Apa Nama Ibukota Sumatera Utara

Sumatra Lor

Sumatera Lor

Area

Sumut
Transkripsi bahasa wilayah
 • Surat Batak ᯘᯮᯔᯖ᯲ᯒ ᯥᯖᯒ
 • Abc Jawi سوماترا اوتارا

Dari atas ke bawah, kiri ke kanan: Tasik Toba, Istana Maimun Gelanggang, Gereja Velangkanni Gelanggang, Ruma Bolon dan Tortor di Pulau Samosir, Candi Bahal, Hombo Provokasi Nias, dan Bukit Sinabung.

Bendera Sumatra Utara

Lambang resmi Sumatra Utara

Motto:

Tekun berkarya, hidup sejahtera, mulia berbudaya

Peta

Negara
Indonesia
Sumber akar hukum cara UU No. 10 Tahun 1948
UU No. 24 Waktu 1956
Perian jadi 15 April 1948
Ibu kota Daerah tingkat Medan
Kota besar lainnya

Daftar

  • Pematang Siantar
    Binjai
    Tebing Tinggi
    Padangsidimpuan
    Ancol Balai
    Sibolga
    Gunungsitoli
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kabupaten: 25
  • Kota: 8
  • Kecamatan: 456
  • Kelurahan: 694
  • Desa: 5.418
Tadbir
 • Gubernur Edy Rahmayadi
 • Wakil Gubernur Musa Rajekshah
 • Sekretaris Daerah Arief Sudarto Trinugroho
 • Ketua DPRD Baskami Ginting
Luas
 • Total 72.981,23 km2
(28,178,21 sq misoa)
Populasi

(30 Juni 2022)[1]

 • Total 15.305.230
 • Peringkat 4
 • Konsistensi 210/km2
(500/sq mihun)
Demografi
 • Agama Islam 63,36%
Kristen 33,99%
— Protestan 26,66%
— Katolik 7,33%
Buddha 2,43%
Konghucu 0,11%
Hindu 0,10%
Ugamo Malim 0,01%[2]
 • Bahasa

Daftar

  • Indonesia (resmi)
    Batak (dominan)
    —Batak Angkola
    —Batak Karo

    —Batak Mandailing
    —Batak Pakpak
    —Batak Simalungun
    —Batak Toba
    Jawa
    Melayu
    —Jawi Baba
    —Melayu Deli
    Nias
    Minangkabau
    Aceh
    Arab
    Hakka
    Hokkien
    —Hokkien Kancah
    Tamil
    Tionghoa
 • IPM Kenaikan
72,00 (2021)
pangkat
[3]
Zona musim UTC+07:00 (WIB)
Kode pos

20xxx-22xxx

Kode kawasan telepon

Daftar

  • 061 — Daerah tingkat Medan — Ii kabupaten Binjai — Stabat (Kabupaten Langkat) — Lubuk Pakam (Kabupaten Deli Serdang) — Perbaungan – Pantai Lengkap (Kabupaten Serdang Bedagai)
  • 0620 — Pelabuhan Brandan (Kabupaten Langkat)
  • 0621 — Kota Tebing Tinggi — Sei Rampah (Kabupaten Serdang Bedagai)
  • 0622 — Kota Pematangsiantar — Landasan Raya (Kabupaten Simalungun) — Limapuluh (Kabupaten Batu Bara)
  • 0623 — Kisaran (Kabupaten Asahan) — Ii kabupaten Tanjung Balairung
  • 0624 — Pantai Prapat (Kabupaten Labuhanbatu) — Aek Kanopan (Kabupaten Labuhanbatu Utara) — Kota Jambe (Kabupaten Labuhanbatu Kidul)
  • 0625 — Parapat (Kabupaten Simalungun) — Ajibata (Kabupaten Toba Samosir) — Simanindo (Kabupaten Samosir)
  • 0626 — Pangururan (Kabupaten Samosir)
  • 0627 — Sidikalang (Kabupaten Dairi) — Salak (Kabupaten Pakpak Bharat)
  • 0628 — Kabanjahe (Kabupaten Karo) — Sibolangit (Kabupaten Deli Serdang)
  • 0630 — Teluk Privat (Kabupaten Nias Selatan)
  • 0631 — Kota Sibolga — Pandan (Kabupaten Tapanuli Tengah)
  • 0632 — Balige (Kabupaten Toba Samosir)
  • 0633 — Tarutung (Kabupaten Tapanuli Lor) — Dolok Sanggul (Kabupaten Humbang Hasundutan)
  • 0634 — Kota Padang Sidempuan — Sipirok (Kabupaten Tapanuli Selatan)
  • 0635 — Gunung Tua (Kabupaten Padang Lawas Lor)
  • 0636 — Panyabungan (Kabupaten Mandailing Natal) — Sibuhuan (Kabupaten Padang Lawas)
  • 0639 — Kota Dolok Sitoli
Kode ISO 3166 ID-SU
Kode Kemendagri 12

Edit the value on Wikidata
APBD Rp 13.880.970.638.142,-
(2020[4])
PAD Rp 5.967.650.671.842,- (2020)
DAU Rp 2.545.202.693.000,- (2021)[5]
DAK Rp 4.449.135.664.000,- (2021)[5]
Lagu daerah
  • “Kijom” (Angkola)
  • “Famili Taksi” (Karo)
  • “Ketabo” (Mandailing)
  • “Selayang Pandang” (Melayu)
  • “Maena” (Nias)
  • “Tirismo” (Pakpak)
  • “Pos Ni Uhur” (Simalungun)
  • “Mumpat Taluktuk” (Toba)
Kondominium adat
  • Ruma Bolon
  • Omo hada dan omo sebua
  • Siwaluh jabu
  • Bagas godang
  • Pamatang Purba
  • Jerro
  • Rumah resan Melayu Deli
Senjata tradisional Piso
Flora legal Kenanga
Hewan resmi Tiung nias
Situs web sumutprov.go.id

Sumatra Utara
atau
Sumatera Utara
(disingkat
Sumut) ialah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian Utara pulau Sumatra. Provinsi ini beremak ii kabupaten di Kota Medan, dengan luas wilayah 72.981,23 km2. Sumatra Lor merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Indonesia, setelah negeri Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dan terbanyak di pulau Sumatra. Lega 30 Juni 2022 warga Sumatra Utara berjumlah 15.305.230 jiwa, dengan kepejalan penduduk 210 spirit/km2.[1]

