10 Hal Yg Membatalkan Wudhu

11 Keadaan yang Bisa Membatalkan Wudu
– Wudhu merupakan pendirian umat Islam untuk menyucikan diri n domestik membersihkan hadas kerdil misal keseleo suatu syarat cak bagi ibadah salat. Namun, sebagian orang mana tahu belum tahu banyak tentang wudhu. Ibadah enggak akan sah jika wudhu kalian mansukh, maka dari itu akan dibahas apa saja yang membatalkan wudhu. Tidak hanya itu, di dalam kata sandang ini akan dijelaskan juga akur wudu dan sunah wudhu.

Halikuljabbar SWT mutakadim memerintahkan umat Selam cak bagi menerangkan dirinya mulai sejak hadas ketika ingin melaksanakan salat. Hal tersebut telah cak semau di dalam Al Quran QS. Al-Maidah ayat 6, nan berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْن

yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka’baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing pemudi marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni’matahụ ‘alaikum la’allakum tasykurụn

Artinya: “Wahai orang-cucu adam yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke belengkokan, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata suku. Jikalau engkau junub maka mandilah. Dan jika kamu gempa bumi tahu dalam avontur atau pula dari tempat buang air (kakus) atau hingga ke perempuan maka kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (safi); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tak mau menyulitkanmu, tetapi beliau hendak menjernihkan ia dan memenuhi nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

beli sekarang

Padanan teman, tahukah kalian salah satu syarat salat ialah berwudhu. Yuk kita belajar berwudhu melalui buku ini dengan tepat bersama syahid dan syahida!


Hal yang Membatalkan Wudu

Ketika telah berwudhu artinya tubuh kita sudah bersih dan suci, tinggal siap bikin melaksanakan salat. Saja, cak semau sejumlah hal yang dapat membatalkan wudhu jika anda melakukan sejumlah hal yang disengaja maupun lain. Berikut ialah keadaan yang membatalkan wudhu.


1. Muntah

Muntah adalah keluarnya alat pencernaan atau minuman mulai sejak dalam makanan keluar lewat mulut. Lain hanya saat puasa, muntah ketika setelah berwudhu pun dapat membatalkan wudhu.

Namun, hal ini ada dua pendapat, n domestik madzhab Hanafi, muntah dapat membatalkan wudhu takdirnya seseorang muntah kerumahtanggaan ukuran ucapan yang munjung. Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Syafi’i, muntah tidak dapat membatalkan wudhu. Hal tersebut karena Rasulullah pernah muntah setelah wudu dan sira tidak mengulang wudhunya lagi.


2. Hilang Kesadaran

Hilang kesadaran nan dimaksud adalah gila, pingsan, mabuk, dan hal-hal lainnya yang menciptakan menjadikan seseorang tidak sadarkan diri. Tersurat tidur, tidur juga boleh membatalkan wudhu. Hal ini karena tidur beberapa fungsi anggota bodi makara berhenti beroperasi dan membuat tubuh tak sadar.

Sesuai dengan titah riwayat dari Bubuk Dawud dikatakan bahwa, “Mata yakni pengawal dubur. Oleh karena itu, barang siapa yang tidur maka dia wajib berwudhu.”


3. Keluarnya Hadas dari Kemaluan

Segala apa yang keluar dari kemaluan seperti, kencing, campakkan air raksasa, air madzi, air jauhar, air wadi, ataupun juga kentut bisa membuat wudu kita batil. Semua itu adalah hadas, terserah hadas boncel dan juga hadas besar. Untuk hadas raksasa harus dibersihkan dengan mandi wajib.

Duli Hurairah dalam hadisnya Rasulullah mengatakan bahwa, “Tuhan tak akan peroleh salat seseorang dari kamu jikalau kamu berhadas sehingga berwudu.”


4. Keluar Bakat dan Rebuk

Darah dan nanah walaupun tidak keluar adv amat kemaluan maupun mulut juga dapat membatalkan wudhunya seseorang. Menurut suatu madzhab wudhu akan batal seandainya pembawaan mengalir maupun keluar dari tempat yang wajib disucikan. Namun, kalau cuma satu tetes atau dua tengguli maka lain wudhu tidak batil.

Keadaan tersebut sesuai dengan sebuah hadis bahwa Rasulullah mengatakan, “Wudhu hendaklah dilakukan bagi setiap darah yang mengalir.”


5. Menyentuh Kemaluan

Sehabis berwudhu semoga kita lain bisa menyentuh distrik aurat, baik kemaluan kita sendiri atau pun orang lain. Genitalia plong dasarnya memiliki najis dan hadas maka dari itu kita dilarang menyentuhnya detik selepas berwudhu tanpa ada batas.

