Apa Nama Kaum Nabi Luth

Rasul

Lūṭ

لوط


Lot


‘alaihissalam
Lot Prophet.png

Kaligrafi Luth ‘alaihis-salam

Makam Ibnu Na’im, Palestina
Wadah terlampau
  • Mesopotamia
  • Syam
Pendahulu Ibrahim
Pemindah
  • Ismail
  • Ishaq
Ayah bunda Haran
Kerabat
  • Azar (kakek)
  • Ibrahim (mamanda)
  • Ismail (sepupu)
  • Ishaq (sepupu)

Lut
atau
Luth
(bahasa Arab:
لوط,

translit.



Lūṭ

‎) yakni pentolan intern Al-Qur’an, Alkitab, dan Tanakh. Intern Islam, anda adalah rasul yang diutus kepada kaum Sodom dan Gomorrah.[1]
Kisahnya kerap dijadikan lingkaran pelarangan perbuatan homoseksual dalam agama Abrahamik.

Ayat

[sunting
|
sunting sumber]

Dan (ingatlah) momen Luṭ berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-bersusila berbuat perbuatan yang lampau brutal (homoseksual) yang belum wasilah dilakukan makanya seorang lagi berusul umat-umat sebelum dia. Apakah pantas beliau condong laki-suami, menyamun, dan berbuat kemungkaran di tempat-arena pertemuanmu?” Maka jawaban kaumnya tidak enggak cuma mengatakan, “Datangkanlah kepada kami aniaya Yang mahakuasa, jika engkau tercantum basyar-orang nan benar.”

“Sahaja Ia mengebumikan Lot, orang yang ter-hormat, yang berkelanjutan menderita oleh kaidah hidup khalayak-sosok yang tak mengenal syariat dan nan saja mengikuti temperatur nafsu mereka sekadar, sebab orang moralistis ini tinggal di paruh-tengah mereka dan setiap waktu melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang brutal itu, sehingga jiwanya yang bermartabat itu tahanan.”

Kisah

[sunting
|
sunting sumber]

Nama Luth disebutkan 27 kelihatannya dalam Al-Qur’an[a]
dan kisahnya disebutkan pada surah Al-A’raf (07): 80-84, Hud (11): 69-83, Al-Hijr (15): 51-77, Asy-Syu’ara’ (26): 160-175, An-Naml (27): 54-58, Al-‘Ankabut (29): 28-35, Ash-Shaffat (37): 133-138, Adz-Dzariyat (51): 31-37, dan Al-Qamar (54): 33-40. N domestik Tanakh (kitab kalis Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Masehi), kisahan Luth (disebut Lot dalam Yahudi dan Masehi) disebutkan dalam Kitab Situasi bersama Ibrahim.

Permukaan belakang

[sunting
|
sunting sumber]

Al-Qur’an tak menjelaskan mengenai latar belakang Luth. Privat Bibel disebutkan bahwa Luth adalah keponakan Ibrahim. Ayahnya bernama Haran, plasenta Ibrahim. Silsilahnya adalah Luth bin Haran bin Azar atau Terah.[2]
Ibnu Katsir pun menyebutkan silsilah Luth begitu juga itu internal kitabnya.[3]

Sebagaimana Ibrahim, Luth awalnya spirit di Iraq. Disebutkan dalam Alkitab bahwa Haran telah meninggal di Iraq saat Azar masih nasib.[4]
Luth tertulis manusia yang membenarkan dan mengikuti dakwah Ibrahim detik masih di Iraq.[5]
Luth pula turut eksodus ke Syam bersama rombongan Ibrahim dan pengikutnya.[6]

Berpisah dengan Ibrahim

[sunting
|
sunting sumur]

