1 Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Tanaman Buah Naga

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Efektivitas Fitoremediasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Hidrilla (Hydrilla Verticillata) terhadap Penurunan Kadar BOD pada Limbah Cair Pabrik Tahu - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Efektivitas Fitoremediasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Hidrilla (Hydrilla Verticillata) terhadap Penurunan Kadar BOD pada Limbah Cair Pabrik Tahu - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Efektivitas Fitoremediasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Hidrilla (Hydrilla Verticillata) terhadap Penurunan Qada dan qadar BOD pada Limbah Cair Industri Tahu – Repository Institut Muhammadiyah Semarang

Latar
belakang:
Limbah
cair
tahu
jika tidak diolah dengan baik akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.
Fitoremediasi
adalah teknik penggarapan
limbah
dengan menggunakan tumbuhan yang efektif dan mudah diterapkan.
Lotus
(Nymphaea
Sp.) dan
Hidrilla
(Hydrilla
Verticillata) diketahui bisa menurunkan
kadar
polutan dengan kemampuan penyerapannya. Pendalaman ini bermaksud untuk memaklumi kemampuan
fitoremediasi
berdasarkan jenis
tanaman
(teratai
dan
hidrilla) dan lama perpautan intern menaruh
kadar
BOD
pada
limbah
cair
senggang. Metode: Jenis penajaman yang digunakan yaitu Eksperimen Murni.
Tanaman
teratai
dan
hidrilla
dikontakkan dengan air
limbah
adv pernah
didalam timba plastik dan dilakukan pengamatan selama 3, 6, dan 9 hari kemudian dihitung
penurunan
bilangan
BOD. Hasil pengamatan dianalisis memperalat uji perangkaan Two Way Anova. Hasil: Rata – rata
kadar
BOD
sebelum perlakuan adalah 248,25 mg/l, setelah perlakuan ialah 242,56 mg/l dan rata-rata
penurunan
sebesar 2,28%. Jenis
tanaman
tidak berwibawa terhadap
penurunan
kadar
BOD
(p-value=0,284), lama perikatan berpengaruh terhadap
penurunan
kadar
BOD
(p-value=0,022), tidak suka-suka interaksi antara jenis
pokok kayu
dan lama rangkaian ( p-value=0,790). Persentase
penurunan
qada dan qadar
BOD
tertinggi dengan menggunakan
pokok kayu
hidrilla
lega lama kontak 9 hari adalah sebesar 2,9%. Simpulan: Ada pengaruh lama pernah terhadap
penerjunan
kadar
BOD
puas
limbah
cair
luang
sekadar bukan ada pengaruh cak bagi jenis
tanaman
terhadap
penurunan
kadar
BOD
dan tidak ada interaksi kerjakan keduanya.

Baca lebih lanjur


12 Baca lebih lajut

2. Nilai Ambang Batas - Efektivitas Fitoremediasi Tanaman Teratai (Nymphaea Sp.) dan Hidrilla (Hydrilla Verticillata) terhadap Penurunan Kadar BOD pada Limbah Cair Pabrik Tahu - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating

Efektivitas Koneksi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu sreg Limbah Elektroplating

Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat dalam pemakaian lingkungan dan proses alami lakukan mengurangi pengotoran lingkungan, misalnya dengan menunggangi tumbuhan alias mikroorganisme yang terserah di lingkungan.
Fitoremediasi
sebagai salah satu upaya penggunaan
tanaman
dan bagian- bagiannya cak bagi mengurangi pengotoran lingkungan dewasa ini semakin banyak dipakai, baik untuk
limbah
domestik atau
limbah
industri [7]. Salah suatu alternatif pengolahan air terinfeksi besi jarang, khususnya untuk mereduksi kandungan metal berat dalam air tercemar ferum berat adalah
fitoremediasi
dengan
tanaman
Salvinia molesta. Burik Ambang (Salvinia molesta) merupakan salah suatu
tanaman
nan berpotensi menjadi fitoremediator logam berat n domestik pengolahan
limbah
dan air buangan. Dengan memanfaatkan sifat pertumbuhannya nan cepat serta bentuk akar yang panjang, berbulu lembut dan tergenang ke dalam air, diharapkan
tanaman
tersebut dapat dimanfaatkan kerjakan penyerapan logam elusif di perairan. Pemilihan Salvinia molesta sebagai
tanaman

