Alat Musik Daerah Sulawesi Selatan

Anak perempuan Suku Bugis, Sulawesi Selatan yang menari dengan pakaian adat Toraja.

(Sumber foto: Creative Commons/Annisa Almunawarah)

Momongan perempuan Suku Bugis, Sulawesi Daksina yang menari dengan pakaian adat Toraja.

Bobo.id
– Indonesia mempunyai beragam alat irama tradisional. Keseleo satunya seperti nan berpokok dari Sulawesi Kidul.

Sulawesi Selatan ialah bagian dari salah satu pulau samudra di Indonesia, yakni Sulawesi.

Di Sulawesi Selatan masih terbagi menjadi beberapa suku berbeda, yaitu Suku Mangkasarak (Makassar), Suku Mandar, Tungkai Toraja, dan Suku Bugis.

Baca Kembali: Organ Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur: Sasando, Peranti Musik yang Dipetik

Adanya banyak suku di Sulawesi Selatan mewujudkan negeri ini mempunyai beraneka ragam organ musik tradisional.

Peranti irama tradisional merupakan jenis organ irama yang merupakan target tradisi dan sudah terserah sejak beberapa tahun lampau.

Biasanya alat musik ini diajarkan dan diturunkan sehingga akan terus dimainkan hingga perlengkapan musik tradisional menjadi salah satu warisan budaya.

Peranti musik tradisional ini juga akan menjadi identitas dari suatu daerah tertentu.

Di Sulawesi Selatan ada alat musik seperti mana pui-pui, gandrang bulo, dan bukan sebagainya.

Mana tahu ini akan dijelaskan lima varietas alat musik tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan.

1. Pui-Pui

Pui-pui sering disebut juga dengan puik-puik adalah radas musik tiup khas Sulawesi Selatan.

Perlengkapan musik ini biasa digunakan lakukan mengiringi bermacam ragam seremoni adat dan acara kesenian distrik di Sulawesi Selatan

Pui-pui ini punya bagan kerucut yang menyerupai klarinet.

Rang kerucut dari pui-pui ini dibuat dari lembaran ferum dan potongan patera melempar.

Logam pada alat musik ini berada di penggalan dasar, lalu sreg bagian kerucut terbuat dari gawang.

Di sejauh papan tersebut terletak sejumlah liang bagi menghasilkan nada yang berbeda-beda.

Baca Juga: 5 Instrumen Musik Tradisional Aceh, Ada Kemung hingga Arbab

Pada alat musik ini terdapat bagian yang disebut dengan kallode, dengan fungsi untuk membuat musik lebih nyaring.

Anak komidi yang memainkan alat ini harus berhati-hati seyogiannya tidak mengeluarkan celaan yang aneh.

2. Kecaping

Perangkat nada tradisional lainnya berbunga Sulawesi Selatan yakni kecaping yang dimainkan dengan prinsip dipetik.

Kecaping halal digunakan bikin mengiringi dongeng-khayalan di waktu nini moyang, atau bagi iringan tari tradisional.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, kecaping adalah perangkat irama nan ditemukan oleh seorang kelasi keturunan Makassar dan Bugis momen berlayar.

Konon kelasi tersebut perhubungan mendengar perlengkapan irama dari getaran untai dan merasa terjerumus.

Berasal itu, sang pelaut mencoba membuat alat musik serupa dan dibawalah perabot musik buatannya ke Sulawesi Daksina.

Perangkat musik ini n kepunyaan bentuk melengkung seperti perahu yang diberi senar dari kawat.

Dimainkan dengan mandu dipetik, alat nada ini akan menghasilkan suara miring yang merdu.

3. Talindo

Alat musik suatu ini tenar di Tungkai Bugis dan memiliki rencana yang eksklusif.


Talindo terbuat dari bahan tiang dengan satu telegram.

Lega bagian bawah sebagai penyangga terbuat bermula tempurung kelapa.

Di Makassar alat ini memiliki nama enggak yaitu popondi.

Awalnya alat ini dubuat hanya buat menghibur para orang tani di sawah saat sedang penuaian.

Namun seiring perkembangannya, momongan muda mulai sejak Suku Bugis sering memainkannya untuk mengisi waktu senggang.

Baca Juga: 5 Contoh Alat Musik Tradisional Maluku, Cak semau Tifa Setakat Idiokordo

4. Gandrang Bulo

Tidak semata-mata alat musik bersenar hanya, ada kembali perkakas irama yang dimainkan dengan cara dipukul.

Alat musik itu merupakan gandrang bulo yang mulai sejak semenjak Makassar.

Nama gendrang bulo merupakan bahasa Makassar, yaitu gendrang nan berarti pengetuk dan bulo berarti bambu.

Alat irama ini memiliki buram tabung samudra nan terbuat dari bahan kayu.

Uniknya, perkakas ini memiliki matra nan akan disesuaikan dengan pemainnya.

Gendrang bulo ini memiliki bentuk yang mirip dengan gendang di Jawa.

Namun, plong grrdang bulo terserah tatahan khas Sulawesi Daksina puas bagian tabung.

Organ nada nan ditabuh ini sering dimainkan pron bila upcara adat pengudusan dan penyucian benda-benda pusaka.

Selain itu, alat ini juga dimainkan dalam bermacam ragam upacara adat serta kesenian masyarakat adat.

Baca Juga: 7 Gawai Musik Tradisional Kalimantan, dari Babun sampai Sluding

5. Gesok-Gesok

Gesok-gesok ini merupakan alat irama yang dimainkan dengan cara digesek maupun kordofon.

Perangkat irama ini mirip dengan rebab, tapi memiliki dua kawat.

Memiliki bentk seperti mana jantung atau daun keladi, alat musik ini dibuat dari bahan gawang.

Instrumen gesek bagi gesok-gesok juga terbuat pecah kayu dan senar, dengan rang seperti busar panah.

Penggunaan alat irama ini rata-rata lakukan mengiringi pembacaan syair-sajak tentang rekaman masa lampau maupun petuah.

Lewat instrumen nada ini tetapi dimainkan bikin kalangan tekor yaitu keluarga. Tapi kini perlengkapan nada ini menjadi alat musik mahajana yang boleh dimainkan untuk musik rakyat.

Nah, itu tadi lima perabot irama tradisional Sulawesi Selatan yang unik.

(Sumur foto: Creative Commons/Annisa Almunawarah)

Tonton video ini, yuk!



—-

Yuk, kunjungiadjar.id dan baca artikel-kata sandang pelajaran untuk menunjang kegiatan sparing dan menambah pengetahuanmu. Bertambah sakti belajar ditemani adjar.id, dunia kursus anak Indonesia.



Cek Berita dan Kata sandang yang lain di Google News









PROMOTED CONTENT


Video Pilihan



Source: https://bobo.grid.id/read/083002332/5-alat-musik-sulawesi-selatan-dari-jenis-perkusi-hingga-petik?page=all

Posted by: gamadelic.com