Dalam sumber Alkitab dijelaskan bahwa kekeringan melanda Syam sehingga rombongan Ibrahim pergi ke Mesir selama beberapa waktu. Setelah mereka kembali kembali ke Syam, terjadi pertengkaran antara para penggembela nan bekerja untuk Ibrahim dengan yang bekerja lakukan Luth. Hal ini lantaran tempat kediaman mereka tidak sepan luas kerjakan mereka berdua yang memiliki harta dan hewan peliharaan melembak. Luth kemudian memintal pindah ke daerah tingkat-kota di kewedanan lembah Yordania dan berkemah di dekat Sodom. Ibrahim sendiri kemudian mengimbit di dekat Hebron. Beberapa terjemahan Bibel menyebutkan bahwa dalam memilih tempat hijau, Luth dipandang makin mementingkan keuntungan pribadi. Hal ini karena sira memilih berkampung di dekat Sodom hanya karena daerah tersebut yaitu tempat yang subur, tanpa mempedulikan penduduknya yang suka mengamalkan jahat.[7]
Al-Qur’an tidak mengklarifikasi tentang perpecahan Ibrahim dan Luth, cuma disebutkan bahwa Sang pencipta memang mengutus Luth pada suku bangsa Sodom untuk berdakwah.[8]

Sendang Alkitab pula mengistilahkan bahwa kawasan drum Yordania kemudian memberontak melawan pemerintahan Elam yang saat itu dipimpin Raja Kedorlaomer. Pasukan Elam kemudian kecam kota-daerah tingkat di lembah Yordania dan menerungku banyak insan, termasuk Luth dan keluarganya. Kejadian ini dikenal dengan Pertempuran Siddim. Ibrahim yang mengetahui hal tersebut kemudian menghimpun 318 budak terasuh dan mencari pasukan Elam, mengalahkan mereka di kewedanan Hoba yang terletak di sisi utara Damaskus, dan kemudian berhasil mengeluarkan Luth.[9]
Kisah ini bukan terwalak dalam Al-Qur’an.

Dakwah

[sunting
|
sunting sumber]

Disebutkan bahwa penduduk Sodom melakukan ragam homoseksual antara sesama adam, biasa mengerjakan perampokan, melakukan berbagai kemungkaran di arena perjumpaan mereka, dan tidak ada yang mau mencegah kemungkaran tersebut.[10]
Luth mendakwahi agar mereka bertakwa kepada Allah. Dia menonjolkan tak meminta upah atas seruannya.[11]
Luth mengecam tindakan kaum Sodom ini telah melampaui batas dan menyatakan bahwa ragam mereka ini tidak pernah dilakukan orang lain sebelumnya.[12]

Mendapat peringatan Luth, kaum Sodom menerimakan pertempuran. Mereka mengatakan takdirnya Luth hanyalah orang nan berpura-jaring-jaring ikhlas dan mengancam akan mengusirnya.[13]
[14]
[15]
Penduduk Sodom juga melarang berkanjang Luth untuk memberi perlindungan sreg orang-orang yang akan mereka rampok atau perkosa.[16]
Makin jauh, mereka juga meminta agar Luth segera mendatangkan azab nan dia ancamkan selama ini.[17]
Berbahagia penentangan kaumnya, Luth memohon kepada Allah,

“Ya Illah, tolonglah aku atas golongan yang berbuat kerusakan itu.”

Al-‘Ankabut (29): 30

Alkitab tidak menjelaskan mengenai teriakan dan dakwah Luth lega suku bangsa Sodom dan sahaja memberikan keterangan bahwa penduduk Sodom sangat sadis dan berdosa kepada Tuhan.[18]

Petandang Ibrahim

[sunting
|
sunting sumber]

Satu hari Ibrahim kedatangan bilang tamu. Ibrahim dan keluarganya meladeni daging sapi panggang, tetapi para pengunjung tersebut tidak menyentuh hidangan tersebut. Ibrahim merasa keajaiban akan tingkah mereka nan tidak lazim, tetapi para tamu tersebut menjelaskan bahwa mereka sebenarnya ialah malaikat yang diutus untuk mengantarkan kabar bahwa Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai putra bernama Ishaq.[19]
[20]
[21]
[22]
Dalam Alkitab disebutkan bahwa para tamu Ibrahim berjumlah tiga. Versi Alkitab sekali lagi menyebutkan bahwa para tamu tersebut menyantap hidangan yang disuguhkan Ibrahim.[23]