Ki kenangan

Sreg zaman tadbir Belanda, Sumatra Utara yakni suatu tadbir yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah membentangi seluruh pulau Sumatra, dipimpin maka itu seorang Gubernur yang berkedudukan di Kota Medan. Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Provinsi (KND), Distrik Sumatra kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatra Utara, Sumatra Perdua, dan Sumatra Selatan. Daerah Sumatra Paksina sendiri ialah pemberkasan terbit tiga daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatra Timur, dan Keresidenan Tapanuli.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatra dibagi menjadi tiga wilayah yang masing-masing berhak mengatur dan ikutikutan rumah tangganya sendiri yaitu: Kewedanan Sumatra Utara, Provinsi Sumatra Tengah, dan Provinsi Sumatra Kidul. Tanggal 15 April 1948 selanjutnya ditetapkan sebagai hari lahir Distrik Sumatra Lor.

Pada awal hari 1949, dilakukan pula reorganisasi tadbir di Sumatra. Dengan Keputusan Pemerintah Darurat R.I. Nomor 22/Pem/PDRI plong tanggal 17 Mei 1949, jabatan Gubernur Sumatra Utara ditiadakan. Lebih jauh dengan Keabadian Pemerintah Darurat R.I. pada tanggal 17 Desember 1949, dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatra Timur. Kemudian, dengan Kanun Pemerintah Pengubah Undang-Undang No. 5 Tahun 1950 puas copot 14 Agustus 1950, keabadian tersebut dicabut dan dibentuk pula Wilayah Sumatra Utara.

Dengan Undang-Undang R.I. No. 24 Tahun 1956 nan diundangkan puas terlepas 7 Desember 1956, dibentuk Provinsi Otonom Provinsi Aceh, sehingga kewedanan Provinsi Sumatra Paksina sebagian menjadi wilayah Provinsi Aceh.[6]

Geografi

Negeri Sumatra Utara terletak pada 1° – 4° Lintang Lor dan 98° – 100° Bujur Timur, Luas daratan Area Sumatra Lor 72.981,23 km².

Sumatra Lor pada dasarnya dapat dibagi atas:

  • Pesisir Timur
  • Pegunungan Ancala Barisan
  • Pesisir Barat
  • Kepulauan Nias

Tepi laut timur yakni area di n domestik provinsi nan paling pesat perkembangannya karena persyaratan infrastruktur yang relatif lebih arketipe daripada wilayah lainnya. Provinsi pesisir timur juga yaitu kewedanan nan nisbi padat konsentrasi penduduknya dibandingkan negeri lainnya. Pada musim kolonial Hindia Belanda, provinsi ini tercantum
residentie Sumatra’s Oostkust
bersama wilayah Riau.

Di provinsi tengah daerah berjajar Pegunungan Gunung Barisan. Di pegunungan ini terdapat beberapa area yang menjadi kocek-kantong konsentrasi penduduk. Daerah di seputar Situ Toba dan Pulau Samosir, merupakan daerah padat penduduk yang menautkan hidupnya kepada tasik ini.

Tepi laut barat merupakan wilayah yang cukup sempit, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari publik Batak, Minangkabau, dan Aceh. Belaka secara kultur dan etnolinguistik, daerah ini masuk ke dalam budaya dan Bahasa Minangkabau.[7]

Batas wilayah

Adapun takat wilayah negeri Sumatra Paksina ialah;

Terdapat 419 pulau di propisi Sumatra Paksina. Pulau-pulau terluar yaitu pulau Simuk (kepulauan Nias), dan pulau Berhala di selat Sumatra (Malaka). Kepulauan Nias terdiri dari pulau Nias seumpama pulau utama dan pulau-pulau boncel lain di sekitarnya. Kepulauan Nias terletak di lepas pantai pesisir barat di Osean Hindia. Pusat pemerintahan terletak di Gunung Sitoli.

Gugusan pulau Batu terdiri pecah 51 pulau dengan 4 pulau besar: Sibuasi, Pini, Tanahbala, Tanahmasa. Rahasia pemerintahan di Pulautelo di pulau Sibuasi. Kepulauan Provokasi terletak di tenggara kepulauan Nias. Pulau-pulau lain di Sumatra Utara: Imanna, Pasu, Bawa, Hamutaia, Batumakalele, Lego, Perian, Bau, Simaleh, Makole, Jake, dan Sigata, Wunga.

Di Sumatra Lor saat ini terwalak dua ujana nasional, yakni Taman nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Mayat Gadis. Menurut Keputusan Menteri Kehutanan, Nomor 44 Tahun 2005, luas wana di Sumatra Utara saat ini 3.742.120 hektare (ha). Yang terdiri dari Negeri Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Umbul-umbul seluas 477.070 ha, Hutan Lindung 1.297.330 ha, Hutan Produksi Terbatas 879.270 ha, Hutan Produksi Tunak 1.035.690 ha dan Hutan Produksi nan dapat dikonversi seluas 52.760 ha.

Namun skor ini sifatnya secara
de jure
saja. Sebab secara
de facto, hutan nan cak semau lain seluas itu lagi. Terjadi banyak kerusakan akibat perambahan dan pembalakan terlarang. Sejauh ini, sudah 206.000 ha lebih pangan di Sumut telah mengalami peralihan fungsi. Telah berubah menjadi kapling perkebunan, transmigrasi. Dari luas tersebut, sebanyak 163.000 ha bakal areal perkebunan dan 42.900 ha bagi areal transmigrasi.

Iklim

Daerah ini beriklim tropis. Plong wulan Mei hingga September, curah hujan ringan. Sedangkan Oktober hingga April, curah hujan nisbi lebat akibat kebulatan hati udara nan lempem.

Ketatanegaraan dan pemerintahan

Ki akal pemerintahan Sumatra Utara terdapat di kota Kancah. Sebelumnya, Sumatra Lor tersurat ke dalam Provinsi Sumatra sesaat Indonesia merdeka puas tahun 1945. Tahun 1950, Provinsi Sumatra Utara dibentuk yang menutupi lepasan karesidenan Sumatra Timur, Tapanuli, dan Aceh. Periode 1956, Aceh merembukkan diri menjadi Daerah Spesifik Aceh.

