Apa Nama Pakaian Adat Batak

Pakaian adat Sumatera Lor beraneka polah sesuai dengan kaki yang mendiami provinsi di putaran lor Pulau Sumatera tersebut.

Selain punya tradisi, bahasa, rumah adat dan kesenian yang unik, Sumatera Utara juga mempunyai busana sifat yang tak kalah menarik untuk dieksplor.

Setidaknya ada tiga suku tulus yang menghuni Sumatera Utara, yakni suku Batak yang merupakan suku terbesar.

Suku Batak terdiri atas bilang sub suku sama dengan Batak Toba, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Simalungun, Batak Pakpak dan Batak Angkola.

Kemudian ada suku Nias di bagian pantai daksina Sumatera dan suku Jawi yang tersebar di beberapa daerah.

Setiap suku n kepunyaan pakaian sifat yang n kepunyaan keunikan masing-masing.

Baca Kembali:

15 Makanan Eksklusif Arab, Sudah lalu Relasi Coba?

Kelakuan Pakaian Adat Sumatera Lor

pakaian adat sumatera utara

Foto: pakaian adat sumatera utara

Foto: baju rasam Sumatera Utara (pinterest.com)

Pakaian rasam Sumatera Lor didominasi oleh pakaian adat suku Batak yang disebut sandang, karena mayoritas penduduk di provinsi beribukota Wadah ini berasal berpokok suku Batak.

Sampur digunakan hampir semua sub suku Batak, belaka tetapi penamaan dan fungsinya berbeda-beda.

Sementara suku Nias dan Melayu mempunyai ciri khas pakaian resan tersendiri yang bukan kalah solo.

Bagi mengetahui ulah pakaian rasam Sumatera Utara, simak ulasannya berikut yuk!

Baca Juga:
6 Artis Indonesia Zuriat Batak yang Wajahnya Mencolong Perhatian Mahajana!

1. Busana Resan Batak Toba

pakaian adat batak toba

Foto: pakaian aturan batak toba

Foto: rok adat Batak Toba (instagram.com/mangulosi)

Pakaian sifat Sumatera Utara khas Batak Toba terbuat bermula perca ulos atau kain tenun tradisional, mulai berbunga bagian atas sampai bawah.

Gaun adat laki-laki bagian atas disebut ampe-ampe dan fragmen pangkal disebut singkot. Sementara bikin nona, bagian atas berupa
hoba-hoba
dan episode bawah adalah
haen.

Mengenakan busana ini kembali dilengkapi dengan aksesoris konkret intiha kepala plong junjungan-suami yang disebut bulang-bulang dan pembalut ketua alias makao-tali sreg perempuan, serta memakai ulos ulos.

Lakukan orang-sosok Batak Toba, sandang memiliki kurnia individual. Jenisnya pun suka-suka banyak, sesuai dengan maknanya sendirisendiri.

Misalnya saja, ulos khamir hotang digunakan lakukan makan besar sukacita, sampur simbolang dikenakan saat berduka, dan banyak jenis lainnya.

Selain formalitas resan, rok adat Batak Toba digunakan untuk program tertentu seperti pernikahan dan pesta syukuran.

2. Pakaian Aturan Batak Karo

Pakaian Adat Batak Karo

Foto: Pakaian Adat Batak Karo

Foto: pakaian adat Batak Karo (instagram.com/mangulosi)

Baju adat Sumatera Utara khas Batak Karo tampak serupa dengan Batak Toba. Perbedaan nan paling menonjol yaitu penggunaan kain tenun yang disebut
uis gara.

Dalam bahasa Karo,
uis
berarti perca, dan
gara
penting merah.

Disebut ‘kain ahmar’ karena
uis gara
didominasi dengan warna merah, maupun kadang dipadukan dengan warna tak seperti hitam dan murni, kemudian dihiasi dengan tenunan benang berwarna emas dan perak yang membuatnya terlihat mahal dan elegan.

Dulunya,
uis gara
dipakai sebagai pakaian sehari-musim buat para perempuan Karo, namun kini hanya dikenakan saat upacara adat dan makan besar pernikahan.

Baca Juga:
Pernikahan Adat Sunda, Begini Prosesi dan Baju yang Dikenakan Raja sehari

3. Pakaian Adat Batak Mandailing

Pakaian Adat Batak Mandailing

Foto: Gaun Adat Batak Mandailing

Foto: pakaian sifat Batak Mandailing (pinterest.com)

Pakaian adat Batak Mandailing juga intim serupa dengan Batak Toba yaitu menggunakan perca selendang.

Perbedaan nan minimum terlihat ada pada kain selempang yang dililitkan pada fragmen tengah fisik, juga lega riasan pembesar sreg lelaki dan wanita.

Hiasan kepala laki-laki Batak Mandailing mempunyai rencana khas dan berwarna hitam yang disebut ampu.

Sementara untuk wanita paesan majikan disebut bulang yang diikatkan ke kening.

Bulang tersebut terbuat dari emas, tetapi sekarang sudah banyak yang terbuat berasal ferum dengan sepuhan emas.

Bulang mengandung makna sebagai lambang kebesaran atau jalal sekaligus seumpama simbol dari struktur masyarakat.

4. Pakaian Adat Batak Simalungun

Pakaian Adat Batak Simalungun

Foto: Pakaian Aturan Batak Simalungun

Foto: pakaian adat Batak Simalungun (pinterest.com)

Individu Batak Simalungun kembali menggunakan kain ulos bakal gaun adat mereka. Hanya cuma penyebutannya berbeda. Mereka menyebutnya kain
hiou.