Sesudah mengantarkan kabar akan halnya kelahiran putra, para petandang tersebut menjelaskan bahwa mereka juga diutus untuk menghancurkan kaum Sodom dan Gomora sehingga terjadi soal jawab antara mereka dengan Ibrahim. Injil menjabarkan interviu tersebut bahwa ketika para tamu tersebut beranjak pergi hendak menabrakkan perahu kaum Sodom, Ibrahim menyela dan bertanya, “Apakah Dia akan mengancaikan orang benar spontan dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya terserah lima puluh orang ter-hormat kerumahtanggaan kota itu?” Tuhan (melangkaui para malaikat itu) menjawab bahwa Anda tidak akan menghancurkan daerah tingkat tersebut jikalau suka-suka panca puluh orang benar. Ibrahim menyinambungkan pertanyaannya sampai hitungan bila ada sepuluh orang moralistis di sana. Tuhan menjawab bahwa kota tersebut tidak dihancurkan kalau masih ada dasa bani adam sopan.[24]

Dalam Al-Qur’an, Ibrahim mengkhawatirkan nasib Luth nan juga terserah di kota tersebut. Para malaikat tersebut menyatakan bahwa Luth akan diselamatkan.[25]
Soal jawab antara Ibrahim dan para malaikat menggambarkan bahwa Ibrahim tidak tega bahwa kabilah Sodom akan dihancurkan dan Al-Qur’an menyebut Ibrahim perumpamaan pribadi nan penyantun dan lembut hati. Meski demikian, para malaikat kemudian meminta menghentikan tanya jawab tersebut lantaran kaum Sodom mutakadim mendapat ketetapan Halikuljabbar dan mereka akan ditimpa azab nan lain dapat ditolak.[26]

Petandang Luth

[sunting
|
sunting sumur]

Setelahnya, para malaikat tersebut datang ke Sodom dalam wujud lelaki cakap. Memahami keikhlasan mereka, Luth merasa musykil dan mengatakan, “Ini adalah hari yang amat sulit.”[27]
Hal ini karena ditakutkan penduduk Sodom akan menculik dan memerkosa para tamu tersebut.

Bilang cerdik pandai memberikan maklumat lampiran terkait permasalahan ini yang tidak terdapat privat Al-Qur’an. As-Suddy menguraikan bahwa para pelawat tersebut tiba di Sodom pada medio hari. Tatkala sampai di wai, mereka bertemu dua anak amoi Luth yang medium mengambil air cak bagi kebutuhan batih. Disebutkan putri sulung Luth bernama Ritsa, sedangkan yang bontot bernama Daghutsa (Ra’ziya menurut Ath-Thabari). Saat para tamu tersebut bertanya mengenai tempat yang boleh dijadikan pangkalan, anak perempuan Luth lamar mereka bikin menunggu terlebih dulu, temporer mereka masuk ke daerah tingkat dan membicarakan situasi ini kepada ayah mereka. Setelahnya, anak-anak perempuan Luth meminta ayahnya untuk menerima mereka karena bila tidak, ditakutkan penduduk Sodom yang akan menjamu mereka dan jelas para tamu tersebut akan diperlakukan lain senonoh setelahnya. Luth sepakat dan para tamu tersebut dijamu secara sengap-diam di kediamannya.[28]

Qatadah menjabarkan bahwa para tamu tersebut menemui Luth saat di kebun tempatnya bekerja. Para peziarah tersebut meminta dijamu dan Luth awalnya menolak dan menyatakan bahwa kaumnya adalah penduduk paling biadab di tampang bumi. Luth mengatakan tersebut sampai empat bisa jadi. Qatadah menyatakan bahwa sesungguhnya para malaikat tersebut sudah diperintahkan agar tak memberantas kampung tersebut sampai nabi mereka memberikan persaksian akan kejahatan nan mereka lakukan.[29]