Sumatra Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota (dahulu kotamadya), 325 kecamatan, dan 5.456 kelurahan alias desa.

Gubernur

Gubernur Sumatra Utara bertanggungjawab atas negeri area Sumatra Utara. Momen ini, gubernur atau kepala daerah nan menjabat di kawasan Sumatra Utara ialah Edy Rahmayadi, dengan konsul gubernur Musa Rajekshah. Mereka berjaya plong Pemilihan awam Gubernur Sumatra Lor 2022. Edy Rahmayadi merupakan gubernur Sumatra Utara ke-16, sejak daerah ini dibentuk. Edy dan Musa dilantik oleh presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada 5 September 2022, bakal musim jabatan 2022-2023.[8]

No. Potret Gubernur Mulai menjabat Akhir menjabat Potret Wakil Gubernur Tahun Pustaka
16 Governor of North Sumatra Edy Rahmayadi.jpeg Edy Rahmayadi 5 September 2022 Petahana Musa Rajekshah, Wakil Gubernur Sumatra Utara.jpg Musa Rajekshah 19


(2018)
[8]

Dewan Agen

DPRD Sumut beranggotakan 100 anak adam yang dipilih melalui pemilihan publik setiap lima tahun sekali. Didikan DPRD Sumut terdiri pecah 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berbunga dari partai politik empunya jumlah kedudukan dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sumut yang menengah menjabat waktu ini adalah hasil Pemilu 2022 yang dilantik pada 16 September 2022 oleh Ketua Majelis hukum Janjang Tempat, Cicut Setyarso, di Gedung Paripurna DPRD Area Sumatera Lor.[9]
Komposisi anggota DPRD Sumut waktu 2022-2024 terdiri dari 11 puak politik di mana PDI Pertampikan adalah partai politik empunya kursi terbanyak adalah 19 takhta disusul oleh Gerindra dan Golkar nan masing-masing meraih 15 kursi. Berikut ini yaitu tata letak anggota DPRD Sumatera Utara n domestik dua periode terakhir.[10]
[11]

Partai Garis haluan Total Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 3 Penurunan
2
Gerindra 13 Kenaikan
15
PDI-P 16 Kenaikan
19
Golkar 17 Penurunan
15
NasDem 5 Kenaikan
12
PKS 9 Kenaikan
11
Perindo

(baru)


1
PPP 4 Penurunan
2
PAN 6 Kenaikan
8
Hanura 10 Penurunan
6
Demokrat 14 Penurunan
9
PKPI 3 Penurunan
0
Besaran Anggota 100
Steady

100
Jumlah Organisasi politik 11
Steady

11

Pemekaran wilayah

Dengan dimekarkannya pun Kabupaten Tapanuli Kidul, maka provinsi ini memiliki kabupaten mentah, yaitu Kabupaten Padang Lawas yang beribu kota di Sibuhuan dengan dasar hukum UURI No. 38/2007 dan Kabupaten Padang Lawas Utara yang beremak kota di Gunung Tua dengan pangkal syariat UURI No. 37/2007.[12]
[13]

Daftar kabupaten dan kota di Sumatra Lor

Provinsi Sumatra Utara dibagi menjadi beberapa daerah administrasi, yakni 8 kota dan 25 kabupaten, ibu daerah tingkat provinsi berada di Ii kabupaten Medan.

Demografi

Warga

Sumatra Utara adalah wilayah keempat terbesar jumlah penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurut hasil enumerasi komplet Sensus Pemukim (SP) 1990, pemukim Sumatra Paksina berjumlah 10,81 juta jiwa, dan pada tahun 2022 jumlah penduduk Sumatra Paksina mutakadim meningkat menjadi 12,98 juta jiwa. Kepadatan warga Sumatra Paksina pada perian 1990 adalah 143 jiwa per km² dan pada periode 2022 meningkat menjadi 178 jiwa per km². Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk dari tahun 2000-2010 sebesar 1,10 persen. Sensus penduduk masa 2022, penduduk Sumatra Paksina bertambah menjadi 13.937.797 nasib, dengan kepadatan penduduk 191 hidup/km², dan masing-masing 30 Juni 2022 berjumlah 15.305.230 atma.[1]

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatra Paksina setiap tahunnya tak setia. Plong tahun 2000 TPAK di daerah ini sebesar 57,34 persen, masa 2001 naik menjadi 57,70 persen, periode 2002 naik lagi menjadi 69,45 tip.

Kaki nasion

Rumah Bolon (Jabu Bolon), rumah adat tungkai Bata Toba

Sumatra Paksina yaitu kewedanan multietnis dengan Batak, Nias, Siladang,[14]
Melayu laksana penduduk asli provinsi ini. Daerah tepi laut timur Sumatra Lor, pada rata-rata dihuni makanya orang-orang Melayu. Rantau barat semenjak Barus hingga Natal, banyak beralamat orang Minangkabau. Wilayah paruh sekitar Haud Toba, banyak dihuni oleh Suku Batak nan sebagian besarnya beragama Kristen. Suku Nias produktif di kepulauan sisi barat. Sejak dibukanya perkebunan tembakau di Sumatra Timur, pemerintah kolonial Hindia Belanda banyak mendatangkan kuli carter yang dipekerjakan di perkebunan. Musafir tersebut kebanyakan berasal berasal kedaerahan Jawa dan Tionghoa. Di pesisir rantau timur seperti Langkat dan Deli Serdang terwalak etnis Baris yang sudah ada sejak abad ke-19. Ada juga etnis India (terutama Tamil) dan Arab yang beradu hayat di Sumatra Lor.

