Amalan Sampai Mati Buah Tanaman Almanhaj

Keseleo satu lemak Allah yang besar atas hamba-hamba-Nya yang beriman adalah bahwa Dia telah mempersiapkan lakukan mereka banyak pintu kebaikan nan bisa dilakukan oleh hamba dalam roh ini dan pahalanya akan terus berputar kepadanya sehabis kematian menjemputnya. Tatkala di n domestik kubur, penghuninya mutakadim lain bisa berbuat apa-apa, mutakadim rantas kesempatan beramal, adv amat menotal segala yang telah dilakukan semasa hidupnya dulu. Namun, ternyata ada khalayak yang terus mujur fungsi yang bergerak di internal kuburnya. Pahala dan keutamaan senantiasa terus hinggap silih berganti. Dia telah meninggalkan dunia yang yaitu negeri lakukan menderma, akan tetapi enggak terputus pahala amalnya. Sehingga, senantiasa bertambah derajatnya dan pahalanya pun terus berlapis, meskipun dia sudah berpunya di alam kubur. Tak ada keutamaan dan kebaikan yang lebih baik berpokok semua ini.

Rasul
shallallahu ‘alaihi wasalllam
menyebutkan tujuh perkara yang akan tetap mengalir pahalanya, meskipun seorang hamba sudah lalu berkecukupan di dalam kubur setelah kematian menjemputnya. Bermula Anas
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
bertutur,

سبعٌ يجري للعبد أجرهن وهو في قبره بعد موته :

من علَّم عِلْماً ، أو أجرى نهراً ، أو حَفَر بئراً ، أو غرس نخلاً أو بنى مسجداً ، أو ورَّث مصحفاً ، أو ترك ولداً يستغفر له بعد

موته

Cak semau tujuh amalan yang akan mengalir pahalanya bagi seorang hamba, biarpun ia berbaring di korok taman bahagia setelah meninggal: (1) mengajarkan guna-guna, (2) mengalirkan air sungai, (3) mewujudkan sumur, (4) menanam kurma, (5) membangun musala, (6) membagikan mushaf Al-Qur’an, atau (7) meninggalkan anak nan akan memintakan ampun baginya setelah sira meninggal. “ (HR. Al-Bazzar. Dinilai
hasan
oleh Al-Albani)

Renungkanlah wahai saudaraku muslim mengenai kebajikan-dedikasi yang luhur ini. Pastikan bahwa Anda memiliki andil bagian dalam mengamalkannya sepanjang atma di dunia. Bersegeralah dan bersemangat kerumahtanggaan mengamalkannya sebelum datangnya berlalu. Berikut adalah bilang penjelasan mengenai tujuh amalan tersebut:


Mengajarkan Ilmu

Yang dimaksud aji-aji di sini merupakan ilmu yang bermanfaat, yaitu hobatan yang menjelaskan kepada sosok tentang agamanya, mengenal Rabbnya, dan sekaligus sesembahannya, mantra nan memberi ilham kepada jalan yang verbatim, ilmu nan bisa membedakan antara jalan ajaran dan kesesatan, validitas dan kebatilan, serta perkara formal dan bawah tangan.

Dengan demikian, jelaslah  izzah dan keutamaan para ulama yang terus berpetua dan berdakwah dengan ikhlas, yang hakikatnya mereka yakni pelita bakal para hamba, mercusuar nan mendamari suatu negeri, fungsi yang menopang umat, dan mata air dari barang apa hikmah. Hidup mereka sangatlah berharga, dan kematian mereka adalah musibah. Mereka mengajari orang-himar, mengingatkan khalayak-khalayak yang lalai, dan memberi wahi kepada orang-bani adam yang sesat.

Jika salah koteng di antara mereka meninggal, maka ilmunya tetap diwariskan kepada umat basyar, dan tulisan serta perkataannya tetap beredar di antara manusia yang semangat sepeninggal mereka. Dari amalnya tersebut, mereka beruntung manfaat dan menuai pahala. Mereka tergolek di dalam kuburnya, namun pahala diturunkan kepadanya, dan pahala itu akan terus mengalir untuknya.

Lalu mereka sering berkata, “Ulama meninggal, tapi bukunya tetap suka-suka.” Ketika ini, bahkan kritik dan gambar para ulama pun tetap terekam dalam kaset/video yang berisi pelajaran ilmiah, ceramah-ceramah yang berharga, dan orasi-khotbah yang penuh makna.

Barangsiapa yang berkontribusi dalam pencetakan sendisendi yang berharga, penerbitan trik-buku nan penuh faidah, penyebaran kaset-kaset ilmiah dan dakwah, maka dia akan berselesa besar juga bikin mendapatkan pahala tersebut,
insyaallah.

Baca Juga:

Menggapai Pahala dalam Amarah


Mengalirkan Air Bengawan

Yang dimaksud adalah mengalirkan air dari indra penglihatan air atau sungai sebaiknya airnya sampai ke tempat-gelanggang penduduk dan pertanaman, sehingga bisa cak bagi menyiram tanaman, dan memberi meneguk binatang.