Alkitab menyebutkan bahwa tamu nan nomplok ke Sodom jumlahnya dua orang. Saat itu Luth duduk-duduk di ki Sodom dan saat meluluk mereka, Luth serempak bangkit dan memberikan sujud penghormatan sekali lalu meminta mereka menginap di rumahnya. Para petandang tersebut awalnya menolak karena hendak mengadar di kapling lapang, hanya Luth mengerasi sehingga mereka ingin menginap di rumahnya.[30]

Supaya demikian, ayutayutan Luth kemudian membocorkan kehadiran para tamu tersebut kepada penduduk Sodom. Baik Al-Qur’an maupun Alkitab tak menyebutkan namanya. Ada jamhur nan berpendapat bahwa ampean Luth bernama Walahah.[31]
Dalam Midrash disebutkan bahwa namanya adalah Edith.[32]

:466

Dalam
Legenda Bangsa Yahudi
disebutkan saat para tamu tersebut datang ke rumah, Luth meminta istrinya untuk menyiapkan jamuan buat mereka. Namun karena tidak mempunyai cukup garam, istri Luth kemudian menunangi pada tetangganya. Ketika tetangganya menanyakan alasan cem-ceman Luth tidak mengisi sendiri persediaan garamnya saat siang, gula-gula Luth menjawab bahwa sebenarnya dia memiliki persediaan garam yang cukup untuk keluarganya, saja dia membutuhkan lebih karena kedatangan peziarah.[33]
[32]

:467

Kabar mengenai kehadiran pengunjung tersebut kemudian menyerak, mendorong para laki-laki kaum Sodom berbondong-bondong mendatangi kediaman Luth dan meminta menyerahkan petandang-pelawat tersebut. Luth kemudian keluar dan mengerudungi ki di belakangnya, menanyakan para penghuni kerjakan lain melakukan jahat kepada para tamu tersebut. Dalam hal terlampau terdesak, Luth menawarkan putri-putrinya kepada mereka, belaka para penduduk tersebut menolak karena enggak terpincut dengan perempuan dan menginginkan mudah-mudahan tamu-tamu Luth segera diserahkan kepada mereka. Luth juga berandai-misal kalau dia memiliki fungsi atau dapat berlindung kepada keluarga nan kuat.[34]
[35]
[36]

Kehancuran

[sunting
|
sunting mata air]

Tamu-tamu tersebut lantas mengganjur Luth masuk ke privat rumah dan membutakan netra para penghuni tersebut, kemudian mengatakan bahwa mereka yakni utusan Allah yang diperintahkan melemparkan suku bangsa Sodom. Para peziarah tersebut memerintahkan Luth dan keluarganya cak bagi segera keluar dari kota tersebut karena kaumnya akan ditimpa aniaya pada waktu subuh nan sekeceng pun akan datang.[37]
[38]
[39]

Alkitab memasrahkan keterangan bahwa setelahnya, Luth mengajak dua unggulan menantunya bikin menyingkir karena Sodom akan dihancurkan, tapi mereka saja menganggap Luth berseloroh. Setelahnya Luth bersama istri dan kedua putrinya diperintahkan buat berlindung ke pegunungan karena seluruh kawasan lembah Yordania akan dihancurkan. Luth mempersunting ampunan lega para malaikat tersebut agar ia bisa berlindung di kota boncel di dekat Sodom karena dia enggak akan luang jika harus lari sampai ke pegunungan.[40]
[41]
Sumber semenjak Al-Qur’an dan Alkitab lagi menguraikan bahwa para malaikat memberi peringatan pada Luth dan keluarganya bikin jangan menoleh ke belakang.[42]
[43]

