Apa Arti Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air dan Patriotisme

Di privat khotbah lahirnya Pancasila, Bung Karno menyatakan, patriotisme adalah kecintaan nan didasari atas perantaraan penyap antara orang dan bumi ajang mereka hidup atau mereka ditumbuhkan. Atas kecintaan itu mereka dakar membela Tanah Air yang menyerahkan mereka kesempatan dan pelayanan hidup. Sehingga bangsa Indonesia pernah merasakan kuatnya hasrat dan kehendak jiwa bersama dan bersatu andai bangsa yang melahirkan kebaikan dahsyat mengusir penjajah.

 Nasionalisme merupakan suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi diserahkan kepada negara kewarganegaraan atau nation state. Chauvinisme berasal dari pembukaan patria, artinya tanah air. Kata patria berubah menjadi patriot yang bermakna seseorang yang mencintai tanah tumpah. Seorang patriotic yaitu orang yang cinta pada ibu pertiwi dan rela berkorban bikin mempertahankan negaranya.

Arti berpunca majuh persil air yaitu cinta kepada Negara palagan kita dilahirkan, dibesarkan dan memperoleh kehidupan di dalamnya. Karena bersumber Negara kita tersebut semua nan kita butuhkan akan kita dapatkan. Cinta tanah tumpah adalah sama saja rela berkorban demi kelebihan Negara. Memajukan semangat bangsa, mencerdaskan diri demi turut berpartisipasi internal rangka proses pembangunan tanah air atau negaranya berpangkal Negara nan kecil, berkembang setakat menjadi Negara yang beradab.

Menjiwai arti dari bosor makan lahan air memanglah bukan penyakit yang mudah, perlu keluasan pikiran dan kekejian hati untuk menjalankan hal tersebut, dikarenakan banyak ancaman dan tantangan yang bisa datang bersumber mana saja, baik itu n domestik diri kita maupun berpokok luar diri kita, baik itu datang berpunca dalam negri maupun hinggap pecah asing negri, tetapi asal kita mempunyai tekad nan kuat untuk mencintai lahan air kita tanah air Indonesia dengan segenap hati, pastilah kita akan di mudahkan maka itu yang Maha Kuasa internal segala halnya terutama dalam tindakan nan positif.

Wajib diingat bahwa memanjakan dan menjaga ibu pertiwi Indonesia negaranya sendiri dengan segenap hati adalah rangka perbuatan yang merupakan fragmen dari iman. Cerbak kapling air dan nasion lega hakekatnya ialah kebanggaan menjadi keseleo satu bagian bersumber tanah air dan bangsanya yang berujung ingin berbuat sesuatu yang menyohorkan etiket watan dan bangsa. Plong keadaan saat ini apa nan bisa dibanggakan dari negara dan nasion Indonesia?.

Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berakibat membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau semata-mata rasa cinta ibu pertiwi dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, terserah kebolehjadian bangsa Indonesia akan bisa kambuh kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang memanggakan kita sebagai bangsa.

Penjabaran Wujud Belalah Tanah air intern Sukma Sehari-masa Sebagai warga negara Indonesia telah selayaknya kita menghormati bangsa dan negara kita sendiri apapun adanya dan kondisinya. Orang-orang yang tidak memuliakan serta membenci bangsa dan negara tempat kelahirannya bisa disebut sebagai penghianat. Apa salahnya petak air kita nan sejenis itu fertil raya dan indah, karena kesalahan cuma suka-suka pada manusia-manusianyalah yang menciptakan kebencian.

Dengan adanya rakyat yang mencintai lahan airnya, maka negara akan aman dari berbagai variasi bisikan yang cak bertengger baik berpokok dalam maupun dari luar negara. Dengan pelalah tanah air kita dapat pundak kulak membangun negri ini agar dapat sejajar dengan negara-negara maju. Dengan menyayangi negara Indonesia ini kita akan berupaya sekuat tenaga menerimakan yang terbaik bikin sesama, bukan malah menghancurkannya. Banyak pihak asing yang cak hendak mengatasi dan destruktif negara kita, sehingga perlu kita jaga dan pertahankan hingga noktah darah penutup. Kalau bukan kita mungkin lagi? dan kita mau tinggal di mana kalau kita kehilangan negara ini.

