Analisa Usaha Kebun Agrowisata Tanaman Buah Buahan

Abstract

Pelancongan agro alias agrowisata merupakan operasi di bidang jasa yang menggabungkan antara kegiatan pelancongan dengan kegiatan pertanian atau menunggangi kegiatan pertanaman andai produk penting jasa kepariwisataannya. Agrowisata lain semata-mata lego jasa bagi pemenuhan kebutuhan pemandangan yang indah bagi konsumen, melainkan juga bertindak misal kendaraan promosi komoditas persawahan, media pendidikan umum, memberikan sinyal bakal peluang pengembangan diversifikasi dagangan agribisnis dan berarti sekali lagi boleh berarti kembali menjadi provinsi pertumbuhan plonco wilayah. Dengan demikian agrowisata dapat menjadi pelecok suatu perigi pertumbuhan baru daerah, sektor pertanian, dan ekonomi kewarganegaraan (Deptan, 2008). Plantera yaitu salah suatu perusahaan yang bergerak di bidang agrowisata. Plantera tegak puas awal tahun 2008 dan mulai melaksanakan usahanya dengan mengungkapkan agrowisata kebun buah Plantera Fruit Paradise. Agrowisata kebun buah Plantera Fruit Paradise menyediakan buah-buahan segar sedarun dari kebun nan terhidang sesuai dengan periode pengetaman sendirisendiri tanaman buah alias biji kemaluan-buahan yang ditanam tanpa pengaruh periode atau tanaman semusim. Buah-buahan nan ditanam meliputi Durian Montong, Kelengkeng Itoh, Biji kemaluan Naga Red Dragon, Srikaya Grand Anona, Rambutan Binjai dan Rapiah, Jambu Citra, Melon, Semangka, Milu manis, dan beberapa jenis buah lainnya. Keberadaan Plantera Fruit Paradise belum bersisa dikenal oleh masyarakat, hal ini dapat dilihat berpangkal kuantitas pengunjung agrowisata yang kebanyakan baru mengaras 728 orang pengunjung per minggu sedangkan target perusahaan sebesar 1.000 manusia petandang per pekan. Belum tercapainya target penjualan antara lain disebabkan oleh beberapa faktor seperti, masih barunya lokasi agrowisata Plantera Fruit Paradise dan kurangnya promosi agrowisata. Studi ini bertujuan bakal mengidentifikasi bauran pemasaran yang telah diterapkan oleh Plantera dalam memasarkan agrowisata kebun biji zakar Plantera Fruit Paradise, menganalisis kegaduhan konsumen terhadap atribut bauran pemasaran Plantera Fruit Paradise, dan memformulasikan rekomendasi prerogatif bauran pemasaran nan tepat bakal diterapkan Plantera dalam memasarkan agrowisata tipar biji pelir Plantera Fruit Paradise. Metode penelitian yang digunakan adalah penyelidikan kasus yakni pada perusahaan Plantera nan mengalir di bidang agrowisata. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu hasil pemasangan kuesioner maka itu responden konsumen untuk membiji sensasi konsumen terhadap atribut bauran produk dan pengisian kuesioner oleh responden pihak manajemen perusahaan dengan metode Proses Hierarki Analitik. Strategi pemasaran yang dilakukan perusahaan telah menggunakan konsep bauran pemasaran (marketing mix) tujuh P, adalah : 1) faktor komoditas, subfaktor yang diperhatikan adalah variasi paket wisata, total kelakuan maupun keberagaman biji kemaluan-buahan, kualitas biji kemaluan, dan ketersediaan buah-buahan; 2) faktor harga, iii subfaktor yang diperhatikan adalah kesesuaian harga dan mutu peket wisata, reduksi musiman plong periode penuaian raya, dan penetapan harga adu cepat; 3) faktor promosi, subfaktor yang diperhatikan adalah reka cipta iklan, penyebaran kendaraan publikasi, dan kegiatan sponsorship; 4) faktor panggung, subfaktor yang diperhatikan adalah akomodasi pencapaian lokasi, mega, kenyamanan, keindahan, dan kebersihan, dan pelayanan awal konsumen; 5) faktor orang, subfaktor nan diperhatikan yaitu keramahan dan kesopanan, kompetensi dan amanat karyawan, jumlah karyawan; 6) faktor proses, subfaktor yang diperhatikan adalah tanggapan atas keluhan, kemudahan administrasi dan fasilitas pembayaran; dan 7) faktor bukti fisik, subfaktor nan diperhatikan merupakan desain dan layout, desain dan pengelolaan letak agrowisata, gawang informasi tumbuhan, papan indeks arah di kerumahtanggaan agrowisata, kemudahan tempat peribadatan atau musholla, toilet, tempat penjualan biji pelir-buahan, gazebo ataupun shelter, luas areal parkir, arena berperan anak, mobil wisata keliling kebun, medan pembuangan sampah atau tong sampah, ballroom, hall, dan pendopo, reservoir, toko bibit tanaman buah dan pupuk pertanian, dan restoran. Beralaskan analisis persepsi 100 orang responden konsumen terhadap bauran pemasaran yang sudah lalu dilaksanakan perusahaan, responden memonten bahwa garis haluan bauran pemasaran nan dijalankan maka itu perusahaan secara keseluruhan sudah layak baik dan konsumen merasa cukup plong. Peristiwa ini mengindikasikan perusahaan telah ada pada sisi nan tepat namun tetap harus meningkatkan ketatanegaraan operasional maupun resep setiap bauran yang dianggap belum memuaskan. Hasil analisis dengan metode Proses Hierarki Analitik (PHA) langkah pemasaran yang mendapat prioritas pertama yaitu lakukan memperluas promosi agrowisata. Prioritas kedua adalah mengintensifkan pendapatan perusahaan, dan hak istimewa ketiga adalah mengenalkan konsep melancong dan belajar (agroedutourism). Hasil analisis terhadap prioritas mondial bauran pemasaran yang akan dijalankan perusahaan menunjukkan bauran produk menempati prioritas pertama, bauran promosi sebagai prioritas kedua, prioritas ketiga adalah bauran harga prioritas keempat adalah orang. hak istimewa kelima adalah bauran proses, prioritas keenam yakni bauran tempat, dan bauran bukti fisik sebagai prioritas terakhir. Hasil prioritas menyeluruh berpunca atom-elemen garis haluan operasional atau taktik yaitu sreg bauran produk, strategi operasional alias taktik yang dipilih sebagai prioritas pertama intern mengekspresikan prioritas bauran pemasaran perusahaan adalah mempertahankan kualitas variasi paket wisata. Sreg bauran harga adalah meningkatkan kesesuaian harga dengan mutu cangkang pelancongan. Pada bauran promosi yaitu memperluas penyebaran media wara-wara. Pada bauran kancah ialah meningkatkan kemudahan mencapai lokasi agrowisata. Plong bauran orang merupakan mempertahankan kompetensi tenaga kerja. Sreg bauran proses merupakan meningkatkan kemudahan administrasi. Pada bauran bukti raga adalah mengoptimalkan gelanggang penjualan buah-buahan.

Source: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12795