Sumber Al-Qur’an dan Alkitab menamakan bahwa setelahnya, tempat tinggal kaum Luth dijungkirbalikkan, juga dihujani sulfur dan bisikan dari petak yang tutung dengan bertubi-tubi.[44]
[45]
Sendang non-Qur’an menjelaskan bahwa malaikat mengangkat negeri itu hingga ke awan. Saat terdengar kokok ayam dan lolongan cengkok, maka negeri itu dibalikkan dan dijatuhkan.[46]

Luth keluar dari kota bersama keluarganya. Istrinya dijatuhi rayuan.

Baik Al-Qur’an dan Injil mengklarifikasi bahwa gendak Luth tersurat khalayak nan binasa dalam hal tersebut. Al-Qur’an sendiri bukan merincikan mengenai hal istri gelap Luth saat binasa dan terwalak perbedaan pendapat di gudi ulama adapun kejadian ini. Sebagian berpendapat bahwa gula-gula Luth sejak awal memang tidak diajak Luth keluar Sodom dan perintah untuk “jangan menengok ke pinggul” ini ditafsirkan ibarat tercecer. Maknanya adalah bahwa momen keluar dari Sodom, Luth diperintahkan untuk jangan meninggalkan keluarganya, kecuali istrinya.[31]
Pendapat lain menyatakan bahwa istri Luth memang ikut bersama Luth saat keluar Sodom. Belaka saat aniaya berangkat, dia menoleh ke belakang dan mengomong, “Duhai kaumku,” dan sebongkah batu tiba-tiba jatuh di atas kepalanya, karena dia masih memeluk agama kaumnya dan membocorkan mengenai kesediaan pengunjung-pengunjung Luth kepada penduduk Sodom.[47]
Al-Qur’an menjadikan cem-ceman Nuh dan istri Luth laksana percontohan dari orang kafir. Keduanya hidup dalam penapisan orang saleh yang ialah suami mereka koteng, sekadar mereka lebih-lebih berkhianat, dan laki mereka bukan dapat menolong keduanya dari siksa Allah.[48]

Alkitab menamakan bahwa saat Sodom dihancurkan, istri Luth timbrung bersama Luth keluar Sodom, saja dia menoleh ke belakang dan dia berubah menjadi kusen garam. Penafsir Alkitab menyebutkan bahwa ampean Luth tidak menganggap serius peringatan para malaikat tersebut dan hatinya masih terdorong dengan kepelesiran-kesenangan di Sodom.[49]
Legenda Bangsa Yahudi
menyebutkan bahwa gendak Luth menoleh ke birit karena rasa keibuannya bakal memastikan putrinya menyusulnya.[50]
Dia diubah menjadi tiang garam karena dia berdosa lantaran garam, yakni membocorkan kehadiran para tamu tersebut saat meminta garam pada tetangganya.[32]

:467

Luth dan kedua putrinya

[sunting
|
sunting sendang]

Dalam Alkitab disebutkan bahwa setelah selamat, Luth dan kedua putrinya tinggal di gaung di sebuah gunung-gunung. Putri sulung Luth mengatakan sreg adiknya bahwa tidak ada laki-laki yang akan mau menjalari mereka, kaprikornus dia mengusulkan kerjakan merintih baka dengan ayah mereka. Saat malam, mereka memberikan Luth minuman berpangku tangan hingga mabuk, kemudian upik tertuanya berhubungan genital dengannya. Malam berikutnya, mereka kembali membuat Luth mabuk dan kini putri Luth nan remaja yang berhubungan seksual dengan ayahnya. Masing-masing mereka kemudian melahirkan seorang putra nan menjadi moyang bangsa Moab dan Anak laki-laki Amon.[51]

Al-Qur’an bukan memuat kisah Luth nan bersambung seksual dengan kedua putrinya. Ibni Asakir mengistilahkan bahwa terserah nan mengatakan bahwa riuk satu perempuan Luth adalah ibu ataupun nenek Syu’aib.[52]

