Analisa Usaha Tani Tanaman Buah Rambutan 1 Ha

Propaganda tani padi sawah atau sah disebut denganbudidaya padi sawah merupakan pelecok suatu usaha tani utama di Indonesia. Padi di Indonesia yakni tanaman penting sebagai sumur bahan makanan trik penduduk Indonesia yaitu nasi. Tidak ada salahnya kerumahtanggaan blog ini saya menyajikan kembali panduan budidaya padi sawah dengan tujuan perumpamaan panduan singkat. Selamat Membaca

Usaha tani gabah sawah ( Oryza Sativa )

Jenis Tanaman

Klasifikasi botani tanaman padi ialah sebagai berikut:

Divisi                      : Spermatophyta

Sub divisi             : Angiospermae

Kelas                     : Monotyledonae

Keluarga              : Gramineae (Poaceae)

Genus                   : Oryza

Spesies                 : Oryza spp.

Terwalak 25 tipe Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yakni Indica (pari surai) nan ditanam di Indonesia dan Sinica (antah cere). Padi dibedakan kerumahtanggaan dua tipe yaitu pari kering (gogo) nan ditanam di n baruh jenjang dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan.

Syarat Pertumbuhan

Iklim

  1. Tumbuh di kawasan tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan seri semok dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 rembulan.
  2. Galibnya siram hujan angin yang baik adalah 200 mm/wulan atau 1500-2000 mm/tahun.
  3. Di n baruh rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan suhu 22-27 derajat C sedangkan di n baruh tangga 650-1.500 m dpl dengan suhu 19-23 derajat C.
  4. Tanaman gabah memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan.

Ketinggian Tempat

Tanaman dapat tumbuh pada derah tiba bermula daratan kurang sampai daratan hierarki.

Pedoman Budidaya

 Pembibitan

1) Persyaratan Benih

Syarat benih yang baik:

  1. Tidak mengandung antah kosong, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang.
  2. Warna gabah sesuai aslinya dan cerah.
  3. Bentuk pari tidak berubah dan sesuai aslinya.
  4. Daya perkecambahan 80%.

2) Penyediaan Sperma

Semen dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan.

3) Teknik Penyemaian Benih

Lakukan suatu hektar padi sawah diperlukan 25 kg benih. Takdirnya menggunakan tanam 1-3 batang perumpun, kebutuhan benih sahaja sepertiganya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semaian. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari areal sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 sendirisendiri 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi.

4) Pelestarian Pembibitan/Penyemaian

Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan racun hama pada tahun ke 7 dan taburi baja urea 10 gram/meter persegi sreg hari ke 10.

5) Pengungsian sperma

Bibit nan siap dipindahtanamkan ke sawah maksimal berumur 21 perian, bibit yang plus jompo teko berpengaruh pada besaran anakan dan lama waktu panen.

Penggarapan Tanah

a)             Bersihkan saluran air dan sawah berusul jerami dan rumput liar.

b)             Perbaiki kalangan serta cangkul sudut kapling sawah yang sukar diolah dengan bajak.

c)              Tenggala sawah bagi membalik petak dan memasukkan korban organik nan cak semau di permukaan. Pembajakan permulaan dilakukan puas semula musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari sehabis itu dilakukan pembajakan ke dua nan disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 masa menjelang tanam.

d)             Ratakan permukaan lahan sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan pendirian menggaru. Permukaan kapling yang rata bisa dibuktikan dengan mematamatai permukaan air di dalam lahan sawah yang merata.

e)             Lereng nan curam dibuat teras mundur dengan kapling-lahan nan dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata.

Penanaman

1) Lengkap Tanam

Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami antah 3 x setahun, tetapi sreg sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini sekali lagi dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

2) Penanaman

Esensi ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, Jarak tanam anjuran ialah menggunakan jarak tanam sistem legowo baik legowo 2;1 ataupun 4:12-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm.

Preservasi Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah

Penyulaman tanaman nan mati dilakukan paling lama 14 masa setelah tanam. Pati sulaman harus dari jenis yang sama nan merupakan bibit cadangan plong persemaian bibit.

2) Penyiangan Gabah Sawah

Penyiangan dilakukan dua kali adalah puas detik berumur 3 dan 6 pekan dengan menggunakan landak (gawai penyiang mekanis yang berfungsi dengan mandu didorong) atau cangkul kecil.

3) Tali air Padi Sawah

Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi pun sedikit berangsur-angsur tekor. Irigasi antah sawah nan terbaik adalah menggunakan sistem berselang / intermitten. Caranya sawah diairi sejauh seminggu kemudian air dibiarkan menyusut hingga kondisi tanah macak-macak ataupun masih lembab selama 10 masa kemudian diairi lagi hingga satu minggu seperti itu seterusnya hingga masa padi berbunga. Lega waktu padi berangkat berbulir, penggenangan terus dilakukan, saat padi tiba menguning ketinggian air dikurangi minus-demi sedikit.

4) Pemupukan Padi Sawah

Baja kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dinasihatkan Urea= 250  kg/ha, SP36 = 100 kg/ha dan KCl = 50 kg/ha.

Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak kiranya terbenam. Pupuk TSP diberikan satu periode sebelum tanam dengan pendirian disebarkan dan dibenamkan. Kawul KCl diberikan 2 kali yaitu kapan tanam dan saat menjelang keluar malai.

8) Tahun Penyemprotan Pestisida

Pemancaran pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali terampai dari ketekunan serangan.