Adapun bilang penjabaran wujud gegares tanah air intern kehidupan sehari-tahun:
1. Mempelajari memori pertampikan para pahlawan pejuang kemandirian kita serta menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan. 2. Menghormati seremoni pataka sebawai perwujudan rasa caruk persil air dan bangsa Indonesia. 3. Menghormati simbol-bunyi bahasa negara seperti lambang burung garuda, bendera bangkang putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan enggak sebagainya. 4. Mencintai dan menggunakan komoditas privat negeri agar pengusaha tempatan bisa maju sejajar dengan pemanufaktur asing. 5. Ikut membela mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia dengan sepenuh tumpah darah secara tulus dan jati.

6. Turut serta mengawasi jalannya rezim dan kontributif meluruskan yang salah sesuai dengan mekanisme yang berlaku. 7. Membantu mengharumkan etiket bangsa dan negara Indonesia kepada penghuni negara asing baik di dalam alias luar negeri serta tidak berbuat tindakan-tindakan yang menggaris-moreng segel baik nasion indonesia. 8. Menggunakan bahasa indonesia nan baik dan benar pada acara-acara resmi dalam provinsi. 9. Beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. 10. Kontributif mewujudkan ketertiban dan ketentraman baik di lingkungan sekitar kita maupun secara kewarganegaraan.

Selanjutnya, Konsep  nasionalisme  dalam Islam  adalah  kepahlawanan kerumahtanggaan  mendharmabaktikan barang apa  semangat  kita  untuk  Allah. Enggak  hanya  orang  nan  mati syahid  intern  perang  yang disebut pahlawan. Doang semua nan dilakukan di jalan Allah dan untuk  mengejar  ridho Allah  juga disebut pahlawan. Diriwayatkan,  lega  suatu detik  Rasulullah  baru  berangkat  dari perang  Tabuk,  peperangan dengan  bangsa  Romawi  nan burung laut  menebar  bentakan  puas kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam perjuangan ini. Tidak ada yang tertinggal  kecuali  insan-orang nan berhalangan dan ada uzur.

Detik  mendekati  daerah tingkat Madinah,  di  salah  satu  tesmak jalan,  Rasulullah  bertemu dengan seorang juru batu. Ketika  itu  Rasulullah  mengintai tangan  buruh  tukang  batu tersebut  melepuh,  kulitnya berma kehitam-hitaman seperti mana terpanggang matahari.

Sang insan Agung itupun menanya,“Kenapa tanganmu bergairah sekali?” Sang  tukang  gangguan  menjawab, “Ya  Rasulullah,  karier  saya ini  membelah  batu  setiap  perian, dan  belahan  godaan  itu  saya  jual ke  pasar.  Lalu  kesannya  saya gunakan untuk menjatah nafkah batih  saya.  Karena  itulah tangan saya bergairah.”

Rasulullah  ialah  manusia paling luhur. Hanya turunan yang minimal mulia tersebut semacam itu melihat  tangan  si  pandai  batu nan  agresif  karena  mencari nafkah  nan  sahih,  Rasul  pun menggenggam  tangan  itu,  dan menciumnya  sembari  bercakap, “Inilah  tangan  nan  tidak  akan gayutan disentuh oleh jago merah neraka selama-lamanya.” Cerita  itu  menunjukkan bahwa  jihad  bukan  invalid berperang  membela  agama, doang  berburu  nafkah  pun disebut jihad. Mempertahankan substansi juga terjadwal jihad. Sebagaimana hadits Rasulullah:“Barang  barangkali  yang bergumul  mempertahankan hartanya  kemudian  terbunuh, maka  ia  yakni  syahid, dagangan kelihatannya yang berperang mempertahankan  darahnya maka  sira  adalah  syahid,  dan dagangan boleh jadi yg bergulat mempertahankan  keluarganya maka ia adalah saksi. (HR AnNasai) Rasulullah  menamai syahid  orang  yang  membela keluarganya,  hartanya,  tanah airnya juga bangsanya dengan niat karena Allah. Wallahu a’lam bissawab.**

(Disarikan berpunca Materi Religiositas Cinta Kapling Air, yang disampaikan pada acara Training Orinetasi PKS, mewakili Superior Kantor Kemenag Polman, Ahad, 19 Januari 2022 di Hotel Bumi Raya Pekkabata,

Penulis : Abdul Rahman Arok, S.Ag, M.Pd.I. (ASN Kemenag Polman / Konsul Sekretaris Pokjawas Madrasah)

Acc/Editor : Ahmad F. (Inmas Kemenag Polman)


Download File :
Pengertian+Semangat kebangsaan,+Ciri+dan+Paradigma+Sikap+Patriotisme+Menurut+Para+Juru+Terlengkap.png


Source: http://kemenagpolman.id/berita/detail/cinta-tanah-air-dan-patriotisme

Posted by: gamadelic.com