Air Yang Keluar Dari Kemaluan

Sama-selevel berbentuk larutan dan terlihat serupa, tahukah Moms serta Dads apa perbedaan madzi dan mani?

Selain madzi dan mani, suka-suka sekali lagi istilah serupa yang disebut seumpama wadi. Lalu, barang apa yang dimaksud dengan madzi, jauhar, dan wadi dalam agama Selam?

Adakah hukum yang menjelaskan cara menerangkan ketiganya?

Baca Kembali:
Perbedaan Najis dan Hadas kerumahtanggaan Agama Islam

Pemahaman tentang Madzi dan Mani, serta Wadi dalam Islam

Bikin menjawab seluruh cak bertanya di atas, mari simak penjelasan mengenai perbedaan madzi dan mani, serta wadi dalam agama Selam.

1. Signifikansi Madzi dan Penyebab Keluarnya

madzi

Foto: madzi (Foto: Shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Buat mengetahui perbedaan madzi dan benih, terlebih dulu harus mengarifi pengertian berpangkal tiap-tiap istilah tersebut.

Mengutip laman NU Online, madzi adalah cair ceria bening dan lengket yang keluar saat dalam kondisi seks, lain muncrat, dan sehabis keluar enggak menyebabkan lemas.

Keluarnya air madzi ini disebabkan libido yang unjuk momen seseorang ki memenungkan maupun membayangkan jima’ (interelasi seksual) atau detik pasangan suami dan istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan
foreplay
atau pemanasan).

Keluarnya madzi enggak hanya dialami maka itu kaum lelaki, sahaja upik sekali lagi mengalaminya. Adakalanya, keluarnya madzi tidak terasa.

Kaidah Membersihkan Madzi di Jasad dan Pakaian

Air madzi tercantum najis ringan (najis mukhaffafah), tetapi seandainya keluar, seseorang bukan diwajibkan untuk bersiram besar dan hal ini juga bukan membatalkan puasa.

Namun apabila air madzi tertular pada tubuh, maka wajib membasuh tubuh yang terkena air madzi.

Adapun apabila air ini tertimpa baju, maka cukup dengan merenjiskan air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi:

“Pas bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian rok yang terkena air madzi tersebut,” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan).

Perlu diketahui lagi bahwa keluarnya air madzi membatalkan wudu. Jadi, apabila air madzi keluar terbit kemaluan seseorang, maka ia mesti membasuh kemaluannya dan berwudu apabila hendak salat.

Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Cucilah kemaluannya, kemudian berwudulah,” (HR. Bukhari Mukmin).

Baca Juga:
Teristiadat Tahu, Ini 10 Adab Buang Air privat Selam

2. Konotasi Semen dan Penyebab Keluarnya

mani

Foto: mani

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui arti madzi, perlu juga bikin mengetahui arti mani sepatutnya lebih kritis tentang perbedaan madzi dan mani.

Semen adalah hancuran yang keluar detik sensualitas seseorang telah sampai ke puncak, mempunyai bau khas, disertai pancaran atau keluar melangkahi melancut, dan selepas keluar menimbulkan lembam.

Menurut para ulama, kalau salah satu pecah ketiga ciri tersebut terpenuhi, maka sudah bisa dihukumi laksana jauhar.

Sedangkan menurut pendapat nan kuat (rajih) semen perempuan setolok dengan semen lanang.

Tetapi menurut Pastor Muhyiddin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarah Mukmin-nya mengatakan bahwa untuk mani perempuan tidak disyaratkan muncrat.

Air mani dapat keluar dalam situasi sadar (seperti karena berbimbing suami istri) ataupun dalam hal tidur (resmi dikenal dengan sebutan impi basah).

Hukum cairan ini tidaklah najis, tetapi menurut pendapat nan awet, takdirnya jauhar keluar dapat menyebabkan hadas ki akbar sehingga dapat membatalkan puasa dan mesti mandi besar.

Cara Menjernihkan Mani di Baju

Apabila pakaian seseorang terkena air semen, maka disunahkan untuk mencuci baju tersebut jika air maninya masih dalam kejadian basah.

Sementara apabila air mani telah mengering, maka cukup dengan mengeriknya cuma.

Peristiwa ini berdasarkan congor Aisyah, dia bertutur, “Saya gayutan mengerik semen yang mutakadim tandus yang menempel pada baju Rasulullah dengan ceker saya,” (HR. Muslim).

Anas bin Malik berujar:

“Bahwa Ummu Sulaim pernah mengarang bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam tentang wanita nan berhalusinasi (bersenggama) sebagaimana yang terjadi pada seorang lanang.

Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata, ‘Apabila perempuan tersebut bermimpi keluar mani, maka sira wajib bersiram.’

Ummu Sulaim bercakap, ‘Maka aku menjadi malu karenanya’. Ummu Sulaim pula bertanya, ‘Apakah keluarnya benih memungkinkan pada perawan?’

Utusan tuhan Shallallahu’alaihiwasallam merenjeng lidah, ‘Ya (wanita juga keluar mani, kalau engkau tidak keluar) maka dari mana terjadi pertepatan (anak asuh dengan ibunya)?

Ketahuilah bahwa sperma maskulin itu kental dan bercelup putih, padahal mani perempuan itu encer dan berwarna kuning.

Manapun mani dari salah koteng mereka nan kian mendominasi atau menang, niscaya kemiripan terjadi kesannya,” (HR. Muslim no. 469).