Sungguh banyak amal agung dan tindakan kekuatan yang bisa dilakukan kepada banyak manusia sehingga akan meringankan pekerjaan mereka dengan cara memfasilitasi kebutuhan air nan yakni kebutuhan paling pangkal untuk umur. Termasuk n domestik hal ini adalah mengempoh air melampaui culim ke wadah-gelanggang penduduk, serta menaruh dispenser di jalan dan tempat awam hendaknya bisa diminum oleh orang yang membutuhkan.


Menciptakan menjadikan Sumur

Hal ini mirip dengan polah di atas. Dan perkara ini dijelaskan n domestik titah Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu
bahwa Nabi
sallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda,

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِى كَانَ بَلَغَ مِنِّى. فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِىَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ  فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Ketika koteng junjungan-laki menengah bepergian, dia merasakan kehausan yang sangat. Lalu, engkau roboh ke sumur dan meneguk. Detik sira keluar, ternyata terserah seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kerinduan. Dia berucap, ‘Ketek ini kemauan sama dengan diriku.’ Maka, beliau mengisi sepatunya (dengan air) dan memegangnya dengan mulutnya. Kemudian, dia naik dan memberi minum cengkok itu. Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat menanya, “Ya Rasulullah, apakah kita boleh meraih pahala berbunga binatang?” Beliau menjawab, “Setiap memberi minum pada hewan akan mendapatkan pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika demikian besarnya pahala terhadap anjing, lalu bagaimana dengan seseorang yang menggali mata air nan keberadaannya menyebabkan orang-insan yang membutuhkan akan banyak mengambil keistimewaan darinya?


Menguburkan Pohon Kurma


Sebagaimana diketahui bahwa tanaman kurma adalah  pohon nan paling baik, paling utama, dan minimal bermanfaat bakal anak adam. Barangsiapa nan menyelamatkan pohon kurma dan menghamburkan buahnya kepada kaum muslimin, maka pahalanya akan tetap mengalir selama buahnya dimanfaatkan untuk dimakan. Dan setiap boleh jadi ada manusia dan fauna yang mendapat faedah dari tanaman tersebut, dia pun akan ikut beruntung manfaat nyata pahala yang terus mengalir. Peristiwa ini bermain bikin seluruh diversifikasi tumbuhan nan apabila ditanam, maka akan memberikan banyak manfaat bikin manusia. Disebutkan pohon kurma secara eksklusif di sini karena adanya keutamaan dan keistimewaan tersendiri pada pohon kurma.

Baca Sekali lagi:

Rasa yang Berpahala


Membangun Masjid

Sosok yang Allah
Ta’ala
izinkan namanya untuk ditinggikan dan disebutkan secara khusus merupakan hamba allah yang membangun musala. Apabila masjid mutakadim dibangun, dan salat didirikan di dalamnya, Al-Qur’an dibacakan di dalamnya, dibacakan
dzikrullah
di dalamnya, mantra tersebar di dalamnya, kaum muslimin berkumpul di dalamnya untuk kepentingan samudra lainnya, maka bagi orang yang membangunnya akan mendapat seluruh pahala tersebut.

Dari Utsman bin Affan
radhiyallahu ‘anhu, dia berujar bahwa aku mendengar Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam  berbicara,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

Produk siapa membangun zawiat n domestik kerangka mencari ketulusan Tuhan, maka Allah akan membangun untuk kamu nan semisal itu di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Membagikan Mushaf Al-Qur’an


Yaitu dengan mencetak Al-Qur’an atau membelinya dan menghadiahkannya di masjid-masjid dan ajang-tempat majelis ilmu agar umat Islam bisa mengambil manfaat darinya. Kerjakan sosok nan mewakafkan, maka akan diberi pahala yang banyak sekejap-sekejap ada yang membaca, mentadaburi (merenungkan), dan mengamalkan isi Al Qur’an tersebut.


Menggembleng Anak nan Akan Memintakan Ampun Baginya sehabis Ia Meninggal

Mendidik anak, mendisiplinkan mereka dengan baik, dan semangat membesarkan mereka dalam ketakwaan dan kebenaran, sehingga mereka menjadi anak-anak yang baik dan anak-momongan yang salih. Akan datang mereka sekali lagi akan beribadat untuk orang tua mereka dan memintakan rahmat dan ampunan.

Inilah di antara keadaan-keadaan yang akan patuh bermanfaat lakukan orang yang telah lengang di kuburnya, sampai-sampai pahala pun akan terus mengalir untuknya.

Bacaan: (

سبع يجري للعبد أجرهن وهو في قبره


بعد موته
) karya Syekh ‘Abdurrozzaq al Badr, nan boleh di download di sini : https://www.al-badr.ambai/muqolat/2477

Baca Pun:

Notulis:
Adika Mianoki

Artikel:
www.mukmin.or.id

🔍 Maslahat Thagut, Hadits Setiap Kalian Adalah Majikan, Hukum Komersial Lelang, Yang mahakuasa Menurut Islam, Surat Yasin Fadillah

Source: https://muslim.or.id/70855-tujuh-amalan-yang-pahalanya-terus-mengalir.html