Amalan Sampai Mati Buah Tanaman

Aktivitas menguburkan seharusnya menjadi bagian semenjak kegiatan kita apapun profesi yang dimiliki. Begitu banyak lahan tidur yang tak dimanfaatkan di sekitar kita. Nan peling dekat dengan kita adalah pekarangan flat yang luas ataupun sempit. Ketika ini menanam lain harus dengan sarana lahan atau berbarengan  di petak pelataran, teknologi hidroponik ataupun aeroponik dengan modal yang murah setakat modal besar. Ataupun menanam dengan menggunakan pot ataupun ajang lainnya seperti mana polybag.  Bahkan diatas bangunanpun dapat dimodifikasi sebagai kancah untuk menanam.

Bagi yang memiliki profesi mata pencaharian dibidang pertanian, maka pekerjaan menanam menjadi rutinitas misal ibadah nan menghasilkan produksi sebagai bahan alas untuk batih dan masyarakat. Pekerjaan bertani adalah aktivitas yang melatih rasa syukur, keikhlasan, ikhtiar dan tawakkal kepada Yang mahakuasa.

Rasa syukur itu dinikmati setiap ketika dari langkah lahan hingga panen dan pasca panen. Panduan bertani sudah diberikan tonggak-rambu oleh selam melampaui Quran dan hadist. Berbagai mantra amanat dan keadaan praktis telah dijelaskan baik lega ayat-ayat yang tercatat maupun ayat-ayat kauniyah dialam ini. Rasa syukur itu semakin bertambah karena sebagian besar aktivitas intern bertani mutakadim menjadi kuasa Allah SWT seperti menempatkan air hujan, menghidupkan petak, menumbuhkan tanaman hingga membagi tembolok dengan mahluk lainnya seperti mana titit, wereng dan lain sebagainya.

Menanam adalah amal jariah nan insya Allah suratan rianya kecil dan pahalanya osean.  Membangun kronologi ataupun sarana umum lainnya mayoritas yang memanfaatkan adalah manusia, namun jika kita memakamkan apalagi pohon jangka panjang maka nan merasakan manfaatnya selain diri seorang dan keluarga, kembali dinikmati oleh burung dan binatang lainnya, menaik kodrat oksigen diudara sehingga mengurangi pemanasan global dan penipisan lapisan ozon, mengurangi polusi udara yang bermanfaat kerjakan semua mahluk dibumi. Tanaman buah yang sudah berbuah bertahun-tahun dan bahkan pindah kepemilikan dan satu orang ke orang lain, lewat sukar orang bertanya siapa yang menanamnya.  Banyak memberi guna biarpun yang menanam telah lama meninggal. Walaupun pokok kayu yang ditaman itu sudah lalu mati, sekadar orang lain telah banyak mengamil manfaat bahkan bibit dari tumbuhan itu telah banyak dikembangkan dan ditanam lagi oleh orang lain sehingga membuat terjadinya keseimbangan umbul-umbul.

Anjuran menanam dalam selam tidak pernah dibatasi dengan umur makhluk. Kapan saja, detik muda maupun tua sepanjang boleh berusaha menggali lahan dan menguburkan, hal itu menjadi bahara kita. “Takdirnya kiamat sudah terjadi dan kebetulan tangan kalian memegang sari tamar, sekiranya kalian sempat menggali, maka tanamlah ia.” (HR. Bukhari).  Di Indonesai, tidak sebatas tamar, bermacam-macam jenis tanaman tahunan, tumbuhan buah, pokok kayu pangan, sayuran, tanaman solek, tanaman obat tersebar dimana-mana.




Source: https://smkppngorontalo.sch.id/menanam-itu-amal-jariah-yang-dahsyat/