Baca bertambah lanjut


6 Baca kian lajut

KARAKTERISASI SIMPLISIA DAN SKRINING FITOKIMIA SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL HIDRILLA (Hydrilla verticillata (L.f.) Royle) SKRIPSI

Perwatakan SIMPLISIA DAN SKRINING FITOKIMIA SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Ekstrak AIR DAN EKSTRAK ETANOL HIDRILLA (Hydrilla verticillata (L.f.) Royle) SKRIPSI

Hasil sensor karakteristik simplisia diperoleh
suratan
air 8,66%,
kadar
konsentrat nan sagu belanda air 15,03%,
kadar
bibit nan larut etanol 8,28%,
ganjaran
abu total 18,42%,
takdir
duli yang lain larut n domestik asam 2,81%. Hasil skrining fitokimia mengandung senyawa flavonoid, glikosida, saponin dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan terhadap radikal independen DPPH diperoleh nilai Inhibitory Concentration (IC 50 ) sari air 1581,78 ppm, ekstrak etanol 608,45 ppm dan


15 Baca lebih lajut

TxL - Lamp: lampu penghancur limbah pewarna textil

TxL – Lamp: bola lampu pembasmi limbah pewarna textil

Dapat dilihat dari hasil table diatas bahwa daya lampu mempengaruhi hari mendegradasi limbah.Dan untuk lebih valid pula bahwa
limbah
telah terdegradasi, maka dilakukan pengujian dengan spektrofotometer uv-vis. Dilakukan sreg sampel yang menunggangi lapmpu 11 watt. Diambil 9 sampel dimana setiap sampelnya diambil setiap 3 jam dan 6 jam sekali.


18 Baca kian lajut

S BIO 1200826 Chapter3

S BIO 1200826 Chapter3

Bibit
pokok kayu
berasal dari
pabrik
penyulingan minyak akar wangi di kecamatan Samarang kabupaten Garut. Sebelum ditanam, ekstrak yang berupa bongol dipotong-cucuk menjadi beberapa bagian kecil kemudian ditanam plong polibeg yang weduk tanah gembur sebanyak 2 kg. Polibeg yang telah ditanami sari Vetiveria zizanioides kemudian disimpan puas tempat yang mempunyai ketekunan cahaya yang cukup. Penyiraman
pohon
dilakukan setiap dua hari sekali. Tujuan berbunga pemakaian
pohon
Vetiveria zizanioides yang ditumbuhkan pecah esensi secara langsung yakni kerjakan memastikan umur
pokok kayu
yang akan digunakan di dalam penelitian.

Baca seterusnya


10 Baca kian lajut

S BIO 1200826 Abstract

S BIO 1200826 Abstract

Chromium is one of the pollutants that produced by the tannery industry. One of the effective and environmental friendly waste management methods to reduce the concentration of chromium in tannery effluent is phytoremediation. The purpose of this research was to examine the effectiveness of Vetiveria zizanioides as the agent of chromium phytoremediation in tannery effluent. The research was conducted by placing Vetiveria zizanioides on the vertical circulation system with different biomass compositions which were 200 g, 400 g and 800 g. Time used in this research was 10 days. The results showed that chromium phytoremediation using Vetiveria zizanioides had
a
high value in the decline of chromium effectiveness which were 99,80% at the biomass of 200 g, 99.82% at the biomass of 400 g, and 99.83% at the biomass of 800 g. Besides, Vetiveria zizanioides was able to improve the quality of effluent by lowering the turbidity value and increasing the dissolved oxygen. Vetiveria zizanioides has good potential as the agent of phytoremediation. The potential is reflected from the anatomy of the plant that did not have any difference or damage of cell in before and after the research. That case was supported by coconut fiber that added to the sarana of the plant used in the vertical circulation system.

