1 Korintus 15 Ayat 10

e-SH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                        e-Santapan Kronik
      Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi arwah
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA

Tanggal: Rabu, 1 Mei 2022
Ayat SH: 1 Korintus 15:1-11

Judul: Taat

Kita kali sudah korespondensi melihat batu karang yang berada di tepi laut. Batu karang itu tetap berdiri kokoh sekalipun ombak besar menghantamnya. Gambaran mengenai alai-belai karang inilah yang pelahap dipakai untuk mengilustrasikan cara orang Masehi dalam menjalani realitas.

Jemaat di Korintus sedang bimbang tercalit dengan berita kebangkitan Yesus. Sungguhkah Yesus kumat? Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati dapat kumat sekali lagi? Siapa yang membangkitkan? Apakah cak semau syahid tepercaya atas peristiwa kebangkitan tersebut? Takdirnya cak semau, berapa banyak?

Untuk menjawab cak bertanya ini, Paulus mengajak penduduk jemaat Korintus agar sekali lagi sreg Bibel, yakni Kabar Baik mengenai Yesus. Paulus mengatakan kepada mereka agar jangan mangut tentang kabar kebangkitan-Nya karena Paulus sendiri juga yakni saksi atas hal tersebut.

Kita hidup intern konteks yang sangat jauh dari peristiwa kebangkitan Yesus. Jadi, kita mungkin tetapi mengalami kebimbangan serupa mengenai peristiwa kebangkitan-Nya. Kita bisa semata-mata mencacau plong kuasa kebangkitan itu sendiri. Kita mungkin bertanya-tanya, “Betulkah kebangkitan Yesus berkuasa menyelamatkan dunia dari dosa? Jikalau ya, mengapa masih banyak karas hati?

Mengapa orang Serani masih mengalami penganiayaan sampai kini?”

Kebangkitan Yesus memang mempunyai kuasa. Ini merupakan inti iman Kristen. Akan tetapi, bukan berjasa kuasa kebangkitan itu langsung mencerai-beraikan apa tantangan kita laksana individu beriktikad. Justru, tantangan tetap diperlukan agar iman kita kian ki ajek. Kuasa kebangkitan Yesus harus meneguhkan kita seteguh bencana karang internal menghadapi segala persoalan. Kuasa itu mesti memantapkan iman kita bak batu karang yang teguh walaupun dihantam angin ribut hayat. Pada situasi sebagai halnya itulah kuasa kebangkitan Yesus akan menjadi aktual. Dengan kuasa kebangkitan, khalayak Kristen n kepunyaan kekuatan untuk kukuh dan terus mengalir perlahan-lahan dengan bagak.

Ratib: Allah, berilah kami iman yang teguh supaya dapat taat mengikuti-Mu hingga penutup hayat. [JCP]

e-SH versi web:http://www.sabda.org/permakluman/sh/2019/05/01/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/santapan.harian/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.titah.org/?1+Korintus+15:1-11
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Korintus+15:1-11

1 Korintus 15:1-11

 1  Dan waktu ini, saudara-saudara, aku cak hendak mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang dia terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
 2  Oleh Alkitab itu ia diselamatkan, pangkal kamu teguh berpedoman padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali sekiranya kamu sudah sia-sia saja menjadi beriman.
 3  Sebab yang adv amat berharga telah kusampaikan kepadamu, yaitu segala apa yang telah kuterima seorang, yakni bahwa Kristus mutakadim mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
 4  bahwa Ia mutakadim dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari nan ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
 5  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas pesuluh-Nya.
 6  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada makin dari lima ratus saudara langsung; kebanyakan berpokok mereka masih hidup sampai kini, semata-mata beberapa di antaranya telah meninggal.
 7  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua utusan tuhan.
 8  Dan yang paling akhir dari semuanya Engkau menampakkan diri sekali lagi kepadaku, sama sama dengan kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
 9  Karena aku adalah yang minimal hina dari semua utusan tuhan, bahkan tidak patut disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Tuhan.
10  Tetapi karena rahmat karunia Almalik aku adalah sebagaimana aku ada kini, dan hidayah hadiah nan dianugerahkan-Nya kepadaku bukan sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja kian keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan hidayah karunia Tuhan yang menyertai aku.
11  Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

e-SH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Diterbitkan dan Oktroi(c) oleh Scripture Union Indonesia
e-SH  Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) [email protected]
– – –
Anda diberkati melalui Santapan Koran?
Mari mendukung pelayanan Yayasan Pancar Pijar Alkitab (PPA)
Rekening BCA cab Bab Air no. 106.30066.22 an. Yay Pancar Suar Alkitab

Source: http://renungan.stefanussusanto.org/2019/04/e-sh-1-mei-1-korintus-151-11-teguh.html