BULAN DITURUNKANNYA AL-QUR’AN

Kab. Pasuruan (Humas) – sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan memperdalam serta mengkaji ayat-ayat kudrati Al-Qur’an Maktab Kementerian Agama Kab. Pasuruan melaksanakan kegiatan Kultum Dhuhur yang berlenggek lega Wulan Diturunkannya Al-Qur’an nan dilaksanakan pada musim Senin, Rontok 29 Juni 2022, pengetuk 12.15 WIB di Musholla Al-Ikhlash Kankemenag Kab. Pasuruan dengan pembicara H. Munif.

Anda membentangkan bahwa Turunnya Al-Alquran pertama mana tahu terkadang menjadi perdebatan di antara sesama muslim. Seperti yang kita ketahui bahwa turunnya Al-Alquran pertama bisa jadi yang dikenal sebagai Nuzulul Quran terjadi plong 17 Ramadhan. Namun beberapa ayat mengatakan : شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Al-Baqarah 185)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (Al-Qadr 1), إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ “Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi.” (Ad-Dukhon 3).

Ketiga ayat tersebut menjelaskan Al-Quran jatuh pada bulan Ramadhan tepatnya lilin batik lailatul Qadar, malam kemuliaan. Dan privat manuskrip Ad-Dukhon yang dimaksud malam mubarok yaitu malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan begitu juga yang dikatakan oleh rata-rata cerdik pandai kata tambahan. Lailatul Qadar seperti nan kita senggang terjadi puas 10 yaumul Ramadhan dan 17 Ramadhan tidak teragendakan ke dalam 10 waktu terakhir Ramadhan. Kejadian ini sering membuat banyak kabilah muslim pusing.

Keduanya moralistis, Al-Alquran diturunkan secara ideal (keseluruhan) dari Lauh Mahfudz ke langit Dunia (Baitul-Mahamulia) Al-Alquran pada malam Lailatul Qadar kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Utusan tuhan Muhammad SAW permulaan kali pada copot 17 Ramadhan di Terowongan Hira. Al-Quran diturunkan sepanjang 23 musim, 13 musim di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Yang terakhir inilah yang sering kita peringati sebagai Nuzulul Quran.

Ayat pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Alaq di Gua Hira. Saat itu tanggal 10 Agustus 660 M, Nabi Muhammad SAW tepat berumur 40 tahun 6 wulan 12 tahun. Bani adam Arab memang memiliki tradisi buat bersemedi demi mendekatkan diri kepada hal-situasi gaib untuk yang n kepunyaan kecerdasan iman.

Momen bersepisepi di Liang Hira, Malaikat Rohulkudus membidik Rasul Muhammad SAW sehingga takhlik Nabi Muhammad SAW ketakutan. Malaikat Roh kudus membentangkan untaian alfabet pada lempengan batu belanda dan berujar “Iqra (bacalah)”. Semata-mata Nabi Muhammad SAW menjawab “Ma ana biqirain (saya tidak bisa membaca)”. Jibril juga mendesaknya:

“Iqra” Nabi Muhammad SAW kian ketakjuban, sekadar ia tetap menjawab: “Ma ana biqirain.” Jibril menatap Nabi Muhammad SAW dan seketika Utusan tuhan Muhammad SAW reaktif bahwa Malaikat Roh kudus tak menyuruh membaca, semata-mata mengikuti ucapannya. Dan diterimalah ayat Al-Quran pertama kali yang riil surat Al-Alaq ayat 1-5 oleh Utusan tuhan Muhammad SAW. Rasul Muhammad sekalian pulang ke rumah dengan menggigil karena masih takut dengan peristiwa yang dialaminya di Gaung Hira. Dengan diterimanya ayat Al-Quran tersebut, maka Muhammad absah diangkat menjadi Nabi. Sampai akhirnya Al-Quran terus turun secara berangsur-angsur.

Dengan diturunkannya Al-Quran, maka mempunyai makna : (1) Tanda diangkatnya Muhammad SAW menjadi rasul untuk menyorongkan firman Allah. (2) Al-Alquran ibarat pedoman bagi seluruh umat manusia nan beriman lakukan dihapal, dipahami dan diamalkan n domestik atma sehari-hari. Akan cuma-cuma Al-Quran bila hanya sampai di bibir saja tanpa ada pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, imbuhnya. (fin)