Kedudukan

[sunting
|
sunting sendang]

Selam

[sunting
|
sunting sumber]

Luth termasuk riuk suatu rasul dan rasul dalam Islam. Sebagaimana para nabi pada umumnya, Luth juga menjadi percontohan bagi orang saleh. Kisahnya kerumahtanggaan Al-Qur’an pula tinggal menitikberatkan perannya sebagai rasul, yakni dakwahnya mudahmudahan kaumnya bertakwa kepada Yang mahakuasa dan kembali ke jalan yang benar. Al-Qur’an mengistilahkan bahwa Luth (dan beberapa nabi yang tidak) dilebihkan derajatnya di atas umat yang bukan, sosok pilihan Halikuljabbar, dan dianugerahi petunjuk ke urut-urutan yang lurus.[53]

Yahudi

[sunting
|
sunting sumber]

Luth enggak dipandang andai nabi dalam Yahudi dan tempik dakwahnya pada penduduk Sodom juga tidak terdapat dalam Tanakh. Dalam
Legenda Bangsa Yahudi
disebutkan bahwa moral Luth koteng dipertanyakan karena ia tidak menjaga kehormatan putri-putrinya dengan menyedang menyerahkan mereka pada penduduk Sodom.[50]

Kristen

[sunting
|
sunting sendang]

Luth disebut perumpamaan orang moralistis nan tersiksa lantaran hayat di paruh-tengah penduduk yang jahat.[54]
Kendati demikian, Luth bukanlah nabi. Kepergiannya menentang Sodom bukan untuk berdakwah sebagaimana sudut pandang Islam, dan memang enggak disebutkan akan halnya dakwah Luth dalam Bibel, cuma pertimbangan materi lantaran kewedanan Lembah Yordania memiliki tanah yang berlambak sehingga menjadi tempat yang sekata cak bagi penggembala sepertinya. Luth dipandang lebih menegaskan keuntungan pribadi minus mempedulikan penduduknya yang senang berbuat jahat,[55]
sehingga engkau dan keluarganya tertimpa kesulitan di kemudian hari karena pilihannya.[56]

Putri-dayang Luth

[sunting
|
sunting sumber]

Intern Al-Alquran disebutkan bahwa saat penduduk Sodom mengerasi Luth buat menyerahkan tamu-tamunya, Luth menawarkan dara-putrinya sebagai gantinya.

“Luth merenjeng lidah, ‘Wahai kaumku, inilah putri-putriku, mereka bertambah polos bagimu.'” — Hud (11): 78

“Sira (Luth) berfirman, ‘Mereka itulah putri-putriku, jika kamu hendak melakukan.'” — Al-Hijr (15): 71

Peristiwa ini sekali lagi tercantum dalam Injil. Luth berkata lega para warga Sodom yang berusaha menculik para tamu tersebut,

“Anda tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah lanang, baiklah mereka kubawa ke asing kepadamu, perbuatlah kepada mereka sebagaimana nan engkau pandang baik.” —
Kejadian 19: 8

Sebagian ulama mengklarifikasi bahwa makna “gadis” di sini adalah kiasan dan tidak merujuk pada anak asuh perempuan Luth, tetapi para upik Sodom. Intern Islam, Luth adalah seorang nabi sehingga dia merupakan ayah bagi kaumnya, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Utusan tuhan Muhammad adalah ayah bagi kaumnya[57]
[58]
dan disebutkan n domestik Al-Qur’an bahwa istri-amputan Nabi seperti mana ibu lakukan orang-individu percaya.[59]
Dengan demikian, Luth meminta para junjungan-laki tersebut untuk merentang para perempuan Sodom, yang dikiaskan perumpamaan putri-putri Luth, bila hendak melakukan perpautan seksual. Peristiwa ini sehaluan dengan ayat Al-Qur’an yang mengisahkan celaan Luth momen berdakwah dan mempertanyakan para maskulin Sodom nan mendatangi sesama pria, lain putri.[60]
[61]

