Agar Tanaman Dan Buah Pepaya Terbebas Dari Jamur

Tanaman kates merupakan tanaman buah yang dapat bertaruk di berbagai rupa panggung, dari ceduk minus sebatas dataran tinggi sehingga tanaman ini banyak dibudidayakan oleh publik Indonesia tidak terkecuali di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Pepaya merupakan salah satu buah yang banyak digemari maka dari itu anak asuh-anak asuh ataupun orang dewasa nan mempunyai rezeki gizi yang tinggi.

Dalam budidaya pepaya banyak faktor yang menyebabkan kerugian pada penanam diantaranya adalah produksi yang abnormal dan adanya serbuan hama maupun  problem. Salah satu penyakit pada kates adalah kebobrokan Antraknosa  yang mengakibatkan kualitas maupun kuantitas pepaya menurun. Problem antraknosa merupakan keburukan utama tanaman keliki dan terutama dijumpai pada daerah dengan curah hujan relatif tangga. Penyakit ini  diakibatkan maka itu jamur  Colletotrichum gloesporiodes. Keburukan Antraknosa yang menyerang sreg biji zakar pepaya  ditandai  dengan start munculnya bercak-bercak kerdil warna bawah tangan sreg jangat buah lalu makin segara dan semakin gelap atau hitam kotor hingga merusak biji pelir.

Gejala Serangan penyakit antraknosa  :

  1. Pada Pembibitan
  2. Daun hidup kecambah (dumping off) akibat dari media semaian berlebih lembab karena guyur hujan pangkat dan draenase adv minim baik
  3. Bawah batang dan akar bewarna kecoklatan dan membusuk
  4. Plong kebanyakan antraknosa pada bibit papaya menimbulkan gejala laten (pati tampak sehat)
  5. Pada Batang Pepaya
  6. Matinya jaringan batang dengan ditandai timbulnya kebasahan berwarna bubuk-abu atau kehitaman dengn tutul bercat layung di permukaan lama kelamaan akan takhlik cekungan/lekukan
  7. Karena serangan antraknose sering terjadi puas bagian kunarpa karib pucuk maka akan menyebabkan mati pucuk
  8. Pada Daun Pepaya
  9. Infeksi plong patera awalnya menimbulkan noda kecoklatan
  10. Pada patera nan terserang dijumpai adanya noktah-bintik bercelup lembayung kemudian patera mengalami keguguran
  11. Walaupun ofensif antraknosa pada daun papaya tidak bersisa berkarisma terhadap produksi tapi berpengaruh dalam penyebaran spora jamur mikroba
  12. Pada Biji kemaluan Pepaya
  13. Adanya calit kebasahan puas latar buah papaya karena jaringan yang mati
  14. Pada jaringan yang antap timbul lekukan/cekungan
  15. Selanjutkan kelukan/cekungan menjadi noda konsentrik bercelup serdak-abu atau kehitaman dengan titik-titik oranye pada satah biji pelir pepaya. Bercak dapat terjadi sreg beberapa empat dan dapat menyatu
  16. Bercak terjadi kapan buah masih di pohon maupun dalam penyimpanan.

Prinsip preventif/pengendalian ki aib antraknosa :

  • Eksploitasi macam  resistan terhadap antraknosa dan menggunakan semen pecah pohon nan sehat / bebas penyakit antraknosa.
  • Mengempoh benih dengan larutan kunyit. 1 gram tepung kunir dilarutkan dengan 1 liter air kemudian sperma papaya direndam
    +
    selama 30 menit.
  • Maupun perlakuan semen menunggangi fungisida mankozeb, benomil, cabendazim dengan konsentrasi 3-4 gr/kg benih, caranya dengan menciprati benih kemudian dicampur rata dengan fungisida.
  • Bukan melakukan penghijauan taruh konsentrat dengan tanaman inang sebagai halnya cabai, terung, pisang, mempelam, reja dan ubi kayu dan tanaman inang enggak di sekitar pertanaman papaya guna mengurangi penyebaran penyakit.
  • Sistem drainase harus baik sebaiknya tanaman papaya enggak tenggelam pada detik musim hujan.
  • Sanisati huma dengan mandu membersihkan dan memusnahkan babak tanaman betik yang terserang kemudian dikubur dengan cara ditanam sedalam makin pecah 1 meter. Penyiangan perlu pun dilakukanuntuk mengurangi kelembaban perkebunan.
  • Optimalisasi pemupukan (penggunaan serabut N jangan terlalu tinggi), pengairan maupun perawatan tanaman sehingga tanaman pepaya lain mengalami stress hara, air atau abiotik lainnya nan mengerapkan terjadinya ofensif penyakit antraknosa.
  • Berbuat pengendalian dengan fungisida sistemik yang berbahan aktif benomil, thiabendazol, methyl tiofanat, karbendazim.
  • Pron bila pemanenan buah nan fit dipisahkan dari buah nan linu. Buat mengurangi infeksi privat penyimpanan maka dilakukan perendaman biji kemaluan dengan air hangat selama 3-4 menit.

Ir. Sri Nurhudiah

PP Madya Dinas Perkebunan dan Pangan Kab. Badung

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/92475/Penyakit-Antraknosa-Pada–Pepaya/