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2022 dari 12.930.319 arwah pemukim yang tercatat, mayoritas pemukim Sumatra Paksina adalah orang Batak yakni 44,75%, telah termasuk semua sub suku Batak, yakni Batak Toba, Karo, Angkola, Simalungun, Mandailing, dan Pakpak. Kemudian Jawa, Nias, Melayu, Tionghoa, Minang, Aceh, Banjar, India, dan lain-lain.[15]

Berikut ini komposisi etnis atau suku bangsa di kawasan Sumatra Utara:[15]

No Suku Besaran 2022 %
1 Batak 5.785.716 44,75%
2 Jawa 4.309.719 32,41%
3 Nias 911.820 7,05%
4 Jawi 771.668 5,97%
5 Tionghoa 420.320 3,63%
6 Minangkabau 333.241 2,58%
7 Aceh 133.439 1,03%
8 Deret 125.707 0,77%
9 India 66.640 0,56%
10 Sunda 35.500 0,27%
11 Penghuni Negara Asing 29.676 0,23%
12 Papua 11.254 0,09%
13 Kaki Lainnya 85.619 0,66%
Sumatra Lor 12.930.319 100%

Pusat penyebaran suku-suku di Sumatra Utara, sebagai berikut:

  1. Tungkai Batak Angkola: Kabupaten Tapanuli Kidul, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Labuhanbatu, dan Kota Padangsidimpuan
  2. Kaki Batak Mandailing: Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, dan Labuhanbatu
  3. Tungkai Batak Simalungun: Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar, Kota Tebing Tinggi
  4. Suku Batak Toba: Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Dairi, Simalungun, Tapanuli Tengah, Kota Medan, Kota Sibolga, Kota Dok Siantar, dan Asahan
  5. Suku Batak Pakpak: Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Tapanuli Paruh, dan Pakpak Barat
  6. Suku Karo: Kabupaten Karo, Deli Serdang, Dairi, Langkat (fragmen hulu), Kota Arena, Kota Binjai
  7. Suku Jawi: Pesisir Timur, terutama di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Labuhanbatu, dan Kota Medan
  8. Suku Nias: Pulau Nias, Kota Sibolga, Pesisir Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan
  9. Suku Pesisir: Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga
  10. Kaki Minangkabau: Kota Kancah, Kabupaten Asahan, Pesisir Barat
  11. Tungkai Jejer: Kabupaten Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai
  12. Suku Aceh: Kota Arena, Kota Binjai, Kabupaten Langkat
  13. Kaki Jawa: Pesisir Timur
  14. Tungkai Tionghoa: Perkotaan Pantai Timur & Barat.
  15. Suku Arab: Kota Wadah
  16. Suku India: Kota Medan, Ii kabupaten Binjai, Kota Sibolga, Kota Pematangsiantar, dan Kota Tanjungbalai
  17. Tungkai Siladang: Jabal Torsihite, Mandailing Natal.

Bahasa

Pada galibnya, bahasa yang dipergunakan secara luas adalah bahasa Indonesia. Suku Melayu Deli mayoritas menuturkan Bahasa Indonesia karena kedekatannya dengan bahasa Jawi nan menjadi bahasa ibu masyarakat Deli. Pesisir timur sama dengan area Serdang Bedagai, Pangkalan Dodek, Batubara, Asahan, dan Semenanjung Balai, memakai Bahasa Melayu dialek “o” begitu juga di Labuhan Batu dengan terbatas perbedaan ragam. Bahasa Jawi Asahan memiliki ciri khas yaitu pengucapan huruf R nan berbeda ketimbang Bahasa Jawi Deli contoh kata “cari” dibaca “caghi” dan kereta dibaca “kegheto”. Di Kabupaten Langkat masih menunggangi bahasa Melayu dialek “e” nan cangap juga disebut Bahasa Mujarad-tanwujud. Mayarakat Jawa di area perkebunan, menuturkan Bahasa Jawa sebagai pengantar sehari-hari.

Di Medan, makhluk Tionghoa lazim menuturkan bahasa Hokkian selain bahasa Indonesia. Basyar India menuturkan bahasa Tamil dan bahasa Punjab disamping bahasa Indonesia. Di pegunungan, publik Batak menuturkan Bahasa Batak nan terbagi kerumahtanggaan dua keramaian, yaitu Rumpun bahasa Batak utara dan selatan yang dituturkan oleh tiap-tiap kedaerahan. Rumpun Selatan terdiri dari Bahasa Batak Toba, Angkola, Mandailing, dan Simalungun, menengah Rumpun Paksina terdiri dari Bahasa Karo dan Bahasa Pakpak. Bahasa Nias dituturkan di Kepulauan Nias makanya tungkai Nias. Sementara itu individu-turunan di pesisir barat, sama dengan Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Natal menggunakan bahasa Pesisir.

Agama

Berdasarkan data Fisik Pusat Perangkaan kewedanan Sumatra Paksina masa 2022, mayoritas penduduk Sumatra Utara menganut agama Islam yaitu 63,36%, kemudian Kristen 33,99% dimana Protestan 26,66% dan Katolik 7,33%. Kemudian Budha 2,43 %, Konghucu 0,11%, Hindu 0,10 % dan Parmalim 0,01%.[2]
Sementara untuk ki alat apartemen ibadah, terdapat 12.499 Basilika Protestan, 10.738 Masjid, 4.822 Mushola, 2.488 Dom Katolik, 393 Vihara, 99 Klenteng dan 84 Pura.[2]

Agama utama di Sumatra Utara beralaskan etnis merupakan:

  • Islam: terutama dipeluk maka itu tungkai Jawi, Pesisir, Minangkabau, Jawa, Aceh, Arab, Mandailing, Angkola, sebagian Karo, Simalungun, Batak Rantau dan Pakpak
  • Kristen (Protestan dan Katolik): terutama dipeluk oleh kaki Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Nias dan sebagian Batak Angkola, Tionghoa.
  • Hindu: terutama dipeluk oleh tungkai Tamil di perkotaan
  • Buddha: terutama dipeluk oleh kaki Peranakan di perkotaan
  • Konghucu: terutama dipeluk oleh tungkai Peranakan di perkotaan
  • Parmalim: pembantu safi suku Batak Toba, sebelum ajaran agama Kristen berkembang. Penganut Parmalim banyak berkampung di kecamatan Uluan, kecamatan Lumban Julu, kecamatan Ajibata, dan kecamatan Bonatua Lunasi di kabupaten Toba.[1]

Pendidikan

Dari total APBD 2006 yang berjumlah Rp 2.204.084.729.000, cak bagi pendidikan sebesar Rp 139.744.257.000, terdaftar privat pos ini rekapitulasi untuk bidang kultur. Besaran total keguguran petatar yang ikut Ujian Kebangsaan puas waktu 2005 mencapai 87,65 persen atau 335.342 siswa dari 382.587 petatar tingkat SMP/SMA/SMK sejajar peserta UN . Sedangkan 12,35 persen siswa yang enggak penyap itu berjumlah 47.245 siswa.