Larangan ini lagi telah dijelaskan intern hadis riwayat Ahmad dan Bani Hibban bahwa Rasulullah bersabda, “Mungkin yang mengangkut tangannya ke kemaluannya, minus ada nan mewatasi maka wajib berwudhu.”


6. Tertawa Keras

Saat semenjana salat dan sudah lalu berwudhu, umumnya kita harus memiliki sikap yang moralistis karena beribadah bagi Allah SWT Namun, ketika kita tertawa dengan keras dan terbahak-bahak maka faali salat kita sia-sia, dan pun wudhu kita ikut batal. Polah ini bertentangan dengan sikap saat kita mau bermunajat kepada Allah SWT.


7. Makan Daging Unta

Bersantap ketika telah berwudhu tentunya akan menyisakan tahi di mulut, hal ini bisa diatasi dengan minum air putih. Tetapi, jika nan kamu makan yaitu daging unta maka anda harus mengulang pula untuk berwudu. Gado daging unta baik matang maupun bau kencur akan membatalkan wudhu seseorang.

Hal ini mutakadim diriwayatkan internal hadis Imam Ahmad. Rasulullah berbicara bahwa “Berwudhu karena makan daging gamal dan kamu tidak diminta untuk berwudu karena makan daging kambing.”


8. Memandikan Mayat

Seseorang nan memandikan batang tentunya menyentuh semua bagian raga buntang tersebut. Jika makhluk itu sudah berwudhu dan tidak sengaja menyentuh kemaluan berusul layon maka dapat dinyatakan wudhunya batal. Engkau harus mengulang kembali untuk berwudhu agar dirinya suci lagi.

Hal ini diriwayatkan dalam hadis Ibnu Umar dan Ibnu Abbas bahwa Abu Hurairah bertutur, “Sekurang-kurangnya dia hendaklah berwudhu, karena biasanya tangan mereka tidak terselamat dari hingga ke alat vital mayat.”


9. Ragu Detik Wudhu

Ketika engkau berwudhu sebaiknya kamu harus yakin bahwa semua hadas yang ada di tubuhmu itu sudah bersih. Namun, ketika kamu ragu akan kebersihan tubuhmu dari hadas maka wudhu akan dinyatakan tawar.

Madzhab berasal Maliki dijelaskan bahwa “Barangsiapa nan merasa yakin bahwa dirinya suci kemudian anda ragu tentang hadas maka dia terbiasa berwudhu.”


10. Hal nan Wajib Mandi

Hal nan membatalkan wudhu pada babak ini adalah hal yang memerintahkan kamu bagi bersiram mudahmudahan hadas bisa hilang dari raga. Bilang kejadian yang membatalkan wudhu dan mewajibkan kamu untuk mandi meliputi, berbuat kekeluargaan seksual, keluar air mani, dan turunan kafir yang masuk Islam. Takdirnya kamu melakukan salah satunya, kamu harus mandi hadas lebih lagi lewat, lalu berwudu.

Hal ini telah suka-suka pada madzhab Hambali yang menyatakan bahwa wudu akan menjadi batal setiap perkara yang mewajibkan mandi kecuali meninggal.


11. Bersentuhan dengan yang Tak Mahramnya

Bersentuhan dengan orang bukan yang bukan mahramnya itu bukan boleh. Oleh karena itu ketika sudah berwudu dan dia sengaja atau bukan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya maka kamu harus mengulangi kembali kerjakan berwudu.


Rukun Wudu

Wudu akan dianggap lumrah jika akur wudu telah diikuti dengan baik dan bersusila, takdirnya tak wudu akan batal dan kamu harus mengulangnya. Berikut yaitu rukun wudu.

beli sekarang

Ebook Fikih Wudhu ini disusun untuk membantu kaum muslimin memaklumi dan mengamalkan wudu sesuai dengan tajali Rasul SAW.


1. Membaca Niat

Sama sama dengan saat kita ingin melaksanakan ibadah, di mana pasti menyabdakan kehendak terlebih terlampau sebelum memulainya. Berwudhu juga diawali dengan niat nan harus dibaca, pembacaan niat pun harus dengan khusyuk agar wudhu dinilai formal. Adapun referensi niat wudhu bagaikan berikut.

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِ فَرْضًا للَّهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhu’a lirof’il hadasil ashghori fardhol lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku niat wudu untuk mengangkat hadas kecil fardu karena Yang mahakuasa Ta’aala.”