Bentuk berasal pakaian rasam Batak Simalungun intim menyerupai Batak Toba, saja riasan kepala pada kaum adam kian tinggi dan lancip. Selain itu, warnanya didominasi berma dan kuning emas.

Baca Juga:
10 Ide Cap Bayi berbunga Bahasa Batak bagi Anak Perempuan, Unik!

5. Pakaian Rasam Batak Pakpak

Pakaian Adat Batak Pakpak

Foto: Baju Adat Batak Pakpak

Foto: gaun sifat Batak Pakpak (pinterest.com)

Pakaian adat Batak Pakpak disebut gaun merapi-jago merah, dengan didominasi warna hitam. Berbahan dasar katun, dan dikenakan dengan oles maupun tenunan khas Pakpak.

Puas pria Batak Pakpak, busana merapi-api menyerupai pakaian model Melayu dengan leher bundar dan dihiasi dengan manik-manik atau jago merah-api.

Sementara untuk bagian bawah, konkret seluar hitam yang dibalut dengan sarung nan disebut
oles sidosdos, dengan ujung terbuka di depan.

Baju merapi-rapi pada perempuan juga bewarna hitam dengan model leher segitiga dan dihiasi dengan jago merah-api.

Episode bawah berupa sarung atau
oles
perdabaitak nan dililit plong pinggang secara melingkar.

Saat mengenakan rok rasam Pakpak, lelaki dan wanita kembali mengaryakan aksesoris apendiks, berupa akhir atasan, kalung dan aksesoris lainnya.

6. Pakaian Adat Batak Angkola

Pakaian Adat Batak Angkola

Foto: Pakaian Adat Batak Angkola

Foto: pakaian adat Batak Angkola (pinterest.com)

Rok sifat Batak Angkola karib serupa dengan pakaian aturan Batak Mandailing.

Yang mengeluarkan adalah rok wanita didominasi dengan warna merah dan dikenakan dengan selempang yang disalempangkan pada badan.

Paesan kepalanya mirip dengan Batak Mandailing. Untuk laki-laki memakai penutup pembesar disebut
ampu.

Ampu
n kepunyaan bentuk khas, dan merupakan mahkota nan biasanya digunakan tuanku-yang dipertuan di Mandailing dan Angkola pada zaman dulu.

Warna hitam ampu mengandung fungsi magis, sedangkan warna emas mengandung lambang ketinggian.

Tentatif untuk wanita, mengaryakan hiasan kepala aktual bulang berwarna emas.

7. Baju Resan Nias

Pakaian Adat Nias

Foto: Pakaian Adat Nias

Foto: pakaian resan Nias (pinterest.com)

Karena letaknya terpisah, suku Nias memiliki budaya dan adat istiadat yang berbeda dengan suku Batak.

Sejenis itu pula dengan pakaian adatnya yang juga berbeda. Rok adat Sumatera Utara khas Nias disebut
baru oholu
lakukan pakaian maskulin, dan baru ladari untuk pakaian wanita.

Mengutip Museum Nias, dulunya manusia-orang Nias membuat baju pecah kulit pohon atau menenun serat-serat dari selerang tumbuhan alias rumput.

Gaun adam berupa rompi berwarna cokelat atau hitam, dan dihiasi ornamen kuning, merah dan hitam.

Darurat pakaian wanita kasatmata selembar kain yang perih pinggang dan tanpa busana.

Momen akses mendapatkan kain semakin mudah, orang-hamba allah Nias juga membuat rok dengan objek-incaran yunior, dengan didominasi oleh rona merah dan asfar.

Sebagai lampiran, digunakan aksesoris begitu juga anting dan mahkota seperti berkas kepala.

Solo untuk pengantin perempuan, busananya berbentuk jubah hitam yang bersenang hati motif binatang dan terbuat dari beludru berma.

Tentatif pengantin pria mengalungkan celana hitam selutut, baju kuning bertaut serong berusul beludru yang diberi ornamen berwarna berma, kuning di bagian depan, separuh gala dan lengan. Selendang warna asfar dililitkan di pinggang.

8. Baju Resan Suku Melayu

Pakaian Adat Suku Melayu

Foto: Baju Sifat Suku Melayu

Foto: pakaian sifat Suku Melayu (pinterest.com)

Suku Melayu banyak tersebar di daerah Sumatera Utara dan memiliki pakaian adatnya sendiri.

Pakaian adat suku Melayu kerjakan wanita berupa baju kurung atau kebaya tataran dipadukan dengan songket.

Baju kurung terbuat dari brokat ataupun sutra nan dihiasi dengan detail-detail berwarna emas.

Darurat maskulin Melayu memakai pakaian adat nan disebut teluk periuk, yang terdiri atas
baju berkrah kocak musang, dan dipadukan dengan celana bermotif sama.

Kemudian dilengkapi atribut berupa tengkulok atau penutup ketua berpunca kain songket. Tengkulok merupakan lambang kebesaran dan ketampanan sendiri lanang Melayu.

Baca Juga:
Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Jawa yang Tataran Saja Penuh Doa dan Makna

Demikian ragam pakaian rasam Sumatera Utara dan keunikannya masing-masing. Ternyata bukan tetapi ulos saja ya, Moms!

Source: https://www.orami.co.id/magazine/pakaian-adat-sumatera-utara

Posted by: gamadelic.com