4 Sifat Nabi Muhammad Saw

Sebagai umat muslim, tentunya terbiasa memahami dan meneladani sifat terlazim bagi Rasul.

Utusan tuhan dan Rasul merupakan manusia-manusia terbaik saringan Tuhan SWT. Tentunya, hal tersebut yang membedakannya dengan manusia yang lain.

Selain karena mendapatkan amanah berdakwah, ada sifat wajib bagi rasul yang tentunya dimiliki.

Kebiasaan-aturan tersebut yang menjaga mereka semenjak dosa, karena tugas koteng nabi dan rasul adalah untuk mengantarkan umat bersumber zaman jahiliyah condong zaman penuh pencerahan.

Malar-malar, keteladanan rasul juga diterapkan dalam etika profesi akuntansi.

Dalam studi berjudul
Keteladanan Sifat Rasullah Muhammad SAW dalam Etika Profesi Akuntan Publik, sifat wajib bagi utusan tuhan yaitu shidiq, amanah, tabligh, fathonah tertuang dalam kode etik akuntan masyarakat.

Kode etik ini disusun oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), dan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI).

Baca Kembali:
7 Trik Membantu Anak Mengurangi Sifat Pemalunya

Sifat Terlazim Cak bagi Nabi

Pria Muslim

Foto: Pria Muslim (Huffpost.com)

Beberapa adat wajib bagi rasul ini adalah pemahaman yang harus dipahami.

Peristiwa ini terjadi karena sudah menjadi niat dari Allah SWT, dan tujuannya tidak bukan adalah agar nabi dan rasul bisa menjadi panutan untuk seluruh umat muslim.

1. As-Shidiq

Kebiasaan perlu bagi rasul yang pertama adalah As-Shidiq, yang artinya selalu sopan dan jujur.

Adat ini tentu dimiliki oleh rasul, sebab lain ada seorang pun utusan tuhan nan berbohong kepada makhluk lain. As-Shidiq ini begitu melekat pada Nabi Muhammad SAW.

Keterbukaan ia tak tersohor hanya di kalangan para sahabat, tapi juga para tampin kembali mengakuri hal tersebut.

Seperti mana dalam sabda yang diriwayatkan oleh Ali RA, bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Rasulullah SAW: “Kami tidak menganggap engkau dusta, tapi menganggap dusta ajaran yang engkau bawa.”

Selain itu, kejujuran juga dicontohkan oleh Rasul Ibrahim AS kepada bapaknya.

Apa yang disembah oleh bapaknya adalah sesuatu nan tidak dapat memberi arti dan terlebih mendatangkan mudarat.

Maka Nabi Ibrahim berusaha mengajak bapaknya untuk menyingkir kejadian tersebut.

Peristiwa tersebut diabadikan di n domestik Alquran:

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

“Ważkur fil-kitābi ibrāhīm, innahụ kāna ṣiddīqan nabiyyā.”

Artinya: “Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (Alquran), sesungguhnya dia adalah sendiri yang suntuk membenarkan sendiri nabi,” (QS Maryam: 41).

Baca Juga:
Kisah Utusan tuhan Muhammad SAW, Nabi dan Rasul Terakhir Suri Tauladan Umat Islam

2. Al-Amanah

Al-Amanah merupakan rasam mesti kerjakan nabi lainnya. Memiliki arti dapat dipercaya, rasam ini begitu melekat pada para rasul.

Setiap perkataan maupun perbuatan nan ditunjukkan oleh utusan tuhan telah pasti boleh dipercayai.

Rasulullah enggak mungkin ingkar terhadap ulah ataupun ucapannya, karena enggak ada satupun perbuatannya yang terlepas dari maksud Almalik SWT.

Contohnya saat suku bangsa Utusan tuhan Nuh AS mendustakan segala apa yang sudah dibawa pecah Allah SWT.

Sang pencipta SWT menekankan bahwa Nuh AS merupakan sosok yang terpercaya ataupun amanah.

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ إِنِّى لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

“Iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn. Innī lakum rasụlun amīn.”

Artinya: “Ketika saudara mereka (Nuh) bertutur kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Selayaknya aku ini seorang rasul kepercayaan (nan diutus) kepadamu,” (QS Asy-Syu’ara: 106- 107).

