Akibat Dari Tsunami Aceh 2004

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASCA TSUNAMI DI ACEH


PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PASCA TSUNAMI DI ACEH

Gempa dunia dan tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Pulau Nias setahun terlampau, mengakibatkan fasad nan begitu besar. Lebih berpokok 200 ribu nasib menjadi incaran, jalan, jembatan, perumahan, gedung-bangunan sekolah banyak nan hancur. Gelombang muhajir yang kekeringan tempat tinggalnya mencapai kian dari 500 ribu jiwa. Kejadian tersebut mengundang timbang rasa dari berbagai pihak, baik dari kerumahtanggaan maupun luar negeri.

Berbagai macam upaya telah dilakukan sesuai dengan satah dan sektor masing-masing. Dibidang pekerjaan awam, pembangunan jalan dan jambatan ibarat akses transporatasi utama serta pengaman pesisir menjadi episode dari program rehabilitasi dan pemulihan disana.


Pasifikasi Pantai


Pemerintah melintasi Kantor Perigi Daya Air Provinsi NAD membangun tanggul pengaman pantai (brigtwater). Pembangunan tanggul ini bermaksud untuk menguasai masalah daya rusak air. Daya kemungkus air berasal rantau inilah yang mengakibatkan abrasi pantai ataupun akibat berpokok Tsunami.entri Kantor SDA Provinsi NAD Eko Purwadi saat meninjau Pantai Syeh Kuala (27/12).

Dalam tahun 2005 dan 2006 rencananya akan dibangun pengaman rantau sepanjang 6,5 km di NAD. Hingga ketika ini sudah lalu selesai dikerjakan sejauh 300 meter dengan menggunakan dana APBN dan Fisik Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR). Insya Halikuljabbar akan dikerjakan pada penutup April 2006, jelas Eko. Dari segi bahan baku, khususnya cak bagi pembangunan tanggul pengaman pesisir, dapat dipenuhi terbit distrik Ujung Bate yakni sekitar 30 km dari lokasi dibangunnya pengaman pantai.

Selanjutnya Eko mengatakan pembangunan lainnya yang dilakukan adalah pembuatan tanggul air masin alias tanggul pasang surut yang membatasi antara tebat dan daerah pemukiman, sepanjang 15,5 km. Selain itu kembali dilakukan pembangunan pengendali banjir di empat sungai yakni Bengawan Krueng Neng, Sungai Krueng Doy, Sungai Krueng Aceh dan Sungai Krueng Titi Tataran. Saat ini pekerjaan nan yunior dikerjakan sepanjang 2,8 km dari total kebutuhan sekitar 7 km.

Total biaya buat pembangunan pengaman pantai atau tanggul air laut, penanganan tanggul air asin dan penanganan sungai di Aceh Besar memerlukan dana abnormal makin Rp90 milyar.


Jalan Banda Aceh-Meulaboh


Urut-urutan Banda Aceh  Meulaboh nan ikut hancur terkena gempuran gelombang elektronik tsunami juga dibangun. Rehabilitasi dan rekonstruksi kronologi selama 240 km ini mendapat uluran tangan hibah terbit pemerintah Amerika Serikat melalui USAID sebesar US$245 juta. Detik ini pembangunannya baru memasuki tahap I yakni pembangunan urut-urutan anatara Banda Aceh-Lamno yang akan diselesaikan tahun depan.

Pemerintah Jepang melalui JICS juga menerimakan pertolongan untuk pembangunan jalan di ruas Meulaboh  Calang sejauh 122 km sebesar 2.651 milyar yen. Pencanganan dimulainya pembangunan ruas jalan ini sudah lalu dilakukan pada 16 Desember lalu dan diharapakan akan selesai puas pertengahan tahun 2006. (sri)



Pusat Komunikasi Publik



281205

Peroleh kasih telah berpartisipasi merespon kuis ini..


Biro Komunikasi Masyarakat Departemen PUPR

Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Source: https://pu.go.id/berita/pembangunan-infrastruktur-pasca-tsunami-di-aceh

Posted by: gamadelic.com