Apa Arti Dari Situs Web

KOMPAS.com– Situs internet atau
website
seperti
Kompas.com
telah menjadi bagian tak terpisahkan berasal internet serta kehidupan para penggunanya. Tapi tahukah Anda apa sebenarnya yang disebut sebagai
website?

Sebuah
website
boleh diakses melalui web browser
(Chrome, Firefox, dkk) dengan memasukkan alamat URL
website,
atau dengan mencarinya di mesin pencarian (Google, Bing, dll) yang ada di laptop atau ponsel.

Sementara secara teknis,
website

yakni kompilasi laman yang ubah terhubung di internet. Pekarangan yang ada di dalam
website

dikenal juga seumpama
web page
(pelataran
web) nan berisi permakluman atau layanan nan disediakan oleh satu organisasi atau dagang.


Baca pun: 7 Kaidah Mudah Mengenali Situs Web Terlarang kiranya Terhindar dari Scam

Salah satu
web page
nan karuan ditemukan di
website

adalah
homepage
(pekarangan beranda). Sesuai namanya,
homepage
adalah halaman
web
permulaan nan akan muncul saat pengguna mengunjungi suatu
website.

Homepage
biasanya berisi keseluruhan informasi terkait
website

tersebut, tersurat tautan
(link) ke
web page

lainnya. Proklamasi nan tersaji dalam setiap
web page
yang ada di satu
website
bisa beragam bentuknya, seperti wacana, gambar, video, audio, hingga animasi.

Ambillah, setiap
web page
nan ada di suatu
website
ini dikelompokkan menjadi satu di bawah nama atau objek
online
yang istimewa dan berbeda dari website
lainnya.

Selain memiliki segel nan unik, sebuah
website

juga punya nama domain tertentu yang disesuaikan dengan intensi pembuatan
website
tersebut, misalnya cak bagi pemerintah, edukasi, bisnis, organisasi nirlaba, dan sebagainya.

Berikut ini sejumlah teoretis nama
top level domain,

seperti mana dihimpun berpokok
Techopedia:

  • .gov = lakukan website rencana rezim
  • .edu = bikin website lembaga pendidikan
  • .org = buat website organisasi nonprofit
  • .com = untuk website dagang
  • .info = untuk website berisi informasi
  • .tv = bagi website televisi

Sejauh ini, .com menjadi top level domain minimal populer, karena ini digunakan kerjakan banyak kebutuhan
website

komersial.

Menginjak dari portal media (www.kompas.com, dsb.), situs sarana sosial (facebook.com, twitter.com, dsb), situs hiburan (www.netflix.com, www.spotify.com, dsb) , mesin pemburuan (google.com, bing.com), dan situs komersial lainnya.


Baca juga: Museum Online Ini Menampilkan Situs-situs Web Jadul Berdesain Unik

Acuan sederhananya, pengguna bisa membaca berita
online

dengan mengunjungi
website

www.kompas.com.

Ilustrasi homepage di website kompas.com.
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi homepage di website kompas.com.

Pengguna tinggal memasukkan URL www.kompas.com di kolom target
web browser
Chrome maupun dengan memasukkan kata kunci “kompas.com” di mesin pengejaran Google.

Ambillah, nanti, pemakai akan dibawa ke
homepage
kompas.com yang mana pengguna bisa meng-klik salah satu berita alias parit berita lainnya yang ada di
homepage

tersebut.

Jika memintal mengeklik sungai buatan “Tekno” yang ada di
homepage,

misalnya, maka pemakai akan dialihkan ke salah suatu
web page
di website kompas.com nan berisi berita-berita soal teknologi.

Pengguna akan dialihkan lagi ke
web page
lainnya momen mengeklik salah satu berita teknologi di
website
kompas.com tersebut.

Total website di dunia

Menurut data dari situs Internet Live Stats, ada lebih dari 1,89 miliar website di internet saat ini. Pencapaian 1 miliar situs
web

pertama kali dicapai puas bulan September 2022. Atau ceceh waktu sekitar 24 periode sejak
web
pertama kali hadir internal kehidupan turunan.

Situs
web

pertama di dunia lahir pada Desember 1990, yakni dengan URL
info.cern.ch. Situs tersebut dibuat oleh Tim Berners-Lee, yang enggak lain merupakan tuhan bersumber World Wide Web (WWW) atau singkatnya Web yang kita kenal setakat saat ini.

Baca juga: Memoar Skuat Berners-Lee, Bapak Internet yang Sedih Mengawasi Ciptaannya

Unggahan pertama n domestik website permulaan di marcapada itu didedikasikan lakukan menguraikan bestelan World Wide Web.

Peziarah dapat mempelajari selanjutnya adapun
hypertext
, detail teknis lakukan membuat halaman web mereka sendiri, dan bahkan penjelasan tentang cara mengejar informasi di Web. Sampai hari ini situs purwa di bumi itu masih bisa dikunjungi di tautan berikut.

Setakat tahun 1991, info.cern.ch yakni satu-satunya situs
web

di manjapada. Selanjutnya, di akhir tahun 1992, jumlah
website
nan
online
bertambah sebatas 10 buah.

Lalu semenjak Tim merilis perigi kode WWW ke umum pada 1993, internet dan situs web di dalamnya secara lambat-laun berkembang pesat, hingga sebagaimana masa ini.

Plong tahun 1994, peningkatan total
website
di internet melejit hingga 2.006 uang, dengan jumlah hampir 3.000 situs
web. Salah satu
website
yang mentah lahir di 1994 yaitu Yahoo, yang awalnya bernama “Jerry and David’s Guide to the World Wide Web”.

Baca juga: Sejarah Google, Samudra Mesin Pencari yang Sanding Dijual Murah

Kemudian, saat mesin pencarian Google lahir lega 1998, saat itu termaktub sudah ada sekitar 2,4 miliun situs
web
di internet.

Namun menurut maklumat terbaru dari situs angket server web, NetCraft, jumlah website yang sampai 1,89 miliar itu tidak seluruhnya aktif. Menurut data NetCraft hanya ada selingkung 201 juta situs nan terpantau aktif per Agustus 2022 ini.

Pertumbuhan jumlah situs web dari masa 1991 setakat 2022 dapat dilihat melalui infografik dari situs
Statista
di bawah ini, sebagaimana dihimpun
KompasTekno, Jumat (1/10/2021).

Grafik pertumbuhan jumlah website di internet dari tahun 1991 hingga 2022.
Statista
Grafik pertumbuhan jumlah website di internet dari tahun 1991 hingga 2022.

Dapatkan update
berita sortiran
dan
breaking news
setiap masa dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram lebih-lebih sangat di ponsel.

Source: https://tekno.kompas.com/read/2021/10/01/15050027/apa-itu-situs-web-dan-berapa-jumlahnya-saat-ini-?page=all

Posted by: gamadelic.com