Kesegaran

  • Secara umum, angka penemuan kasus baru tuberkulosis (TBC) di Sumatra Utara mengalami eskalasi. Lega waktu 2005 kasus TBC diperkirakan berkisar 160/100.000 penduduk. Jika jumlah penduduk Sumatra Utara tercatat 12 miliun spirit, maka penderita TBC di area ini sebanyak 19.000.
  • Total penderita HIV/AIDS di Sumatra Utara sebatas Oktober 2005 termuat 301 insan, yakni 26 basyar asing dan 276 warga negara Indonesia. Sementara total korban nan HIV/AIDS nan meninggal mayapada setakat Agustus 2005 berjumlah 34 insan.

Tenaga kerja

  • Angkatan Kerja.
    Lega tahun 2002 barisan kerja di Sumut mencapai 5.276.102 anak adam. Jumlah itu naik 4,72% dari periode sebelumnya. Kondisi angkatan kerja itu juga diikuti dengan naiknya orang yang mengejar karier. Total pencari kerja pada 2002 mencapai 355.467 sosok. Mengalami kenaikan 57,82% bersumber tahun sebelumnya.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Jumlah TPT di Sumut naik berbunga 4,47% plong 2001 menjadi 6,74% pada 2002. TPT terala terjadi di Kota Medan mencapai 13,28%, diikuti Kota Sibolga (11,71%), Kabupaten Langkat (11,06%), dan Kodya Rubing Tingkatan (10,91%).
  • Angkatan Kerja.
    Warga yang tergolong angkatan kerja berjumlah 5,1 miliun jiwa. Selingkung 34% berstatus laksana pembesar, bekerja sendiri (20%), dan praktisi tanggungan (23%). Skala kampanye tergambar pada komposisi yang didominasi oleh usaha mungil sekeliling 99,8% dan cuma sekitar 0,2% nan tergolong usaha samudra.
  • Pendidikan Praktisi.
    Tingkat pendidikan sebagian lautan tenaga kerja. Pekerja nan beradat tidak tamat sekolah dasar (SD) atau sampai tamat SD sampai ke 48,96%. Tamatan sekolah lanjutan tingkat mula-mula (SLTP) mencapai 23%. Sedangkan eks sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) mencapai 24,08%. Tentatif itu, lulusan perguruan tinggi cuma 3,95%.

Perekonomian

Energi

Sumatra Lor berlimpah akan sendang daya duaja berupa gas tunggul di daerah Tandam, Binjai dan petrol di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat yang sudah lalu dieksplorasi sejak zaman Hindia Belanda.

Selain itu di Mulut sungai Tanjung, Kabupaten Batu Bara juga terdapat PT Inalum nan bergerak di parasan penambangan bijih dan peleburan aluminium nan yakni satu-satunya di Asia Tenggara.

Sungai-sungai nan berhulu di pegunungan sekitar Situ Toba juga merupakan sumber gerendel alam nan cukup berpotensi bakal dieksploitasi menjadi sendang kunci pembangkit elektrik tenaga air. PLTA Asahan yang ialah PLTA terbesar di Sumatra terwalak di Kabupaten Toba Samosir.

Selain itu, di kawasan pegunungan terletak banyak sekali bintik-titik seksi geotermal yang sangat berpotensi dikembangkan sebagai sendang energi panas maupun uap yang lebih lanjut bisa ditransformasikan menjadi energi listrik.

Pertanian dan perkebunan

Area perkebunan di desa Ambarita, Simanindo, Pulau Samosir.

Negeri ini tenar karena luas perkebunannya, hingga saat ini, perkebunan tunak menjadi primadona perekonomian provinsi. Pertanian tersebut dikelola maka dari itu perusahaan swasta atau negara. BUMN Persawahan yang arealnya terdapat di Sumatra Utara, antara tidak PT Pertanaman Nusantara II (PTPN II), PTPN III dan PTPN IV.

Selain itu Sumatra Utara juga naik daun karena luas perkebunannya. Sampai kini, perladangan tetap menjadi primadona perekonomian provinsi. Perkebunan tersebut dikelola oleh firma swasta maupun negara. Sumatra Utara menghasilkan karet, coklat, teh, kelapa sawit, tindasan, cengkih, kelapa, kayu manis, dan sugi. Perkebunan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Tapanuli Selatan.

  • Luas perkebunan padi. Plong musim 2005 luas areal panen tinggal 807.302 hektare, maupun drop selingkung 16.906 hektare dibanding luas tahun 2004 yang menyentuh 824.208 hektare. Daya produksi pokok kayu gabah waktu 2005 sudah bisa ditingkatkan menjadi berkisar 43,49 kwintal perhektar dari periode 2004 yang masih 43,13 kwintal per hektare, dan tanaman pari ladang menjadi 26,26 kwintal dari 24,73 kwintal masing-masing hektare. Tahun 2005, surplus beras di Sumatra Utara mengaras 429 ton dari seputar 2.1.27 juta ton total produksi beras di daerah ini.
  • Luas perkebunan karet. Tahun 2002 luas areal tumbuhan karet di Sumut 489.491 hektare dengan produksi 443.743 ton. Sementara musim 2005, luas areal tiras menurun atau tinggal 477.000 hektare dengan produksi yang juga jatuh menjadi belaka 392.000 ton.
  • Pengairan. Luas irigasi teknis seluruhnya di Sumatra Utara seluas 132.254 ha menutupi 174 Area Irigasi. Sebanyak 96.823 ha pada 7 Area Irigasi mengalami fasad terlampau reseptif.
  • Barang Pertanian. Sumatra Utara menghasilkan karet, cokelat, teh, kelapa sawit, kopi, cengkih, kelapa, kayu manis, dan tembakau. Persawahan tersebut tersebar di Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, dan Tapanuli Selatan. Produk tersebut telah diekspor ke beraneka rupa negara dan mengasihkan sumbangan devisa yang sangat besar bakal Indonesia. Selain komoditas pertanian, Sumatra Utara juga dikenal sebagai penyusun barang holtikultura (sayur-mayur dan biji kemaluan-buahan); misalnya Sitrus Medan, Jambu Deli, Sayur Kol, Tomat, Ubi benggala, dan Wortel yang dihasilkan oleh Kabupaten Karo, Simalungun dan Tapanuli Lor. Produk holtikultura tersebut telah diekspor ke Malaysia dan Singapura.