2. Membasuh Roman

Setelah selesai membaca niat, lewat rukun selanjutnya yaitu kumbah wajah. Basuh paras dengan air menginjak dari kening tempat tumbuh bulu sampai dagu. Daerah tersebut menjadi batasan ketika membasuh wajah saat berwudhu.


3. Kumbah Kedua Tangan Hingga Tikungan

Kemudian basuhlah kedua tangan hingga siku kalian. Cuci mulai dari ujung tangan atau dari siku. Usahakan dari jari hingga siku harus dihinggapi air wudhu. Sekiranya kamu mengenakan lengan panjang, maka singkaplah lenganmu hingga di atas siku, agar air wudhu bisa mengenai kelukan.


4. Usap Atasan

Selanjutnya yakni mengelus atasan. Mengelus komandan mulai dari ujung tumbuhnya rambut sampai ubun-ubun milikmu. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ibarat berikut.

عَنِ بْنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى العٍمَامةِ

Artinya: “Dari sahabat Al-Mughirah bin Syu’bah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW berwudu dan mengusap ubun-ubunnya saja dan imamahnya.” (HR. Muslim).


5. Kumbah Kaki Hingga Mata Kaki

Rukun berikutnya adalah mencuci suku sampai mata tungkai. Basuhlah tungkai dengan baik dan benar, bersihkanlah punggung tungkai, telapak kaki, sela-sela ujung tangan hingga mengenai mata suku. Tidak teristiadat membasuh sampai dengkul, cukup sampai ain suku hanya.


6. Lakukan dengan Tertib

Tertib dalam hal berwudu adalah melakukan semua rukun wudu sesuai dengan gosokan dan caranya. Jangan menukar atau memutar balik-balikan bujuk dalam berwudu. Semua harus dikerjakan dengan baik dan benar sesuai urutan tanpa terserah yang terlewat. Setelah sesuai dengan aturan maka wudu bisa dikatakan stereotip.


Sunah Wudu

Sunah wudu adalah hal-hal yang dianjurkan saat anda madya berwudu. Kendati hukumnya sunah, tetapi jika diolah tentunya akan mendapat pahala. Berikut ialah sunah-sunah intern wudhu.


1. Menghadap Kiblat

Arah kiblat merupakan sebelah yang indah. Kiblat juga menjadi jihat saat kita melaksanakan salat. Sehingga berwudu disunahkan untuk menghadap ke arah kakbah. Kalau tidak menghadap kakbah enggak masalah, sahaja bukan beruntung pahala sunah membidik kiblat.


2. Bersiwak

Sunah selanjutnya ialah bersiwak. Bersiwak ini disebut sekali lagi dengan sikat gigi. Umat Islam disunahkan bakal bersiwak atau menyikat giginya ketika berwudhu. Situasi ini sudah diriwayatkan dalam Titah Abu Hurairah RA, Rasulullah mengomong bahwa “Seandainya tidak memberatkan umatku, maka bukan main akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap mana tahu wudhu.” (H.R. Bukhari dan Mukmin).


3. Membaca Basmalah

Berikutnya disunahkan lakukan membaca kalimat basmalah saat ingin berwudhu. Kejadian ini bisa dilakukan sebelum kita mengimlakan niat buat wudhu. Sunah membaca basmalah telah tertera n domestik titah Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah bersabda, “Berwudhulah dengan menamai nama Allah SWT.” (H.R. Nasa’i).


4. Melafalkan Karsa Wudu

Ketika berwudhu kita diwajibkan cak bagi membaca karsa wudhu. Dalam membaca niatnya kita boleh sekadar membaca dalam hati. Namun, akan lebih baik lagi dan mendapat pahala sunah jika kita melafalkan niat wudhu tersebut.


5. Membasuh Telapak Tangan

Sunah seterusnya adalah mencuci kedua telapak tangan sebelum berwudhu. Momen membasuh kedua telapak tangan ini boleh tetapi dibarengi dengan mendaras niat wudhu. Hal ini mutakadim diriwayatkan n domestik hadis Debu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersuara. “Jika riuk satu dari kalian bangun berpokok tidur maka janganlah memasukkan kedua tangan ke dalam wadah air hingga sira mencucinya terlebih dahulu. Sebab ia tak tahu di mana tangannya tadi malam.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


6. Berkumur

Kemudian dalam berwudu juga disunahkan untuk berkumur-kumur. Hal ini seperti yang sudah diriwayatkan pada hadis Humran RA , “Yakni Utsman bin Affan, berkumur-kumur dan menjajarkan air dengan hangit, kemudian mengeluarkannya, sangat Utsman bin Affan berkata: ‘saya mengawasi Rasulullah SAW berwudu seperti wuduku ini.’” (H.R. Bukhari dan Orang islam).


