Amphetamin Adalah Jenis Psikotropika Golongan

Amfetamin, Obat Golongan Psikotropika yang Tolong Atasi ADHD

Riuk satunya untuk atasi ADHD

Amfetamin, Obat Golongan Psikotropika yang Bantu Atasi ADHD

Amfetamin merupakan obat psikostimulan, artinya dapat mempercepat pesan nan berjalan antara otak dan tubuh.

Obat ini turut ke intern psikotropika golongan II sehingga harus atas resep dokter.

Oleh karena itu, ketahui berbagai rupa informasi seputar amfetamin yuk, Moms!

Manfaat Amfetamin

Amfetamin adalah stimulan sistem saraf kancing yang memengaruhi target kimia di penggagas dan saraf yang berperan pada kontrol impuls serta hiperaktivitas.

Pengasosiasi ini mengaktifkan reseptor di induk bala dan meningkatkan aktivitas bilang neurotransmitter, terutama norepinefrin dan dopamin.

Dopamin dikaitkan dengan kesenangan, gerakan, dan perhatian.

Berikut ini kemujaraban amfetamin yang dapat dipahami, yaitu:

Mengobati ADHD

amfetamin

Foto: amfetamin

Foto: Orami Photo Stock

Amfetamin biasanya digunakan untuk menyembuhkan
attention deficit hyperactivity disorder
(ADHD).

ADHD ditandai dengan hiperaktif, lekas marah, suasana hati yang tidak stabil, runyam membilang pada satu hal, dan perilaku impulsif.

Kondisi ini demap muncul lega anak-momongan, tetapi dapat berlantas hingga dewasa.

Amfetamin membalikkan beberapa gejala ini dan manjur meningkatkan perkembangan otak serta pertumbuhan saraf pada anak-anak dengan ADHD.

Pengobatan jangka tangga dengan pelelang berbasis amfetamin plong momongan dapat mencegah perubahan yang bukan diinginkan sreg kepentingan dan struktur otak.

Baca Juga:
Bio Nerve, Obat Alami Dasar Malaysia yang Diklaim Berarti untuk Tubuh

Mengatasi Narkolepsi

Narkolepsi adalah kondisi saat seseorang mengalami rasa kantuk yang hebat di siang perian dan terjadi secara berlebihan.

Ini ialah episode tidur yang bukan terderita atau disebut serangan tidur.

Emosi yang awet memicu hilangnya tonus urat secara tiba-tiba ataupun katapleksi.

Kondisi ini menyebabkan seseorang seperti pingsan dan tiba-tiba terban.

Seseorang bisa tidur sekonyongkonyong justru momen sedang berkegiatan sekali sekali lagi misalnya menyetir.

Maka dari itu kesudahannya, kondisi ini sangat membahayakan dan perlu diobati.

Amfetamin dan turunan amfetamin telah digunakan di masa tinggal kerjakan menyembuhkan narkolepsi.

Namun, karena kekhawatiran akan efek sampingnya, amfetamin semakin banyak digantikan oleh modafinil, perunding yang meningkatkan kesadaran.

Depresi

Sejak tahun 1930-an, amfetamin digunakan untuk memulihkan gangguan obsesif gandrung (OCD) dan skizofrenia.

Sahaja, pada 1950-an dan 1960-an, di tengah meningkatnya kepanikan adapun efek sampingnya, obat ini digantikan oleh antidepresan nan baru tersuguh.

Pada kasus yang jarang terjadi, amfetamin digunakan bersama antidepresan patokan bagi mengobati sejumlah macam depresi yang lain merespon pengobatan lain, terutama puas orang yang sekali lagi mengalami kelelahan dan apatis.

Dalam harian
Dialogues in Clinical Neuroscience, penelitian yang diikuti 65 pasien yang memakai amfetamin, terwalak peningkatan khususnya yang gandeng dengan energi, suasana hati, dan aktivitas psikomotor.

Ketika meminum atau disuntikkan amfetamin, dalam waktu 30 menit efeknya biasanya sudah bisa terlihat.

Mulai pecah rasa bahagia, percaya diri, merasa enerjik, dan lebih celomes.

Baca Lagi:
Jus Nanas kerjakan Pembeli Batuk darah, Ini Resepnya!

Resan Pakai dan Dosis Amfetamin

Amfetajin biasanya tidak disetujui bikin digunakan pada anak asuh-anak asuh di bawah usia 3 hari, kecuali atas rekomendasi dokter.

Obat ini memiliki buram tepung dan tablet, hingga intan buatan dan kapsul.

Biasanya dikemas n domestik
aluminium foil, kantong plastik, maupun balon kecil.

Bubuk amfetamin umumnya bercat putih atau cokelat.

Baunya kuat dan rasanya ki getir.

Namun, kapsul dan tablet tinggal bermacam rupa dalam berbagai ragam ukuran dan warna.

Sebaiknya mereguk amfetamin seperti yang ditentukan makanya mantri.