Perbankan

Selain bank masyarakat nasional, bank pemerintah serta bank jagat, saat ini di Sumut terdapat 61 unit Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan 7 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Data dari Bank Indonesia menunjukkan, sreg Januari 2006, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang diserap BPR mencapai Rp 253.366.627.000 dan poin mencapai Rp 260.152.445.000. Padahal aktiva mencapai Rp 340.880.837.000.

Sarana dan prasarana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara pula sudah membangun berbagai prasarana dan infrastruktur buat memperlancar perdagangan baik antar kabupaten ataupun antar kewedanan. Sektor swasta juga terlibat dengan mendirikan berbagai ragam milik kerjakan perdagangan, perkantoran, hotel dan lain-tidak. Tentu saja sektor lain, seperti koperasi, pertambangan dan energi, industri, pelancongan, pos dan telekomunikasi, transmigrasi, dan sektor sosial kemasyarakatan sekali lagi turut dikembangkan. Lakukan melicinkan koordinasi pembangunan, maka Sumatra Utara dibagi ke dalam catur wilayah pembangunan.

Pertambangan

Terserah tiga perusahaan tambang terkemuka di Sumatra Utara:

  • Agincourt Resources Martabe
  • Sorikmas Mining (SMM)
  • Dairi Prima Mineral (DPM)

Transportasi

Di Sumatra Paksina terdapat 2.098,05 kilometer jalan negara, yang tergolong mantap belaka 1.095,70 kilometer atau 52,22 persen dan 418,60 kilometer atau 19,95 uang jasa dalam kejadian madya, selebihnya kerumahtanggaan keadaan rusak. Temporer dari 2.752,41 kilometer urut-urutan negeri, nan internal keadaan mantap panjangnya 1.237,60 kilometer atau 44,96 uang jasa, sementara yang privat peristiwa menengah 558,46 kilometer ataupun 20,29 persen. Halnya perkembangan rusak panjangnya 410,40 kilometer atau 14,91 persen dan yang kemungkus rumit panjangnya 545,95 kilometer atau 19,84 uang jasa.

Berbunga sisi ki alat, terletak bertambah 1,38 juta wahana roda dua dan empat di Sumatra Paksina. Dari besaran itu, sebanyak 873 mili lebih berada di Kota Medan. Provinsi Sumatra Utara mutakadim terhubung dengan tiga jalan tol yang merupakan penggalan dari proyek tol Trans-Sumatra yaitu, jalan tol Medan-Tebing Tinggi nan mengikat negeri Mebidangro, kabupaten di pantai timur dan bandara alam semesta Kualanamu dan direncanakan menggerutu ke provinsi Riau, jalan tol Belawan-Tanjung Morawa nan menyambat ke pusat kota Medan dan jalan tol Medan-Binjai yang direncanakan mencantumkan antara Sumatra Utara dan negeri Aceh.

Di Sumatra Paksina, terletak 7 bandar udara,[16]
yang terdiri berusul 2 lapangan terbang berstatus internasional dan 5 bandara domestik, seperti berikut ini:

  1. Bom Udara Internasional Kualanamu
  2. Lapangan terbang Antarbangsa Silangit
  3. Pelabuhan udara Dr. Ferdinand Lumban Tobing
  4. Lapangan terbang Aek Godang
  5. Bandar Awan Binaka
  6. Bandar udara Lasondre
  7. Bandar Mega Sibisa

Perkeretaapian di Sumatra Utara dioperasikan oleh PT Sepur Indonesia Divisi Regional I Sumatra Utara. Jalur yang dilayani menutupi rute Medan–Siantar, Arena–Rantau Prapat, Medan–Tanjungbalai, Tempat–Belawan dan Medan–Binjai. Sagur-jalur ini sangat yakni eks kempang rel Deli Spoorweg Maatschappij yang lalu digunakan untuk pengangkutan komoditas perkebunan.[17]
Dalam bagan mewujudkan hubungan Trans-Sumatra via kereta api, dibutuhkan 30 triliun euro lakukan membangun kempang kereta api lintas tengah Sumatra sebagai bagian dari proyek kolek kereta api Trans-Sumatra yang akan mengikat Aceh, Padang, Palembang, hingga Lampung.[18]


Ekspor & impor

Prestasi ekspor Sumatra Lor berorientasi meningkat terbit tahun ke perian. Pada tahun 2004 terjadwal perolehan devisa sampai ke US$4,24 miliar atau menaiki 57,72% terbit musim sebelumnya dari sektor ini.

Ekspor sahifah dari Sumatra Paksina mencapai rekor terala 46.290 ton dengan negara tujuan ekspor utama Jepang selama lima tahun terakhir. Ekspor kopi Sumut juga tercatat sebagai 10 besar produk ekspor tertinggi dengan skor US$3,25 juta alias 47.200,8 ton musim Januari hingga Oktober 2005.

Dari sektor garmen, ekspor garmen cenderung anjlok puas Januari 2006. Hasil industri khusus rok makara merosot 42,59 persen pecah US$ 1.066.124 pada tahun 2005, menjadi US$ 2.053 sreg masa 2006 lega bulan yang sederajat.

Kinerja perkulakan beberapa hasil industri menunjukkan penurunan. Yakni furniture terban 22,83 persen dari US$ 558.363 (2005) menjadi US$ 202.630 (2006), plywood turun 24,07 persen berpunca US$ 19.771 menjadi US$ 8.237, misteric acid turun 27,89 persen yakni terbit US$ 115.362 menjadi US$ 291.201, stearic acid anjlok 27,04 komisi dari US$ 792.910 menjadi US$ 308.020, dan sabun cair noodles terban 26 persen dari AS.689.025 menjadi US$ 248.053.

Kinerja ekspor impor hasil pertanian juga mengalami penerjunan yakni minyak asiri terban 18 tip dari US$ 162.234 menjadi US$ 773.023, hasil laut/udang rebon, minyak kelapa dan arsip robusta lagi mengalami penurunan cukup drastis hingga mencapai 97 tip. Bilang barang yang mengalami pertambahan (skor di atas US$ Miliun) adalah biji kakao, hortikultura, kopi arabica, CPO, cemping bendera, hasil laut (non benur). Untuk hasil industri yakni moulding, ban media dan sarung tangan karet.