Baca seterusnya


2 Baca bertambah lajut

S BIO 1200826 Table of content

S BIO 1200826 Table of content

Komplemen Pelataran
1. Daftar Alat dan Bahan ……………………………………………………………. 58 2. Data Kualitas Air, Kromium, dan Zat hijau ……………………………….. 60 3. Uji Statistik ………………………………………………………………………….. 63 4. Hasil Uji Kromium Jumlah Pada
Tanaman
Di Laboratorium


6 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU UNTUK MENURUNKAN KADAR TSS DAN BOD

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Senggang UNTUK Menempatkan KADAR TSS DAN BOD

Takdir
TSS dan
BOD
limbah
hancuran
tahu
di pabrik flat tangga
tahu
di Kecematan Tebang sudah melebihi tolok, adalah TSS = 1320 mg/L dengan NAB = 200 mg/L dan
BOD
= 161 mg/L dengan NAB = 150 mg/L.
Limbah
cair
industri
adv pernah
mengandung zat-zat organik yaitu protein 40%-60%, karbohidrat 25%-50%, lezat 10% dan padatan tersuspensi lainnya nan di pataka dapat mengalami perubahan fisika, kimia dan hayati nan akan menghasilkan zat toksik. Maksud penyelidikan ini adalah untuk mengarifi efektifitas penggodokan
limbah
cair
senggang
menggunakan sistem aerasi dan filtrasi cak bagi menaruh
kadar
TSS dan
BOD
puas
limbah
larutan
luang. Penelitian ini menunggangi gambar Quasi Eksperimental dengan model One Group Pretest- Posttest. Sampel penyelidikan sebanyak 24 sampel dengan 6 kali tubian. Uji perangkaan nan digunakan Paired Sample Ufuk-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukan adanya efektifitas
penurunan
ganjaran
TSS dan
BOD
yang signifikan sebelum diberikan perlakuan dengan setelah diberi perlakuan aerasi dan filtrasi dengan hasil TSS yakni (p=0,000 < α=0,05) dan
BOD
(p=0,000 < α=0,05).

Baca bertambah lanjut


7 Baca lebih lajut

S BIO 1200826 Bibliography

S BIO 1200826 Bibliography

Sudiarta W. & Yulihastuti D.A. (2010). Biosorpsi Kromium(VI) Pada Pupuk Sabut Kelapa Hijau (Cocos nucifera). Buku harian Ilmu pisah 4(2) hlm. 120-129. Suherman, D. (2008). Waste Water Treatment. P.Tepi langit. Jindal Stainless Indonesia. Sunaryo
I., Waskito S., Nainggolan K. (2001). Pembuatan Alat peraba Cak bagi Label.


6 Baca kian lajut

Analisis Perencanaan Tata Letak (Layout) pada PT. X Bandung untuk Meningkatkan Produktivitas.

Analisis Perencanaan Tata Letak (Layout) plong PT. X Bandung untuk Meningkatkan Produktivitas.

Sebagai
pabrik
tahu, kegiatan yang berjalan di PT. X Bandung ialah memproses korban mentah berupa bin menjadi
tahu. Hasil jadi yang dikeluarkan oleh PT. X ada dua macam yakni
sempat
kuning dan
tahu
safi. Plong proses ini terdapat urutan-urutan proses produksi, menginjak dari proses penggilingan sampai menjadi suatu produk kaprikornus yang siap bakal dipasarkan, sehingga aliran material ialah onderdil utama yang berpengaruh dalam proses produksinya. Dalam peristiwa ini diperlukan susunan tata letak fasilitas produksi yang lebih efektif dan efisien searah dengan jalan
industri
itu sendiri.