Ulama lain menguraikan bahwa memang yang dimaksud dengan ucapan Luth tersebut adalah anak perempuan kandungnya. Maknanya adalah Luth berujud menikahkan putri-putrinya dengan tokoh setempat. Diharapkan pernikahan tersebut boleh membuat tokoh-tokoh tadi dapat mempengaruhi dan mencegah yang lain.[62]

Sumur Yahudi dan Masehi sreg galibnya memandang bahwa Luth memang secara harfiah berusaha menawarkan momongan-anak asuh perawan kandungnya. Sebagian tafsiran Alkitab mengistilahkan bahwa sangat bisa jadi Luth melakukan kejadian tersebut untuk mengulur waktu.[63]
Pendapat lain menyatakan bahwa situasi tersebut safi karena salah paham dan kesalahan Luth. Luth melakukan hal tersebut karena dipandang baik menurut sudut pandang pribadinya, tanpa mempedulikan sudut pandang Sang pencipta.[64]
Mitos Bangsa Yahudi
menamakan bahwa memang akhlak Luth dipertanyakan terkait masalah ini.[50]

Kuburan

[sunting
|
sunting sumber]

Dipercaya bahwa makam Luth terwalak di Bani Na’im, Palestina. Kuburan tersebut terdapat di dalam masjid yang berada di tengah daerah tingkat. Bani Na’im telah diasosiasikan dengan Luth sejak sebelum Islam, seperti disebutkan dalam karya Hieronimus[65]
plong abad ke-4 M nan mengistilahkan bahwa taman bahagia tersebut berada di kota bernama Capharbaricha, yang tampaknya merupakan jenama lama semenjak Bani Na’im.[66]

Lihat juga

[sunting
|
sunting sendang]

  • 25 Nabi, di antaranya:
    • Ibrahim
    • Isma’il
    • Ishaq
    • Syu’aib
  • Lot
  • Sodom dan Gomora

Karangan

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Dalam Al-Qur’an, nama Luth disebutkan 27 kali, yakni pada surah:

    1. Al-An’am (06): 86
    2. Al-A’raf (07): 80
    3. Hud (11): 70, 74, 77, 81, 89
    4. Al-Hijr (15): 59, 61
    5. Al-Anbiya’ (21): 71, 74
    6. Al-Hajj (22): 43
    7. Asy-Syu’ara’ (26): 160, 161, 167
    8. An-Naml (27): 54, 56
    9. Al-‘Ankabut (29): 26, 28, 32, 33
    10. Ash-Shaffat (37): 133
    11. Shad (38): 13
    12. Qaf (50): 13
    13. Al-Qamar (54): 33, 34
    14. At-Tahrim (66): 10

Rujukan

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^

    History of Islam by Professor Masudul Hasan

  2. ^


    Keadaan 11: 27

  3. ^

    Ibnu Katsir 2022, hlm. 275.

  4. ^


    Kejadian 11: 28

  5. ^

    Al’Ankabut (29): 26

  6. ^


    Keadaan 11: 31

  7. ^


    Kejadian 13: 1-16

  8. ^

    Asy-Syu’ara’ (26): 161-162

  9. ^


    Peristiwa 14: 1-16

  10. ^

    Ibnu Katsir 2022, hlm. 275-276.

  11. ^

    Asy-Syu’ara’ (26): 161-164

  12. ^

    Asy-Syu’ara’ (26): 165-166

  13. ^

    Al-A’raf (07): 82

  14. ^

    Asy-Syu’kiara’ (26): 167

  15. ^

    An-Naml (27): 56

  16. ^

    Al-Hijr (15): 70

  17. ^

    Al-‘Ankabut (29): 29

  18. ^


    Kejadian 13: 13

  19. ^

    Hud (11): 69-73

  20. ^

    Al-Hijr (15): 51-56

  21. ^

    Adz-Dzariyat (51): 24-30

  22. ^

    Anak lelaki Katsir 2022, hlm. 237-240.