7. Istinsyaq

Istinsyaq merupakan menghirup air ke lubang hidung tinggal mengeluarkannya lagi. Sunah istinsyaq ini dapat dilakukan sebelum membasuh wajah dalam rukun wudhu. Istinsyaq telah diriwayatkan plong sabda nan sebanding sebagaimana berkumur.


8. Mengusap Seluruh Bos

Sunah dalam wudhu berikutnya ialah membarut-barut seluruh penggalan kepala. Kejadian ini diriwayatkan dalam titah Abdullah bin Yazid RA dia berkata bahwa, “Rasulullah SAW mengusap kepalanya dengan kedua tangannya semenjak depan ke belakang dan berasal belakang ke depan” dalam lafal enggak kembali berbunyi, “Ia mulai bersumber fragmen depan kepalanya sehingga mengusapkan kedua tangannya hingga lega tengkuknya, suntuk mengganjar kedua tangannya ke bagian tadinya.” (H.R. Bukhari dan Mukminat).


9. Menyapu Kedua Telinga

Dalam berwudhu disunahkan bikin mengelus kedua alat pendengar. Dalam mengelus telinga ini harus memperalat air yang baru, bukan berpunca air eks usapan ketua. Hal ini telah diriwayatkan puas hadis Ibnu Abbas kamu berkata bahwa, “Adalah Rasulullah SAW membelai pemimpin dan dua telinganya. Beliau mengegolkan dua jari telunjuk (ke penggalan dalam  alat pendengar), sedangkan kedua jempolnya ke bagian luar daun alat pendengar. Kemudian beliau mengelus arah luar dan kerumahtanggaan telinganya.” (H.R. Ibnu Majah).


10. Mendahulukan Bagian Kanan

Detik berwudu, disunahkan kerjakan mencuci tubuh sreg fragmen kanan tambahan pula lalu, kemudian dilanjutkan mencuci pada bagian kidal. Hal ini sudah lalu diriwayatkan dalam perkataan nabi Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah berujar, “Bila kalian berpakaian dan berwudu maka mulailah dari penggalan-bagian kananmu.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

beli sekarang

Poster Islami 2in1: Yuk, Belajar Wudhu & Salat merupakan poster kata pertama bagi anak asuh muslim. Sang kecil akan mengenal tahapan gerakan wudhu dan salat dari step semula sampai penghabisan. Kemudian ajak sang katai sparing mempraktikkan dan menghafal setiap usaha wudhu dan salat, lalu saksikan ia bersemi menjadi anak asuh yang taat beribadah.

Baca pula artikel tak yang tersapu“Situasi-hal Nan Membatalkan Wudu” :

  • Penyelenggaraan Cara Berwudhu
  • Tata Cara Sholat Dhuha
  • Manajemen Cara Sholat Tahajud
  • Pengelolaan Cara Sholat Jenazah
  • Penyelenggaraan Kaidah Mandi Teradat
  • Pengertian Al-Quran dan Hadits
  • Pengertian Kesopansantunan
  • Sifat-kebiasaan Mulia
  • Perilaku Bonafide internal Selam
  • Signifikansi Zakat
  • Rukun Haji
  • Pengertian Iman Kepada Malaikat
  • Denotasi Genitalia
  • Daftar 99 Asmaul Husna
  • Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Seperti itulah penjelasan mengenai situasi yang membatalkan wudhu beserta rukun dan sunahnya. Bagi kalian nan masih belum perseptif apa saja yang membatalkan wudhu serta berbaik dan sunahnya mudah-mudahan kalian bisa reaktif sesudah mendaras kata sandang ini.

Seandainya kalian mau belajar lebih banyak tentang teologi khususnya untuk melaksanakan salat, kalian bisa membaca dari sosi yang mutakadim disediakan oleh Gramedia. Gramedia bak #SahabatTanpaBatas mutakadim meluangkan beraneka ragam taktik nan mungkin kalian butuhkan. Silakan Grameds, beli bukunya kini juga!

ePerpus adalah layanan bibliotek digital masa masa ini yang mendahului konsep B2B. Kami hadir cak bagi melajukan dalam mengelola perpustakaan digital Engkau. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, perkumpulan, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom gelondong
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Fasilitas dalam mengakses dan mengontrol bibliotek Ia
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk meluluk laporan analisis
  • Permakluman statistik model
  • Permohonan aman, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/hal-yang-membatalkan-wudu/

Posted by: gamadelic.com