Baca seterusnya


16 Baca kian lajut

KAJIAN PERGANTIAN ECENG GONDOK PADA SIRKULASI PROSES FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR PENGOLAHAN KOPI

Analisis PERGANTIAN Kelayan GONDOK Plong SIRKULASI PROSES FITOREMEDIASI LIMBAH Cair Pengolahan Arsip

Pengolahan secara basah membutuhkan air menjejak 7-9 m 3 per ton buah kopi yang tergarap (Dinas Perladangan Kewedanan Jawa Timur, 2022). Eksploitasi air tersebut akan menghasilkan
limbah
cair
yang banyak.
Limbah
hancuran
pengolahan kopi mengandung bahan organik yang strata. Menurut pendalaman yang dilakukan Rukmawati (2015),
limbah
cair
pengolahan pertinggal mengandung COD 580-6400 mg/l dan
BOD
360-4158 mg/l. Semakin tinggi nilai COD dan
BOD
maka air sungai semakin tercemar dan jumlah oksigen terlarut dalam air semakin kecil (Nugraha dan Cahyorini, 2007: 93). Apabila
limbah
enceran
pengolahan kopi sewaktu dibuang ke jasad air (sungai) akan menyebabkan tercemarnya lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan lanjut mudah-mudahan
limbah
sahifah aman dibuang ke fisik air dan menepati sahih mutu
limbah
cair
pabrik nan ditetapkan oleh Ordinansi Nayaka Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022, adalah
suratan
maksimum COD 200 mg/l dan
BOD
75 mg/l. Salah satu penanganan
limbah
cair
sebelum dibuang serempak ke sungai yakni dengan metode
fitoremediasi.

Baca makin lanjut


66 Baca makin lajut

Efektivitas Penambahan Biodekstran dalam Menurunkan Kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada Air Limbah Pabrik Tahu di Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia Tahun 2022

FITOREMEDIASI Zn DARI LIMBAH CAIR PABRIK

FITOREMEDIASI Zn DARI LIMBAH CAIR PABRIK

Setelah 14 hari diaklimatisasi,
tanaman
menginjak diaplikasikan.
Tanaman
dipilih berdasarkan pelik tadinya yang sama yaitu 150 g dan ditumbuhkan pada
limbah
cair
pabrik
penggodokan karet.
Limbah
ini dimasukkan sebanyak 5 liter ke n domestik tiap-tiap umpama perlakuan bermatra 36×36 cm dengan konsentrasi 0, 5, 10, 15, 20 dan 25% (Verma 2005), kemudian diukur pHnya dan dianalisis
kadar
Zn bikin setiap konsentrasi. Setiap konsentrasi, P. stratiotes dibiarkan tumbuh sejauh 20 hari. Seterusnya dilakukan penimbangan berat cegak pada musim ke 0, 5, 10, 15 dan 20 lakukan menentukan laju pertumbuhan relatifnya.

Baca lebih lanjut


9 Baca lebih lajut

FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR KOPI DENGAN PERLAKUAN

FITOREMEDIASI LIMBAH Hancuran KOPI DENGAN PERLAKUAN

Fitoremediasi
yakni keseleo satu metode penanganan
limbah
cair
baik hati lingkungan dengan memanfaatkan tumbuh-tanaman cak bagi mengurangi
kadar
polutan di privat
limbah. Pelecok satu
pokok kayu
yang sahih digunakan dalam
fitoremediasi
ialah
tanaman
kelayan struma. Bakal membantu proses
fitoremediasi
digunakan aerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai daya guna
penurunan
konsentrasi COD,
BOD, TSS dan keruwetan dalam proses
fitoremediasi
limbah
enceran
piagam dengan perlakuan aerasi menunggangi genjer gondok. Metode penajaman ini adalah perlakuan eceng struma nan ditanam privat 4 palung ikan yang berukuran sebabat dan dipasang aerator dengan kuantitas kepadatan
pohon
kelayan gondok nan berbeda yaitu 200 gram/akuarium, 300 gram/palung ikan dan 400 gram/akuarium. Hasil yang didapatkan pecah penelitian ini adalah kelayan beguk cukup efisien bagi mengedrop nilai COD,
BOD, TSS dan kekeruhan. Nilai efisiensi buat
penjatuhan
nilai COD berturut- turut untuk akuarium 1,2,3 dan 4 adalah sebesar 70,62% ; 77,12% ; 79,82% dan 46,58%, sedangkan nilai efisiensi untuk
penurunan
BOD
berendeng-rendeng kerjakan akuarium 1,2,3 dan 4 ialah sebesar 71,04%; 77,35% ; 75,71% dan 46,49%. Sedangkan rata-rata nilai efisiensi TSS sebesar 49,5% dan skor rata-rata efisiensi kekacauan sebesar 43%.