Hama Dan Penyakit

 Wereng Wereng di Persemaian Basah

a) Hama di Persemaian Basah (bagi padi sawah)

  1. Wereng suci (Nymphula depunctalis)
  2. Pari trip (Trips oryzae)
  3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, bercat tepung-abu; Spodoptera litura,

a)      berwarna coklat hitam; S. exempta, bersurih kuning)

Hama di Sawah

a)         Wereng penyerang batang padi: wereng gabah coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung tahir (Sogatella furcifera).

b)        Hama penyerang daun antah: wereng gabah hijau (Nephotettix apicalis dan Tepi langit. impicticep).

c)         Walang sangit (Leptocoriza acuta)

d)        Kepik hijau (Nezara viridula)

e)        Pusut batang padi terdiri atas: pelubang bangkai padi jati (Tryporhyza innotata), kuning (Cakrawala. incertulas), bergores (Chilo supressalis) dan jambon (Sesamia inferens).

f)          Wereng tikus (Rattus argentiventer)

g)         Burung (manyar Palceus manyar, gelatik Padda aryzyvora, pipit Lonchura lencogastroides, peking L. puntulata, bondol hitam L. ferraginosa dan bondol putih L. ferramaya).

Penyakit

a)         Bercak patera coklat

b)        Blast

c)         Penyakit garis coklat patera (Narrow brown leaf spot,)

d)        Tembelang pelepah daun

e)        Keburukan fusarium

f)          Penyakit noda/jago merah terlarang

g)         Keburukan kresek/endemi daun

h)        Penyakit bakteri daun bergores/Leaf streak

i)           Problem kerdil

j)          Penyakit tungro

Gulma

Gulma yang tumbuh di antara pohon padi merupakan rumput-rumputan seperti suket teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar.

Panen

Ciri dan Umur Penuaian

Antah siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga), putaran bawah malai masih terdapat invalid gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah.

Mandu Panen

Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen, gunakan sabit mencolok kerjakan menyela dasar jenazah, simpan hasil panen di suatu medan atau tempat yang dialasi.

Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu, dengan alat Reaper binder, panen boleh dilakukan sepanjang 15 jam buat setiap hektar padahal dengan Reaper harvester penuaian hanya dilakukan selama 6 jam bagi 1 hektar.

Prediksi Produksi

Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif, diharapkan produksi mencapai 7-8  ton/ha.

Pascapanen

a)        Perontokan. Lakukan selekasnya setelah panen, gunakan cara diinjak-injak (60 jam orang untuk 1 hektar), dihempas/dibanting (>16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua gelanggang terpisah. Dengan menggunakan mesin perontok, waktu boleh dihemat. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7,8 jam cucu adam kerjakan 1 hektar hasil panen.

b)        Pembersihan. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi maupun dengan blower manual. Kadar kotoran tidak dapat lebih dari 3 %.

c)         Jemur gabah sepanjang 3-4 hari sepanjang 3 jam per tahun sampai kadar airnya 14 %. Secara tradisional padi dijemur di pekarangan. Jika menggunakan mesin pengering, kebersihan antah lebih terjamin daripada dijemur di halaman

d)        Penyimpanan. Padi dimasukkan ke dalam karung safi dan jauhkan dari beras karena boleh tertulari hama beras. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).

Bila kita kepingin memulai berhuma padi maka alangkah baiknya bila seseorang itu dapat melihat analisa usaha taninya. Bahkan akan kian baik lagi bila orang tersebut yang membuat sendiri analisa aksi taninya.

Akan halnya rincianANALISA USAHA Berladang PADI SAWAHialah sbb

Modal

1. Kebutuhan benih 20 kg @ 6.000 = 120.000
2. serabut kandang 1000 kg @ 1.000 = 1.000.000
3. sekam padi 20 karung @ 2.000 = 40.000
4. pupuk NPK kujang 5 karung @ 120.000 = 600.000
5. kawul NPK Ponska 3 karung @ 120.000 = 360.000
6. pestisida / insektisida = 150.000
———– +
2.270.000

Biaya Operasional

1. Penggodokan petak 30 HOKp @ 35.000 atau borongan = 1.050.000
2. Pencabutan bibit + penanaman 20 HOKw @ 25.000 = 500.000
3. Penyiangan + pemupukan ke-1 6 HOK @ 35.000 = 210.000
4. Penyiangan + fertilisasi ke-2 6 HOK @ 35.000 = 210.000
5. Pemancaran 4 HOK @ 35.000 = 140.000
6. Penuaian dan pasca panen 12 HOK @ 35.000 = 420.000
7. Biaya pengeringan 8 HOK @ 35.000 = 280.000
———– +
2.810.000

Pengeluaran = Modal + biaya operasional
= 2.270.000 + 2.810.000
= 5.080.000

Pendapatan
Hasil Panen misalkan 7 ton GKP sendirisendiri hektar. Setelah dikeringkan susut 18 %, maka hasilnya 5,74 ton GKG masing-masing hektar.
Harga 1 kg GKG adalah 3.500
Maka hasil yang diperoleh adalah 5.740 kg x 3.500 = 20.090.000

Keuntungan
= HPendapatan – Biaya Pengeluaran
= 20.090.000 – 5.080.000
= 15.010.000

Bila dalam 1 periode tanam adalah 4 rembulan, berarti dalam 1 rembulan keuntungannya
= 15.010.000 : 4
= 3.752.5000

Source: https://adirizki47.blogspot.com/2013/05/analisa-usaha-tani-padi-sawah.html