3. At-Tabligh

Ayat Alquran

Foto: Ayat Quran (Madrasatelquran.com)

At-Tabligh artinya ialah membentangkan. Tidak pernah sekalipun Rasulullah menyimpan wahyu dari Allah untuk dirinya atau belaka untuk keluarganya sendiri.

Setiap wahi nan disampaikan kepadanya akan disampaikan kembali kepada umat anak adam.

Sebab menyampaikan wahyu dari Tuhan kepada umat manusia merupakan tugas koteng nabi.

Dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib ditanya mengenai nubuat yang tidak ada di kerumahtanggaan Quran.

Ali mementingkan: “Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap Alquran.”

Hal tersebut juga dijelaskan n domestik Alquran:

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Yā ayyuhar-rasụlu ballig mā unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf’al fa mā ballagta risālatah, wallāhu ya’ṣimuka minan-nās, innallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn.”

Artinya: “Duhai utusan tuhan! Sampaikanlah segala yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tak engkau lakukan (apa nan diperintahkan itu) berarti engkau enggak mengedepankan amanat-Nya.

Dan Sang pencipta memelihara engkau berpokok (provokasi) manusia. Sungguh, Tuhan tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir,” (QS Al-Maidah: 67).

4. Al-Fathonah

Al-Fathonah berarti memiliki kecerdasan yang tinggi. Ini merupakan sifat teradat buat rasul nan mutlak adanya.

Sebab, kecerdasan tersebut dibutuhkan karena berkaitan dengan misi suci nan mutakadim diamanahkan oleh Yang mahakuasa SWT.

Selain itu, karena eksamen dan tugas yang diberikan kepada rasul sangat sukar, tentunya situasi ini memerlukan intelek kerjakan mengatasi masalah secara cepat.

Rasul juga berperan sebagai pentolan Islam, pemimpin, panglima perang, pebisnis, ahli politik, dan sebagainya semasa hidupnya.

Utusan tuhan dan utusan tuhan diberi kecerdasan oleh Tuhan SWT agar berharta merangkul setakat memerangi kaum yang menolak keberadaan Almalik SWT dan tidak gemuk di kronologi-Nya.

Selain itu, juga mengajak mereka bagi berada di jalan yang ter-hormat dan diridhoi oleh Allah SWT.

Baca Juga:
Ternyata Sifat Perfeksionis Mempunyai Dampak Buruk kerjakan Karir!

Sifat Mustahil bikin Rasul

Kawanan Burung di Masjid

Foto: Kawanan Burung di Masjid (Ilinktours.com)

Setelah mengetahui rasam terlazim bagi nabi, perlu diketahui kembali sifat mustahil bagi para manusia pilihan tersebut.

Rasam-sifat ini tidak-tidak cak semau pada diri para rasul, karena semua terjaga bersumber dosa atau maksum, dan tentunya itu semua atas kehendak bersumber Almalik SWT.

1. Al-Kizzib

Kebiasaan Al-Kizzib merupakan dagi bermula sifat As-Sidiq. Al-Kizzib artinya dusta alias suka bohong.

Tentu ini merupakan rasam tidak-tidak bagi utusan tuhan, sebab oral dan hati para nabi dan rasuk terjaga dari rasam-rasam buruk sejenis ini.

Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Alquran:

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ

“Mā ḍalla ṣāḥibukum wa mā gawā. Wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā. In huwa illā waḥyuy yụḥā.”

Artinya: “Kawanmu (Muhammad) tidaklah sesat dan enggak pun keliru, dan tidak pula yang diucapkan itu (Alquran) kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah visiun yang diwahyukan,” (QS An-Najm: 2-4).

2. Al-Selingkuh

Al-Khianat yakni sifat bukan-bukan bagi utusan tuhan yang berarti berkhianat. Aturan ini sangat tidak mungkin dimiliki oleh koteng utusan tuhan, karena mereka enggak akan berkhianat pada umatnya.

Setiap keadaan yang diamanatkan oleh Halikuljabbar SWT kepada rasul karuan akan disampaikan kepada umatnya.

Terkait keadaan ini juga dijelaskan oleh Allah SWT dalam Alquran:

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Ittabi’ mā ụḥiya ilaika mir rabbik, lā ilāha illā huw, wa a’riḍ ‘anil-musyrikīn.”

Artinya: “Ikutilah barang apa yang telah diwahyukan kepadamu berusul Tuhanmu; tidak ada Tuhan selain Ia; dan berpalinglah dari sosok-turunan musyrik,” (QS Al-An’am: 106).

