Animasi Video Proses Pertumbuhan Dan Pembungaan Dan Buahan Tanaman

Induksi (semok) pembungaan pada beberapa tanaman tahunan dapat dilakukan dengan mandu kimia dan mekanis.  Prinsip prinsip kimia adalah merubah fisiologis tanaman dengan menghambat fase pertumbuhan vegetatif melalui peran hormon atau senyawa kimia tertentu, mudahmudahan muncul fase generatif, anakan dan biji pelir. Zat pengatur bertaruk (ZPT) yang sering digunakan buat induksi adalah NAA, Auxin, Gibberelin, Paklobutrazol dan Kalium Klorat (KClO3). Hasil kaidah ilmu pisah lebih pasti, tetapi tidak diajurkan pada tumbuhan jeruk karena efek sampingnya tidak baik terhadap kondisi pokok kayu dan kesegaran manusia.  Induksi pembungan secara kimia sering mengakibakan tumbuhan semakin hari semakin merana, daunnya banyak nan dan rontok, dahan ranting mengkerut dan mudah puntung dan bahkan tanaman mati.

Induksi pembungaan secara mekanis bisa dilakukan dengan beberapa cara :

  1. Pengeratan batang/cagak : mengerat kerongkonganfloem (alat peraba pohon) bulat selama ling­karan pohon hingga terpandang tenggorokanxylem(kayu tanaman).
  2. Pemangkasan cabang (p
    runing) : memangkas silang dan ranting, hingga tanaman tidak plus lebat.
  3. Pelukaan : melukai pembuluhfloem dengan benda tajam. Bentuknya dapat dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris selerang papan.
  4. Pengikatan : mengikat erat pohon de­ngan benang besi hingga transpor hasil fotosintesa halkumfloem terhenti.
  5. Pengeringan(
    Stressing air
    )
    : Mengeringkan lahan hingga waktu tertentu, kemudian dilakukan pengairan sebatas jenuh.

Penerapan Tehnik Induksi Pembungaan

Lakukan fertilisasi saat 4 bulan sebelum panen dan pertahankan agar tanah tetap lembab.
Kurangi irigasi ketika sekitar 1 – 2 bulan sebelum pengetaman. Pengurangan kelembaban persil akan menghambat pertunbuhan vegetatif tanaman yang berarti hasil asimilasi lebih banyak digunakan pohon cak bagi memulai pembentukan organ generatifnya.
Setelah panen lakukan pengeringan dan ajar  agar bukan cak semau air yang masuk kebun.  Stressing air enggak langsung menyebabkan pohon terbit, tetapi menyebabkan terjadinya induksi bunga atau terjadinya transisi bermula fase vegetatif menuju fase generatif. Induksi bunga terjadi karena adanya persilihan perimbangan produksi hormone giberelin, sitokinin dan ABA serta meningkatnya skala karbon dan nitrogen pada pucuk tanaman. Produksi hormon giberelin dan sitokinin pada saat stress air menurun sebaliknya kandungan ABA meningkat yang yakni pelecok satu ciri tadinya tanaman berangkat berbunga. Seandainya tahun pengeringan sesak pendek anakan yang dihasilkan hanya sedikit, sebaliknya jika plus panjang rente yang unjuk berlebihan tetapi banyak yang gagal.
Lakukan pemangkasan.  Putaran yang harus dipangkas merupakan residu tangkai suporter biji pelir, tunas gelap, ranting lain sehat, dan ranting yang rimbun.
Lakukan pengolahan tanah, pencucian gulma, hidayah pupuk kandang, dan buat susukan draenase yang intern plong lahan sawah untuk mempercepat pengeringan persil.
Keringkan lahan sejauh 2 sampai 3 bulan sebelum waktu pembungaan yang dikehendaki. Radu periode stressing air (sekitar 2 – 3 wulan bermula panen), segera  bakal pemupukan (dosis anjuran) diikuti maka dari itu irigasi yang cukup seharusnya anakan berdiferensiasi dan berkembang selanjutnya. Dengan perkenalan awal lain, agar primordial bunga boleh berkembang dan tumbuh menghasilkan anak uang sempurna, tanaman memerlukan kondisi lingkungan yang optimal.
Perlakuan stressing air di wilayah nan memiliki siram hujan abu tinggi bisa dilakukan dengan menciptakan menjadikan susukan drainase yang intern diantara 1 maupun 2 ririt tanaman dan petak di bawah tajuk ditutup mulsa plastik hitam argentum sejauh 2 – 3 rembulan.

Tanaman nan akan diinduksi pembungaannya harus menyempurnakan persyaratan sebagai berikut :

1.
Tanaman harus mutakadim melewati fase juvenile (vegetatif)


Saat perseptif proses pembungaan terletak pada tahap induksi bunga yaitu saat terjadi transisi dari fase vegetatif ke fase generatif/reproduktif. Transisi fase tersebut dipengaruhi oleh antara enggak varietas dan lingkungan.  Perumpamaan cermin kelompok jeruk siam biasanya punya fase juvenile kian singkat dibandingkan dengan jeruk keprok, pamelo dan jeruk manis.  Jika fase juvenile belum terlewati, penerapan teknologi
off seasonbukan mengasihkan hasil yang baik bahkan berdampak merusak pohon.

2.
Tidak madya merecup dan netra tunas menguning fisiologis
Saat pertunasan banyak energi (fruktosa) yang dibongkar lakukan pertumbuhan tunas dan belaka sedikit yang boleh digunakan untuk menjorokkan pembungaan.  Induksi pembungaan pada kondisi ini lebih banyak kegagalannya. Selain tanaman tidak semenjana bertunas, tanda pokok kayu siap dirangsang pembungaannya adalah mata tunas lega ranting sudah lalu berlimpah terutama ranting nan sebelumnya tidak mendukung biji zakar.

3.
Pokok kayu harus sehat berpokok akar sampai ujung

 patera agar
 tahan terhadap cekaman yang kita berikan (stress air
 dan

pemangkasan, dll)
Keadaan ini boleh dicapai sekiranya pemberian vitamin dan pengendalian hama problem sebelumnya dilakukan secara optimal.

4.
Lakukan saat biji kemaluan tidak terlalu rimbun
Lakukan menghasilkan buah yang lebat, tanaman menghabiskan sangat banyak energi (karbohidrat) sehingga ranting tidak mendapatkan nutrisi yang sepan untuk membentuk perangkat generatif.  Jika dipaksakan dipacu pembungaannya,  tanaman malar-malar akan merana terlebih mati.  Oleh karena itu, ketika berhasil rimbun harus dilakukan penjarangan seyogiannya energi untuk pertumbuhan buah seimbang dengan energi untuk menghasilkan recup generatif.

5.
Tersedia irigasi
Masa stressing air yang optimal mengakibatkan akumulasi energi pada mata semi.  Energi tersebut seterusnya digunakan bikin pertumbuhan vegetatif (pertunasan) dan pembungaan pada saat lahan dipasok air yang cukup melalui hujan angin maupun irigasi.  Munculnya anak uang tersebut harus didukung oleh kondisi lingkungan yang optimum tercantum air agar bunga boleh berkembang menjadi buah.  Oleh karena itu jika pasca- pembungaan tidak ada pasokan air hujan maka proses pembuahan mengalami kekecewaan.

Sumber:

– http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/induksi-pembungaan-strategi-panen-jeruk-di-luar-musim/#:~:text=Induksi%20(merangsang)%20pembungaan%20pada%20beberapa,fase%20generatif%2C%20bunga%20dan%20buah.

Source: http://romadon.bm.uma.ac.id/2020/12/30/induksi-pembungaan-tanaman/