Tahu Perbedaan Haji dan Umroh

Sekeceng sekali lagi kita akan menyandang moment Hari Raya Idul Adha, atau kian caruk kita dengar dengan sebutan Hari Raya Haji. Berfirman tentang Haji, sudah pada sempat belum apa itu Haji, dan apa itu Umroh? Ini gak selaras loh, jangan sampai salah mengartikan ya. Mari coba kita bahas!

Perbedaan Haji dan Umroh dapat dilihat dari hukum, waktu, berbaik, hingga ketersediaan fisik dari yang akan melaksanakannya. Haji dan Umroh adalah ibadah yang dikerjakan di Persil Ceria dengan sengaja condong Ka’bah.

Haji pecah dari bahasa Arab al-hajju yang berfaedah al-qashdu, merupakan sengaja. Jikalau menurut definisi syara, haji yaitu beranggapan menyingkir ke Ka’bah bikin berbuat amalan-amalan tertentu. Nah suntuk gimana dengan Umroh? Umrah diartikan sebagai ziarah. Dalam istilah syara umrah adalah menziarahi Ka’bah buat melaksanakan amalan-amalan tertentu. Mutakadim dapat centung perbedaan awalnya dimana?

5 Perbedaan Haji dan Umroh

Bukan tetapi arti pengertiannya saja yang farik, Haji dan umrah yakni dua tipe ibadah nan berbeda pula. Terkhusus bermula segi hukum. Berikut perbedaan antara haji dan umrah mulai sejak segi hukum, akur, musim dan tempat pelaksanaan, serta kondisi fisik yang dibutuhkan.


  1. Hukum

Siapa yang lewat afiliasi dapat PR hafalan Rukun Islam disekolahnya? Masih ingat gak, Haji masuk ke berbaik islam nan keberapa?

Bersusila, Haji merupakan rukun Islam nan kelima. Syariat menunaikan ibadah haji yaitu mesti bagi yang mampu. Dalil tentang kewajiban haji lagi dijelaskan dalam Al Alquran. Tuhan SWT berucap dalam Q.S Ali ‘Imran ayat 97 ibarat berikut :

‎فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya:”Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah barang bawaan individu terhadap Allah, adalah (bagi) orang yang sanggup mengadakan pengembaraan ke Baitullah. Barangsiapa memungkirkan (kewajiban haji), maka sepatutnya ada Allah Maha Kaya (tak memerlukan sesuatu) dari semesta tunggul.”

Privat sebuah hadits disebutkan bahwa pikulan haji ini hanya main-main sekali segolongan umur. Adapun pelaksanaan haji berikutnya hukumnya adalah sunnah ya. Ini kembali disampaikan (HR. Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah) “Haji itu wajibnya hanya satu barangkali, dan selebihnya adalah sunnah.”

Sedangkan, hukum melaksanakan umrah adalah teristiadat menurut sebagian jamhur dan sunnah menurut sebagian yang bukan. Artinya, suka-suka perbedaan pandangan di dok ulama tersapu hukum umrah.

Hukum mesti dalam umrah merujuk pada Al Quran sebagai halnya dalam surat Al Baqarah ayat 196. Sedangkan, umrah nan hukumnya sunnah merujuk puas sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi. “Rasul sangkut-paut ditanya mengenai umrah, Apakah umrah wajib? Anda menjawab tidak, dan detik kau umrah maka itu lebih baik bagimu.” (HR. al-Tirmidzi).


  1. Rukun

Ada serangkaian amalan yang harus diselesaikan baik saat haji maupun umrah. Nah buat rukun haji terdiri atas ihram, wukuf, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib. Sementara itu umrah doang terdiri terbit ihram, tawaf umrah, sai, dan tahallul.

Yang tak dilakukan saat umrah cak semau wukuf dimana para jemaah haji akan berkumpul di Arafah. Selama wukuf, kegiatan yang dilakukan jemaah di antaranya mendengarkan khutbah wukuf, menggandakan zikir, mengaji Al Quran, dan memanjatkan doa.


  1. Hari Pelaksanaan

Perbedaan antara haji dan umrah lainnya yaitu perian pelaksanaan. Ibadah haji belaka dilaksanakan di rembulan haji. Artinya, haji dilakukan berdasarkan hari nan mutakadim ditetapkan maka dari itu syara dan hanya berlangsung sekali dalam setahun. Haji galibnya dilaksanakan mulai bulan syawal hingga tahun raya Idul Adha.

Sementara itu, umrah adalah ibadah yang bukan terikat oleh perian. Ibadah ini bisa dilakukan kapan saja atau sejauh tahun.


  1. Tempat Pelaksanaan

Terdapat perbedaan panggung pelaksanaan antara haji dan umrah setelah miqat. Miqat yaitu batas antara boleh tidaknya atau perintah berangkat ataupun berhenti untuk melafadzkan kehendak. Dikutip dari buku Ensiklopedia Fikih Indonesia maka itu Ahmad Sarwat, ibadah haji dilaksanakan mulai berusul miqat – Mekkah (Masjidilharam) – Arafah – Muzdalifah – Mina. Sedangkan umrah menghampari miqat – Mekkah (Masjidilharam). Tawaf dan sai untuk umrah dilaksanakan di Madjidilharam.


  1. Kekuatan Badan

Selanjutnya adalah hal yang mungkin dianggap gampang namun nyatanya ini adv amat penting. Adalah kesiapan fisik bagi para jamaah nan hendak melaksanakan haji atau umrohnya. Haji membutuhkan hari nan lebih lama dan sangkut-paut nan lebih tingkatan tinimbang umrah. Sehingga, kurnia fisik jamaah haji lebih besar dibandingkan dengan jamaah umrah.