Apa Bedanya Margarin Dan Mentega



mentega

Apa perbedaan margarin dengan mentega? Bagaimana cara memperalat margarin dan mentega intern olahan masakan dan kue? Cak bagi ibu-ibu rumah panjang dan mereka yang hobi mewujudkan kue, karuan merek margarin dan mentega (butter) adalah bahan yang sudah sepan familiar. Doang, barangkali hanya sedikit yang tahu apa perbedaan kedua jenis bahan makanan tersebut. Ayo mari kita simak bersama!

Perbedaan Mentega dan Margarin

Ada beberapa fakta dan saga yang menyangkut tentang mana sasaran yang lebih baik. Margarin dikatakan lebih baik dibandingkan dengan mentega menurut American Heart Association (AHA). Ini hanya karena tembolok tinggi lemak jenuh di kerumahtanggaan butter. Nah, benarkah demikian?

Mentega

Mentega menggunakan bahan dasar berbunga lemak hewan (hewani), berstektur lalu subtil pada suhu ruangan, beraroma wangi susu, dan mudah meleleh di master hangat. Selain itu, warna kuning pucat lesu (lebih remaja dibanding margarine) menjadi ciri khas untuk membedakan antara mentega dengan margarin. Mentega biasanya mengandungi vitamin A, vitamin D, protein dan karbohidrat. Margarin rata-rata diperkaya dengan vitamin A dan beberapa vegetables oil yang kaya akan gizi E.

Mentega merupakan produk alami nan bukan mengandung trans-fatty acid (asam nikmat trans). Mentega merupakan sendang vitamin sagu betawi lemak seperti mana vitamin A, D, E dan K. Semua ini lain ada dalam margarine. Namun Kamu wajib sempat bahwa lambung vitamin dalam setiap butter farik-beda karena tergantung pada vitamin satwa tersebut.

Butter juga mengandung padatan susu sehingga menjadikannya berwarna terbatas cerah / putih dibandingkan margarine. Lezat jenuh yang berada dalam mentega dapat meningkatkan kolesterol LDL yaitu kolesterol yang tebal hati. Peningkatan kolesterol LDL ini dapat meningkatkan keseluruhan kolesterol dalam bodi kita.

Semua jenis gurih, baik yang berasal dari margarine, mentega alias minyak tanaman biasanya oleh para ahli nutrisi tetap didefinisikan sebagai produk berkalori tinggi. Makanya karena itu, dianjurkan cak bagi seminimal mungkin dikonsumsi. Baik mentega, margarin dan minyak 100% energinya berpokok bersumber lemak. Satu sendok makan alias 14 gr biasanya mengandungi 11 gr legit (1 gr lemak menghasilkan 9 kalori). Beberapa produsen margarin dan butter pun ada nan memodifikasi sedemikian rupa sehingga tercipta produk yang agak minus kalori.

Margarin


margarin
Konon katanya, produk margarin awalnya merupakan bahan olahan yang diproduksi untuk menggemukkan kalkun (turkey). Momen objek olahan ini tak sukses dan banyak menyebabkan kematian kalkun, maka orang-hamba allah yang telah menginvestasikan uangnya dalam studi itu mengangankan tip mereka pun. Mereka lewat memeras dalang buat mencari kronologi lakukan membuat suatu produk dengan bahan tersebut mudahmudahan mendapatkan kembali uang investasi mereka. Benarkah demikian? Masih mesti dipertanyakan lebih dalam lagi!

Margarine terbuat atau berbahan dasar minyak/sedap tumbuh-pohon (nabati), mempunyai tekstur yang lebih padat atau normatif, stabil di ira suhu (bukan mudah ngeri), berwarna bertambah kuning daripada mentega. Produk margarin ini tidak bersifat alami sungguhpun berasal semenjak minyak tanaman. Margarin dimulai dengan proses ekstraksi kimia bakal menyaring minyak tumbuhan. Minyak yang diekstrakkan akan menerobos proses ‘Hardening’ vegetable oil dengan bubbling hydrogen yaitu dengan penyisipan hidrogen sehingga sangkutan karbon menjadi jenuh. Saturasi itulah menjadikannya padat dalam suhu kamar.

Produksi margarin secara artificial pada suhu yang tinggi sudah menyebabkan banyak zat makanan yang didenaturasi (lebur). Nah, komoditas akhir yang turut dihasilkan merupakan trans-fatty acid yang merupakan unsaturated-fat (lemak bukan jenuh). Hal ini lagi meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam bakat. Lalu, apa beda dengan saturated-fat atau lemak jenuh?? Bedanya, trans-fatty acid nan merupakan unsaturated-fat ini juga mengandung kolesterol HDL yaitu kolesterol baik

Karena terbuat bermula patra nabati internal vegetables oil, maka terkandung jumlah monounsaturated dan polyunsaturated fats yang lebih banyak dbandingkan saturated fatsnya (13-15% jenuh dan 85-87% legit enggak jenuh). Mak-nyus jenuh alias saturated fats privat daging-dagingan dan barang peranakan tetek bergajih (fatty dairy products) diindikasikan akan menaikkan kolesterol sadis (LDL Cholesterol) dan menempatkan kolesterol baik (HDL Cholesterol).

Terimalah, umumnya yang ditemukan di vegetable oils sebagaimana dalam petro jagung atau soy oil itu LDLs-nya rendah tapi HDLs-nya kembali rendah. Kesudahannya, biasanya yang dianjurkan kita mencari jenis petro-minyakan yang boleh merendahkan LDL dan memanjatkan HDL.