  23. ^


    Kejadian 18: 1-15

  24. ^


    Kejadian 18: 16-33

  25. ^

    Al-Ankabut (29): 32

  26. ^

    Hud (11): 75-76

  27. ^

    Hud (11): 77

  28. ^

    Anak laki-laki Katsir 2022, hlm. 285-286.

  29. ^

    Anak laki-laki Katsir 2022, hlm. 285.

  30. ^


    Kejadian 19: 1-3
  31. ^


    a




    b



    Ibnu Katsir 2022, hlm. 290.
  32. ^


    a




    b




    c




    Schwartz, Howard (2004).
    Tree of Souls: The Mythology of Judaism. ISBN 9780195358704.





  33. ^

    Ginzberg 1909, hlm. 254.

  34. ^

    Hud (11): 78-80

  35. ^

    Al-Hijr (15): 67-71

  36. ^


    Kejadian 19: 4-9

  37. ^

    Hud (11): 81

  38. ^

    Al-Qamar (54): 37-38

  39. ^


    Keadaan 19: 10-13

  40. ^


    Situasi 19: 17-23

  41. ^

    Bani Katsir 2022, hlm. 290-291.

  42. ^

    Hud (11): 81

  43. ^


    Kejadian 19: 17

  44. ^

    Hud (11): 82

  45. ^


    Kejadian 19: 23-25

  46. ^

    Anak laki-laki Katsir 2022, hlm. 291.

  47. ^

    Anak lelaki Katsir 2022, hlm. 292.

  48. ^

    At-Tahrim (66): 10

  49. ^


    Peristiwa 19: 26
  50. ^


    a




    b




    c



    Ginzberg 1909, hlm. 255.

  51. ^


    Kejadian 19: 30-38

  52. ^

    Anak lelaki Katsir 2022, hlm. 300.

  53. ^

    Al-An’am (06): 86-87

  54. ^


    2 Petrus 2: 6-9

  55. ^


    Kejadian 13: 12

  56. ^


    “Lot”.
    Lot. 10 Agustus 2022.





  57. ^

    HR. Ahmad (2/247)

  58. ^

    HR. Abu Dawud (8)

  59. ^

    Al-Ahzab (33): 6

  60. ^

    Asy-Syu’ara’ (26): 165-166

  61. ^

    Ibni Katsir 2022, hlm. 286.

  62. ^


    “Kisah Rasul Lut dan malaikat di Sodom”.
    Cerita Rasul Luth (8): Malaikat di Kota Sodom (2). 8 Oktober 2022.





  63. ^


    Situasi 19: 8

  64. ^

    Siswanto 2022, Mei 6: Good by My Sight.

  65. ^


    Sharon, Moshe (1999).
    Ibnu Na’im.
    Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae (Ciap) Piutang Two: B-C. BRILL. hlm. 12. ISBN 9004110836. Diakses copot
    26 June
    2022
    .





  66. ^


    Stone, Michael E. (2006).
    Apocrypha, Pseudepigrapha and Armenian Studies. Collected Papers: Volume I. Peeters. hlm. 693.




Daftar pustaka

[sunting
|
sunting sumber]

  • Ginzberg, Louis (1909).
    The Legends of the Jews
    (PDF). Diterjemahkan oleh Henrietta Szold. Philadelphia: Jewish Publication Society.



  • Ibnu Katsir (2014).
    Cerita-Kisah Para Nabi. Diterjemahkan oleh Muhammad Zaini. Surakarta: Cucu adam Kamil Solo. ISBN 978-602-6247-11-7.



  • Siswanto, Anton (2013).
    Passion to Your Words – Boys edition. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia. ISBN 978-602-8073-98-1.





Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Lut

Posted by: gamadelic.com