3. Al-Kitman

Alquran

Foto: Quran (Pexels.com/Tayeb Mezahdia)

Al-Kitman memiliki keistimewaan menyembunyikan, nan tentunya merupakan sifat mustahil bagi rasul.

Sebab, tugas penting nan diemban koteng rasul merupakan menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umatnya.

Tentunya tanpa sifat ini, koteng rasul tidak bisa disebut sebagai nabi.

Apalagi yang disembunyikan adalah wahyu terbit Almalik SWT, maka para utusan tuhan yang nabi akan terhindar dari resan ini karena khusyuk dilindungi oleh Allah SWT.

Peristiwa tersebut mutakadim disebutkan di kerumahtanggaan Alquran:

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

“Qul lā aqụlu lakum ‘indī khazā`inullāhi wa lā a’lamul-gaiba wa lā aqụlu lakum innī malak, in attabi’u illā mā yụḥā ilayy, qul kejadian yastawil-a’mā wal-baṣīr, a fa lā tatafakkarụn.”

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Aku bukan mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Sang pencipta ada padaku, dan aku bukan mengerti yang gaib dan aku tidak (lagi) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat.

Aku tetapi mengikuti segala apa nan di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah ekuivalen orang yang buta dengan orang yang meluluk? Apakah kamu enggak merefleksikan(nya),” (QS Al-Anam: 50).

4. Al-Baladah

Al-Baladah merupakan kebalikan dari sifat Al-Fatanah yang berarti lompong.

Sifat ini ialah salah satu adat mustahil bagi rasul, sebab setiap rasul yang dipilih berbarengan maka itu Allah SWT tidak mungkin bodoh dan bukan bisa berfikir dengan baik.

Walaupun Rasulullah SAW dikenal sebagai orang nan enggak bisa membaca dan menulis bilamana itu, tapi dia terlampau juru dalam hal bukan seperti menyampaikan wahyu dan berdakwah.

Nabi Muhammad lagi silam objektif dan bijaksana yang bisa kondusif tugasnya intern menyampaikan wahi.

Baca Juga:
3 Sifat Buruk Orang Tua yang Berpengaruh pada Anak

Cara Meneladani Sifat Utusan tuhan

Keluarga Muslim

Foto: Keluarga Orang islam (Pexels.com/Monstera)

Ada alasan tertentu mengapa terdapat rasam wajib untuk rasul.

Pelecok satunya agar sifat-sifat tersebut dapat menjadi hipotetis yang dapat dicontoh maka itu kaum muslimin, baik dalam segi akhlak maupun n domestik situasi perbuatan.

Misalnya, keteguhan iman dari para rasul dan utusan tuhan nan cukup dicontoh karena dapat menghadapi suku bangsa kafir dan sekali lagi segala cobaan nan menghadang.

Kegigihan para utusan tuhan juga bisa dicontoh, agar kaum muslimin dapat beribadah dengan baik spontan terus mendakwahkan Islam sekecil apapun bentuknya.

Selain itu, ada beberapa mandu lakukan meneladani sifat terlazim bagi nabi, misalnya:

1. Menjadikan Kisah Rasul Ibarat Ibrah atau Cak bimbingan

Amalkan kerumahtanggaan praktik kehidupan sehari-hari semoga bisa menguatkan iman yang ada dalam diri.

Ini dapat berputra kecintaan kepada rasul atas pengorbanannya menegakan agama Islam,

2. Selalu Melakukan Baik dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan senantiasa berbuat kebaikan, dapat menjadi penguat dalam menegakkan dan mendakwahkan agama Islam

Baca Juga:
114 Daftar Surah Alquran dan Artinya serta Keutamaan Membaca Alquran yang Teradat Dipahami

3. Percaya Bahwa Pertolongan Almalik SWT Ada di Setiap Kebajikan yang Dilakukan

Ingat bahwa individu ialah cucu adam nan lemah dan membutuhkan sambung tangan Allah SWT.

Ini juga akan menampilkan rasa tegak berbunga apa yang udah dialami bani adam yang ingkar kepada Allah SWT.

Setelah mengetahui sifat wajb untuk rasul, ada baiknya bakal mencontohnya dalam nasib sehari-hari sepatutnya mendapatkan pahala dan juga hidup dalam keberkahan.

Source: https://www.orami.co.id/magazine/sifat-wajib-bagi-rasul

Posted by: gamadelic.com