Melansir laman Islam Pos, Imam An-Nawawi berbicara dalam Syarh Muslim (3/222):

“Hadis ini yaitu kaidah nan adv amat agung dalam mengklarifikasi bentuk dan sifat mani, dan segala yang tersebut di sini itulah sifatnya di kerumahtanggaan kejadian biasa dan normal.

Para ulama menyatakan: Intern keadaan cegak, benih lelaki itu berwarna safi pekat dan mengiprat runcit di saat keluar.

Biasa keluar bila dikuasai dengan syahwat dan sangat nikmat momen keluarnya.

Selepas keluar dia akan merasakan lemas dan akan mencium bau sama dengan bau mayang kurma, ialah seperti bau adunan abuk.

Warna mani dapat berubah disebabkan beberapa hal di antaranya: sedang sakit, maninya akan berubah cair dan asfar, ataupun pundi-pundi testis melemah sehingga mani keluar tanpa dipacu oleh sensualitas.

Atau karena terlalu sering bersenggama sehingga warna sperma berubah berma sebagai halnya air perahan daging dan kadang rasi yang keluar adalah darah.”

Baca Juga:
Ini Syariat Menjilat Kemaluan Istri dalam Islam, Moms dan Dads Teradat Adv pernah!

3. Wadi

wadi

Foto: wadi

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui perbedaan madzi dan mani, Moms ataupun Dads juga wajib memahami apa yang disebut dengan wadi.

Wadi adalah cairan suci kental dan keruh yang tak beraroma. Dari sisi kekentalannya, wadi rapat persaudaraan mirip dengan air semen, hanya dari sisi kekeruhannya berbeda dengan jauhar.

Biasanya wadi keluar pasca- campakkan air kecil atau setelah mengangkat bahara yang berat, dan keluarnya bisa setetes ataupun dua tengguli, bahkan bisa saja lebih.

Cara menjernihkan wadi merupakan dengan membasuh kemaluan, kemudian berwudu jika hendak salat. Apabila cairan wadi terkena jasad, maka kaidah membersihkannya merupakan dengan dicuci.
Baca Pula:
Moms, Ini Ingatan Suami Seandainya Istri Menolak Berhubungan Serta Hukumnya privat Selam!

Perbedaan Madzi dan Sperma, serta Wadi dalam Selam

Jadi, selepas mencerna konotasi mulai sejak ketiganya, dapat dilihat bahwa perbedaan madzi dan mani terletak semenjak proses ketika keluarnya dan efek setelah keluarnya, serta pendirian penyuciannya.

1. Madzi tidak muncrat, padahal semen muncrat (intern perempuan bisa lagi tak).

2. Keluarnya madzi sekali lagi dapat tidak terasa. Sesudah madzi keluar tidak membuat fisik letoi, sementara ketika benih keluar dapat membuat raga lemas.

3. Keluarnya mani termasuk hadas osean, sehingga terlazim mandi luas. Sementara keluarnya madzi layak kumbah kemaluan dan berwudu takdirnya kepingin salat.

4. Sementara wadi, keluarnya setelah buang air boncel atau setelah menggotong beban yang berat dan cara membersihkannya seperti madzi.

Baca Juga:
Perbedaan Mahram dan Muhrim dalam Islam serta Contohnya agar Tidak Keliru Memahaminya

Pendirian Mandi Terbiasa Setelah Berhubungan Suami dan Amputan

cara mandi wajib

Foto: mandu mandi mesti

Foto: Orami Photo Stock

Seperti nan telah dijelaskan sebelumnya tentang perbedaan madzi dan sperma, serta wadi, seseorang nan membedakan air semen terbiasa lakukan melakukan mandi besar (junub).

Berikut yakni tata cara mandi terlazim apabila keluar mani setelah berhubungan hampir.

1. Membaca Niat Mandi Wajib

Ratib niat inilah yang membedakan bersiram wajib dengan mandi biasa. Doa niat mandi wajib setelah bersambung ini bisa dibaca dalam hati.

Adapun niatnya yakni, “Nawaitu ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhol lillahi ta’aalaa.” (Aku kehendak mandi besar lakukan menyabarkan hadas lautan fardhu karena Allah SWT).

2. Membersihkan
Telapak Tangan
Sebanyak 3 Siapa

Setelah itu dilanjutkan dengan menerangkan kemaluan serta hajat yang ada di sekitarnya hingga kudus dengan tangan kiri.

3. Mencuci Tangan Pasca- Membersihkan Kemaluan

Tangan perlu dicuci ulang cak bagi menghilangkan najis dengan menggosok-gosoknya memperalat sabun bubuk sebatas bersih, hijau dibilas.

4. Berwudu Secara Contoh

Mirip seperti wudu yang dilakukan saat akan salat.

5. Mengguyur Komandan Dengan Air Sebanyak 3 Kelihatannya dan Bersihkan Sekedup Pangkal Rambut

Bersihkan dengan jeruji tangan yang basah hingga menyentuh kulit kepala semoga seluruh bagian rambut terkena air.

6. Bilas Seluruh Jasad

Dengan mengguyurkan air dari sisi kanan, lalu dilanjutkan dengan sisi fisik bagian kidal.

7. Membersihkan Daerah Bodi yang Rumit Dijangkau

Saat mandi wajib, pastikan seluruh obrasan kulit dan episode jadi-jadian turut dibersihkan.

Itulah penjelasan akan halnya perbedaan madzi dan sperma, serta wadi beserta dengan hukumnya kerumahtanggaan agama Islam. Jadi, jangan sampai tertukar lagi, ya.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/perbedaan-madzi-dan-mani

Posted by: gamadelic.com