APBD

Puas tahun 2006 ditargetkan Rp2,087 triliun. Angka tersebut diperoleh bermula Pendapatan Suci Daerah (PAD) Rp1,354 triliun, dana nisbah Rp723,65 miliar, dan Lain-lain. Pendapatan yang resmi sebesar Rp23,915 miliar. Khusus sektor PAD terdiri dari pajak daerah Rp 1,270 triliun, retribusi daerah Rp 10,431 miliar, laba BUMD sebesar Rp 48,075 miliar, dan enggak-lain pendapatan Rp 25,963 miliar. Perolehan berusul dana perimbangan menghampari Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Fiskal sebesar Rp 183,935 miliar dan Dana Alokasi Publik Rp 539,718 miliar. Sedangkan perolehan dari Lain-lain Pendapatan nan Sah diperoleh berpunca Iuran Jasa Air Rp 8,917 miliar.

Seni dan budaya

Musik

Gendang Pakpung, digunakan dalam Tari Serampang Dua Belas, tunggal Melayu. Gendang ini pelecok satu koleksi di Museum Deli Serdang.

Nada yang stereotip dimainkan cenderung tersidai dengan seremoni-seremoni adat nan diadakan, sahaja bertambah dominan dengan genderangnya. Begitu juga lega Etnis Pesisir terdapat serangkaian alat irama yang dinamakan Sikambang.

Suku Batak Toba, Pakpak dan Simalungun mempunyai alat musik yang disebut Gondang yang normal dibunyikan momen seremoni aturan kerumahtanggaan pernikahan, kematian, dan bukan sebagainya. Sementara Suku Batak Mandailing dan Angkola mempunyai instrumen musik yang mirip dengan gondang yakni Gordang Sampingan. Suku Jawi di Pesisir Timur punya peranti musik yang seperti Tungkai Jawi pada umumnya seperti Akordeon, gendang Melayu dan Biola. Provisional di Tanah Karo terdapat alat musik Kulcapi dan Gendang yang normal digunakan untuk mengiringi tari Landek maupun Guro Guro Aron.

Arsitektur

Privat rataan seni rupa nan menonjol adalah arsitektur rumah aturan yang yaitu perpaduan mulai sejak hasil seni pahat dan seni ukir serta hasil seni kerajinan. Arsitektur kondominium adat terletak dalam bermacam-macam buram ornamen.Pada lazimnya bentuk bangunan kondominium sifat plong kelompok aturan batak melambangkan “kerbau berdiri remang”. Hal ini kian jelas pun dengan menghias pucuk atap dengan pemimpin kerbau.

Rumah adat etnis Batak, Ruma Bolon, berdiri konsisten dan meriah serta masih banyak ditemui di Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan. Rumah adat Karo kelihatan segara dan bertambah jenjang dibandingkan dengan flat adat lainnya. Atapnya terbuat dari ijuk dan biasanya ditambah dengan atap-atap nan makin katai berbentuk segitiga nan disebut “ayo-ayo rumah” dan “tersek”. Dengan atap menjulang berjejal-jejal itu rumah Karo memiliki buram partikular dibanding dengan apartemen tradisional lainnya yang hanya punya satu lapis atap di Sumatra Lor.

Bentuk apartemen rasam di daerah Simalungun mirip dengan rumah adat Batak Toba. Mania rumah kebiasaan di desa Gudi Purba terdiri dari beberapa bangunan ialah rumah bolon, aula bolon, jemur, pantangan balai butuh, dan lesung. Bangunan idiosinkratis Mandailing yang menonjol disebut “Bagas Badang” (rumah Namora Natoras) dan “Sopo Godang” (balai perundingan kebiasaan). Rumah adat Melayu di Sumatra Utara tidak jauh farik dengan rumah Melayu di provinsi lain, sahaja warna hijau kian dominan. Rumah sifat di pesisir barat kelihatan lebih megah dan kian indah dibandingkan dengan apartemen adat lainnya. Kondominium sifat ini masih ngeri tunak di pekarangan Gedung Nasional Sibolga.

Tarian

Khasanah seni tari tradisional meliputi berbagai ragam spesies. Ada yang berperangai magis, berupa tarian sakral, dan ada yang bersifat hiburan sekadar yang aktual tari kebendaan. Di samping tari rasam yang merupakan babak dari formalitas adat, tari sakral biasanya ditarikan oleh dayu-datu. Tercatat jenis tari ini adalah tari guru dan tari tungkat. Datu menarikannya sambil menebaskan tongkat ampuh yang disebut
Tunggal Panaluan.

Tari duniawi biasanya yakni tari pergaulan akil balig-mudi yang ditarikan pada pesta gembira. Tortor ada nan ditarikan momen acara perkawinan. Rata-rata ditarikan oleh para hadirin tercantum kemantin dan sekali lagi para akil balig-mudi. Tari mulai dewasa-mudi ini, misalnya morah-morah, parakut, sipajok, patam-patam belalah dan kebangkiung. Tari magis misalnya tari tortor nasiaran, tortor tunggal panaluan. Tarian magis ini biasanya dilakukan dengan penuh kekhusukan.

Selain ajojing Batak terdapat sekali lagi tarian Melayu sebagai halnya Serampang XII, tarian Gundala-Gundala dari Tanah Karo, ajojing Maena dan Moyo berusul Nias dan dansa Sikambang dari Tepi laut Barus, tarian Sikambang ini biasanya ditampilkan saat perayaan menikah dan khitanan.

Kerajinan

Selain arsitektur, tenunan merupakan seni kerajinan yang menggandeng berpangkal suku Batak. Kamil tenunan ini adalah kain ulos dan kain songket. Selendang merupakan kain aturan Batak yang digunakan privat upacara-upacara perkawinan, mortalitas, mendirikan rumah, kesenian,dsb. Korban kain ulos terbuat dari benang kapas maupun rami. Warna sandang biasanya yaitu hitam, putih, dan merah yang mempunyai makna tertentu. Sedangkan warna tidak merupakan lambang bermula variasi kehidupan.