Baca lebih lanjut


1 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN ARANG AKTIF DARI KULIT SINGKONG DAN DARI TONGKOL JAGUNG DALAM PENURUNAN KADAR COD DAN BOD LIMBAH PABRIK TAHU.

KEMAMPUAN ARANG AKTIF Berbunga KULIT SINGKONG DAN DARI TONGKOL JAGUNG DALAM PENURUNAN Kadar COD DAN BOD LIMBAH PABRIK Sempat.

Kulit singkong dan tongkol milu belaka merupakan
limbah
dari produksi kampanye kecil, yang boleh mencemari lingkungan. Sesungguhnya kulit singkong dan tongkol jagung ini bisa dimanfaatkan menjadi produk karbon aktif, karena memiliki selulosa non diskon yang dapat digunakan untuk adsorben yang baik. Proses pembuatan karbon aktif dari
limbah
selerang singkong dan tongkol jagung ini sangat terlambat, yakni proses aktivasi dan karbonisasi. Karbon aktif memiliki kepentingan yang dulu banyak, misalkan seumpama pembersih air, pemurnian gas, industri sakarosa, pengolahan
limbah
cairan
dan sebagainya.

Baca bertambah lanjut


111 Baca makin lajut

PENURUNAN LIMBAH CAIR BOD DAN COD PADA INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN CATTAIL (Typha Angustifolia) DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND

PENURUNAN LIMBAH Larutan BOD DAN COD Pada Pabrik Tahu MENGGUNAKAN Pohon CATTAIL (Typha Angustifolia) DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND

dalam penajaman. Media wetland nan disiapkan aktual ember yang berisi lahan, ramal dan kerikil sebanyak 4 ember bakal proses constructed wetland. Air
limbah
dalam penelitian ini menunggangi air
limbah
industri
tahu
semenjak Desa Sumur Tahang, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten
Semarang, masa pengambilannya lega pagi masa sekitar palu 09.00 WIB ketika industri
sempat
melakukan proses produksi. Pengambilan percontoh dilakukan semenjak satu titik dengan volume yang setimbang hingga debit sampel besaran ditampung n domestik jerigen 20 L yang dibilas justru habis dengan air
limbah
itu sendiri. Kemudian jerigen ditutup bersampingan dan dipererat dengan plastik hitam.

Baca makin lanjut


101 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - EFEKTIVITAS LIDAH BUAYA SEBAGAI KOAGULAN ALAMI UNTUK PENJERNIHAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Portal I PENDAHULUAN A. Latar Belakang – EFEKTIVITAS Aloevera SEBAGAI KOAGULAN ALAMI Bagi PENJERNIHAN AIR LIMBAH Apartemen Tahapan – Repository Institut Muhammadiyah Semarang

Pada metode koagulasi-flokulasi digunakan koagulan anorganik seperti aluminium sulfat (alum), polialuminium klorida (PAC), besi sulfat (II), besi klorida(II). Hasil penelitian dengan pemakaian koagulan biji merunggai (Moringa oleifera) pada
limbah
batubara PT. Kaltim Prima Coal bakal sampel
limbah
dari tempat
A
terjadi
penurunan
TSS (Jumlah Suspended Solid) sebesar 99,9 dengan dosis optimum 1,5 gr/L, untuk sampel dari tempat B
penurunan
TSS sebesar 91,5 %, dengan dosis optimum 0,5 gr/L dan buat sampel dari kancah C
penurunan
TSS sebesar 99,2 %, dengan dosis optimum 1,2 gr/L (8) . Bermula hasil perbandingan
efektivitas

Baca bertambah lanjut


6 Baca makin lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Ftoremediasi Tanaman Daun Kiambang Dan Kayu Apu Terhadap Penurunan Kadar COD Limbah Cair Batik Home Industri Batik - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Source: https://id.123dok.com/title/pendahuluan-efektivitas-fitoremediasi-verticillata-penurunan-repository-universitas-muhammadiyah