5 Pertanyaan Di Alam Kubur

Hidup memang pilihan, namun kematian adalah pasti. Hal ini menjadi abadiah bahwa namun Allah SWT sajalah yang akan kekal selama-lamanya. Jika malaikat maut sudah menjemput, maka bani adam akan sekali lagi kepada Rabb yang telah menciptakannya.

Belaka sebelum akhirnya kembali kepada Allah, bani adam terlebih lalu akan memasuki alam kubur. Di duaja inilah dua malaikat Allah yakni Munkar dan Nakir memberikan pertanyaan kepada awak yang kembali bersatu dengan usia tersebut.

Dua Malaikat ini nomplok saat langkah ketujuh pecah bani adam terakhir nan meninggalkan kuba. Rasulullah SAW menayangkan bahwa dua malaikat ini begitu menakutkan dengan tubuhnya hitam legam,  netra dramatis terbelalak, suara miring malaikat ini laksana petir. Keduanya kemudian memasalahkan beberapa hal nan menjadi penentu dimana selanjutnya arwah mereka ditempatkan.

Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila si mati dikuburkan, datanglah kepadanya dua Malaikat hitam legam, lagi biru (matanya), pelecok satu di antaranya disebut dengan nama “Munkar” dan nan satu sekali lagi disebut dengan segel “Nakir”, (lalu keduanya mendudukan si hening itu selepas dikembalikan rohnya ke dalam jasadnya). Kemudian mereka menyoalnya: Segala apa yang aliansi engkau katakan akan halnya orang ini (Muhammad s.a.w)?

Tiga Soal di dalam Kubur

Diriwayat makanya Bukhari dan Mukminat dari hadits Al Barra’ bin ‘Azib, jika seorang mayit sudah lalu dihadapkan pada alam akhirat, maka akan datang padanya dua malaikat (adalah malaikat Munkar dan Nakir) yang akan menyoal kepada sang buntang tiga pertanyaan. Ketiga cak bertanya tersebut adalah

Pertama “Man Robbuka?”…Siapakah Robbmu?

Kedua, “Wa maa diinuka?” … dan apakah agamamu?

Ketiga, “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” … dan siapakah orang yang mutakadim diutus di antara kalian ini?

Momen masih spirit di dunia, soal ini karuan begitu mudah lakukan dijawab. Man Rabbuka atau kelihatannya Tuhanmu jawabnya tentu Yang mahakuasa SWT.   “Wa maa diinuka?” (apakah agamamu?) Jawabannya tentu saja Islam, sedangkan “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?” (dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini?) jawabnya ialah Nabi Muhammad SAW.

Hanya ini tidak akan semudah menjawab ketika di alam barzah. Jika simayit  merupakan individu yang tak beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka dia tidak akan mampu menjawab ketiga pertanyaan tersebut, biarpun dia hapal semasa dunia.

Orang nan bisa menjawab, hanya orang nan bisa membuktikan itu ketika Ia masih hidup di dunia. Itu pun wajib dibantu tahlil maka itu tembuni-saudaranya nan masih vitalitas dan yunior saja menjauhi pekuburan. Maka Allah akan menguatkan lidah jenazah tersebut sehingga mewah menjawab soal dari dua malaikat yang diutusnya.

Tiga pertanyaan ini disebut kembali dengan cerca kubur. Dalam pertanyaan-jawab inilah penentuan nasib sang mayit ke depannya. Privat sebuah riwayat disebutkan sekiranya mayat berhasil menjawab, maka arwahnya akan dimasukkan ditempatkan ditaman surgaloka. Siapa nan selamat di alam kuburnya, maka Ia akan selamat selama-lamanya.

Dan puas satu riwayat oleh Debu Daud bahawa Baginda s.a.w bersabda: “Lalu diseru maka dari itu penyiar berpokok langit katanya: Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah kepadanya satu hamparan terbit Syurga, dan pakaikanlah dia gaun dari Syurga, serta bukakanlah baginya sebuah gapura ke Syurga.”

Temporer bagi yang tidak boleh mejawab pertanyaan ini, maka Sang pencipta akan menempatkan vitalitas berpokok mayit tersebut ke ‘Asfala Safilin’, yakni ajang arwan dari golongan serendah-rendahnya manusia. Di sana manusia akan mengalami bineka jenis siksa kubur sebelum akhirnya dimasukan ke neraka pada akhirat lusa.

Dan menurut satu riwayat makanya Tepung Daud: Habis diseru oleh penyeru berbunga langit katanya: Sesungguhnya orang itu berdusta maka bentangkanlah kepadanya suatu hamparan berpokok Neraka, dan pakaikanlah sira pakaian berpangkal Neraka, serta bukakanlah baginya sebuah pintu ke Neraka.

Rasulullah s.a.w. berucap lagi: ”Lalu nomplok kepadanya sebahagian dari bahang Neraka dan udara panasnya; kemudian diperintahkan bumi biar mengapitnya suntuk bumi mengapitnya sehingga bercekcok tulang-sumsum rusuknya, maka tinggallah anda dalam azab itu terus menerus ke waktu Allah bangkitkan dia mulai sejak kuburnya.” (Abu Hurairah r.a)

Menghafaz hebatnya tanya-jawab di kubur, setiap sosok teristiadat mempersiapkannya sejak semasa hidup. Tentunya  dengan mengamalkan suruh ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.  Wallahualam bissawab. Semoga tulisan ini dapat membusut keimanan saudara muslim saat Ramadhan. Terimakasih sudah mendaras.

Source: https://www.infoyunik.com/3-pertanyaan-malaikat-munkar-dan-nakir/

Posted by: gamadelic.com