Pada suku Pakpak ada tenunan yang dikenal dengan merek
oles. Bisanya warna radiks oles yaitu hitam kecokelatan atau putih. Lega tungkai Karo ada tenunan nan dikenal dengan stempel
uis. Bisanya corak dasar uis adalah dramatis tua bangka dan kemerahan. Sreg umum rantau barat ada tenunan yang dikenal dengan nama
Songket Barus. Biasanya warna dasar kerajinan ini yaitu merah jompo atau kuning kencana.

Songket Melayu Batubara adalah salah suatu kerajinan khas Pesisir Timur yang sudah mendunia. Songket Batu Bara memiliki ciri khas tunggal, peristiwa ini dapat dilihat dari proses pembuatan kejai songket tersebut masih tradisional yakni dengan menggunakan alat tenun bersumber tiang. Sekadar tetap memiliki kualitas yang baik, kualitasnya sanding sebagaimana songket yang dihasilkan dengan mesin. Perca songket Batu Bara juga mempunyai beraneka rupa motif seperti Pucuk Rebung, Bunga Manggis, Bunga Cempaka, Pucuk Caul, Dorong Betikam, hingga Naga Berjuang.

Tembolok spesifik

Ki gua garba Khas di Sumatra Utara habis bervariasi, tersampir dari daerah tersebut. Saksang dan Babi panggang sangat familiar bagi mereka yang melaksanakan pesta maupun masakan rumah. Misalkan seperti mana di daerah Pakpak Dairi, Pelleng merupakan makanan khas dengan bumbu yang sangat pedas.

Di tanah Batak sendiri ada
dengke naniarsik
yang merupakan ikan yang digulai tanpa menggunakan kerambil. Buat cita rasa, tanah Batak adalah surga bagi pecinta makanan santan dan pedas.
Pasituak Natonggi
atau uang beli aren nan manis adalah istilah yang adv amat damping disana, menggambarkan sungguh dekatnya
tuak
atau nira dengan vitalitas mereka.

Goresan kaki

Referensi

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    “Visualisasi Data Kependudukan – Kementerian Internal Negeri 2022”
    (Okuler).
    www.dukcapil.kemendagri.go.id
    . Diakses tanggal
    31 Oktober
    2022
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    “Daerah Sumatera Utara Dalam Angka 2022”
    (pdf).
    www.sumut.bps.go.id. hlm. 261-262. Diakses tanggal
    5 Maret
    2022
    .





  3. ^


    “Indeks Pembangunan Manusia 2022-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    6 Maret
    2022
    .





  4. ^


    “Ringkasan APBD Tahun 2022”
    (pdf).
    www.sumutprov.go.id
    . Diakses tanggal
    20 Januari
    2022
    .




  5. ^


    a




    b




    “Daftar Alokasi TKDD 2022 Provinsi Sumatera Utara”.
    www.djpk.kemenkeu.go.id. (2021). Diakses tanggal
    26 November
    2022
    .





  6. ^


    “Album Pemerintah Provinsi Sumatra Utara”. Diarsipkan mulai sejak versi ikhlas terlepas 2022-11-04. Diakses rontok
    2015-08-12
    .





  7. ^

    Wulan, Y.C.,Yasmi, Y.,Purba, C.,Wollenberg, E., Analisis Konflik: Sektor Kehutanan di Indonesia 1997-2003, p.27, Center for International Forestry Research, 2004
  8. ^


    a




    b




    “Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Resmi Dilantik”.
    kabarmedan.com. 5 September 2022. Diakses tanggal
    17 Januari
    2022
    .





  9. ^


    “Sah,100 Anggota DPRD Provinsi Sumut 2022-2024 Dilantik”.
    jelajahkepri.com. 17-09-2019. Diakses sungkap 07-10-2019.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  10. ^


    Damanik, Liston (13-05-2014). Sofyan Akbar, ed. “Ini 100 Calon Terpilih Anggota DPRD Sumut 2022-2019”.
    Tribunnews.com. Tribun Palagan. Diakses rontok 07-10-2019.





  11. ^


    Andhika Syahputra (27-08-2019). Sasli Pranoto Simarmata, ed. “Tok! Inilah 100 Anggota DPRD Sumut Periode 2022-2024”.
    medanbisnisdaily.com. Diarsipkan terbit versi tahir tanggal 2022-08-27. Diakses terlepas 07-10-2019.





  12. ^


    Kesannya Tapsel Mekar, Waspada”. Diarsipkan dari varian tulen tanggal 2009-05-06. Diakses rontok
    2007-11-22
    .





  13. ^


    Depdagri tunggu rekomendasi Gubsu, Seputar Indonesia

  14. ^


    “Lubu people”. Joshua project.



  15. ^


    a




    b




    “Kewarganegaraan Tungkai Bangsa, Agama, Bahasa 2022”
    (PDF).
    demografi.bps.go.id. Jasad Ki akal Statistik. 2022. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan berasal versi asli
    (PDF)
    tanggal 2022-07-12. Diakses tanggal
    18 Oktober
    2022
    .





  16. ^



    Bandara Per Provinsi, 2012, diakses rontok
    2012-08-03






  17. ^


    Meijer, H. (1904).
    De Deli Maatschappij Spoorweg: driekwart eeuw koloniaal spoor; Zutphen 1987. Walburg Pers.





  18. ^


    Kudus, Keras Putro. “Jokowi Garap Jalur Kereta Rantau Prapat-Sawahlunto Rp 30 T”.
    CNN Indonesia
    (dalam bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2018-06-19
    .




Pranala luar

  • (Indonesia)
    Situs web resmi pemerintah provinsi Sumatra Lor
  • (Indonesia)
    Profil Demografi Sumut
  • (Indonesia)
    Memoar Ekonomi Sumut
  • (Indonesia)
    Profil Wisata Sumut
  • (Indonesia)
    Ekonomi Regional Sumut
  • (Indonesia)
    Statistik Regional Sumut
  • (Indonesia)
    Jawatan Tamadun dan Pelancongan Sumut Diarsipkan 2012-11-14 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Informasi Sempurna Seputar Sumatra Paksina


Koordinat:



1°50′N
98°49′E


 / 

1.833°N 98.817°E
 /
1.833; 98.817






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Utara

Posted by: gamadelic.com