Ikuti wahi pada segel trik dan sebagaimana nan direkomendasikan dokter.

Simpan pelelang di tempat yang tidak boleh dijangkau makanya anak-anak.

Moms bisa meminumnya dengan atau tanpa tembolok.

Jika melewatkan dosis, jangan minum dobel tambahan pula jika telah mendekati waktu minum selanjutnya.

Baca Kembali:

Fenofibrate, Tablet dan Kapsul buat Tolong Turunkan Kolesterol

Efek Samping Obat

efek samping obat.jpg

Foto: surat berharga samping obat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti obat-obatan lainnya, amfetamin boleh menembakkan sejumlah efek samping ketika dikonsumsi.

Doang, surat berharga samping ini boleh berbeda pada tiap orangnya, ini didasarkan pada:

  • Berat badan
  • Kondisi kesehatan
  • Obat enggak yang diminum pada waktu bersamaan
  • Dosis yang diberikan

Melansir dari laman Alcohol & Drug Foudation, suka-suka beberapa efek samping yang lazimnya unjuk, yaitu:

  • Pupil segara dan mulut gersang
  • Nafsu makan berkurang
  • Detak jantung dan pernapasan yang cepat
  • Menggemeretakkan gigi
  • Musykil tidur
  • Linu saat lepaskan air kerdil
  • Suasana hati mudah berubah
  • Gangguan seksual
  • Sakit kepala atau hilang akal

Menganjur amfetamin kembali dapat merusak saluran hidung dan menyebabkan perdarahan.

Kalau menyuntikkan penawar dengan cara nan salah, Moms mengalami beberapa risiko, seperti:

  • Tetanus
  • Infeksi
  • Kerusakan vena dan pembekuan pembawaan

Adapun, Moms lagi perlu memafhumi tanda-tanda overdosis penawar nan mungkin muncul, yaitu:

  • Detak jantung cepat dan lain beraturan
  • Sulit bernapas
  • Menggigil dengan atau sonder demam
  • Tidak dapat kencing
  • Kejang-kejang
  • Stroke
  • Serangan jantung
  • Mortalitas

Segera pergi ke sinse jika beragam gejala ini unjuk ya, Moms!

Peringatan sebelum Minum Obat

amfetamin

Foto: amfetamin

Foto: Orami Photo Stock

Moms tidak disarankan memperalat amfetamin sekiranya mempunyai alergi terhadap obat perangsangan apa pun.

Atau jika Moms telah menunggangi inhibitor MAO dalam 14 periode terakhir, seperti isocarboxazid, linezolid, injeksi metilen biru, phenelzine, atau tranylcypromine.

Tak hanya itu, Moms tidak diperkenankan menggunakan amfetamin jika memiliki komplikasi kesegaran seperti mana:

  • Nyeri dada ataupun masalah pernapasan nan disebabkan oleh komplikasi jantung.
  • Pengerasan arteri.
  • Tekanan darah panjang sedang hingga susah.
  • Tiroid nan plus aktif.
  • Riwayat penyalahgunaan narkoba.
  • Sekiranya mengalami rasa kacau.
  • Masalah plong dalaman.
  • Riwayat keluarga dengan keburukan jantung ataupun kematian seketika.
  • Diberikan lega anak usia di bawah 3 tahun.

Baca Pula:

Carbamazepine (Obat Epilepsi): Kekuatan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Tak saja itu, Moms juga harus memberi sempat dokter takdirnya sedang mengonsumsi remedi opioid, produk herbal, obat untuk depresi, ki kesulitan mental, migrain, Parkinson, sampai obat untuk mencegah dugal dan muntah.

Interaksi dengan amfetamin menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom serotonin.

Ini adalah kondisi detik ganjaran serotonin sesak banyak.

Akibatnya, beragam gejala muncul mulai dari kekhawatiran, kejang urat, setakat halusinasi.

Moms juga tidak diperkenankan menunggangi amfetamin saat hamil karena bisa menyebabkan kelahiran prematur atau berat bayi lahir invalid (BBLR).

Baca Juga:
Perlukah Anak Menunggangi Pemohon Kumur?

Oleh karena itu, pasrah tahu dokter seandainya sedang hamil atau berencana hamil sepatutnya sinse bisa menggantinya dengan variasi obat lain.

Apabila Moms paruh menyusui, amfetamin pula menjadi obat yang biasanya tidak diresepkan.

Ini karena bisa turut ke internal ASI dan membahayakan.

Sebaiknya ini menjadi mualamat yang berguna, ya!


  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/221211
  • https://www.drugs.com/amphetamine.html#:~:text=Amphetamine%20is%20a%20central%20nervous,treat%20ADHD%20and%20also%20narcolepsy.
  • https://adf.org.au/drug-facts/amphetamines/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3181580/

Source: https://www.orami.co.id/magazine/amfetamin

Posted by: gamadelic.com