Dengan meningkatnya kekhawatiran mengenai bahaya asam lezat trans di dalam makanan, para produsen minyak nabati menjadi lebih khawatir. Plong waktu 1970an, para ilmuwan berpangkal firma raksasa Unilever berhasil menciptakan proses Enzymatic Interesterification bakal mengurangi trans-fat di dalam margarin.

Margarine vs Mentega

#1

Margarin dan mentega, keduanya memiliki jumlah kalori nan setara. Mentega sedikit tinggi kandungan eco jenuhnya sebanyak 8 gram dibandingkan 5 gram pada margarin. Dengan memakan margarin dapat meningkatkan ki kesulitan jantung puas wanita sebesar 53% dibandingkan mengkonsumsi jumlah sama mentega. Ini adalah menurut analisis Medis Harvard yang terbaru.

#2

Mengkonsumsi mentega meningkatkan penyerapan gizi lainnya intern makanan. Mentega memiliki banyak manfaat nutrisi dibandingkan margarin, karena itu merupakan makanan olahan ulang.

#3

Margarin terbuat dari kombinasi lemak dabat dan lemak nabati sementara itu mentega terbuat semenjak eco satwa, yakni lemak payudara. Karena berbahan dasar lemak hewani, mentega memiliki kadar kalori dan lemak jenuh nan makin tinggi.

#4

Berpunca segi dandan, margarin kebanyakan bertambah kuning dibandingkan mentega yang biasanya lebih pucat benihan.

#5

Rasa mentega bertambah lemak dibandingkan margarin dan berperan untuk menaikkan cita rasa nafkah enggak. Mentega sudah lalu ada sejauh beratus-ratus sedangkan margarin dihasilkan invalid berasal 100 tahun.

#6

Bersumber segi tekstur, mentega lebih mudah lembek dan cair bila dibiarkan plong guru kamar. Sedangkan margarin boleh dibiarkan dalam waktu yang kira lama pada suhu kamar dan tidak berubah teksturnya.

#7

Semenjak segi khasiat, mentega memiliki kandungan vitamin yang lebih tataran dibandingkan Margarin. Misalnya vitamin A, E, K yang tidak larut dalam air. Harga mentega asa mahal adv minim dibandingkan margarin.

#8

Kalau dioleskan pada roti, umumnya kita akan gunakan margarin. Alasannya margarin mudah untuk diratakan pada roti dibandingkan mentega yang lengket dan sangka rumpil bakal dioleskan secara rata puas roti.

#9

Margarin umumnya bisa tahan lama bagi disimpan sreg udara terbuka karena sifatnya lain mudah berdiri. Margarin baru melebur selepas suhu 35 derajat Celsius. Darurat mentega jika disimpan di peledak terbuka kerumahtanggaan waktu yang lama akan mengalami degradasi mutu dan mudah mencair di asal temperatur 30 derajat Celsius. Perubahan rona, tekstur nan semakin lembap, serta aroma tengik akan timbul akibat reaksi oksidasi senyawa mentega dengan awan bebas.

#10

Banyak orang nan mengatakan bahwa mentega kian cocok digunakan misal sasaran pembuat kue seperti mana cake dan beberapa varietas kue basah lainnya, sementara itu margarin lebih tepat digunakan untuk menumis atau gongseng makanan agar renyah dan tidak plus berlemak.

Berlebih Tekor Penggunaan Mentega dan Margarin dalam Pembuatan Kue


kue mentega margarin
Butter atau mentega berbahan dasar cream (susu). Biasanya kandungannya doang cream dan salt (untuk salted butter). Karena bahan dasarnya cream, maka bila disimpan lama di ruang terbuka akan melemah. Mrgarin memiliki aroma yang lain seenak mentega namun memiliki taktik emulsi yang bagus menciptakan menjadikan tekstur kue menjadi kian bagus. Sedangkan mentega memiliki aroma lebih eco, namun teksturnya terlalu renik, dan trik emulsifnya juga sedikit baik sehingga tekstur kurang padat atau tapuk.

Keduanya pelahap digunakan intern rahasia roti dan kue. Harga butter biasanya lebih mahal dibandingkan margarin. Oleh sebab itu, harga kue akan lebih mahal karena menunggangi butter. Margarin sedikit sesuai digunakan internal kue karena ada bau nan rendah enak. Di sisi tidak, bilang pastry (penggubah kue) berpandangan bahwa mentega kurang cocok digunakan andai bahan pembuat kue, karena teksturnya yang lembek maka hasil akhir kue basah tak akan terbentuk secara sempurna.

Sehingga, dalam prakteknya orang sebaur kedua alamat tersebut dengan perimbangan 1:1 agar mendapatkan wangi-wangian mentega yang enak sekaligus mendapatkan tekstur kue yang bagus bersumber margarine. Biasanya, mentega dipilih sebagai korban pembuat kue kering seperti cookies untuk mendapatkan hasil yang renyah dan ringan. Nama butter cookies merupakan kue yang menggunakan bulan-bulanan bawah mentega dalam jumlah banyak sehingga teskturnya garing hanya dulu ringan.

Tips Penggunaan Margarin dan Mentega

Umpama garitan penutup, akan dipaparkan selintas tips penggunaan mentega dan margarin. Ketika menggunakan margarin bakal menumis atau mewujudkan kue kersang, jangan menambahkan garam karena rasanya sudah payau. Untuk mentega, karena alamat ini mudah sekali tengik, maka saat membeli perhatikan tanggal kadaluarsanya pada sampul. Jika tidak sangat sekali pakai, simpan mentega atau margarin dalam bekas sejuk dan tidak ketularan sinar matahari sekalian.

Source: https://www.diedit.com/perbedaan-margarin-dan-mentega/

Posted by: gamadelic.com